Bos Cantik Pujaan Hati

Bos Cantik Pujaan Hati
CINTA DALAM HATI


__ADS_3

🌷


🌷


🌷


🌷


🌷


Karena merasa di perhatikan,Satria pun menoleh ke arah Kimi dan Kimi langsung salah tingkah dan berpura-pura mengotak-ngatik Ponselnya.


"Kak Prinses,mereka siapa?" tanya Satria.


"Oh iya,mereka teman aku yang ini namanya EL dan yang itu namanya Kimi," seru Kinan.


"Hallo,aku Satria."


Satria pun bersalaman dengan EL dan Kimi,Kimi begitu gugup dia terpesona akan senyumana Satria yang menambah ketampanannya menjadi lebih tampan lagi.


"Oh iya,kalian mau pesan apa?" tanya Satria.


"Hmm,kita pesan yang spesial saja yang ada di Resto ini," ucap EL.


"Ok,kalau begitu tunggu sebentar."


Satria pun pergi meninggalkan mereka berempat.


"Kak Kinan,Kakak tampannya kemana kok ga kelihatan?" tanya EL.


"Ckckck...dasar Kepo!!" cibir Devano.


Kinan menyikut lengan Devano dan melototkan matanya.


"Dia masih Kuliah di Jerman,3 tahun lagi baru pulang."


"Wah,Kakak LDRan dong?" seru Kimi.


"Iya."


Satria dan Milka pun datang dengan membawa makanan dan minuman yang di pesan oleh EL dan Kimi.


"Selamat menikmati," seru Milka.


"Terima kasih," ucap EL dan Kimi bersamaan.


"Kak,kita makan dulu ya!!" seru EL.


"Iya,silahkan makan jangan malu-malu


soalnya makanan disini enak-enak."


Devano hanya melirik EL sekilas hingga dia kembali ngotak-ngatik Ponselnya kembali.


EL dan Kimi tanpa malu-malu langsung melahap makanannya,mereka memang tipe wanita yang tidak suka jaim-jaim.


Mereka wanita yang apa adanya,tidak pernah malu-malu di depan lelaki karena prinsip mereka ada yang suka syukur ga ada yang suka tidak dipikirin masa bodo.


Tidak membutuhkan waktu lama,mereka berdua pun selesai makan dan saking kenyangnya EL sampai sendawa keras sekali membuat siapa saja mendengarnya pasti akan illfeel.


"Allohu akbar,cewek kok jorok banget," seru Devano dengan menutup hidungnya begitu pun dengan Kinan.


"Kamu mah EL,kebiasaan ya jorok banget tahu ga," sahut Kimi.


"Maaf,keceplosan." ucap EL cengengesan.


Setelah selesai makan dan membayar,kedua cewek cantik namum sedikit somplak itu berpamitan untuk pulang.


"Astaga,Nan sumpah aku illfeel banget sama tuh cewek ga ada anggun-anggunnya sama sekali jadi cewek," seru Devano.


"Justru EL lucu tahu ga Dev," ucap Kinan dengan tertawa menutup mulutnya.


"Lucu apanya?udah kalau mau ketawa,ketawa aja jangan pake acara di tutup segala," sahut Devano.


"Sumpah EL kayanya cocok deh sama kamu Dev," Kinan masih belum berhenti tertawa.


"Kenapa nih Kak,kok ketawa-ketawa?" tanya Milka.


Milka dan Satria duduk bergabung bersama Kinan dan Devano.


"Ada yang lucu aja Milka,tadi kamu lihat cewek yang pake celana jean sobek-sobek?dia itu gebetannya si Dev," seru Kinan.


"Benarkah itu Dev?" tanya Milka.


"Sembarangan aja kamu Kinan,jangan percaya Milka ogah banget aku sama cewek bar-bar kaya gitu," sergah Devano.


"Tapi kalau dilihat-lihat,tuh cewek cantik lho Dev cuman sedikit tomboy saja," seru Milka.


"Kalau yang satunya lagi sudah ada yang punya belum Kak Prinses?" tanya Satria.


Kinan,Devano,dan Milka saling pandang satu sama lain hingga akhirnya mereka pun tertawa yang membuat Satria bingung.


"Kok kalian malah ketawa sih?" tanya Satria.


"Tumben kamu tertarik sama cewek?" ledek Devano.


"Wah parah kamu Dev,aku masih normal kali," jawab Satria.


"Maksud kamu Kimi,Sat?" tanya Kinan.


Satria menganggukkan kepalanya...


