
π·
π·
π·
π·
π·
Daffin pun selesai makan,tidak terasa Daffin menghabiskan dua piring saking enaknya.
"Terima kasih ya."
"Sama-sama."
"Oh iya,sudah malam aku harus pulang jangan lupa besok kamu bawakan makanan ke Kantor jam makan siang."
"Iya Insyaalloh."
"Kalau begitu aku pamit,tolong sampaikan salam aku kepada Ibu Andini."
"Iya,nanti aku sampaikan."
"Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam."
Daffin pun pulang dengan perasaan yang salah tingkah dan canggung juga,ada perasaan aneh di hatinya saat dekat dengan Mawar yang belum pernah dia rasakan dengan wanita manapun.
Keesokan harinya....
Kinan dan Devano sudah berada di atap Kantor untuk menunggu kedatangan Mamih Echa dan yang lainnya.
Tidak lama kemudian sebuah Helly mendekat dan mendarat di atap Kantor milik keluarga Kinan.
Mamih Echa,Papih Adam,David,Adel,dan juga Oma Nadia turun dari Helly itu,Kinan dan Devano segera menghampiri mereka.
"Mamih,Papih.." teriak Kinan dan langsung memeluk keduanya.
"Anak Papih sudah besar dan menjadi seorang Pemilik Perusahaan masih saja teriak-teriak kaya anak kecil," ledek Papih Adam.
Kinan hanya cengengesan...
"Hei anak nakal,apa kamu tidak kangen sama Oma?" tanya Oma Nadia.
"Ya Alloh Oma,apakabar Kinan kangen banget sama masakan Oma yang kadang manis banget seperti kolak dan kadang juga asin banget seperti masak sup garam," celetuk Kinan yang langsung dapat geplakan di pundak Kinan dengan tas jinjing yang dibawa oleh Oma Nadia.
"Aw sakit Oma,Oma jahat," rengek Kinan yang akhirnya membuat semuanya tertawa bersama.
Semuanya turun ke bawah dan pulang ke rumah masing-masing,sementara Kinan dan Devano melanjutkan kembali pekerjaannya.
Sesampainya di rumah,Mamih Echa dan Papih Adam memasuki kamarnya,begitu juga dengan Oma yang sekarang sudah memasuki kamarnya untuk istirahat.
"Sayang,Bang Dirga nelpon aku katanya minggu depan kita semua berangkat ke Puncak soalnya Milka mau merayakan ulang tahunnya di Villa milik keluarga yang ada di Puncak," seru Mamih Echa.
"Ok tidak masalah,kita akan berangkat kesana," sahut Papih Adam.
Papih Adam mendekati istrinya yang sedang membongkar kopernya dan memeluknya dari belakang.
"Sayang,beres-beresnya nanti saja lebih baik kita istirahat dulu aku kangen sama kamu,aku sudah puasa hampir satu bulan lho Sayang," rengek Papih Adam.
"Terus kenapa?"
"Kamu ga kasihan sama aku Sayang,adik aku sudah berontak nih," Papih Adam masih merengek seperti anak kecil yang minta dibelikan mainan.
"Ya ampun Sayang,katanya ngajak istirahat ya kalau begitu mah bukan istirahat namanya."
Papih Adam terus saja mencium tengkuk leher Mamih Echa sehingga membuat Mamih Echa merinding dibuatnya.
Tanpa menunggu lagi,Papih Adam langsung mengangkat tubuh Mamih Echa dan membawanya ke atas kasur,Mamih Echa terus saja menggerutu tapi Papih Adam seolah tuli tidak mau mendengarkannya.
Akhirnya Mamih Echa pun kalah juga dan pasrah saat Papih Adam mulai melakukan aksinya,dan terjadilah pertempuran panas di siang hari itu dengan sangat sengitnya entah berapa ronde Papih Adam melakukannya,hanya mereka berdua yang tahu.
Setelah sekian lama bertempur,akhirnya Papih Adam menghentikannya karena kasihan melihat Mamih Echa yang sudah kelelahan.Papih Adam membawa Mamih Echa ke dalam pelukannya.
"Fisik kamu masih saja kuat seperti dulu,meskipun sudah tua selalu membuat aku kewalahan melayani kamu," seru Mamih Echa dengan mata yang mulai sayu.
"Iya lah,meskipun sudah tua tapi kan aku masih rutin berolah raga Sayang,kamu lupa ya aku kan tua-tua keladi makin tua makin menjadi," sahut Papih Adam.
