Bos Cantik Pujaan Hati

Bos Cantik Pujaan Hati
KEHILANGAN


__ADS_3

🌷


🌷


🌷


🌷


🌷


Keesokan harinya...


Saat ini Kinan sudah bangun pagi-pagi sekali untuk membantu Bi Sum membuat sarapan,disaat Kinan sedang membawa gelas untuk minum semuanya tiba-tiba gelas itu terlepas dari tangan Kinan.


"Astagfirullahaladzim,kok bisa jatuh sih?" gumam Kinan.


"Kenapa Non?"


"Ga tahu Bi,gelasnya tiba-tiba jatuh."


Kinan segera membersihkan pecahan gelas itu tapi salah satu pecahannya mengenai tangannya Kinan sehingga membuat tangan Kinan berdarah.


"Aw..."


"Ya ampun Non,sini biar Bibi obatin lukanya."


Bi Sum pun mengobati luka Kinan dan membalut jari Kinan dengan plaster.


"Sudah Non siap-siap saja pecahannya biar Bibi yang bersikan."


"Ya sudah,Kinan mandi dulu ya Bi."


Kinan pun segera menuju kamar mandi,setelah rapi dan cantik Kinan kemudian membangunkan suaminya.


"Sayang,bangun sudah siang."


"Sebentar lagi Sayang."


"Kok sebentar lagi sih,ayo cepetan bangun kalau ga bangun aku berangkat sendiri nih ke Kantor," seru Kinan.


"Jangan..."


Seketika Zidan langsung bangun dan berlari kekamar mandi.Kinan hanya tersenyum melihat kelakuan suaminya itu.


Tidak lama kemudian,Zidan sudah keluar dari kamar mandi dan langsung memeluk Kinan dari belakang yang sedang membereskan tempat tidur.


"Ya ampun Sayang,rambut kamu basah kena baju aku," sahut Kinan.


Disaat bersamaan Zidan melihat tangan Kinan yang menggunakan plaster,dengan cepat Zidan memegang tangan Kinan.


"Jari kamu kenapa Sayang?" tanya Zidan.


"Oh ini,tadi kena pecahan kaca."


"Apa,kok bisa?perlu dibawa ke Rumah Sakit?" seru Zidan.


"Astaga Sayang,jangan lebay deh ini cuma luka kecil ga perlu panik kaya gitu,sana cepetan pakai baju kita sarapan,aku bangunin Ken dulu," seru Kinan.


Pada saat Kinan mau melangkah keluar,Zidan menarik tangan Kinan dan memeluk Kinan dengan eratnya.


"Apaan sih,ayo cepetan pakai bajunya."


"Morning kiss dulu," rengek Zidan dengan manjanya.


Dengan cepat Kinan mengecup sekilas bibir Zidan,tapi dengan cepat Zidan menahan kepala Kinan sehingga ciumannya semakin dalam.


Dengan sigap Kinan mendorong dada bidang milik Zidan.


"Sudah ah aku mau bangunin Ken dulu,kalau kelamaan bahaya," sahut Kinan yang langsung berlari keluar kamar.


Tok..tok..tok..


"Ken,bangun Ken sudah siang," teriak Kinan.


Karena tidak ada jawaban,Kinan pun mencoba masuk kedalam kamar Ken dilihatnya Krn masih bergulung dengan selimutnya.


"Ken bangun Ken,sudah siang."


"Hmmm...."


"Ayo cepetan bangun."


"Sebentar lagi Kak."


"Ya ampun,ga suami ga adik kok jawabannya sama sih,cepetan bangun nanti kesiangan," teriak Kinan dengan mengambil selimut.


Dengan malas Kenzo bangun,dia duduk sebentar diatas kasurnya untuk mengumpulkan nyawanya yang masih gentayangan entah dimana.


Kinan mengambil selimut Kenzo dan mulai melipatnya,disaat Kinan sedang serius melipat selimut milik Kenzo,tiba-tiba Kenzo bangun dan mencium pipi Kinan habis itu dia ngacir masuk kedalam kamar mandi.


"Ih Kenzo,Kakak sudah mandi dicium kamu Kakak jadi harus cuci muka lagi bau jigong tahu," teriak Kinan dengan kesalnya.


Setelah pagi-pagi harus olahraga wajah,karena membangunkan dua orang laki-laki yang sifatnya hampir sama sangat membutuhkan tenaga extra dan stok kesabaran yang banyak.


Akhirnya mereka bertiga pun sarapan bersama.


"Mamih kapan pulang Kak?" tanya Kenzo.


"Katanya sore ini," jawab kinan.


"Oh...kalau papih?"


"Kalau Papih minggu depan pulangnya."


Setelah selesai sarapan,merekapun berangkat bekerja ke tempat kerja masing-masing.Zidan seperti biasa mengantarkan Kinan terlebih dahulu.