"Kita ga tahu,tapi kayanya dia masih single deh,kenapa emangnya kamu suka sama Kimi?" tanya Kinan.


"Orangnya lucu juga Kak."


"Kalau suka pepet terus," sahut Devano.


Karena sudah mulai sore,semuanya pun bubar dan pulang ke rumah masing-masing.Setelah mandi Kinan pun duduk termenung di balkon kamarnya.


"Baru tiga bulan saja aku sudah merasa rindu banget sama kamu Kak,apalagi sampai tiga tahun kedepan apa aku sanggup melaluinya," gumam Kinan.


Kinan mencoba menghubungi Zidan,tapi panggilannya sama sekali tidak diangkat oleh Zidan.


"Kok ga di angkat sih?apa dia sedang sibuk ya?" Kinan kembali bergumam.


Kinan pun memilih tidur dan menyimpan Ponselnya,karena besok pagi-pagi sekali Kinan ada jadwal meeting di Perusahaan milik Agatha.

__ADS_1


Keesokan harinya,Kinan sudah bangun pagi-pagi sekali karena hari ini Kinan ada meeting dengan Perusahaan yang sama berpengaruhnya dengan Perusahaan milik Kinan.


Kinan kembali melihat Ponselnya dan ternyata tidak ada pesan maupun telpon balik dari Zidan.


"Kok ga ada kabar sih?sesibuk itukah dia,sampai-sampai Kak Zidan ga sempat memberi kabar,masa panggilan aku ga dia lihat sih," gerutu Kinan.


Kinan pun turun ke bawah dengan wajah yang cemberut karena moodnya tiba-tiba saja jelek.


"Tumben pagi-pagi sudah siap?" tanya Mamih Echa.


"Kinan ada meeting dengan Perusahaan Agatha," jawab Kinan.


"Perusahaan Agatha itu Perusahaan yang sangat maju seperti Perusahaan kita Kinan,jadi kamu harus menjalin kerjasama yang baik dengan Perusahaan Agatha," sahut Papih Adam.


"Iya Pih,Kinan tahu."


"Kamu kenapa Sayang,kok cemberut kaya gitu?" tanya Oma Nadia.


"Kinan gapapa Oma."


"Palingan Kak Kinan lagi galau?Kak Kinan kan orangnya Bucin banget," ledek Kenzo.


"Sotoy banget jadi orang," ketus Kinan.


Setelah selesai sarapan,Kinan pun segera menuju Perusahaan Agatha dan Devano sudah menunggu Kinan disana.


Tidak lama kemudian Kinan sudah sampai di Perusahaan Agatha,dan Devano sudah menunggunya di Lobby.


"Aku ga telat kan?" tanya Kinan.


"Enggak,meetingnya dimulai 15 menit lagi yuk kita ke ruangan meeting," ajak Devano.


"Kinan tunggu," teriak Fabian.


"Mas Fabian,apakabar sudah lama tidak bertemu," sapa Kinan.


"Iya,aku sedang mengurus Perusahaan yang ada di Singapura ada sedikit masalah disana," jawab Fabian.


"Pantas saja,aku jarang ngelihat Mas Fabian."


Mereka pun berjalan bersama menuju ruangan meeting.Sesampainya di ruangan meeting,terdengar desas-desus kalau Perusahaan Agatha akan memperkenalkan anak pemilik Perusahaan yang baru pulang dari Luar Negeri.


Dan rencananya,anak pemilik Perusahaan itu akan menjadi Pimpinan baru di Perusahaan ini.


"Jadi,Tuan Agatha akan memperkenalkan anaknya sebagai pemegang Perusahaan Agatha yang baru ya," seru Devano.


"Mungkin," jawab Kinan.


Tidak lama kemudian,terdengar langkah kaki beberapa orang dari luar dan mendekat ke arah ruangan meeting,semua orang yang ada di ruangan meeting pun segera berdiri untuk menyambut Tuan Agatha pemilik Perusahaan Agatha.


Tuan Agatha beserta bawahannya pun memasuki ruangan meeting,dan seorang perempuan berdiri dibelakang Tuan Agatha wajahnya tidak terlihat karena terhalang oleh tubuh Tuan Agatha.


"Selamat pagi,silahkan duduk semuanya," seru Tuan Agatha.


Semuanya pun duduk,kecuali Tuan Agatha yang masih berdiri di depan dengan perempuan yang selalu berdiri di balik tubuh Tuan Agatha.


"Itu pasti anaknya Tuan Agatha,tapi kenapa diam di balik tubuh Papahnya," bisik Devano.