"Dasar,emang aku masih menarik gitu dimata kamu?sudah tua begini," seru Echa.
"Siapa bilang,kamu masih sangat menarik dan semakin cantik kalau menurut aku,body masih aduhai ga kalah sama anak muda zaman sekarang,makannya aku selalu tergila-gila sama kamu dan kalau dekat sama kamu aku ga pernah bisa menahan diri aku."
"Dasar sudah tua juga masih saja menggombal,sudah ah aku cape dan ngantuk."
"Sebelum tidur bagaimana kalau satu ronda lagi," goda Papih Adam dengan mengedipkan sebelah matanya.
"Sayang.." sergah Mamih Echa dengan pelototan mautnya.
"Ok..ok..aku cuma bercanda gitu aja marah,tapi kalau kamu masih kuat aku siap kok."
"Sudah,bisa diam ga aku mau istirahat cape."
Akhirnya Mamih Echa dan Papih Adam pun tertidur karena kelelahan.
*****
Di Restoran Family Food,,Satria telihat sedang sibuk mengecek bahan-bahan yang sudah habis sementara Milka duduk disebelahnya hanya memperhatikan Satria kerja.
"Sat,minggu depan bawa satu Koki di Restoran ini ya buat masak di Villa nanti," seru Milka.
"Beres,kamu ga usah khawatir semuanya udah aku siapkan."
"Ok sip,jangan lupa Om Reno dan Tante Mira kasih tahu pokoknya kalian harus datang di acara Ultah aku kali ini,selain Ultah kita juga sekalian liburan keluarga gitu jarang-jarang lho kita bisa kumpul seperti itu."
"Siap..."
Sementara itu di Kantor,Kinan baru saja selesai dan siap-siap untuk makan siang.Tiba-tiba Ponsel Kinan berbunyi dan tertera nama Fabian di layar Ponsel Kinan.
__ADS_1
"Iya Hallo Mas!!"
"Kamu sibuk ga?"
"Baru aja aku mau makan siang,ini lagi beres-beres."
"Ya sudah,aku tunggu kamu di Lobby kita makan siang bareng,,eitt tidak ada penolakan ini hanya ajakan seorang teman kepada temannya," Fabian mendahului ucapan Kinan yang pasti akan menolaknya.
"Ok,sebentar lagi aku turun." Kinan pun segera mengambil tasnya dan pergi menuju Lobby.
Dan benar saja,Fabian sudah menunggu Kinan di Lobby dengan bersandar ke mobilnya.
"Maaf,nunggu lama ya!!"
"Ah tidak,ayo silahkan masuk," Fabian membukakan pintu mobil untuk Kinan.
"Terima kasih," Kinan pun memasuki mobil Fabian.
Fabian mulai melajukan mobilnya ke sebuah Restoran,setelah beberapa menit akhirnya mereka sampai di sebuah Restoran.
Fabian dan Kinan mulai memesan makanannya.
"Oh iya,aku di undang sama Pak Dirga untuk menghadiri Ulang tahun Puterinya di Puncak."
"Oh iya."
"Huuh,kamu ikut ga?" tanya Fabian.
"Iya."
"Pasti seru deh,soalnya kata Pak Dirga selain kita merayakan Ulang tahun Milka,Kita juga sekalian liburan gitu di Puncak,aku sudah ga sabar deh ingin cepat-cepat ke Puncak pasti suasananya asri banget khas pedesaan gitu," seru Fabian.
Kinan hanya menanggapinya dengan senyuman.
Tidak lama kemudian,makanan yang mereka pesan pun sampai karena sama-sama sudah lapar,Kinan dan Fabian pun segera melahap makanannya.
Baru saja beberapa suap,ternyata Zidan pun berada di Restoran yang sama dengan Kinan.Zidan makan siang bersama Billy,dan saat Zidan ingin keluar dari Restoran Zidan menoleh ke belakang dan betapa terkejutnya Zidan saat melihat wanita yang sangat dia cintai sedang makan siang dengan laki-laki yang sangat dia benci.
Seketika darahnya mengalir dengan cepat,emosinya memuncak apalagi melihat Kinan dan Fabian terlihat tertawa bersama.
"Dan,ayo kita kembali ke Rumah Sakit."
"Kamu duluan aja Bill,nanti aku nyusul."
"Ok."
