
π·
π·
π·
π·
π·
Setelah selesai makan siang,Misell dan yang lainnya mulai sibuk mereka membantu para Dokter di ruangan IGD.
"Sumpah Sell,hari ini pasiennya banyak banget perasaan dari tadi paaien yang datang ga berhenti-berhenti," keluh Lana.
"Jangan banyak mengeluh,kerjakan saja ini baru awal perjalanan kita masih panjang," sahut Misell.
Semua Suster dan Dokter tampak sibuk,keringat sudah membasahi wajah Misell dan Lana.Banyak Dokter muda yang berkenalan dengan Misell dan Lana dua wanita cantik itu.
Tapi tidak ada satu pun yang nyangkut dihati Misell dan Lana,Misell tetap mengharapkan Zidan meskipun dia tahu itu sangat tidak mungkin.
Tidak terasa waktupun sudah sore,waktunya Zidan pulang,disaat Zidan mengeluarkan mobilnya ternyata Misell sedang berada disana menunggu taxi.
Zidan menghentikan mobilnya didepan Misell,Misell sangat bahagia hatinya berbunga-bunga kali aja Zidan mengajaknya pulang bareng.
"Ngapain kamu disini?" tanya Zidan datar.
"Lagi nungguin taxi Prof," sahut Misell dengan senyuman manisnya.
"Disini ga bakalan ada taxi yang lewat,kalau mau diujung jalan sana,kalau begitu saya duluan," Zidan pun mulai melajukan mobilnya.
Tiba-tiba senyuman Misell pudar sudah diwajah cantiknya,harapannya ingin diajak pulang bareng malah justru ditinggalin.
Sungguh sangat susah menaklukan hati seorang Zidan,Zidan tidak akan tergoda oleh wanita manapun dihatinya sudah terukir nama Kinan apalagi saat ini sudah hadir Baby Zein,Zidan tidak akan membiarkan siapapun menyakiti anak dan istrinya.
Sesampainya dirumah,Zidan tidak mendapati istrinya sementara Baby Zein sedang tidur dikamar mertuanya.
Zidan terus menghubungi Kinan tapi istrinya itu tidak mengangkat telponnya,ternyata Kinan sedang mengendarai mobilnya,Kinan cepat-cepat ingin segera sampai dirumahnya takutnya Zidan sudah pulang dan kenyataannya memang Zidan sudah pulang.
Kinan cepat-cepat berlari kekamarnya untuk menemui suaminya,pasti Zidan akan marah besar.Perlahan Kinan membuka pintu kamarnya dan Kinan tidak menemukan suaminya,ternyata Zidan sedang mandi.
Baru saja Kinan menyimpan kunci mobilnya,Zidan sudah keluar dari kamar mandi.
"Dari mana kamu Sayang?" tanya Zidan.
Kinan tidak bisa menjawab,dia hanya bisa menundukan kepalanya tidak berani menatap wajah suaminya Kinan takut Zidan marah.
Zidan menghampiri Kinan dan mengangkat dagu Kinan.
"Hai ditanya kok malah diam," seru Zidan.
"Maaf."
"Lho kok minta maaf,apa kamu sudah melakukan kesalahan?" seru Zidan.
"Aku habis dari rumah Ayah Dirga,tadi Bunda nelpon katanya Milly sakit dan rewel makannya aku cepat-cepat kesana," sahut Kinan ragu-ragu dan kembali menundukan kepalanya.
Zidan mengerti kalau istrinya itu sedang merasa takut terhadap dirinya,Zidan kemudian memeluk istrinya itu.
"Sayang,aku ngerti kamu sayang sama Milly tapi please jangan terlalu memprioritaskan dia karena sekarang kamu juga mempunyai Baby yang harus kamu urus,alangkah bagusnya kalau kamu jangan terlalu sering kerumah Bunda kamu kan tahu disana ada Billy yang saat ini statusnya sudah menjadi Duda,aku takutnya justru dia malah nantinya suka sama kamu," jelas Zidan.
"Iya,aku juga tahu maafkan aku Sayang," sahut Kinan.
"Iya untuk kali ini aku maafin kamu,tapi kalau kedepannya kamu pergi lagi tanpa sepengetahuan aku,kamu akan tahu akibatnya," seru Zidan.
"Aku janji,ga bakalan terulang lagi," ucap Kinan dengan manjanya.
