
π·
π·
π·
π·
π·
Malam ini keluarga EL akan mengadakan pertemuan dengan keluarga Austin disebuah Restoran mewah.
EL sudah beberapa kali menolak tapi Papahnya selalu memaksanya,bahkan Papahnya mengancam akan membuat Devano menderita kalau tidak menuruti keinginannya.
Dengan terpaksa EL mengikuti keinginan Papahnya itu,EL tampak tidak bersemangat sama sekali diotaknya hanya ada Devano,EL sangat merindukan sosok orang yang sangat dia cintai itu.
Tanpa disadari air matanya pun kembali menetes,Mamah EL yang hendak menemui EL hatinya begitu merasa sakit melihat puteri satu-satunya itu terus menangis.
"Sayang,ayo kita berangkat Papah kamu sudah menunggu," seru Mamahnya EL.
EL pun menoleh kearah Mamahnya...
"Kenapa nasib EL seperti ini Mah,EL hanya ingin menikah dengan Kak Dev bukan yang lain,apalagi EL ga tahu siapa laki-laki yang akan menikahi EL bagaimana kalau laki-laki itu jahat," sahut EL.
EL memeluk pinggang Mamahnya itu dan menangis diperut Mamahnya.
"Maafkan Mamah Sayang,Mamah tidak bisa berbuat apa-apa," Mamahnya EL pun ikut menangis.
Cukup lama anak dan ibu itu saling menangis,hingga suara klakson yang sangat nyaring menghentikan tangisan keduanya.
"Ayo Sayang kita berangkat."
EL pun dan keluarganya menuju Restoran yang dijanjikan oleh keluarga Austin.
Disisi lain,disebuah kamar hotel seorang Pria tampan itu sedang terlelap dengan seorang wanita,mereka tidak memakai sehelai benang pun ditubuhnya.
Ya pria itu adalah Vicky,dia baru saja melakukan adegan panas dengan seorang j****g.
Tiba-tiba ponsel Vicky berbunyi dan itu membuat Vicky terganggu,perlahan Vicky mulai bangun dan mengambil Ponsel yang berada diatas nakas samping ranjangnya.
"Hallo.."
"Vicky,kamu dimana?Papih dan Mamih sudah sampai di Restoran dan sebentar lagi keluarga Agatha akan sampai," seru Papihnya.
"Ya ampun Pih,bisa ga kalau aku ga usah datang?" tanya Vicky.
"Pokoknya,Papih tidak mau tahu kamu sekarang juga kamu kesini jangan banyak alasan," bentak Papihnya.
"Ckck..oklah."
Vicky pun memutuskan untuk menyudahi pembicaraannya dia tahu kalau Papihnya itu sedang marah,Vicky pun beranjak dari ranjangnya dan segera menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Setengah jam kemudian,Vicky sudah selesai mandi dan saat ini sedang siap-siap dengan memakai baju kemejanya.
Tiba-tiba tangan seorang wanita memeluknya dari belakang.
"Sayang,kamu mau kemana?" tanya wanita itu dengan manjanya.
"Aku mau pulang."
"Cepet banget,ga mau nambah?" serunya.
"Enggak."
Dengan cepat Vicky memakai jasnya dan mengeluarkan segepok uang dan melemparnya keatas kasur,Vicky dengan cueknya langsung keluar meninggalkan wanita itu.
Vicky segera memasuki mobil sportnya dan melajukannya menuju alamat Restoran yang sudah Papihnya kirimkan.
Sementara itu EL dan Orang tuanya baru saja sampai,EL hanya menundukan kepalanya dia tidak mau lihat seperti apa wajah laki-laki yang akan dijodohkan dengannya.
"Hallo selamat malam Nyonya dan Tuan Austin," sapa Papahnya EL.
"Hallo juga Nyonya dan Tuan Agatha."
Mereka saling berjabat tangan...
"Kenalkan ini Aurel Puteri saya satu-satunya,"seru Papahnya EL.
"Ya ampun,kamu cantik sekali Nak," seru Mamahnya Vicky.
EL tersenyum terpaksa....
"Ayo,mari silahkan duduk."
"Terimakaksih."
"Maaf ya,Vickynya belum datang dia masih dijalan mungkin terkena macet," seru Papih Vicky.
"Oh iya tidak apa-apa."
