
π·
π·
π·
π·
π·
Dari kepulangannya dari Rumah Sakit,Billy langsung berangkat ke Singapura untuk memberitahukan kabar gembira ini.
Dan tanggal pertunangan pun sudah ditentukan,dan waktunya tinggal satu minggu lagi.Kesibukan sudah terlihat di kediaman Ayah Dirga dan Bunda Keysa.
Sementara itu Kinan makin tak habis pikir,setiap hari selalu ada yang mengirim bunga yang sama kepada Kinan.
Kinan makin merasa takut,dan keluarganya pun sudah tahu masalah ini.Sampai-sampai Papih Adam menyewa seorang pengawal untuk menjaga puteri kesayangannya itu.
Papih Adam takut kalau orang yang suka mengirimkan bunga kepada Puterinya itu orang yang terobsesi kepada Kinan.Dan Papih Adam yakin kalau orang itu selalu mengikuti anaknya kemanapun karena orang itu selalu tahu dimana keberadaan Kinan.
Seperti saat ini,Kinan sedang berada di Mall bersama Milka,Milka mengajak Kinan ke sebuah Butik langganan keluarga untuk acara Tunangannya itu setelah pulang dari Butik Milka mengajak Kinan untuk mampir dulu ke sebuah Mall.
"Kak kita makan siang dulu yuk!!" ajak Milka.
"Boleh,tuh kita ke Restoran itu saja kayanya makanannya enak-enak," sahut Kinan.
"Ok,ayo kita masuk."
Kedua gadis cantik itu terlihat bahagia,ini pertama kalinya Kinan dan Milka bisa makan bareng semenjak perseteruan di antara keduanya.
"Milka,apa kamu bahagia?" tanya Kinan.
"Sangat bahagia Kak,aku tidak menyangka kalau akhirnya aku berjodoh dengan Dr.Billy," jawab Milka.
"Syukurlah kalau kamu bahagia," ucap Kinan.
"Bagaimana dengan Kak Kinan?apa Dr.Zidan masih belum ada kabar?" tanya Milka.
Kinan hanya menghelakan nafas dan mengeluarkannya secara perlahan kemudian Kinan menggelengkan kepalanya.
"Ya ampun,Dr.Zidan kemana ya!!" gumam Milka.
"Sudahlah Milka,kamu sebentar lagi tunangan jangan mikirin masalah aku."
Mereka pun makan siang bersama,tiba-tiba Dr.Billy datang dan langsung mencium krning Milka.
"Hallo Sayang,hai Kinan."
"Hai Dokter."
"Kak Kinan,maaf aku sama Kak Billy mau nyari cincin tunangan,apa Kak Kinan ikut aja sama kita," ajak Milka.
"Enggak Milka,kalian pergi saja ga usah pikirin aku."
"Beneran kamu gapapa sendirian Kinan?" tanya Dr.Billy.
"Gapapa Dokter,kalian pergi saja habis ini juga aku mau pulang," jawab Kinan.
"Ya sudah,kita pergi dulu Kak Kinan hati-hati ya!!"
Kinan menganggukan kepalanya sembari tersenyum,Milka dan Dr.Billy pun pergi meninggalkan Kinan.
Kinan memutuskan ngopi-ngopi sebentar sebelum dia pulang ke rumah dan dari sebrang sana ada seseorang yang sedang memperhatikan Kinan.
"Kok,perasaan aku ada yang merhatiin aku deh," gumam Kinan.
Kinan celingukan kemana-mana dan tidak menemukan siapapun disana.
"Ah,apa mungkin perasaan aku saja ya!!" Kinan kembali meneruskan ngopinya.
Hari ini Kinan memang meminta untuk tidak dikawal dulu karena Kinan merasa risih juga kalau harus dikawal kemanapun dia pergi.
Setelah selesai ngopi,Kinan memutuskan untuk pergi dari Mall itu dan pulang ke rumahnya.Sesampainya di parkiran,lagi-lagi buket bunga yang sama sudah berada diatas kap mobil Kinan.
Kinan kembali celingukan mencari seseorang yang mungkin mencurigakan menurut Kinan tapi lagi-lagi Kinan tidak menemukan orang di parkiran itu.
"Apa-apaan sih ini,kenapa orang itu selalu tahu kalau aku sedang berada dimana,siapa sebenarnya orang yang sudah mengirim bunga ini?" gumam Kinan.