"Mungkin dia malu atau gugup," jawab Kinan dengan berbisik pula.


Dengan perlahan Aurel pun melangkah kedepan dan memperlihatkan wajahnya,Devano dan Kinan terlihat sangat terkejut.


"EL.." ucap Kinan dan Devano bersamaan.


"Kalian kenal dengan Puterinya Tuan Agatha?" bisik Fabian.


"Iya Mas kita kenal," jawab Kinan.


"Hallo semuanya,perkenalkan nama saya Aurelia Agatha dan mulai hari ini saya akan menggantikan Papah saya untuk mengurus Perusahaan ini jadi mohon bantuannya," ucap EL dengan membungkukkan badannya.


Semua orang yang ada di ruangan itu bertepuk tangan,dan disaat EL menegakkan tubuhnya tidak sengaja EL menoleh ke arah Devano.


"Astaga,mimpi apa aku semalam?itu kan cowok nyebelin yang selama ini membuat aku darah tinggi," batin EL.


Tidak membutuhkan waktu lama,meeting pun selesai semuanya mulai meninggalkan ruangan meeting.


"Kinan,Dev,aku duluan ya soalnya aku masih ada urusan," seru Fabian.


"Iya Mas silahkan."


Kinan dan Devano pun mulai beranjak dari tempat duduknya.


"Kak Kinan," teriak EL.


Kinan pun menghentikan langkahnya dan membalikan badannya.


"Hallo EL,apakabar!!" sapa Kinan.


"Lho,EL kamu kenal dengan Nak Kinan?" tanya Tuan Agatha.


"Kenal Pah,kita bertemu di Jerman iya kan Kak?" seru EL.


"Iya Tuan."


"Bukannya kamu Devano anaknya David?" tanya Tuan Agatha.


"Iya Tuan."


"Ishh,,kalian ini jangan panggil Tuanlah saya ini sahabat orang tua kalian kalau sedang tidak ada siapa-siapa panggil Om saja kecuali kalau kita sedang bekerja," sahut Tuan Agatha.


Kinan dan Devano terlihat tersenyum canggung dan menganggukan kepalanya.


"Kamu sungguh anak yang tampan Dev,mirip sekali dengan David."


"Terima kasih Om."


"Iya tampan,tapi nyebelin," batin EL.


"Om,maaf kita masih banyak pekerjaan jadi kita berdua mau pamit dulu," seru Kinan.


"Oh iya silahkan."


"EL,kita pamit dulu."


"Iya,hati-hati Kak Kinan."


Kinan dan Devano pun pergi meninggalkan Kantor milik Tuan Agatha.

__ADS_1


Di dalam perjalanan...


"Dev,aku ga nyangka lho kalau EL itu Puterinya Om Agatha," seru Kinan.


"Sama,jadi cewek bar-bar itu seorang Puteri konglomerat tapi kenapa kelakuannya somplak ya," sahut Devano.


"Ih Dev,kamu mah kalau ngomong ga pernah di pikir dulu jangan gitu nanti lama-lama beneran lho kamu berjodoh sama EL."


"Jangan mulai deh Nan."


Kinan dan Devano pun kembali ke Kantor,sementara itu di sebuah kontrakan seorang wanita cantik sedang sibuk dengan dirinya sendiri.


Kimi bangun kesiangan,semalaman dia bergadang main game dia lupa kalau hari ini adalah hari pertama dia masuk kerja.


Kimi bekerja di Perusahaan EL,dia ditunjuk oleh EL untuk menjadi sekertarisnya,dengan cepat Kimi mengeluarkan motor matik kesayangannya yang sudah lama tidak ia pakai.


Selama Kuliah di Jerman motornya itu dia titipkan di rumah EL,dan sopir keluarga EL yang selalu merawat motornya itu,baik banget kan keluarga EL.


Dengan cepat Kimi melajukan motornya membelah macetnya kota Jakarta,disaat di tengah perjalanan ternyata sedang dilakukan razia gabungan.


"Aduh,mana siang udah telat jalanan macet lagi bisa ga sih Pak Polisi razianya jangan hari ini," gumam Kimi pada dirinya sendiri dengan kesalnya.


Perlahan Kimi pun melajukan motornya...


"Ok fix,hari ini aku telat dan EL pastinya bakalan marah besar," Kimi kembali bergumam.


Perjalanan pun kembali lancar,dan dengan santainya Kimi melajukan motornya hingga salah satu Polisi menghentikannya.


