Bos Cantik Pujaan Hati

Bos Cantik Pujaan Hati
HATIKU CUMA SATU


__ADS_3

🌷


🌷


🌷


🌷


🌷


Satria masih terus menatap Lana yang menundukan kepalanya.


"Jadi bagaimana urusannya?" tanya Satria dingin.


"Bisa ga tunggu teman aku datang," jawab Lana.


Lana masih setia menundukan kepalanya,Lana tidak berani melihat wajah Satria yang tampak menyeramkan buat Lana.


"Ok,sambil nunggu teman kamu tolong cuci piring itu," seru Satria.


"Baiklah," ucap Lana pasrah.


Perlahan Lana membalikan tubuhnya dan melangkah menuju tempat pencucian piring-piring kotor.


Satria terlihat menahan tawanya melihat kelakuan Lana.


"Awasi wanita itu," perintah Satria.


"Baik Pak," jawab salah satu pelayan.


Satria pun pergi meninggalkan dapur dan kembali melayani para tamu.


"Hai Mas,boleh tanya ga?" bisik Lana.


"Mau tanya apa Mbak?"


"Memang benar ya,laki-laki menyebalkan itu yang punya Restoran ini?" tanya Lana.


"Maksud Mbak Pak Satria?iya Mbak,memang dia Pemilik Restoran ini,memangnya kenapa Mbak?"


"Gapapa,cuma nanya doang."


Lana terus saja menghubungi Misell tapi Misell belum juga sampai karena tugas Misell belum selesai.Hingga akhirnya tidak terasa semua piring dan gelas kotor sudah selesai Lana bersihkan.


"Mana teman kamu,katanya mau kesini?jangan-jangan kamu bohong ya," sergah Satria.


"Terserah kamu saja,aku capek berdebat sama kamu."


"Ok,kamu boleh pulang," sahut Satria.


Tanpa berkata apapin lagi,Lana langsung pergi dari Restorannya Satria.


"Sumpah malu banget,hari ini harga diri aku diinjak-injak sama tuh cowok," gumam Lana dengan melajukan mobilnya ke rumah Misell.


Lana sudah menghubungi Misell jangan menyusul ke Restoran karena semuanya sudah beres.


Sesampainya dirumah Misell,dengan hati yang kesal Lana menjatuhkan diri disamping Misell.


"Bagaimana,sudah beres cuci piringnya?" tanya Misell.


"Sialan kamu Sell,ditungguin lama banget."


"Ya maaf,soalnya tugas aku banyak banget soalnya Profesor Zidan malah pergi sama calon istrinya," seru Misell.


"Apa calon istri?siapa cewek yang beruntung dapatin Profesor Zidan?cantik ga ceweknya?" Lana memberondong Misell dengan pertanyaannya.


"Calon istri Profesor Zidan ternyata Kinan," sahut Misell.


"Whaaaatttt Kak Kinan calon istrinya Profesor Zidan,sumpah gila mereka couple goal banget tuh."


"Iya,tapi ga usah seheboh gitu kali."


"Sorry,aku tuh antusias banget pasti gemes deh melihat mereka cantik dan tampan," sahut Lana dengan memeluk bantal sembari senyum-senyum sendiri.


"Kamu pasti ga bakalan percaya Lan,sama perlakuan Profesor Zidan.Selama ini kan dia terkenal dengan Dosen Killer yang dingin dan galak,tapi dihadapan Kak Kinan sikap dingin itu ga ada sama sekali malahan terlihat hangat banget."


"Masa sih?aku pikir sama pacarnya juga dingin tapi ternyata enggak ya."


Misell pun ikut Lana merebahkan tubuhnya diatas kasur,seketika hening.


"Sell,aku numpang tidur dulu ya sebentar capek habis nyuci piring."


"Biasanya juga ga pake minta izin."


Tidak membutuhkan waktu lama,Lana sudah masuk kealam mimpinya.Sementara itu Misell terlihat menerawang ke langit-langit kamarnya.


"Kok aku ngerasa iri ya sama Kak Kinan?ada perasaan tidak rela kalau Profesor Zidan bersama wanita lain,astaga Misell-Misell mereka sebentar lagi mau menikah bisa-bisanya kamu berpikiran seperti itu," gumam Misell.


Di sebuah Butik,Kinan dan Zidan sedang mencoba gaun untuk pernikahannya.Zidan terlihat menunggu di sofa sembari mengotak-ngatik Ponselnya.


