
π·
π·
π·
π·
π·
Kinan merentangkan tangannya untuk meregangkan otot-ototnya.
"Astaga,aku ketiduran."
Kinan buru-buru ke kamar mandi untuk cuci muka,Kinan mengikat rambutnya setelah keluar dari kamar mandi,Kinan tampak mengendus-ngendus.
"Hmm..wangi apaan nih?" gumam Kinan.
Peelahan Kinan membuka pintu kamar Zidan,dilihatnya ternyata Zidan sedang memasak di dapurnya.
Senyuman Kinan mengembang,Zidan terlihat makin ganteng kalau sedang memasak.
"Mmm...wangi banget baunya,sampai-sampai perut aku laper," Kinan duduk di depan Zidan dengan tangan menopang dagunya melihat Zidan yang sedang memasak.
"Kamu sudah bangun?" tanya Zidan yang masih sibuk memotong-motong sayuran.
"Iya,kenapa tadi ga bangunin kan aku tidurnya jadi kelamaan," gerutu Kinan.
"Aku ga tega bangunin,kayanya kamu kelelahan banget," ucap Zidan dengan menoleh ke arah Kinan.
Seketika kegiatan masaknya terhenti dan Zidan malah memandang Kinan.
"Sayang,kamu sengaja ya mau menggoda aku!!" seru Zidan.
"Menggoda..maksudnya?" Kinan tampak bingung.
"Itu ngapain rambutnya dikuncir kaya gitu,bikin aku tergoda aja kamu sexi tahu kalau kaya gitu," sahut Zidan.
"Idih dasar lebay."
"Awas ya kalau didepan laki-laki lain rambutnya digituin," ancam Zidan.
"Apaan sih Kak,sini aku bantu apa yang belum?" tanya Kinan dengan menghampiri Zidan.
"Yang belum kayanya cium deh,soalnya kalau masakan sudah beres semuanya tinggal dikit lagi," Zidan mendekat ke arah Kinan dan memonyongkan bibirnya.
Kinan langsung menutup bibir Zidan dengan tangannya.
"Dasar Dokter mesum,cepetan masaknya aku sudah laper." Kinan meninggalkan Zidan yang tampak cemberut.
Kinan tampak cekikikan melihat Zidan yang cemberut..
Masakan pun selesai,Zidan sudah menatanya di meja makan.
"Akhirnya selesai juga," gumam Zidan.
Zidan menghampiri Kinan yang sedang serius melihat Tv,dan dengan cepat mencium bibir Kinan sekilas.
"Ih..Kakak apa-apaan sih,nyebelin banget."
"Cepetan katanya sudah lapar," Zidan menarik tangan Kinan yang saat ini sedang cemberut.
Kinan duduk tapi dia masih cemberut dan melipat kedua tangannya di perut.
"Ya ampun masih cemberut aja,nanti aku tambahin lho ciumannya," goda Zidan.
"Dasar."
Kinan mengambil nasi dan yang lainnya,setelah satu suapan masuk ke mulutnya betapa terkejutnya Kinan ternyata masakan Zidan sangat enak.
"Wow,masakan Kakak enak banget," ucap Kinan dengan mengacungkan jempolnya.
"Benarkah,kalau gitu makan yang banyak."
"Siap...ngomong-ngomong Kakak belajar dimana masak?" tanya Kinan.
"Dulu waktu zaman kuliah di Perancis aku mulai belajar masak sendiri,kan kamu tahu hidup di Negeri orang itu harus serba mandiri jangan mengharapkan bantuan dari orang lain."
Kinan tampak manggut-manggut dengan mulut yang penuh dengan makanan sampai-sampai belepotan kemana-mana.Zidan mengambil tisu dan membersihkan mulut Kinan.
"Pelan-pelan,tuh makanan ga bakalan ada yang minta."
"Hehehe...maaf habisnya enak banget jadi makannya juga semangat."
Kinan tampak duduk di sofa dengan kaki yang selonjoran.
"Ya Alloh Kak,perut aku kenyang banget."
"Mau ga kenyang gimana kamu makan sampai dua piring gitu."
"Astaga,sudah sore Kak kayanya aku harus pulang deh pasti Mamih bakalan marah nih."
"Ya sudah yu,aku anterin pulang."
Kinan dan Zidan keluar dari Apartemen Zidan dengan bergandengan tangan dan senyum yang mrngembang dari kedua bibir orang yang sedang dimabuk cinta itu.
Karena Kinan dan Zidan sama-sama suka menyanyi,selama perjalanan mereka bernyanyi bersama dan tertawa bersama.