Billy pun pergi meninggalkan Zidan,dengan emosi dan rasa cemburu yang besar Zidan menghampiri Kinan dan Fabian.
Fabian melihat ada sedikit noda di ujung bibir Kinan,disaat Fabian ingin membersihkan noda itu,Zidan datang dan menepis tangan Fabian.
"Jangan sentuh wanitaku," ucap Zidan dingin.
"Kak Zidan," Kinan kaget karena Zidan berada disana.
"Kenapa kamu kaget aku berada disini?" tanya Zidan.
"Sedang apa ku disini?" tanya Zidan dengan tatapannya yang tajam.
"Ak..aku sedang makan siang."
"Aku tahu kamu sedang makan siang,tapi kenapa mesti dengan laki-laki ini?" bentak Zidan.
"Woi,sabar ga usah pake bentak-bentak segala," ucap Fabian.
"Ga usah ikut campur."
"Kak,aku sama Mas Fabian cuma makan siang doang ga ada niat apapun."
"Aku sama Kinan cuma temenan,apa salahnya kalau seorang teman mengajak temannya makan siang bareng," sahut Fabian.
"Apa?temenan?apa aku ga salah dengar hah,pertemanan antara laki-laki dan perempuan itu tidak ada yang murni pasti ada niat terselubung," sergah Zidan dan langsung menarik tangan Kinan.
Zidan membawa Kinan masuk ke dalam mobilnya,Kinan hanya bisa menundukkan kepalanya.Zidan melajukan mobilnya dengan emosi yang menguasai dirinya.
"Maaf" ucap Kinan lirih dengan tetap menundukkan kepalanya.
Zidan menghentikan mobilnya dipinggir jalan,dia menoleh ke Kinan yang masih setia menundukkan kepalanya.
"Kamu tahu Kinan,aku cemburu banget ngelihat kamu sama laki-laki brengsek itu tolong jangan buat aku cemburu seperti ini."
"Maaf."
"Masa minta maaf kaya gitu,minta maaf itu tatap wajahnya bukan dengan menunduk kepala kaya yang ga ikhlas."
Kinan langsung mendongakkan kepalanya dan menatap mata Zidan.
"Aku minta maaf."
"Gitu doang?masih belum ikhlas tuh minta maafnya," seru Zidan.
"Terus aku harus bagaimana?" tanya Kinan.
"Mana aku tahu,yang aku tahu permintaan maaf kamu belum ikhlas."
Karena Kinan bingung harus melakukan apa,jadi di otaknya hanya ada satu cara yanf akan meredakan emosi Zidan.
"Kak.."
"Apa?"
Kinan mendekatkan wajahnya dan mencium bibir Zidan sekilas tapi disaat Kinan mau melepaskan ciumannya,Zidan menarik tengkuk Kinan dan Zidan memperdalam lagi ciumannya
Cukup lama mereka saling m*****t dan m*******p akhirnya mereka melepaskan pungutannya dan menempelkan kening mereka.
Nafas mereka begitu tak beraturan dan terakhir Zidan mencium seluruh wajah Kinan.
"Jangan ulangi lagi,aku tidak suka ada laki-laki lain yang menyentuh kamu selain aku," ucap Zidan.
Kinan menganggukkan kepalanya...
__ADS_1
"Ya sudah,sekarang aku antar kamu ke Kantor."
Zidan melajukan mobilnya menuju Kantor Kinan,tidak membutuhkan waktu lama mobil Zidan sudah sampai di depan Kantor Kinan.
Devano kebetulan sedang berada di Lobby dan melihat Kinan di antar oleh Zidan.
"Terima kasih Kak,hati-hati di jalan."
"Siap Bos cantik pujaan hatiku," Zidan mengacak-ngacak rambut Kinan.
"Aishh..Kakak ini kan rambut aku jadi berantakan," ucap Kinan cemberut.
Setelah rapi,Kinan keluar dari mobil Zidan dan melambaikan tangannya.
Sementara itu di Lobby,Devano sudah menunggu dengan tatapan tajamnya dan tangan yang dilipat di atas perutnya.
"Kenapa ngelihatin aku kaya gitu?" tanya Kinan.
"Bagus ya,sekarang sudah belajar jadi Playgirl kamu."
"Maksud kamu apa?" tanya Kinan bingung.
"Tadi berangkat sama Kakaknya,sekarang pulang dengan Adiknya,sebenarnya kamu itu milih siapa sih?" tanya Devano.