Tidak lama kemudian tiraipun dibuka,betapa terkejutnya Zidan melihat calon istrinya begitu sangat cantik.



"Bagaimana Kak?" tanya Kinan.


"Sempurna."


Zidan menghampiri Kinan dan memperhatikan Kinan dari ujung kaki ke ujung kepala tanpa berkedip sedikitpun.


"Kok ngelihatinnya gitu amat," seru Kinan.


"Sangat luar biasa,calon Ny.Atmanegara sangat cantik sekali," sahut Zidan.


"Dasar gombal."


"Siapa yang gombal,ini serius Sayang."


Zidan menarik pinggang Kinan supaya lebih dekat dengannya dan mencium pipi Kinan berulang-ulang.

__ADS_1


"Ih apaan sih Kak,malu tahu dilihatin banyak orang."


"Biarin aja."


Semua pegawai Butik hanya bisa tersenyum melihat sepasang kekasih yang sangat serasi.


Setelah selesai feeting baju,Zidan mengajak Kinan makan siang karena perut mereka sudah mulai keroncongan.


***


Di Perusahaan Kinan,Devano terlihat sedang melamun dimeja kerjanya sembari memperhatikan layar Ponselnya.


"Kenapa sih tuh anak,sudah dua hari ga pernah ngehubungi aku lagi biasanya jam segini sudah keberapa puluh kalinya dia ngehubungi aku," gumam Devano.


Sementara itu di Kantor EL,dia sedang merengek kepada Kimi karena Ponselnya di pegang oleh Kimi.


"Kim,mana Ponselnya?aku pengen nghubungi Kak Dev," rengek EL.


"Ih EL,kamu ya ga sabaran banget punya harga diri dong sedikit jadi cewek.Ini baru dua hari,kita lihat reaksinya paling lama satu minggu," seru Kimi.


"Whaaaaatttt...kamu gila ya Kim,aku ga mau jangankan satu minggu baru dua hari aja aku kangen banget sama Kak Dev,siniin Ponselnya,aku ga peduli mau dibilang ga punya harga diri kek atau apalah yang prnting sekarang aku pengen mendengar suaranya Kak Dev," rengek EL.


"Dasar ya Bucin,udah pokoknya kali ini Ponsel kamu aku yang pegang dulu biarkan ini jadi pembuktian bagaimana sebenarnya perasaan Kak Dev sama kamu EL," Kimi pun pergi meninggalkan ruangan EL dengan membawa Ponselnya EL.


"Kimi,kembalikan Ponsel aku," teriak EL.


EL yang merasa tidak dihiraukan oleh Kimi,mengacak-ngacak rambutnya sendiri dan menghentak-hentakan kakinya karena merasa frustasi.


1 Minggu pun berlalu,Kinan dan Zidan menjalani hari-harinya dengan kebahagiaan saat ini mereka berdua sama-sama sibuk,maka dari itu sudah satu minggu ini Kinan tidak bisa menemani Zidan terapi.


Seperti saat ini,Zidan menyuruh Misell untuk membantunya mengoreksi hasil tugas yang dikerjakan oleh teman-temannya.


Misell tampak serius mengerjakan tugas yang diberikan oleh Zidan,hingga disaat Misell sedikit merentangkan tangannya Misell tidak sengaja menoleh kearah Zidan yang sedanh fokus dengan Laptopnya.


Sekilas tampak terbit senyuman diwajah Misell.


"Kok ada perasaan aneh ya yang aku rasakan saat sedang dekat dengan Profesor Zidan,bahkan saat melihat wajahnya saja jantung aku serasa berdesir," batin Misell yang terus memperhatikan Zidan.


Tanpa Misell sadari,dari tadi Zidan melihat kearah Misell.


"Kenapa kamu senyum-senyum sendiri?" tanya Zidan dingin.


"Ah tidak Prof."


Zidan tampak menggelengkan kepalanya merasa tak mengerti dengan sikap Mahasiswinya itu.


Misell sengaja membuat pekerjaannya lama,supaya bisa bersama dengan Zidan.Gila memang Misell tidak pernah menyukai lawan jenisnya dan sekarang disaat Misell merasakan cinta,Misell harus menyukai laki-laki yang sebentar lagi mau menikah.


Sakit memang rasanya mencintai kepada orang yang salah dan waktu yang tidak tepat.


"Hallo Sayang,aku sangat merindukanmu nanti malam aku ke rumah kamu ya,bye Sayang jangan terlalu capek bekerjanya love you," seru Zidan dibalik teleponnya.