Tidak lama kemudian,mobil Zidan pun sampai di depan rumah Kinan.Kebetulan Kenzo sedang mencuci mobil didepan rumah.
"Ckckck....parah banget kamu Bang,main nyulik anak gadis orang aja," seru Kenzo.
"Maaf Ken,tadi situasinya emergenci banget," jawab Zidan dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Kak,cepatan masuk Kanjeng Ratu sudah uring-uringan tuh dari tadi," ucap Kenzo.
"Ya sudah,Kak mau masuk dulu?" tanya Kinan.
"Boleh,sekalian aku mau jelasin sama Tante Echa."
Didalam rumah Mamih Echa terlihat mondar-mandir di depan ruang keluarga.
"Assalamualaikum Mamih."
"Ya Alloh Kinan,kamu kemana saja koper kamu ada didepan rumah tapi orangnya ga ada,di telpon ga di angkat-angkat membuat Mamih khawatir saja," cerocos Mamih Echa.
"Maaf Tante,tadi Zidan yang sudah menculik anak Tante."
"Astaga Zidan,Tante itu khawatir banget takut terjadi kenapa-napa sama Kinan kalau Tante tahu Kinan pergi sama kamu,Tante ga bakalan sekhawatir ini," seru Mamih Echa.
"Iya Tante maaf."
__ADS_1
"Ya sudah,kamu jangan dulu pulang kita makan malam bareng."
"Tidak makasih Tante,Zidan sudah kenyang."
"Ya,padahal Tante senang lho kalau kamu mau makan makan malam disini."
"Iya Tante makasih,lain kali Zidan makan malam disini deh tapi kalau sekarang beneran Zidan sudah kenyang."
"Oh gitu ya."
"Ya sudah Tante,Zidan pamit dulu."
"Sering-sering main kesini Zidan."
"Pasti Tante,Zidan pamit dulu..Assalamualaikum," Zidan mencium tangan Mamih Echa.
"Waalaikumsalam." jawab Kinan dan Mamih Echa bersamaan.
"Ken,duluan ya."
"Ok Bang."
Zidan pun meninggalkan rumah Kinan,sementara itu di dalam rumah Mamih Echa mengajak Kinan untuk ngobrol.
"Sini Nak,duduk dulu."
"Ada apa Mih?"
"Kamu balikan lagi sama Zidan?" tanya Mamih Echa.
"Ga tahu Mih,Kinan memang ga bisa membohongi hati Kinan kalau Kinan memang sangat mencintai Kak Zidan,tapi bagaimana dengan Milka Mih?bahkan Ayah Dirga sendiri yang meminta Kinan untuk melepaskan Kak Zidan," jelas Kinan.
"Kita berdo'a saja,mudah-mudahan hati Milka di bukakan dan dilapangkan karena yang namanya cinta itu tidak bisa dipaksakan,kalau dipaksakan hasilnya pun tidak akan baik Mamih takutnya Zidan berbuat nekad," seru Mamih Echa.
"Semoga Milka mau mengerti Mih."
"Kamu yang sabar,ini merupakan cobaan buat cinta kalian soalnya dulu Mamih juga banyak menghadapi cobaan saat menjalin hubungan dengan Papih kamu,malahan Mamih sempat diculik."
"Sampai segitunya Mih?ih..serem banget."
"Ya begitulah cinta Sayang,seberat apapun rintangannya kalau kita ditakdirkan bersama pasti akan bersama Sayang,jadi kamu jangan khawatir jalani saja seperti air mengalir," jelas Mamih Echa.
"Iya,Mih makasih ya Mih," Kinan memeluk Mamih Echa.
Sementara itu di kediaman Ayah Dirga dan Bunda Keysa.
Milka tampak melamun di balkon kamarnya,hari ini Milka menjalani cuci darah dengan di dampingi Dr.Billy.
"Pasti tadi Dr.Zidan menemui Kak Kinan lagi,aku harus sembuh pokoknya aku harus sembuh karena meskipun aku sekarang mogok tidak mau menjalani cuci darah lagi,aku yakin Dr.Zidan tidak akan peduli,kali ini aku harus bersikap baik tidak boleh manja kepada Dr.Zidan supaya Dr.Zidan bisa kembali perhatian lagi sama aku,,ya aku akan merebut perhatian Dr.Zidan lagi," gumam Milka.
Keesokan harinya...
Mamih Echa,Kinan,dan Kenzo sedang sarapan bersama,tiba-tiba Ponsel Mamih Echa berbunyi dan tertera nama Papih Adam disana.
"Hallo,Assalamualaikum Sayang."