Kinan tersenyum....
"Sudah jangan banyak pikiran,nanti kamu pusing," ucap Kinan dengan menggandeng lengan tangan Devano.
"Ckckck...sungguh terlalu," seru Devano dan Kinan hanya cekikikan mendengar ocehan Devano.
Waktu berlalu dengan cepat,tidak terasa dua hari lagi Milka ulang tahun dan hari ini semuanya berencana untuk berangkat ke Puncak.
Seperti yang di katakan Ayah Dirga,selain merayakan ulang tahun mereka juga akan mengadakan liburan bersama,bahkan Mamih Echa dan Papih Adam mengundang orang tua Zidan untuk ikut bersama mereka.
Seperti saat ini,semuanya sudah berkumpul di kediaman Ayah Dirga dan sedang sibuk memasukan barang-barang masing-masing.
Devano satu mobil dengan orang tuanya David dan Adel,Satriapun dengan Reno dan Mira,Daffin bersama Angga dan Mawar,Kinan mengajak Mawar dan merayunya supaya mau ikut dengan sejuta rayuan gombal akhirnya Mawar ikut juga.
Mamih Echa,Papih Adam,Kenzo dan Oma Nadia satu mobil,Ayah Dirga dan Bunda Keysa,Orang tua Zidan lebih memilih ikut bersama Billy sahabat Zidan.
Tinggalah dua mobil lagi antara mobil Zidan dan Fabian.
"Sayang,Milka ayo naik kamu tunggu apalagi," seru Bunda Keysa.
"Bunda,Milka mau ikut sama mobil Dr.Zidan boleh?" tanya Milka.
Semua orang saling menatap satu sama lain,termasuk Kinan yang merasa terkejut.
"Tapi aku------"
"Dr.Zidan,boleh kan Milka ikut mobil kamu?" seru Ayah Dirga.
Zidan menoleh ke arah Kinan tapi Kinan membuang pandangannya ke sembarang arah.
"Kinan Sayang,kamu mau sama siapa?" tanya Papih Adam.
"Hmmm-------" Kinan tampak bingung.
"Aku sama Mas Fabian saja," Kinan langsung menghampiri mobil Fabian dan masuk ke dalam mobilnya.
Fabian dan Zidan pun tampak terkejut dengan keputusan Kinan.Fabian pun masuk ke dalam mobilnya,Zidan mengepalkan tangannya dan mengeraskan rahangnya.Sementara Milka sudah duduk manis disamping kemudi Zidan.
"Ayo Dokter,kita berangkat sekarang keburu siang," seru Milka dari dalam mobil Zidan.
Zidan memasuki mobilnya dan menutup pintu mobil dengan kerasnya sehingga membuat Milka kaget.
Selama dalam perjalanan,Kinan tidak bicara sepatah kata pun.Kinan hanya melihat ke arah luar jendela,Fabian menoleh ke arah Kinan.
"Seandainya kamu bisa membuka hati kamu untuk aku Kinan,pasti aku akan senang sekali," batin Fabian.
Di sisi lain,Zidan mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi dan membuat Milka ketakutan.
"Astaga Dokter,pelan-pelan aku takut banget," rengek Milka.
"Kalau kamu takut,kenapa kamu milih ikut mobil aku?" tanya Zidan dengan dinginnya.
Milka berpegangan kuat-kuat dan menutup matanya karena saking takutnya,bahkan air matanya pun sudah mulai menetes.
Semua orang yang melihat Zidan mengendarai mobilnya seperti itu membuat semuanya merasa khawatir.Hingga akhirnya Zidan menyalip mobil Fabian dan melajukannya dengan sangat kencang.
"Astaga tuh anak sudah gila,mengendarai mobil seperti itu bagaimana kalau celaka," gerutu Fabian.
Kinan melototkan matanya melihat mobil Zidan melesat begitu cepat,Kinan tahu kalau kekasihnya itu sedang marah dan emosi,Kinan cuma bisa berdo'a mudah-mudahan Zidan dan Milka selamat sampai tujuan.
π·
π·
π·
π·
π·
Selamat malam semuanya,sesudah membaca biasakan like dan vote sebanyak-banyaknya yaππππ
Kalau ingin tahu kelanjutannya jangan lupa dukungannyaππππ
Jangan lupa
like
vote n
komen
TERIMA KASIH
LOVE YOUπππ
__ADS_1