Misell yang mendengar pembicaraan Zidan dan Kinan merasa ada yang sakit dihatinya,apalagi Zidan terlihat sangat mencintai Kinan.


"Misell tolong kamu selesaikan pekerjaan kamu,saya harus pergi ada urusan penting," seru Zidan.


Misell hanya bisa melihat punggung Dosennya itu sampai Zidan menghilang dari pandangannya.


"Aku benar-benar sudah gila,menyukai calon suami orang lain," gumam Misell.


Di Perusahaan Kinan...


Kinan melihat Devano tidak seperti biasanya,Devano terlihat gelisah dan tidak tenang.


"Dev,kamu kenapa?" tanya Kinan.


"Aku gapapa."


"Gapapa gimana?masa kamu buat laporan semuanya salah ga biasanya kamu seperti ini,kamu itu orang yang sangat perfect ga mungkin sampai ngelakuin kesalahan seperti ini kalau ga ada masalah."


Devano terlihat mengela nafasnya kasar...


"Kamu kenapa?cerita dong,kali aja aku bisa bantu kamu," seru Kinan.


"EL sudah satu minggu ini ga ngehubungi aku Nan," jawab Devano dengan cemberut.


"Apa?"


Kinan tampak membulatkan matanya,tapi seketika tawa Kinan pecah sehingga membuat Devano semakin jengkel.


"Kok malah ketawa?" keluh Devano.


"Ya ampun perut aku sakit,sumpah kamu lucu banget Dev."


"Lucu apanya?" sergah Devano.


"Lucu aja,kamu kan cuek banget sama EL kaya yang ga suka sama EL gitu,tapi sekarang giliran EL ga ngehubungi kamu selama seminggu kamu kalang kabut kaya gini,jangan-jangan kamu sudah mulai jatuh cinta ya sama EL," goda Kinan.


"Aku ngerasa ada yang hilang aja Nan,kamu tahu ga tiap hari dia kirim pesan sama aku sampai puluhan pesan lho,tapi seminggu ini ga ada satu pun pesan yang dia kirim malahan sikapnya juga berubah jadi cuek sama aku," jelas Devano.


"Iya itu artinya kamu sudah mulai jatuh cinta sama EL,cobalah Dev buka hati kamu buat EL kelihatan banget kalau EL itu cinta sama kamu,aku cuma ngingetin aja kamu akan merasa cinta sama seseorang setelah kamu kehilangan orang itu jadi jangan sampai EL pergi ninggalin kamu karena kamu yang terlalu cuek," seru Kinan.


"Terus aku harus bagaimana Nan?"


"Ungkapkan perasaan kamu sebelum terlambat,jangan sampai kamu menyesal dikemudian hari."


"Ya sudah,sekarang aku samperin EL dulu."


Dev pun segera beranjak dari duduknya..


"Eh tunggu Dev,terus ini laporan yang kamu buat bagaimana salah semua?" teriak Kinan.


"Nanti aja deh aku benerin,atau enggak kamu aja yang benerin," jawab Devano yang langsung keluar dari ruangan Kinan.


"Busyet deh,dasar asisten kurang ajar masa dia malah nyuruh Bosnya buat benerin laporan sih," gerutu Kinan.


Sementara itu di Perusahaan EL...


"Tuh kan Kim benar,kalau Kak Dev itu ga suka sama aku buktinya selama satu minggu aku ga ngehubungi dia,dia sama sekali ga mikirin aku," keluh EL.

__ADS_1


"Yang sabar ya EL,ya sudah aku kembali kerja lagi ya."


Kimi pun meninggalkan ruangan EL,EL tampak berdiri didepan jendela tiba-tiba air matanya pun menetes.


"Apa kamu tidak menyukai aku Kak Dev?" gumam EL.


Sesampainya di Kantor EL,Devano langsung berlari menuju ruangan EL terlihat disana Kimi sedang serius mengerjakan pekerjaannya.


"Kimi,apa EL ada di dalam?" tanya Devano.


"Kak Dev,ada EL ada di dalam kok."


"Ya sudah aku ke dalam dulu ya."


Kimi terlihat mengembangkan senyumannya dan kembali mengerjakan pekerjaannya.


Dev dengan cepat masuk kedalam ruangan EL,sementara EL masih setia berada didepan jendela.


"Ada apa lagi Kim?tolong undur saja pertemuan aku pagi ini,aku lagi ga semangat kerja," seru EL tanpa melihat siapa yang datang.


"Kenapa ga semangat kerja?" sahut Devano.