"Astaga,Bapak ini kenapa sih untung saya belum menancapkan gas motor saya main berhentiin gitu aja,kalau saya celaka bagaimana?" gerutu Kimi.


"Mohon anda menepi dulu," ucap seorang Polisi dan ternyata itu Kenzo.


"Ya ampun Pak,saya sudah telat mau berangkat kerja kenapa saya diberhentiin surat-surat saya lengkap kok," sergah Kimi.


"Ok kalau memang lengkap,tolong Mbaknya tunjukan SIM dan STNKnya," ucap Kenzo.


Kimi pun mengambil dompet di dalam tasnya dan mengambil SIM dan STNKnya kemudian di serahkan kepada Kenzo.


"Tuh Pak,surat-surat saya lengkap kan?" sahut Kimi.


"Surat-surat motor Mbak memang lengkap,tapi semuanya sudah mati Mbak,SIM sama STNK Mbak belum di perpanjang sudah lewat 3 tahun," jelas Kenzo.


Kimi menepuk jidatnya sendiri...


"Astaga,maaf Pak saya lupa soalnya saya baru pulang dari Jerman jadi saya ga sempat periksa kendaraan saya," sahut Kimi.


"Ok,kalau begitu saya tahan motor Mbak dan Mbak bisa mengambil motor Mbak kalau surat-suratnya sudah di perpanjang," kelas Kenzo dengan mengambil kunci motor Kimi.


"Lho Pak ga bisa gitu dong,terus saya harus naik apa?mana saya sudah telat lagi," rengek Kimi.


"Itu urusan Mbak,Mbak bisa naik taxi," Kenzo pun langsung pergi meninggalkan Kimi yang tampak menggerutu kesal.


"Pak Polisinya nyebelin banget."


Tiba-tiba Ponsel Kimi berbunyi dan tertera nama EL di layar Ponselnya.


Belum juga Kimi mengucapkan sepatah katapun,EL langsung berteriak memberondong Kimi dengan puluhan pertanyaan,membuat Kimi menjauhkan Ponselnya dari telinganya karena suara cempreng EL membuat telinga Kimi sakit.


"Ok,sebentar lagi aku sampai Kantor," Kimi langsung mematikan Ponselnya.


"Gimana ini,mana aku ga tahu taxi dimana mangkalnya," gumam Kimi.


Kemudian Kimi menoleh kepada Kenzo,Polisi muda tampan nan gagah itu,perlahan Kimi menghampiri Kenzo yang sedang memperhatikan kendaraan yang lewat.


"Maaf Pak,mau nanya."


"Iya,Mbak mau nanya apa?" tanya Kenzo.


"Kalau taxi,mangkalnya di sebelah mana ya?" ucap Kimi ragu-ragu.


"Kalau tempat mangkal taxi dari sini jauh,Mbak mesti jalan lagi ke arah sana.Mbak kan bisa pesan taxi online dari Ponsel Mbak melalui aplikasi," kelas Kenzo.


"Saya ga tahu Pak aplikasi apa?kan saya sudah bilang kalau saya baru pulang dari Jerman jadi saya tidak tahu tentang aplikasi untuk memesan taxi online," seru Kimi dengan menundukan kepalanya.


Kenzo terlihat menghela nafas panjang,kemudian Kenzo mengotak-ngatik Ponselnya dan memesankan taxi online buat Kimi.


"Maaf tujuan Mbak mau kemana?" tanya Kenzo dengan menatap ke arah Kimi.


Kimi yang ditatap oleh Kenzo merasa gugup dan salah tingkah.


"Sa..saya ma..mau ke Perusahaan Agatha," jawab Kimi terbata.


Kemudian Kenzo kembali mengotak-ngatik Ponselnya.


"Sudah,Mbak tunggu saja sebentar lagi taxinya pasti datang."


"Terima kasih Pak."


Dan benar saja,sebuah mobil berhenti didepan Kimi.


Sebelum masuk ke dalam mobil,Kimi sempat melirik ke arah Kenzo yang dengan serius sedang mengatur kendaraan yang lewat,terbit sebuah senyum di bibir Kimi.


🌷


🌷


🌷


🌷


🌷


Selamat pagi semuanyaπŸ˜‡πŸ˜‡


Kinan dan Babang Zidane come back,ayo siapkan like dan votenya sebanyak-banyaknyaπŸ™πŸ™πŸ˜˜πŸ˜˜


Jangan lupa


like


vote n


komen


TERIMA KASIH


LOVE YOUπŸ’˜πŸ’˜πŸ’˜

__ADS_1


__ADS_2