Bos Cantik Pujaan Hati

Bos Cantik Pujaan Hati
INIKAH CINTA??...


__ADS_3

🌷


🌷


🌷


🌷


🌷


Mamahnya Zidan menghubungi Mamih Echa memberitahukan kalau Puterinya sekarang berada di rumahnya.


Mamah Zidan menceritakan semua yang sudah Kinan alami,Mamih Echa tampak histeris dan ingin menyusul ke rumah Zidan tapi Mamah Zidan melarangnya karena sudah malam.


Akhirnya dengan penjelasan dan bujukkan dari Mamahnya Zidan,Mamih Echa pun tenang dan mengerti.


Setelah menghubungi Mamih Echa,Mamah Zidan segera ke kamar Zidan.Disaat masuk,terlihat Zidan sedang berada di samping Kinan dan menggenggam tangan Kinan.


"Zidan,apa perlu Mamah ganti bajunya Kinan?" tanya Mamah Zidan.


"Tidak ada baju perempuan disini Mah," jawab Zidan.


"Hmm..di kamar Fabian mungkin masih ada baju Bunga," ucap Mamah Zidan dengan ragu-ragu.


Zidan langsung menatap tajam ke arah Mamahnya.


"Baju wanita itu terlalu kotor buat Kinan pakai," seru Zidan dengan tatapan penuh amarah.


"Maaf Zidan," Mamah Zidan tidak berani lagi ngomong karena takut Zidan marah.


Kemudian Zidan beranjak dari duduknya dan mengambil baju kaos miliknya walaupun akan terlihat kebesaran di tubuh Kinan,tapi menurutnya itu lebih baik.


"Mah,tolong ganti baju Kinan dengan baju aku saja..aku mau mandi dulu gerah," ucap Zidan dengan berlalu meninggalkan Mamahnya.


Zidan pun pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya,sementara Mamah Zidan menggantikan baju Kinan dengan baju pemberian Zidan.


Kaos Zidan nampak kebesaran di pakai oleh Kinan,Mamah Zidan pun sampai tersenyum melihatnya.


Zidan baru saja keluar dari kamar mandi dengan memakai kaos oblong dan celana pendek.


"Kamu mau tidur disini Zidan?" tanya Mamah Zidan.


"Kinan kan belum sadar Mah,Zidan mau nungguin Kinan sadar dulu," jawab Zidan.


"Aku ada dimana?" ucap Kinan lirih.


"Kinan,tenang kamu ada di rumah aku," jawab Zidan.


"Sayang,tadi Tante sudah menghubungi Mamih kamu kok jadi kamu jangan khawtir untuk malam ini kamu tidur disini dulu ya," sahut Mamah Zidan.


"Terima kasih Tante."


"Iya,sama-sama Sayang kalau begitu Tante keluar dulu ya."


"Kamu sudah mendingan?" tanya Zidan.


"Terima kasih Kak sudah nolongin aku," ucap Kinan.


"Sudah jangan banyak bicara,sekarang kamu istirahat ya!!aku tidur di sofa kalau butuh sesuatu bangunin aja," Zidan mengusap kepala Kinan,membuat jantung Kinan berdegub kencang.


Kinan hanya bisa menganggukan kepalanya karena merasa gugup.


Zidan pun membaringkan tubuhnya di sofa,karena kondisinya yang cape dan lelah tidak membutuhkan waktu lama untuk terlelap.


Kinan memegang dadanya,degub jantungnya makin menjadi-jadi.


"Aduh kenapa sama jantung aku," batin Kinan.


Sekilas Kinan melirik ke arah Zidan yang nampaknya sudah jauh berada di alam mimpi,senyuman Kinan terukir di wajah cantiknya.


Keesokan harinya...


Kinan meregangkan tangannya,dia melihat ke arah jam dinding ternyata sudah pagi.Di lihatnya Zidan sudah tidak ada di sofa pertanda Zidan sudah bangun.


Kinan mendudukkan tubuhnya,tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka Zidan muncul dengan handuk yang dililitkan di pinggang,dada bidang dan perutnya yang six pack terpampang jelas di mata Kinan.


"Aaaaaa...." Kinan berteriak dan menutup semua tubuhnya dengan selimut.


Zidan yang mendengar teriakan Kinan langsung menghampirinya.


"Kamu kenapa Kinan?" tanya Zidan.


"Sudah pergi sana jangan mendekat."


"Kamu kenapa sih?" Zidan merasa bingung dengan tingkah Kinan.


"Kamu pakai baju kamu dulu Kak," seru Kinan.