Lima belas menit kemudian,Vicky pun sampai di Restoran itu,Vicky cepat-cepat menuju privat room yang dipesan oleh keluarganya.
Kedua keluarga itu sedang berbincang-bincang bahkan sekali-kali mereka tertawa tapi berbeda halnya dengan EL yang sama sekali tidak tertarik dengan obrolan yang dilakukan kedua keluarga itu.
EL justru ingin segera meninggalkan Restoran itu,hatinya sungguh tidak enak setiap EL mengingat Dev hatinya merasakan sakit yang teramat sakit.
__ADS_1
"Nah itu Puteraku Vicky," tunjuk Papih Vicky.
Semuapun menoleh kearah Vicky kecuali EL dia memilih tetap menundukan kepalanya.
"Maaf semuanya,aku terlambat tadi aku ada kerjaan mendadak," seru Vicky.
"Tidak apa-apa Nak Vicky," sahut Papahnya EL.
"Vicky kenalkan ini Aurel Puterinya Om Agatha," seru Mamih Vicky.
Seketika Vicky menoleh kearah Aurel,Vicky terbelalak ternyata tidak seperti yang Vicky bayangkan,tadinya Vicky berpikir kalau wanita yang akan dijodohkannya itu wanita biasa saja yang tidak menarik sama sekali.
Tapi pikiran Vicky ternyata salah besar,wanita yang akan dijodohkannya ternyata wanita yang cantik
"Hai,aku Vicky," seru Vicky dengan mengukurkan tangannya.
Awalnya EL ragu-ragu dan tidak mau membalas uluran tangan Vicky tapi Papahnya melotot dan menatapnya dengan tajam.
"Aurel."
Tatapan Vicky begitu sangat menjijikan buat Aurel,Vicky tersenyum penuh arti Aurel imgin melepaskan tangannya tapi Vicky menggenggamnya dengan kuat.
"Maaf lepaskan tanganku," seru EL.
"Oh sorry..sorry," sahut Vicky.
"Karena Vicky sudah datang,lebih baik sekarang kita makan dulu habis itu baru kita bicarakan perjodohan anak-anak kita," seru Papihnya Vicky.
Mereka pun menyantap makanannya,EL terlihat sangat tidak menikmatinya selera makannya sudah hilang sementara itu Vicky terus saja mencuri-curi pandang kearah EL.
"Wanita yang cantik," batin Vicky dengan senyumannya.
Sementara itu di Rumah Sakit,Dev yang sedang mengotak-ngatik Laptopnya tiba-tiba merasakan dadanya sesak dan sakit,Dev memegang dadanya.
"Ada apa ini,kok dadaku terasa sesak dan hatiku merasa sakit ya,ya Alloh kenapa aku selalu ingat sama EL semoga dia baik-baik saja," gumam Dev.
***
Waktu pun berjalan dengan cepat,hari ini adalah hari pernikahan EL dan Vicky tidak ada pesta mewah ataupun Resefsi megah di Hotel ternama dan itu merupakan permintaan Vicky karena Vicky tidak mau ada yang tahu kalau dia akan menikah.
Dan itu membuat EL sedikit merasa lega juga karena EL tidak mau membuat Dev terluka,selama satu minggu ini EL tidak pernah bertemu dengan Dev karena Papahnya mengurung EL.
Saat ini EL terus saja menangis sehingga membuat MUA nya merasa kesal karena harua terus mengulang make upnya yang luntur akibat air mata EL.
"Nona,maaf jangan nangis terus dong saya capek harus terus mengulang make upnya," keluhnya.
"Maaf Mbak," sahut EL lirih.
Hingga akhirnya entah untuk keberapa kalinya EL pun mampu menahan tangisannya,EL di papah oleh Mamahnya turun kebawah karena Vicky dan tamu yang lainnya sudah menunggu dibawah.
Disaat EL menuruni tangga,semua mata tertuju kepada EL begitu pun dengan Vicky yang tidak menyangka kalau EL bakalan secantik ini kalau sudah dirias.
Sementara itu,Dev pun sudah keluar dari Rumah Sakit.Saat ini Dev sedang duduk dikursi rodanya dan melamun di balkon kamarnya.
"Sekarang adalah hari pernikahan EL,semoga kamu bahagia EL karena aku akan selalu mendo'akan yang terbaik buatmu," batin Dev.