***
Disebuah Reatoran sepasang kekasih sedang makan siang bersama,mereka adalah Devano dan El.
"Sayang ga kerasa,bulan depan kita akan melangsungkan pernikahan kita kamu bahagia ga?" tanya EL.
"Bahagialah Sayang."
"Akhirnya setelah sekian lama aku menantikannya,kita bisa menikah juga kamu tahu ga Kak,aku bahagia banget," seru EL dengan antusiasnya.
Devano tersenyum dan menggenggam tangan EL,kemudian menciumnya berulang-ulang membuat EL sangat bahagia.
EL tidak menyangka bisa meluluhkan hati seorang Devano yang sangat cuek dan sulit tersentuh oleh wanita,dan ternyata akhirnya EL juga yang bisa mendapatkan hati Devano.
Keesokan harinya...
Mamih Echa,Papih Adam,dan Kenzo hari ini akan berangkat menuju Belanda,Oma Nadia dikabarkan masuk Rumah Sakit lagi dan sekarang keadaan sangat kritis.
Kinan tidak bisa ikut karena Baby Zein masih terlalu kecil untuk dibawa bepergian dalam perjalanan jarak jauh lagipula Zidan tidak mengizinkannya.
Semenjak Baby Zein lahir,Zidan sangat over protektif kepada Zein dan Kinan,tingkat kecemburuan Zidan pun makin bertambah,maka dari itu kalau sampai Zidan tahu kalau Billy menyukai Kinan,entah apa yang akan terjadi mungkin saja perang dunia ketiga akan terjadi.
Otomatis Kinan berada dirumah sendirian dan hanya ditemani Bi Sum.
"Sayang,kita susulin Daddy yuk ke Rumah Sakit Mommy jenuh diam dirumah ga ada teman," ucap Kinan kepada Baby Zein.
Kinan pun siap-siap dan membawa perlengkapan Baby Zein,Kinan memboyong Bi Sum juga untuk sekedar menggendong Baby Zein.
__ADS_1
Rumah Sakit tempat Zidan bekerja sangat terjaga kebersihannya,lagipula ruangan Zidan jauh dari ruangan rawat inap Pasien jadi Kinan tidak terlalu khawatir.
Kinan melajukan mobilnya menuju Rumah Sakit sementara Baby Zein tampak tidur di pangkuan Bi Sum.
Sementara itu di Rumah Sakit,Misell,Lana dan kedua temannya sudah berada di Rumah Sakit sejak pagi-pagi,mereka langsung menuju IGD untuk menangani pasien yang berada disana.
Zidan pun sampai di Rumah Sakit,seperti biasa semua Suster,Dokter muda,Dokter yang masih lajang,semuanya menoleh kearah Zidan.
Tidak tahu kenapa daya tarik seorang Zidan sangat kuat,bahkan semenjak Zidan mempunyai Baby dan menjadi Papah muda pesona Zidan semakin muncul.
Sikap dingin Zidan justru semakin membuat Zidan banyak digilai semuanya.
"Ya ampun,Dr.Zidan makin hari makin mempesona saja," seru salah satu Dokter wanita.
"Iya,apalagi sekarang sudah menjadi Papah muda makin gemas deh aku ngelihatnya," sahut Dokter yang satunya lagi.
Perbincangan kedua Dokter wanita itu terdengar oleh Misell dan Lana.
"Astaga ternyata Kak Kinan sudah melahirkan,pasti anaknya lucu deh kaya Orang tuanya,iya kan Sell?" bisik Lana.
"Sudah diam jangan banyak ngomong,nanti ketahuan sama Dr.Billy kita bisa dimarahi," sahut Misell dengan berbisik juga.
Misell diam-diam memperhatikan Zidan yang sedang berjalan menuju ruangannya,ada perasaan ga suka mendengar Zidan sudah mempunyai Baby tapi Misell tidak bisa berbuat apa-apa.
Misell sadar kalau dia itu bukan siapa-siapa,mencari gara-gara dengan keluarga Kinan sama dengan dia bunuh diri.
Misell berasal dari keluarga yang sederhana bahkan hanya otaknya yang saat ini jadi andalannya,Misell masuk Fakultas kedokteran karena mendapat beasiswa Misell tidak mau usahanya selama ini sia-sia.