"Sayang,kamu kenapa kok kayanya dari tadi melamun terus?" tanya Zidan.


" ga tahu kenapa,perasaan aku ga enak Kak."

__ADS_1


"Jangan mikirin yang enggak-enggak."


Tidak lama kemudian sampai di Kantor Kinan,seperti biasa Kinan mencium tangan Zidan dan seluruh wajah Zidan begitu pun dengan Zidan.


Selama bekerja tidak tahu kenapa perasaan Kinan begitu tidak enak,sehingga Kinan tidak fokus bekerja.


"Kenapa ya dengan perasaan aku?semoga tidak terjadi sesuatu," gumam Kinan.


Kinan kembali bekerja walaupun dengan perasaan tidak enak,namun tiba-tiba pintu ruangan Kinan terbuka dengan paksa membuat Kinan kaget.


Tatapan Devano begitu menimbulkan pertanyaan dibenak Kinan.


"Kinan---" ucapan Devano terpotong.


"Ada apa Dev?" tanya Kinan dengan mendekati Devano.


Tapi Devano diam seribu bahasa dengan tatapannya yang tak lepas dari Kinan.


"Ada apa Dev?jangan buat aku penasaran," Kinan mengguncang tubuh Devano.


Tidak tahu kenapa tiba-tiba Kinan meneteskan air mata.


"A..Aunty sama Uncle Angga---"


"Kenapa dengan mereka Dev?" bentak Kinan dengan terus mengguncangkan tubuh Devano.


"Me--mereka kecelakaan," ucap Devano lirih.


Jedaaaaaarrrrrr...


Air mata Kinan makin deras,kakinya begitu lemas sehingga membuat Kinan jatuh kelantai,dengan sigap Devano menangkap tubuh Kinan dan memeluknya.


"Ga mungkin Dev ga mungkin," ucap Kinan dengan terus menangis.


"Kamu tenang dulu Kinan."


"Dimana mereka sekarang?aku ingin menemuinya," bentak Kinan dengan berlari keluar ruangannya.


Devano segera menyusul Kinan dan membawa Kinan ke Rumah Sakit tempat dimana Mamih Echa dan Daddy Angga berada.


Selama dalam perjalanan Kinan tidak berhenti menangis,Devano sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi hanya bisa membiarkan Kinan menangis.


Sesampainya di Rumah Sakit,Kinan langsung berlari mencari ruangan tempat Mamih dan Daddynya dirawat disusul oleh Devano.


Sesampainya didepan ruangan tempat Mamih dan Daddy Angga berada semuanya sudah berada disana dengan keadaan semuanya menangis.


Perasaan Kinan makin tidak enak melihat semuanya menangis,langkahnya begitu gontai dengan Devano yang setia berada disampingnya.


Disaat Kinan masuk ke ruangan itu,seseorang yang sudah terbujur kaku dengan ditutup kain putih menjadi pemandangan pertama yang Kinan lihat.


Sementara Daffin terduduk lemas dengan ditemani istrinya Mawar yang terus menangis,kaki Kinan begitu lemas beruntung Devano berada disampingnya dan memegangi tubuh Kinan yang mulai melemas.


Kinan melepaskan pegangan Devano dan perlahan melangkah mendekati orang yang sudah terbujur kaku itu.


Dengan tangan yang begitu bergetar Kinan mencoba untuk membuka penutup kain putih itu,air matanya terus saja mengalir dipipinya semua orang hanya bisa melihat Kinan dengan tatapan sedihnya.


Disaat Kinan membuka penutup kain itu,betapa terkejutnya Kinan melihat siapa orang itu.


Daffin segera mendekati Kinan dan memeluknya..


"Bang,coba katakan kalau ini ga benar itu bukan Daddy kan Bang?" seru Kinan.


Daffin tidak bisa menjawab,dia hanya bisa menangis dan memeluk Kinan dengan eratnya.


Kinan mendorong tubuh Daffin sampai Daffin terhunyung kebelakang.


"Coba katakan siapa yang bisa menjelaskan semua ini,kalau orang yang ada disana itu bukan Daddy Angga," teriak Kinan dengan menunjuk kearah jasad Daddy Angga.


Tiba-tiba Zidan datang karena dia baru saja mengetahuinya dari Kenzo.


"Sayang,kamu yang sabar jangan seperti ini," Zidan mendekat ingin menenangkan Kinan tapi Kinan menghempaskan tangan Zidan.


"Enggak,kalian semua pembohong Mamih sama Daddy masih di Kalimantan kan mereka belum pulang," teriak Kinan dengan histerisnya.


Semua orang hanya bisa diam dan menundukan kepalanya,Daffin perlahan mendekat kearah Kinan yang sedang menangis histeris.