Dev tidak mengetahui kalau didepan pintu kamarnya sudah ada Kinan dan Zidan,Kinan memang memaksa ingin menemui Dev karena Kinan tahu hari ini hari pernikahan EL dan pasti Dev bakalan terluka sekali.
Kinan melihat kearah suaminya seakan Zidan tahu apa yang ada dipikiran istrinya itu,Zidan tersenyum dan menganggukan kepalanya.Sementara Baby Zein sedang bersama Aunty Adel.
Perlahan Kinan mendekati Dev dan memegang pundak Dev,Dev mendongakkan kepalanya dan tanpa terasa air mata Dev pun menetes.
Kinan terkejut saat melihat Dev sampai meneteskan air mata,sungguh luar biasa sama yang namanya cinta karena bisa membuat seorang Dev yang terkenal dingin menjadi serapuh ini dan sampai meneteskan air matanya.
Kinan menghapus air mata Dev dengan tangannya.
"Aku tahu kamu adalah laki-laki yang kuat,lupakan dia hidup kamu masih panjang Dev dan didepan sana akan ada kebahagiaan yang sedang menunggu kamu," ucap Kinan.
Dev tidak tahu harus berkata apa lagi,yang jelas saat ini hati Dev begitu hancur dan hampa,Dev langsung menarik pinggang Kinan dan menangis diperut Kinan.
Luruh sudah air mata Kinan,dia tidak kuat melihat sahabatnya menangis seperti itu kinan mengelus kepala Dev,bahkan akhrinya Zidan pun menghampiri Kinan dan Dev.
Zidan sangat mengerti apa yang dirasakan Dev,karena dulu dia juga pernah merasakannya saat dikhianati oleh pacarnya yang menikah dengan Kakaknya sendiri.
"Menangislah Dev,kalau itu bisa membuatmu tenang," seru Kinan.
Kembali ke EL dan Vicky...
Saat ini waktunya Vicky mengucapkan ijab kabul,tidak ada kata gerogi didiri Vicky dan benar saja Vicky bisa mengucapkan ijab kabul dengan lancar dan dengan satu tarikan nafas sungguh sangat luar biasa.
EL kembali meneteskan air matanya,di otaknya benar-benar penuh dengan bayangan Dev hingga akhirnya penglihatan EL gelap dan brugghh..EL jatuh pingsan.
Semua orang yang ada disana terlihat panik dan khawatir,kemudian Vicky menggendong tubuh EL dan membawanya kekamar EL.
Mamah EL tidak henti-hentinya menangis,dia memukul-mukul dada suaminya.
"Puas kamu Pah,puas sekarang sudah membuat EL seperti ini!!" teriak Mamahnya EL.
"Mah tenang,kamu kenapa?malu dilihatin oleh besan kita," bisik Papahnya EL.
"Aku tidak peduli lagi,kalau sampai EL kenapa-kenapa,Mamah tidak akan pernah memaafkan Papah ingat itu," bentak Mamahnya EL.
"Maaf ada apa ini sebenarnya?kenapa EL bisa sampai pingsan seperti itu?" tanya Mamihnya Vicky.
"Tidak apa-apa Nyonya,mungkin EL terlalu gugup jadi dia pingsan," dusta Pak Agatha.
__ADS_1
Tidak lama kemudian,EL pun mulai mengigau.
"Dev,maafkan aku Dev aku sangat mencintaimu Dev."
Semua orang yang berada disana membelalakan matanya mendengar ucapan EL.
"Maksudnya apa?jadi EL masih mencintai laki-laki lain?" tanya Vicky geram.
"Tidak Nak,EL barusan cuma mengigau jangan terlalu dipikirkan," ucap Papahnya EL dengan gugup.
"Awas kamu EL,ternyata kamu masih mempunyai kekasih?kamu sudah membohongi aku dan Orang tua aku,kamu harus menanggung akibatnya," batin Vicky.
Vicky pun pergi meninggalkan kamar EL dengan kesal yang dia rasakan.
"Sial,di malam pertamaku bukannya senang-senang malah mendapatkan kenyataan kalau ternyata si EL masih punya kekasih,berarti mereka menikahkan EL sama aku karena ingin harta aku,lihat saja nanti aku akan buatmu menderita EL," gumam Vicky dengan senyuman sinisnya.