__ADS_1


Zidan tersenyum mengerti akan situasi yang Kinan rasakan.


Zidan langsung pergi dan bersiap-siap memakai kemeja.


"Mau sampai kapan seperti itu?aku sudah memakai baju,ayo cepatan emangnya kamu ga masuk kerja ya!!" sahut Zidan.


Kinan membuka sedikit selimutnya dan mengintip,ternyata benar Zidan sudah rapi dengan kemeja maroonnya sungguh terlihat tampan sekali Zidan.


"Ini bajunya,tadi aku sudah pesankan baju baru untukmu semoga kamu suka," Zidan menyimpan bajunya di atas kasur.


Kinan segera berdiri dan melangkag menuju kamar mandi,Kinan belum sadar kalau dia memakai kaos Zidan yang kebesaran.


Zidan melototkan matanya,susah payah dia menelan air liurnya melihat paha Kinan yang putih dan mulus.


Zidan cepat-cepat keluar,karena kalau terus berada di kamar itu dia takut khilaf dan terjadi hal yang diinginkan.


Di dalam kamar mandi Kinan melihat ke arah cermin,dan betapa terkejutnya Kinan saat melihat penampilannya.


"Apa..jadi tadi aku berjalan ke hadapan Kak Zidan dengan pakaian seperti ini?ya ampun,memalukan sekali," Kinan membenturkan kepalanya pelan ke dinding kamar mandi.


"Pagi semuanya!!" Fabian tiba-tiba datang.


"Fabian,tumben pagi-pagi sudah kesini ada apa?" tanya Mamahnya.


"Tidak ada apa-apa Mah,cuma kangen saja sama nasi goreng buatan Mamah," Fabian langsung duduk dan menyodokkan makanannya.


Kinan turun dari tangga dengan menggunakan baju yang Zidan belikan untuknya.


"Eh,Kinan ayo sarapan dulu," ajak Mamah Zidan.


"Ayo Nak,jangan malu-malu," sambung Papah Zidan.


"Cocok bajunya,sangat cantik" ucap Zidan.


Wajah Kinan langsung memerah mendapat pujian dari Zidan.


"Kinan kok kamu ada disini?" tanya Fabian.


"Ah itu,aku..." ucapan Kinan terpotong.


"Kinan nginep disini,kenapa emangnya?" jawab Zidan ketus.


"Apa..." Fabian tampak kaget.


"Sayang,sini piringnya biar aku yang ambilkan nasi gorengnya," ucap Zidan dengan senyum manisnya.


"Sa..yang" batin Kinan.


"Makan yang banyak ya!!" Zidan mengusap kepala Kinan dengan lembut.


Kinan kaget dan terbatuk-batuk,Fabian langsung menyodorkan minum ke arah Kinan.Kinan langsung meminumnya sampai tandas tak bersisa.


Zidan mengusap-ngusap punggung Kinan,Kinan malah semakin salah tingkah di perlakukan seperti itu.


"Sudah,aku gapapa" Kinan menepis tangan Zidan.


"Oh iya Kinan,besok kamu sudah siap kan berangkatbke Bali?" tanya Fabian.


Sekarang giliran Zidan yang terbatuk-batuk,Kinan langsung memberi Zidan minum dan menepuk-nepuk punggung Zidan.


"Ini kenapa sih,kok pada tersedak makanan?" sahut Papah Zidan.


"Kamu besok mau ke Bali?" tanya Zidan.


"Iya.."


"Sama siapa?" tanya Zidan kembali.


"Sama Pak Fabian."


"Enggak..ga bisa,ga boleh" ucap Zidan.


"Kenapa?" tanya Kinan da Fabian bersamaan.


"Ya ga boleh aja," ucap Zidan.


"Lebay..belum jadi pacar aja sudah posesif apalagi kalau sudah jadi pacar,bisa-bisa Kinan di tahan di rumah ga boleh kemana-mana," cibir Fabian dengan santainya.


"Diam kamu,aku tidak bicara sama kamu," sery Zidan.


Kinan hanya memandangi wajah Zidan yang merah padam menahan amarah.


Akhirnya sarapan pun berjalan tegang,tidak ada perbincangan lagi semuanya diam dan fokus dengan makanan masing-masing.


Kinan pun berpamitan kepada Mamah dan Papah Zidan.


"Kinan,kamu bareng sama aku aja kan Kantor kita searah," seru Fabian.

__ADS_1


Zidan langsung menarik tangan Kinan untuk masuk ke dalam mobilnya.Sebelum melajukan mobilnya Zidan menatap Fabian dengan tatapannya yang tajam.