Daffin menangkup kedua pipi Kinan dengan deraian air mata.


"Kinan dengarkan Abang,orang yang disana memang Daddy Angga dia Daddy kita," seru Daffin.


Seketika Kinan melemah dengan tangisannya yang masih membanjiri wajah cantiknya.Dengan langkah gontai Kinan mendekat kearah jasad Daddy Angga yang sekarang sudah terbujur kaku dengan wajah yang dipenuhi dengan luka.


"Daddy,kenapa Daddy meninggalkan Kinan Daddy jahat pergi ninggalin Kinan tanpa pamitan dulu ke Kinan," ucap Kinan lirih.


Zidan merangkul pundak istrinya itu dan mencium pucuk kepala Kinan berkali-kali.


Kinan mendekat dan mencium kening jasad Daddy Angga cukup lama dengan deraian air matanya.


"Selamat tinggal Daddy,Kinan sayang banget sama Daddy," ucap Kinan kemudian Kinan berbalik dan memeluk suaminya.


Semua orang yang ada disana merasa sangat kehilangan sosok Daddy Angga yang merupakan orang yang paling dituakan di keluarga menggantikan sosok Kakek Gatot tapi sekarang sudah tidak ada lagi sosok orang yang penyayang dan bijaksana.


Kinan melepaskan pelukannya dan dia baru sadar belum tahu keadaan Mamihnya.


"Mamih,Mamih aku dimana?" tanya Kinan panik.


"Mamih kamu masih ada diruangan operasi Sayang," jawab Bunda Keysa.


Tanpa menunggu lagi,Kinan segera berlari ke ruang operasi dan disusul oleh Zidan.


Sesampainya didepan ruangan operasi,Kenzo,Aunty Adel,Uncle David sedang menunggu sementara Papih Adam dan Oma Nadia masih dalam perjalanan.


"Kakak..." Kenzo menghampiri Kakaknya dan langsung memeluknya dengan deraian air mata.


"Mamih Kak."


Kinan tidak bisa menjawab lidahnya begitu kelu,Kinan hanya bisa menangis dengan mengusap punggung adiknya itu,mencoba memberikan kekuatan kepada adiknya walaupun dirinya juga butuh kekuatan.


Kinan terlihat menyandarkan kepalanya ke pundak Zidan,proses operasi berjalan dengan sangat lama entah apa yang dilakukan sang Dokter.

__ADS_1


Dari kejauhan Papih Adam dan Oma Nadia tampak berlari terlihat kepanikan diwajah keduanya.


"Papih.."


Kinan cepat-cepat berdiri dan memeluk Papihnya disusul dengan Kenzo yang ikut memeluk Papihnya.


"Bagaimana dengan keadaan Mamih?" tanya Papih Adam dengan paniknya.


"Masih diruang operasi Dokternya belum keluar-keluar Pih," sahut Kinan.


"Kalian harus tenang,Oma yakin kalau Echa akan baik-baik saja karena Oma tahu kalau Mamih kalian itu wanita yang hebat," seru Oma Nadia.


Tidak lama kemudian,Dokterpun keluar dan semuanya langsung menghampiri Dokter..


"Dok,bagaimana keadaan istri saya?" tanya Papih Adam.


"Alhamdulillah kami bisa menyelamatkan nyawanya,kami sudah berhasil mengeluarkan pendarahan diotaknya karena Nyonya Echa mengalami benturan keras dibagian kepala,tapi----"


"Tapi apa Dokter?" tanya Kenzo.


"Saat ini Nyonya Echa masih dalam keadaan kritis,kalau sampai malam ini Nyonya Echa bisa melewatinya,Nyonya Echa sudah melewati masa kritis tapi kalau sampai besok Nyonya Echa tidak siuman berarti Nyonya Echa mengalami koma dan saya tidak bisa memastikan sampai kapan Nyonya Echa akan sadar," jelas Dokter.


Papih Adam yang mendengar ucapan Dokter tiba-tiba menarik baju Dokter itu dengan emosinya.


"Maksud anda apa Dokter?selamatkan istri saya bagaimanapun caranya dan berapapun biayanya akan saya bayar kalau tidak saya akan membuat anda dipecat dari Rumah Sakit ini," bentak Papih Adam.


"Pih,tolong sabar jangan seperti ini," ucap Zidan dengan menahan Papih Adam supaya tidak berbuat kekerasan.


"Maafkan saya Tuan,memang seperti itu keadaannya kalau begitu saya permisi," seru Dokter.


Sementara itu,Kinan mulai memegang kepalanya yang mulai berdenyut dan perlahan penglihatannya pun menjadi gelap,dan seketika Kinan jatuh kelantai tak sadarkan diri.


"Kakak," seru Kenzo.


"Sayang bangun Sayang," ucap Zidan.