"Ck..lebay banget."
Kinan menyikut lengan Kenzo dan melototbke arahnya.
"Apa..Inalillahi,ya sudah kalau begitu Mamih siap-siap kesana," Mamih Echa menutup telponnya.
"Ada apa Mih?" tanya Kinan.
"Inalillahi.." jawab Kinan dan Kenzo bersamaan.
"Mamih harus segera ke Belanda Sayang."
"Kinan ikut."
"Ken juga ikut."
"Jangan Sayang,kalau kalian ikut bagaimana dengan pekerjaan kalian lagipula tadi Papih kalian bilang biar Mamih saja yang berangkat,soalnya soalnya Om David sama Tante Adel juga mau kesana," jelas Mamih Echa.
"Syukurlah kalau Om David dan Tante Adel mau kesana,Mamih jadi ada teman," sahut Kinan.
"Ya sudah,sekarang Mamih beres-beres dulu Mamih ikut kamu ke Kantor soalnya Papih kamu mau mengirim Jet Pribadinya biar cepat sampai," seru Mamih Echa.
Sesampainya di Kantor,Kinan dan Mamih Echa langsung menuju atap Kantor karena Jet Pribadinya akan mendarat disana.
Ternyata disana sudah ada David dan Adel yang sudah menunggu Mamih Echa.
"Maaf,sudah lama menunggu ya!!" ucap Mamih Echa.
"Tidak apa-apa Cha,kita juga baru datang kok," jawab David.
"Sayang,Mamih berangkat dulu ya jaga diri kamu baik-baik,Mamih janji akan segera kembali," ucap Mamih Echa.
"Iya Mih,Mamih hati-hati ya sampaikan salam Kinan buat Oma."
"Dev,kamu jagain Kinan ya!!" seru Mamah Adel.
"Siap Mah."
Mereka semua pun berpelukan sebelum berangkat.Kinan dan Devano melambaikan tangannya.
Hari ini tidak banyak pekerjaan yang Kinan kerjakan,waktu menunjukkan pukul 11 siang sebentar jam makan siang.
"Aku mau ke Kantor Bang Daffin ah,sudah lama aku ga ketemu sama Bang Daffin kangen juga."
Kinan cepat-cepat membereskan meja kerjanya.
"Dev,aku mau keluar dulu sebentar."
"Kamu mau kemana Kinan?"
"Mau makan siang bareng Bang Daffin."
"Ya sudah,kamu hati-hati."
"Ok..Bye!!"
Kinan melajukan mobilnya menuju Kantor Daffin,di dalam perjalanan dia teringat akan Suster Mawar.
"Ah,apa aku beli makanan di warung nasi Mbak Mawar saja ya?benar juga pasti Bang Daffin bakalan suka," gumam Kinan.
Kinan pun memutar balikkan mobilnya untuk mampir dulu ke Warung Nasi milik Ibu Mawar.
Bersyukur hari ini Mawar ada di warung karena Mawar bagisn shif malam.
"Selamat siang Ibu dan Mbak Mawar!!" ucap Kinan.
"Kinan,ya ampun lama banget tidak bertemu," Mawar memeluk Kinan dan membuat Kinan merasa terkejut.
__ADS_1
"Eh,maaf Kinan aku sudah lancang memeluk kamu saking aku rindunya sama kamu," ucap Mawar dengan salah tingkah.
"Gapapa kok Mbak,aku senang kok ada orang yang merindukan aku," sahut Kinan dengan cengengesan.
"Ah kamu bisa aja,,oh iya tumben siang-siang begini mampir kesini?memangnya ga kerja?" tanya Mawar.
"Sebentar lagi jam makan siang Mbak,aku kesini mau beli masakan Mbak buat makan siang aku sama Bang Daffin."
"Memangnya Pak Daffin bakalan menyukai masakan kampung seperti ini Kinan?rasanya juga pasti ga bakalan enak dilidah Pak Daffin yang biasanya makanan mahal dan mewah."
"Mbak Mawar ga tahu ya,sebenarnya Bang Daffin itu lebih menyukai masakan rumahan seperti masakan Mbak Mawar ini dibanding masakan Restoran,makannya aku itu lagi nyari wanita yang mau menikah dengan Bang Daffin soalnya Bang Daffin itu jarang banget makan kalau ga diingetin,kan setidaknya kalau dia punya istri bakalan ada yang merhatiin dia," jelas Kinan.
"Kalau cowoknya kayak Pak Daffin mah semua wanita pasti ngantri Kinan,masa iya Pak Daffin belum punya calon," ucap Mawar.