Dengan cepat Kinan menuju tempat sampah dan langsung membuang buket bunga itu.
Dengan hati kesal,Kinan masuk ke dalam mobilnya dan segera melajukan mobilnya menuju rumahnya.
Sesampainya dirumah Kinan cepat-cepat masuk kedalam rumah,Mamih,Papih,dan Kenzo sedang berbincang-bincang diruangan keluarga.
"Sayang,kamu sudah pulang," seru Mamih Echa.
"Iya Mih," Kinan duduk di samping Mamihnya dengan memijat keningnya yang terasa sedikit pusing.
"Kamu kenapa Sayang,sakit?" tanya Papih Adam.
"Tidak Pih,Kinan cuma sedikit pusing saja."
"Apa pengirim bunga misterius itu masih ada Kak?" tanya Kenzo.
"Justru itu Ken,orang itu kembali mengirim bunga sama Kakak tadi pas Kakak keluar dari Mall dan menuju parkiran,ternyata di kap mobil Kakak sudah ada buket bunga itu lagi," sahut Kinan.
"Wah,ini mah ga bisa dibiarin lagi Kak masa Kakak ke Mall aja orang itu sampai tahu," Kenzo tampak geram.
"Siapa sebenarnya orang itu?" tanya Papih Adam.
"Kinan juga bingung Pih,orang itu sampai tahu Kinan sedang berada dimana lho Pih,berarti kan orang itu selalu ngikutin Kinan," sahut Kinan.
"Ya ampun Papih,Kenzo berbuat sesuatu dong Mamih khawatir tahu sama Kinan takut terjadi kenapa-napa sama Kinan," sambung Mamih Echa yang terlihat sangat khawatir.
"Mamih tenang saja,Kinan ga bakalan kenapa-napa,lagipula Papih juga sudah memperkejakan pengawal kan buat jagain Kinan,karena menurut firasat Papih orang itu ga jahat dan orang itu pasti cuma suruhan," jelas Papih Adam.
__ADS_1
"Kok Papih bisa nyimpulin kalau orang itu ga jahat?" tanya Mamih Echa.
"Soalnya kalau orang itu berniat jahat,sudah dari kemarin-kemarin dia nyelakain Kinan tapi ini kan enggak,orang itu cuma ngirimin buket bunga saja," sahut Papih Adam.
"Iya juga sih,tapi Kakak tenang saja aku juga ikut kok jagain Kakak," seru Kenzo.
"Ya sudah,Kinan ke kamar dulu."
Kinan pun pergi ke kamarnya untuk istirahat sejenak.
Kinan membaringkan tubuhnya diatas kasur,pandangannya lurus ke langit-langit kamarnya dan tidak terasa Kinan meneteskan air matanya.
"Sebenarnya kamu kemana sih Kak?kamu jahat banget sama aku," gumam Kinan.
***
1 minggu kemudian,malam ini saatnya Milka dan Dr.Billy tunangan di kediaman Ayah Dirga dan Bunda Keysa sudah banyak tamu undangan.
Kinan terlihat sedang menggendong Baby Lovely dan menciumi seluruh wajah Baby Lovely dengan gemasnya.
Tibalah saatnya Milka dan Dr.Billy bertukar cincin tunangan,semuanya tampak bertepuk tangan dan bersorak-sorai dengan bahagianya.
"Kinan,apa sudah ada kabar dari Zidan?" tanya Daffin yang mengagetkan Kinan.
"Belum Bang."
"Sudahlah,lebih baik kamu lupakan Zidan dan carilah yang lain Abang ga mau terus-terusan melihat kamu sedih dan menunggu seseorang yang bahkan tidak ada kabarnya sama sekali," seru Daffin.
Kinan tidak bisa menjawab apapun,lidahnya begitu kelu hanya senyuman yang dipaksakan yang hanya bisa Kinan berikan.
Kinan melangkah pergi keluar hanya untuk sekedar mencari udara segar,karena ucapan Daffin barusan begitu menyesakan dadanya.
Disaat Kinan keluar,tiba-tiba Kinan melihat seseorang dengan pakaian hitam-hitam sedang menyimpan sesuatu di kap mobilnya.
"Hai,lagi ngapain kamu didepan mobil aku?" teriak Kinan.
Orang itu yang merasa kepergok oleh Kinan,langsung berlari menuju motornya dan langsung melajukannya dengan sangat kencang.