Tanpa menunggu lagi,Zidan langsung menggendong Kinan dan membawanya keruangan temannya karena kebetulan ini adalah Rumah Sakit dimana Zidan menjabat sebagai Direktur utamanya.


"Bagaimana keadaan istri aku?" tanya Zidan.


"Istri kamu tidak apa-apa dia cuma syok saja,pantesan saja kamu tidak bisa berpaling orang istrimu cantik begitu," seru Dr.Andi.


"Jangan lama-lama lihatnya,entar kamu jatuh cinta lagi," seru Zidan.


"Yaelah posesif amat jadi suami."


"Punya istri cantik harus extra posesif soalnya diluaran sana pembinor makin merajalela dan ga tahu malu,kaya kamu," sergah Zidan.


"Busyet dah,aku sudah punya istri kali malahan sudah punya dua buntut meskipun istriku ga terlalu cantik seperti istrimu tapi aku ini orang yang setia," sahut Dr.Andi.


"Syukurlah,udah selesaikan periksanya?udah sana keluar ngapain masih disini?" sergah Zidan.


"Wah ngelunjak nih orang,ok deh aku keluar dulu jangan lupa jaga baik-baik istri cantikmu takutnya banyak yang mengincar istrimu," goda Dr.Andi.


Dengan kesal Zidan menendang p****t Dr.Andi sehingga Dr.Andi sedikit terhunyung ke pintu.


"Sialan,dasar teman ga punya akhlak," Dr.Andi keluar dengan gerutuannya.


Setengah jam kemudian,Kinan mulai mengerjapkan matanya dia melihat kesekelilingnya dan Kinan memegang kepalanya.


"Aku ada dimana?"


"Kamu tadi pingsan Sayang,aku bawa kamu kesini untuk diperiksa," jawab Zidan dengan menggenggam tangan Kinan.


"Bagaimana keadaan Mamih?aku mau lihat Mamih," Kinan dengan cepat beranjak dari tempat tidurnya.


"Sayang kamu masih sakit,Mamih Echa sudah dipindahkan keruangan rawat inap kamu jangan khawatir lebih baik sekarang kita berdo'a mudah-mudahan Mamih Echa segera siuman," ucap Zidan dengan memeluk Kinan.


Semalaman semuanya tidak bisa tidur,mereka berdo'a untuk kesembuhan Mamih Echa.Mereka berharap Mamih Echa segera siuman agar bisa keluar dari masa kritis.


Tapi sayang sampai pagipun menjelang,Mamih Echa ternyata tidak sadarkan diri dan Dokter menyatakan kalau Mamih Echa mengalami koma dan Dokter tidak bisa memastikan sampai kapan Mamih Echa akan sadar.


Semua keluarga sudah pasrah akan keadaan Mamih Echa dan Papih Adam pun sudah mulai bisa menerimanya hanya sebuah keajaiban yang mereka harapkan.


Kinan sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi,dia hanya bisa menangis dipelukan suaminya matanya pun sudah bengkak karena terus menerus menangis.


Kinan pamit kepada Papih dan Oma,dia ingin menghadiri pemakaman Daddy Angga.Satu persatu orang sudah mulai meninggalkan pemakaman,tinggallah Daffin,Mawar,Kinan, dan Zidan.


"Daddy selamat jalan,pasti Daddy bahagia kan karena impian Daddy selama ini sudah terkabul,Daddy dulu sering banget ngomong sama Kinan kalau Daddy kangen sama Mommy Clara dan sekarang Daddy pasti sudah bertemu kan dengan Mommy Clara?titip salam buat Mommy Clara,Kinan sayang sama Daddy I Love You Dad."


Kinan mencium Nisan Daddy Angga,air matanya sudah tidak bisa dibendung lagi Daffin memeluk Kinan,Daffin tahu selama ini orang yang sangat dekat dengan Daddynya hanya Kinan jadi Daffin sangat mengerti kalau Kinan sangat terpukul akan kehilangan Daddy Angga.


🌷


🌷


🌷


🌷


🌷


Hallo semuanya,,maaf ya Daddy Angga harus meninggal karena dari awal memang alur seperti iniπŸ™πŸ™


Tetap dukung Novel Author,jangan lupa Author selalu mengingatkan sehabis membaca tinggalkan jejak like,komen,dan vote sebanyak-banyaknyaπŸ™πŸ™πŸ˜˜πŸ˜˜


Jangan lupa mampir ke Novel terbaru Author yang berjudul "ABC (AMARAH,BENCI,CINTA)"


mohon maaf satu hari hanya bisa up satu bab,tapi diusahakan up tiap hari mohon dimengertiπŸ™πŸ™


Jangan lupa


like


vote n


komen


TERIMA KASIH

__ADS_1


LOVE YOUπŸ’˜πŸ’˜πŸ’˜


__ADS_2