Seketika EL membulatkan matanya,EL langsung membalikan badannya terlihat disana Devano sudah berdiri dengan gagahnya dan kedua tangannya dia masukan kedalam saku celananya.


"Kak Dev,ada apa Kak?tumben Kakak datang ke Kantor aku?" tanya EL tak percaya.


"Memangnya aku ga boleh ya nyamperin Kantor wanita yang aku cintai," seru Devano.


"Bukannya ga boleh,tapi-----"


Ucapan EL terhenti dikala dia baru menyadari apa yang Devano ucapkan.


"Barusan Kakak bilang apa?" tanya EL untuk memastikan ucapan Devano.


"Ucapan yang mana?" goda Devano.


"Yang barusan Kakak bilang."


"Apa?" Devano terus saja menggoda EL.


"Ya sudah lupakan saja,sekarang cepatan bilang Kakak mau ngapain kesini?aku masih banyak pekerjaan," sahut EL.


EL kembali duduk di meja kerjanya dengan wajah yang cemberut,dan itu membuat Devano menahan tawanya.


Devano menghampiri EL,dan Devano memutar kursi yang EL duduki kemudian Devano membungkukkan tubuhnya ke arah EL membuat EL merasa tidak nyaman.


"Serius kamu nyuruh aku pergi?" goda Devano.


EL yang merasa salah tingkah dengan sikap Devano di tambah posisi mereka yang saling berdekatan membuat jantung EL berdetak tak karuan bahkan wajah EL sudah tampak sangat merah.


EL mendorong dada Devano untuk menjauh..


"Sebenarnya apa mau Kakak,jangan banyak basa-basi aku banyak kerjaan."


Devano menarik tangan EL sehingga dia berdiri dan otomatis memeluk Devano,Devano memegangi pinggang EL sehingga EL tidak bisa kemana-mana walau sekeras apapun dia berontak.


"Lepasin Kak,apa-apaan sih," seru EL.


"Kenapa satu minggu ini kamu tidak pernah menghubungi aku lagi?" tanya Devano.


"Ya emangnya kenapa?aku lagi malas aja."


"Jadi kamu sudah tidak mau dekat lagi denganku?" tanya Devano.


"Buat apa memaksakan orang yang tidak mau aku dekati,lebih baik aku menjauh saja cepetan lepasin," sahut EL.


"Kalau sekarang aku ga mau lepasin dan aku ga mau jauh dari kamu bagaimana?" seru Devano.


Seketika EL berhenti berontak dan menatap tepat dikedua bola mata Devano untuk mencari kebenaran,dan ternyata tidak ada kebohongan di mata Devano.


"Maksud Kakak apa?"


"Mari kita mulai kembali,aku akan berusaha membuatmu bahagia karena aku baru sadar kalau ternyata kamu adalah orang yang sangat berharga untukku," seru Devano.


Seketika senyuman terbit dari bibir EL...


"Apa Kakak serius?aku ga mau ada keterpaksaan dalam hubungan kita."


"Tidak,aku minta maaf karena selama ini aku sudah terlalu cuek sama kamu dan membuat kamu sakit hati,setelah satu minggu ini kamu tidak menghubungi aku,aku merasa ada yang hilang di dalam diri aku dan aku baru sadar ternyata aku mencintai kamu," jelas Devano dengan senyumannya.


EL pun langsung memeluk Devano,betapa bahagianya EL ternyata pengorbanannya selama ini tidak sia-sia,meskipun setiap hari harus merengek-rengek kepada Kimi seperti cacing kepanasan tapi sekarang itu semua terbayar sudah.


🌷


🌷


🌷


🌷


🌷


Selamat siang semuanya,maaf baru Up nih biasalah emak-emak rempong sedang sibuk didunia nyata🀭🀭


Semoga kalian selalu setia menunggu kelanjutannya,dan jangan lupa sehabis membaca biasakan diri tinggalkan jejak like,komen,dan vote sebanyak-banyaknyaπŸ™πŸ™πŸ˜˜πŸ˜˜


Oh iya,Novel baru Author segera hadir kali ini Author membuat Novel yang agak sedikit seram tentang Mafia kejam yang psychopat tapi masih berbau Abdi Negara ya karena ada Intelnya jugaπŸ€­πŸ€­πŸ€—πŸ€—


jangan lupa


like


vote n


komen


TERIMA KASIH


LOVE YOUπŸ’˜πŸ’˜πŸ’˜

__ADS_1


__ADS_2