Tapi otak dan hatinya benar-benar tidak sejalan.Mengapa hatinya harus menginginkan laki-laki yang jelas-jelas sudah menikah bahkan sekarang sudah mempunyai anak.
Misell hanya bisa memendam perasaannya kepada Zidan,tragis memang disaat Misell merasakan jatuh cinta untuk yang pertama kalinya,Misell harus jatuh cinta kepada orang yang salah.
30 menit pun berlalu,semua Dokter sudah mulai bisa bernafas lega karena Pasien sudah mendapat penanganan dan sekarang hanya tinggal menunggu pemeriksaan saja.
Disaat semuanya sedang sedikit berbincang-bincang,sebuah mobil berhenti didepan Rumah Sakit dan ternyata itu adalah Kinan.
"Wow,bukannya itu Kinan Pengusaha sukses dan merupakan istrinya Profesor Zidan ya?" seru Ali antusias.
"Sumpah cantik banget Li,mau dong satu yng seperti itu," sambung Arman.
Lana menoyor kedua kepala temannya itu..
"Jangan banyak mengkhayal,meskipun Kak Kinan punya kembaran ga bakalan mau sama kalian," sentak Lana.
"Syirik aja kamu Lan," sahut Ali.
"Sayang..." sapa Kinan.
Zidan yang saat itu sedang sibuk dengan pekerjaannya langsung menoleh setelah mendengar suara istri tercintanya itu.
"Lho kamu mau ngapain kesini?astaga kamu bawa Zein juga,kan aku sudah bilang jangan bawa Zein ke Rumah Sakit Sayang," seru Zidan yang langsung mencium bibir Kinan.
"Habisnya aku jenuh dirumah ga ada temannya jadi aku bawa aja Zein kesini," sahut Kinan.
"Ya udah Bi,tolong bawa Zein ke ruangan sebelah itu adalah ruangan khusus buat bayi,Bibi tidurkan Zein disana," seru Zidan.
"Baik Den."
Bi Sum pun pergi keruangan sebelah untuk menidurkan Baby Zein.
"Istriku kenapa nakal sekali ya,bisa-bisanya bawa Zein kesini jelas-jelas aku sudah melarangnya," ucap Zidan.
"Maaf.." Kinan hanya bisa cengengesan dan itu membuat Zidan merasa gemas.
Zidan mencium bibir Kinan berulang-ulang..
"Stop,nanti kalau ada orang yang kesini bagaimana?" seru Zidan.
"Ga bakalan ada,siapa juga yang berani kesini kecuali kalau mereka aku yang panggil."
Disaat Zidan mencium kembali bibir Kinan,tiba-tiba saja Billy masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu,Billy memang sudah terbiasa seperti itu.
Billy kaget dan langsung membalikan badannya.
"Maaf..maaf..aku ga tahu kalau Kinan ada disini," seru Billy gugup.
"Dasar,kebiasaan kalau masuk ruangan orang ga pernah ketok pintu dulu," kesal Zidan karena harus menghentikan kegiatannya.
Sementara Kinan,wajahnya sudah memerah bak kepiting rebus karena menahan malu ketahuan sama Billy.
"Sorry,ini data para peserta KOAS mulai besok ada yang akan kebagian piket malam aku minta tanda tanganmu," seru Billy.
Zidan segera menandatanganinya...
"Sudah,sana cepetan keluar gangguin aja," ketus Zidan.
"Kalau mau bermesraan dirumah bukannya di Rumah Sakit," ledek Billy dengan melangkah meninggalkan ruangan Zidan.
"Syirik aja jadi orang,mentang-mentang sekarang ga ada pasangannya."
"Sayang,kok gitu ngomongnya?jangan gitu ah kasihan kan Kak Billy," sahut Kinan.
__ADS_1
"Kok kamu jadi belain Billy sih,jangan-jangan---"
"Jangan-jangan apa?mulai deh cemburuannya datang," seru Kinan.
Waktu makan siang pun tiba,Kinan dan Bi Sum memilih untuk pulang karena Baby Zein juga sudah terlalu lama di Rumah Sakit ga baik kalau lama-lama di Rumah Sakit.
Zidan dengan sigap menggendong Baby Zein untuk mengantarnya ke parkiran,semua mata melihat kearah Zidan dan Kinan.
Tak sedikit orang yang mengagumi dan memuji couple goal itu,Misell dan yang lainnya baru saja mau pergi makan siang ke Kantin Rumah Sakit dan ternyata tak sengaja mereka berpapasan dengan Zidan.