Kenzo yang mendengar teriakan Kakaknya langsung menghampiri Kinan disusul oleh Satria juga
"Ada apa Kak?" tanya Kenzo.
"Tadi ada seseorang yang menaruh sesuatu di mobil Kakak Ken," jawab Kinan.
"Benarkah?"
Kenzo dan Satria kemudian menuju mobil Kinan dan lagi-lagi didapati di kap mobil Kinan sebuah buket bunga yang sama.
"Ada apa Ken?" tanya Kinan.
"Bunga lagi Kak."
"Apa tadi Kak Prinses melihat orang yang menyimpan bunga ini?" tanya Satria.
"Sial.." Kenzo memukul mobil Kinan.
"Tunggu Ken,ini kayanya ada suratnya deh," Satria mengambil kertas kecil itu dan membukanya.
"Jangan takut aku tidak akan berbuat jahat kepadamu,,begitu isinya," seru Satria.
"Sudahlah,yuk kita masuk Kak," ajak Kenzo.
Kinan,Kenzo,dan Satria pun kembali masuk kedalam rumah.
Tidak lama kemudian EL dan Kimi datang beserta orang tua EL,kali ini EL berpenampilan beda banget EL terlihat sangat cantik dengan gaun yang dipakainya,begitu juga dengan Kimi yang membuat Kenzo dan Satria melongo termasuk Devano.
"Jangan mangap mulu nanti lalat masuk lho," goda Kinan yang membuat Kenzo dan Satria sadar.
"Apaan sih Kak," sahut Kenzo.
"Hai Kak Kinan," sapa EL dan Kimi bersamaan.
"Hai juga,wow kalian cantik banget malam ini terlihat lebih berbeda," seru Kinan.
"Kak Kinan lebih cantik daripada kita," sahut Kimi.
Kenzo dan Satria diam seribu bahasa seakan terhipnotis dengan kecantikan Kimi malam ini.
"Woi bengong aja kalian berdua," sentak Kinan.
"Eh,Kimi kamu cantik banget malam ini," seru Satria.
"Terima kasih Kak Satria."
Kenzo memalingkan wajahnya dan Kimi mengetahuinya.
"Kak,aku kesana dulu ya!!" ucap Kenzo.
Kimi melihat kearah Kenzo yang pergi,ada rasa kecewa di hati Kimi karena Kenzo tidak berkata apapun bahkan menyapanya pun tidak.
EL melihat Devano yang sedang duduk sendirian di taman belakang,EL pun mencoba mendekati Devano.
"Hai,boleh aku duduk disini?" tanya EL.
"Duduk aja,toh ga ada tulisan di larang duduk kan disana," jawab Devano datar tanpa melihat kearah EL.
"Jutek amat kamu Dev."
"Enggak,biasa aja."
Terlihat hening,tak ada pembicaraan antara EL dan Devano lama-kelamaan EL merasa jenuh dan kesal EL pun memutuskan untuk pergi tak ada cegahan yang dilakukan oleh Devano.
Padahal EL berharap Devano mencegahnya untuk pergi,tapi harapannya hanyalah tinggal harapan dengan kesal EL pergi meninggalkan EL,tapi disaat EL sedang celingukan mencari Kimi,EL digoda oleh seorang lelaki yang diketahui pemilik sebuah Perusahaan dan terkenal Playboy itu.
"Hallo cantik,sendirian aja nih?" goda laki-laki itu sembari mencolek dagu EL.
__ADS_1
"Hei,yang sopan ya kalau jadi orang jangan main pegang-pegang sembarangan," bentak EL.
"Sombong banget jadi cewek," laki-laki itu mencengkram tangan EL sehingga membuat EL meringis kesakitan.
"Lepasin sakit tahu," ucap EL.
"Belum pernah ada wanita yang menolak aku,dan kamu berani-beraninya menolak aku," seru laki-laki itu.
"Emangnya kenapa,mungkin wanita-wanita itu matanya picek sampai mau digoda sama kamu," sahut EL.
"Kurang ajar,kamu berani menghina aku," bentak laki-laki itu.
Disaat laki-laki itu hendak melayangkan tangannya untuk menampar EL,tiba-tiba tangannya ditahan oleh Devano.
"Dasar laki-laki tidak tahu malu,beraninya sama perempuan," Devano menghempaskan tangan laki-laki itu.
EL cepat-cepat bersembunyi dibalik tubuh Devano.