"Kak,kan Rumah Sakit tempat kamu kerja berlawanan arah tadi seharusnya aku ikut sama Pak Fabian aja," ucap Kinan.


Zidan dengan tiba-tiba langsung menghentikan mobilnya,untung di belakang tidak ada mobil yang lewat kalau tidak bisa celaka mereka berdua.


"Astagfirullah,Kakak apa-apaan sih?gimana kalau kita celaka," bentak Kinan.


"Jadi kamu lebih suka di anterin sama laki-laki brengsek itu di banding sama aku," bentak Zidan.


Kinan sangat kaget,karena baru pertama kali ini Zidan membentaknya.Air mata Kinan pun luruh sudah,Kinan cepat-cepat keluar dari mobil Zidan dan meninggalkan Zidan begitu saja.


"Aaarrrgghhh..." Zidan berteriak dan memukul stir mobilnya.


Dengan air mata yang terus luruh,Kinan berjalan dan ingin mencari Taxi.Fabian yang lewat di depan Kinan,melihat Kinan sedang berdiri di pinggir jalan dan sedang menangis.


"Kinan.." Fabian cepat-cepat menepikan mobilnya dan menghampiri Kinan.


"Kinan kamu kenapa?bukannya tadi kamu di anterin Zidan,kenapa sekarang disini?" tanya Fabian.


Kinan tidak bisa menjawab hanya air mata yang terus jatuh di pipi mulusnya.Fabian pun membawa Kinan masuk ke dalam mobilnya.


"Ayo biar aku yang antarin kamu ke Kantor," ucap Fabian.


Kinan pun tidak menolak dan masuk ke dalam mobil Fabian,sementara itu Zidan yang dari tadi masih diam di tempat melihat Kinan masuk ke dalam mobil Fabian membuat Zidan tambah marah dan mengepalkan tangannya.


"Kamu kenapa Kinan,apa Zidan melakukan sesuatu sama kamu?" tanya Fabian.


"Aku gapapa kok," Kinan menghapus air matanya dan berusaha tersenyum ke arah Fabian.


Tidak ada lagi pembicaraan antara Kinan dan Fabian sampai tiba di Kantor milik Kinan.Kinan segera turun dari mobil Fabian,tapi Fabian mencegahnya...


"Tunggu Kinan,,kalau kamu butuh sesuatu kamu bisa menghubungi aku," ucap Fabian.


"Iya terima kasih,aku masuk dulu" Kinan pun pergi meninggalkan Fabian masuk ke Kantornya.


"Aku pasti akan mendapatkan hatimu Kinan," gumam Fabian.


Fabian pun melajukan mobilnya menuju Perusahaannya.


Kinan masuk ke ruangannya yang diikuti oleh Devano.


"Kamu di anterin sama Pak Fabian,Nan?" tanya Devano.


"Iya," jawab Kinan singkat.


"Aunty sudah menceritakan semuanya tentang kejadian tadi malam yang menimpa kamu,jadi mulai sekarang aku ga bakalan biarin kamu untuk lembur," jelas Devano.


Tapi Kinan tidak menjawab,Kinan malah langsung fokus kepada Laptopnya.


Devano tahu kalau Kinan pasti sedang ada masalah,Devano memilih untuk keluar.


"Kalau gitu,aku keluar dulu kalau ada apa-apa panggil saja aku," ucap Devano.


Kinan menganggukkan kepalanya tanpa menjawab sepatah kata pun.


Sepeninggalnya Devano,Kinan terlihat meneteskan kembali air matanya.


"Kenapa hati ini begitu sakit," gumam Kinan.


"Ada apa sebenarnya,antara Kak Zidan dan Pak Fabian?kenapa Kak Zidan terlihat sangat membenci Pak Fabian," gumamnya lagi.


Sungguh hari ini Kinan tidak bisa konsentrasi mengerjakan pekerjaannya,dia terus terbayang wajah Zidan yang begitu sangat marah saat Kinan menyebut nama Fabian.


Begitu pula dengan Zidan,dia terus saja marah-marah sampai-sampai para Suster pun tidak berani masuk ke ruangannya kecuali kalau Dr.Zidan sendiri yang memanggilnya.


🌷


🌷


🌷


🌷


🌷


Selamat malam semuanya,,maaf ya baru Up semoga kalian suka dan tetap setia menunggu kelanjutannyaπŸ™πŸ™πŸ˜˜πŸ˜˜


Jangan lupa


like


vote n


komen


TERIMA KASIH

__ADS_1


LOVE YOUπŸ’˜πŸ’˜πŸ’˜


__ADS_2