Cukup lama Dev terpuruk,hingga akhirnya Dev kembali tenang dan saat ini sedang bermain dengan Zein.Dev kembali tertawa lagi karena melihat Zein yang begitu menggemaskan.
Saat ini Zein duduk dipangkuan Dev,Zein tampak anteng dan hanya memainkan mobil-mobilan yang dipegangnya.
"Dev,kamu mulai besok jalani terapi ya supaya lebih cepat sembuh," ucap Mamah Adel.
"Terserah Mamah saja."
***
EL tampak mengerjapkan matanya,EL mendudukan dirinya diatas kasur ternyata hari sudah malam dan EL terlihat celingukan mencari seseorang yang tadi pagi sudah sah menjadi suaminya.
Ceklek...
Pintu kamar EL pun terbuka,EL menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut tubuhnya bergetar dia tidak mau kalau harus melayani orang yang sama sekali tidak dia cintai walaupun kenyataannya dia sudah sah menjadi suaminya.
"Sayang kamu sudah bangun?" ucap seseorang dengan lembut.
"Mamah."
Mamahnya EL mendekat dan duduk disamping anaknya itu.
"Kamu kenapa Sayang,kok tubuh kamu gemetaran kaya gini?" tanya Mamahnya dengan khawatir.
EL langsung memeluk Mamahnya dan menangis..
"EL takut Mah,EL tidak bisa menjalani pernikahan ini EL sama sekali tidak mencintai Vicky," ucap EL dengan sesegukan.
Mamahnya EL sungguh tidak bisa berkata apa-apa lagi,Mamahnya memang tidak tega melihat anaknya itu tapi dia juga tidak bisa menyuruh anaknya untuk menjauhi Vicky karena saat ini Vicky sudah sah menjadi suami.
"Ya sudah,sekarang kamu istirahat saja ya," seru Mamahnya EL.
"Vi---Vicky ke---kemana Mah?" tanya EL gelagapan.
"Dari semenjak kamu pingsan dia pergi entah kemana," sahut Mamahnya EL.
EL pun mulai merebahkan tubuhnya,ada perasaan lega karena Vicky tidak ada EL bukannya tidak mau berbakti kepada suaminya tapi EL tidak mencintai Vicky,EL tidak mau sampai melakukan sesuatu yang pada akhirnya akan membuatnya menyesal.
EL tidak tahu Vicky itu orangnya seperti apa,tapi EL memiliki firasat kalau Vicky bukan laki-laki baik-baik entah mengapa perasaannya berkata demikian walaupun EL baru bertemu dengan Vicky.
Disisi lain,seperti biasa Vicky sedang bersenang-senang dengan j*****nya,Vicky tidak peduli dengan wanita yang baru saja menjadi istrinya itu.
Sementara Dev,sama sekali tidak bisa memejamkan matanya dia terus kepikiran EL entah mengapa perasaannya begitu khawatir.
"Sial,kenapa aku selalu memikirkan EL,Dev sadarlah sekarang dia sudah menjadi istri orang," gumam Dev dengan mengacak-ngacak rambutnya sendiri.
***
Keesokan harinya....
Dev sudah bersiap-siap untuk pergi ke Rumah Sakit,ini hari pertamanya Dev akan menjalani terapi Dev bertekad kalau dia harus sembuh dan setelah sembuh dia berencana akan pindah ke Belanda dan mengurus Perusahaannya yang ada disana.
Dev tidak boleh terus-terusan terpuruk dalam kesedihan,tujuan dia pindah ke Belanda pun supaya dia bisa melupakan EL karena kalau dia terus berada disini,Dev yakin kalau dia tidak akan bisa melupakan EL.
"Aku harus sembuh," gumam Dev.
π·
π·
π·
π·
π·
Selamat pagi semuanya,maaf baru bisa up lagiππ
Jangan bosen-bosen ya menunggu kelanjutannya dan jangan lupa tetap selalu tinggalkan jejak like,komen,dan vote sebanyak-banyaknyaππππ
Mampir juga di Novel terbaru Author yang berjudul "ABC (AMARAH,BENCI,CINTA)" ditunggu kehadirannyaπππ€π€
Jangan lupa
likr
vote n
komen
__ADS_1
TERIMA KASIH
LOVE YOUπππ