"Siapa kamu?jangan ikut campur urusan aku,emangnya kamu kenal sama perempuan j****g yang sombong itu?" seru laki-laki itu.
Mendengar ucapan laki-laki yang menyebut EL dengan sebutan j****g membuat emosi Devano naik ke ubun-ubun,dengan cepat Devano memukul wajah laki-laki itu hingga tersungkur ke lantai.
"Jaga ucapanmu,apa kamu tidak tahu siapa perempuan yang kamu bilang j****g ini?" bentak Devano.
"Ada apa ini?" tanya Tuan Agatha.
Laki-laki itu langsung berdiri...
"Tuan Agatha,cabut saja kerja sama antara Perusahaan anda dengan perusahaan tempat dia bekerja,karena orang ini sudah bersikap kurang ajar kepada saya," adu laki-laki itu.
"Papah.." EL berlari dan memeluk Tuan Agatha sembari menngis membuat laki-laki itu membulatkan matanya.
"Ap..apa,,Pap..Papah," ucapnya dengan gugup.
"Kamu kenapa Sayang,kok nangis?" tanya Tuan Agatha.
"Laki-laki itu sudah berusaha melecehkan EL Pah,untung ada Dev yang nolongin EL," sahut EL.
"Apa?kurang ajar.." Tuan Agatha memukul laki-laki itu.
"Mulai detik ini saya cabut kerjasama Perusahaan saya dengan Perusahaan kamu," bentak Tuan Agatha.
"Maaf Tuan,saya tidak tahu kalau Nona ini puteri anda,tolong maafkan saya.Nona maafkan saya," ucap laki-laki itu.
"Pergi tinggalkan tempat ini,atau saya akan buat Perusahaan kamu bangkrut saat ini juga," bentak Tuan Agatha.
Laki-laki itu dengan lemas,pergi meninggalkan kediaman Ayah Dirga dan Bunda Keysa.
"Terima kasih Devano sudah menolong anak saya."
"Sama-sama Tuan,itu sudah menjadi kewajiban saya,kalau begitu saya permisi dulu," ucap Devano dan pergi meninggalkan mereka.
Devano pun menghampiri Kinan dan Kenzo yang sedang makan makanan yang disediakan,dengan santainya Devano mangap didepan Kinan meminta Kinan menyuapinya,dan Kinan pun menyuapi Devano.
"Ada apa tadi?" tanya Kinan dengan cueknya.
"Itu ada cowok yang menggoda EL,sampai menghina EL tuh cowok ga tahu kalau EL anak dari pemegang saham terbesar di Perusahaannya."
"Terus apa yang terjadi Dev?" tanya Kenzo.
"Doi di bentak-bentak sama Tuan Agatha bahkan Tuan Agatha mencabut kerjasamanya dengan Perusahaan tersebut," jawab Devano.
"Ckckck...sungguh ceroboh tuh orang," sahut Kinan dengan asyik makan.
Devano mengambil piring yang ada ditangan Kinan,dan memakannya dengan santai.
"Dev ih kamu mah kalau mau,ambil sana jangan punya aku," rengek Kinan.
"Ga mau ah,ini lebih enak dibanding ngambil yang baru."
Tidak terasa acara tunangan antara Milka dan Dr.Billy pun telah usai,semuanya mulai meninggalkan tempat pesta,tak terkecuali Kinan dan keluarganya.
Sesampainya dirumah,Kinan langsung membersihkan diri dan siap-siap untuk tidur,tapi lagi-lagi Kinan kepikiran Zidan yang sekarang entah dimana.
"Aku tidak akan pernah bisa melupakanmu Kak,karena aku terlanjur cinta sama kamu cepatlah kembali dan jelaskan semuanya," gumam Kinan.
Perlahan Kinan pun mulai memejamkan matanya,berharap hari esok lebih baik lagi dari hari sekarang.
π·
π·
π·
π·
π·
Hai..hai..hai..maaf baru up nih,bagaimana masih setiakah menunggu kelanjutan Kinan dan Babang Zidaneπ€π€
Detik-detik kemunculan Zidan,membuat Author dag dig dug seerrrrπ€π€π€
Jangan lupa ya dukungannya setelah membaca tinggalkan jejak like dan vote sebanyak-banyaknyaππππ
Jangan lupa
like
vote n
komen
TERIMA KASIH
LOVE YOU πππ
__ADS_1