"Ya ampun Kak Kinan,apakabar Kak!" sapa Lana.
"Alhamdulillah baik,kamu Lana kan yang waktu itu bertengkar dengan Satria di Pesta?" tebak Kinan.
"Iya Kak,jangan dibahas disini malu," bisik Lana ditelinga Kinan.
Kinan pun hanya tersenyum...
"Kamu kenal sama Lana Sayang?" tanya Zidan
"Iya."
"Astaga,ini anaknya Kak Kinan sama Prof ya?ya ampun lucu banget,mirip Profesor Zidan," celetuk Lana.
"Ya iyalah mirip saya karena dia kan anak saya," jawab Zidan ketus.
"Kali aja Prof mirip tetangga," celetuk Lana kembali membuat Zidan menatap tajam kearah Lana.
Lana yang merasa ditatap oleh Zidan hanya menundukan kepalanya,Lana takut kalau Zidan akan marah.
"Sayang,jangan gitu tatapan kamu itu membuat Lana ketakutan.Oh iya Lan,kamu kerja disini juga?" tanya Kinan.
"Belum Kak masih KOAS."
"Oh..ya sudah kalau begitu aku pergi dulu ya bye Lana bye semuanya," Kinan melambaikan tangannya dengan ramahnya.
Misell hanya bisa terdiam,dia tidak bisa berkata apa-apa lagi mereka adalah pasangan yang sangat sweet banget.
Misell terlihat memperhatikan Zidan yang terus menciumi anaknya dan setelah itu menciumi Kinan dan itu sukses membuat Misell memalingkan wajahnya.
"Woi,malah pada bengong cepetan kita ke Kantin takutnya waktu makan siang kita habis," seru Arman.
Misell,Lana dan kedua temannya itu pergi menuju Kantin Rumah Sakit untuk makan siang soalnya perut mereka sudah keroncongan.
"Sayang,anak Daddy yang tampan lain kali kalau Mommy ngajak kesini lagi jangan mau ya,Mommy kamu itu sangat nakal bukannya Daddy ga senang kamu dan Mommy kesini,tapi kan ini Rumah Sakit Sayang banyak virus disini dan sangat ga baik buat bayi," jelas Zidan.
"Iya Daddy,maaf," sahut Kinan dengan menirukan suara anak kecil.
"Ya sudah kamu hati-hati dijalan,nanti aku pulang lebih awal biar kamu ga kesepian."
"Yee...gitu dong Daddy," ucap Kinan.
Kinan mencium tangan Zidan dan menciumi seluruh wajah Zidan tanpa malu-malu lagi.
"Tumben mau cium aku didepan umum,biasanya juga suka bilang malu," ledek Zidan.
"Hai ga lihat apa,dari tadi mata semua Suster dan Dokter muda itu ngelihatin kamu terus,mereka pikir aku ga tahu apa?awas aja kalau sampai genit-genit sama suamiku ini,aku suntik mati semua tuh mereka," kesal Kinan dengan menggebu-gebu.
"Ya ampun serem amat istriku ini,sudah Baby Zein sudah kepanasan tuh," ucap Zidan.
Karena Zidan masih melihat Kinan cemberut,akhirnya Zidan menarik tengkuk leher Kinan dan kembali mencium bibir Kinan sehingga semua Suster dan Dokter muda itu memalingkan wajahnya.
"Sudah puas,sudah beberapa kali aku bilang walaupun ada seribu wanita cantik dan sexi dihadapan aku,aku tidak akan tergoda karena hati,jiwa,dan ragaku sudah milik kamu Sayang," jelas Zidan.
Kinan pun tersenyum dan merasa tenang,akhirnya Kinan pun memasuki mobilnya dan meninggalkan Rumah Sakit.
π·
π·
π·
π·
π·
Hallo semuanya,masih setia kan menunggu kelanjutan Kinan dan Zidanπ€π€
Jangan lupa selalu tinggalkan jejak like,komen,dan vote sebanyak-banyaknyaππππ
Dan jangan lupa mampir juga di Novel terbaru Author yang berjudul "ABC (Amarah,Benci,Cinta)" πππ€π€
Jangan lupa
like
vote n
komen
TERIMA KASIH
LOVE YOUπππ
__ADS_1