"Aku ga bakalan susah-susah nyariin dia wanita kalau Bang Daffin sudah punya calon,Bang Daffin itu terlalu sibuk dengan pekerjaannya sampai-sampai lupa deh sama urusan percintaannya," sahut Kinan.
Mawar hanya tersenyum mendengar cerita Kinan.
"Oh iya,kamu mau pesan apa Kinan?" tanya Mawar.
"Ini aja deh,tumis kangkung,tahu,tempe,ayam goreng,sambalnya jangan lupa Mbak,sama perkedel jagung,sudah segitu aja," seru Kinan.
Mawar menata makanan pesanan Kinan ke dalam rantang susun.
"Berapa semuanya Bu?" tanya Kinan.
"45 ribu Nak Kinan."
Kinan pun mengeluarkan selembar uang seratus ribu.
"Ga usah di pake kembalian Bu,kembaliannya buat Ibu saja."
"Ya Alloh Nak,terima kasih banyak semoga rezeki Nak Kinan makin lancar dan selalu diberikan kebahagiaan."
"Amin Bu."
"Nak Kinan sudah punya pacar?" tanya Ibu Mawar.
"Sudah Bu,Dr.Zidan Dokter yang bekerja di Rumah Sakit yang sama dengan Mawar," ucap Mawar menjawab pertanyaan Ibunya.
"Owalah,semoga Nak Kinan cepat menikah dengan Dokter itu ya!!"
"Amin." ucap Kinan dan Mawar bersamaan dan membuat mereka berdua saling pandang dan tertawa bersama.
"Ini makanan yang kamu pesan," Mawar memberikan rantang tingkat kepada Kinan.
"Bu,Mbak Mawar aku pamit dulu ya Assalamualaikum," ucap Kinan.
"Waalaikumsalam."
Kinan pun mengendarai mobilnya menuju Kantor Daffin,sesampainya disana ternyata Kantor sudah sepi karena sudah memasuki jam makan siang.
Kinan segera menuju ke ruangan Daffin,tanpa mengetuk pintu dulu Kinan langsung masuk ke dalam dan benar saja perkiraan Kinan kalau Daffin masih saja sibuk dengan pekerjaannya.
"Astaga Bang,ini sudah waktunya makan siang kok masih kerja."
"Kinan,tumben ke Kantor Abang?"
"Kinan kangen sama Abang," Kinan memeluk Bang Daffin dari samping.
"Dasar Prinses kecilku yang manja," Daffin mencubit hidung Kinan.
"Abang,Kinan bawa makan siang buat kita berdua yuk kita makan dulu," Kinan menarik tangan Daffin dan memdudukkan Daffin di sofa.
"Lho,kok makanannya pake rantang?kamu beli dimana?" tanya Daffin.
"Ada deh,entar Kinan kasih tahu." Kinan pun membuka makanan dan menyiapkannya di piring.
Harum makanan itu sungguh menggugah selera makan Daffin hingga tidak disadari Dafiin sudah terlihat ingin cepat-cepat makan.
Kinan mengambilkan nasi dan lauk pauknya buat Daffin.
"Ini Bang."
Tanpa menunggu lagi,Daffin langsung melahap makan siangnya itu.
"Ini enak banget,kamu beli dimana?" tanya Daffin.
"Entar Kinan kasih tahu,sekarang Abang makan aja dulu yang banyak," jawab Kinan.
Dan benar saja,Daffin sangat menyukai masakan Mbak Mawar sampai-sampai dia terus saja nambah dan semuanya ludes dimakan oleh Daffin.Kinan sampai tercengang dibuatnya.
Daffin menyandarkan tubuhnya ke sofa karena dia merasa kekenyangan dan tanpa sadar Daffin bersendawa sangat kencang.
"Ih Abang jorok," seru Kinan.
"Maaf,habisnya Abang kenyang banget."
"Ini rantangnya Abang yang balikin ya,alamatnya sudah Kinan tulis tuh.Ya sudah,Kinan kembali dulu ke Kantor."
"Tapi Kinan...."
"Bye."
Kinan pun meninggalkan ruangan Daffin dengan senyumannya yang penuh arti.
"Semoga Abang berjodoh dengan Mbak Mawar," gumam Kinan.
π·
π·
π·
π·
π·
Hai maaf ya baru Update,tetap setia ya menunggu kelanjutannyaππ
Jangan lupa Author minta dukungannya dengan cara like n vote sebanyak-banyaknyaππππ
Jangan lupa
like
vote n
komen
TERMA KASIH.
LOVE YOUπππ
__ADS_1