
π·
π·
π·
π·
π·
Keesokan harinya....
Hari ini adalah hari minggu,Kinan memilih untuk tidak kemana-mana dia merasa malas untuk bepergian.
Kinan sedang nonton tv bersama Kenzo,sementara Mamih Echa dan Papih Adam sedang pergi entah kemana.
Kinan masih memakai baju tidurnya dan ngemil kentang goreng kesukaannya.
"Ya ampun Kak,mandi sana sudah siang masih pakai baju tidur," seru Kenzo.
"Biarin aja,lagipula mandi mau kemana?"
"Ih,anak perawan masa kaya gitu jorok," ledek Kenzo.
"Bodo amat,meskipun ga mandi Kakakmu tetap cantik ga kalah sama artis-artis K-Pop," jawab Kinan.
"Terserah Kakak sajalah."
Tiba-tiba Bi Sum datang dengan membawa buket bunga mawar putih.
"Non Kinan,ini ada kiriman bunga buat Non Kinan."
"Dari siapa Bi?" tanya Kinan.
"Bibi kurang tahu Non,soalnya tidak ada nama pengirimnya."
"Oh ya sudah terima kasih ya Bi."
"Siapa sih,pagi-pagi sudah ngirimin bunga mana ga ada namanya lagi," gumam Kinan.
"Mana coba,aku lihat Kak."
Kinan memberikan buket bunga itu ke Kenzo dan Kenzo melihatnya.
"Ga ada kartunya."
"Coba kamu endus-endus Ken."
"Astaga Kakak,emangnya aku a***** apa," seru Kenzo.
"Kali aja,kan indera penciuman Polisi beda lebih peka," ucap Kinan dengan cengirannya.
"Dasar...Kak,ke Family Food yuk jenuh nih dirumah terus."
"Ayo,Kakak mandi dulu ya!!"
"Jangan lama-lama mandinya," teriak Kenzo.
Kinan dan Kenzo pun pergi menuju Restoran Family Food,sesampainya disana Kinan merangkul lengan Kenzo masuk ke dalam Restoran.Bagi orang yang tidak tahu,pasti mengira kalau Kinan dan Kenzo itu sepasang kekasih.
"Hallo Kak Prinses,Kenzo," sapa Satria.
"Hallo Satria," jawab Kinan.
"Ayo silahkan duduk,mau pesan apa?" tanya Satria.
"Aku steak,kalau kamu Ken?" tanya Kinan.
"Aku mau Pasta saja."
"Ok..ditunggu sebentar," Satria pun pergi meninggalkan Kinan dan Kenzo.
"Silahkan dinikmati,maaf ya aku harus melayani dulu pelanggan maklum hari minggu Restoran rame," seru Satria.
"Ok.." jawab Kinan dan Kenzo bersamaa.
"Kak,cobain deh pasta aku enak banget," ucap Kenzo.
"Masa."
Kenzo pun menyuapi Kinan dan bersamaan dengan EL dan Kimi masuk ke dalam Restoran itu.
Kimi tampak kaget melihat Kenzo menyuapi Kinan,Kimi tidak tahu kalau Kinan dan Kenzo itu Adik Kakak.Ada perasaan marah dalam hati Kimi.
"Ayo Kim,tuh ada Kak Kinan kita kesana," EL menarik tangan Kimi.
"Hai Kak Kinan."
"Hai,EL,Kimi,ayo silahkan duduk," sahut Kinan.
Kimi melirik ke arah Kenzo dan begitu pun dengan Kenzo,Kimi terlihat cemberut.
"EL,ini Kak Kenzo Pak Polisi yang tadi malam nolongin kita," ucap Kimi datar.
"Oh jadi Anda,yang sudah nolongin kita makasih ya Pak," seru EL.
"Iya,sama-sama tapi jangan panggil Pak karena aku sedang tidak bertugas," jawab Kenzo.
"Kak Kinan sudah putus ya dengan cowok yang di Jerman itu,dan sekarang pacaran sama Pak Polisi,kalian cocok banget cantik dan tampan," seru EL dengan senangnya.
Berbeda dengan Kimi yang tampak cemberut mendengar Kenzo pacaran dengan Kinan.Sementara itu Kinan dan Kenzo saling pandang hingga akhirnya mereka berdua tertawa bersama.
"Lho kok kalian malah ketawa,emangnya ada yang lucu ya?" tanya EL.
"Emang kita kelihatan orang yang lagi pacaran ya?" tanya Kinan.
"Lho,emang Kak Kenzo itu bukan pacarnya Kak Kinan?" sekarang giliran Kimi yang bertanya karena penasaran.
"Bukan,Kenzo ini adik aku bukan pacar aku," jawab Kinan.
"Astaga,kirain kalian itu pacaran soalnya serasi banget.Benar-benar bibit unggul ya,Adik Kakak cantik dan tampan," celetuk EL.
"Kamu bisa aja," sahut Kinan.
Sementara itu,Kimi yang dari tadi cemberut akhirnya menyunggingkan senyumannya tidak tahu kenapa hatinya begitu bahagia mendengar kalau mereka tidak pacaran.
__ADS_1
Kenzo yang melirik ke arah Kimi sama-sama menyunggingkan senyumannya,dan kembali melanjutkan makannya.
Di sisi lain,dari kejauhan Satria melihat Kimi dengan cepat-cepat Satria menghampiri meja Kinan.
"Hai,kalian mau pesan apa?" tanya Satria.
"Hai Kak Satria,aku pengen pesen pasta yang yang kaya Kak Kenzo kelihatannya enak," sahut EL.
"Ok..kalau kamu Kimi?" tanya Satria.
"Kayanya aku juga sama pesan Pasta," jawab Kimi.
"Ya sudah,ditunggu sebentar ya."
EL dan Kimi pun menjadi akrab bersama Kinan,bahkan sesekali mereka juga sering mengajak Kinan jalan-jalan ataupun sekedar makan bareng.
Keesokan harinya...
Seperti biasa setelah sarapan,Kinan berpamitan berangkat ke Kantor.Sesampainya di depan ruangannya,Devano memanggilnya.
"Nan,didalam ada kiriman bunga buat kamu tapi ga ada nama pengirimnya," seru Devano.
"Ok..terima kasih."
Kinan pun segera masuk kedalam ruangannya,dan benar saja di atas meja Kinan sudah ada buket bunga yang sama seperti yang dikirim kerumahnya.
"Siapa sih nih orang,ga ada kerjaan banget ngirimin bunga terus," gerutu Kinan.
Kinan pun membuang bunga itu ke tempat sampah yang ada di ruangannya dan Kinan kembali bekerja.
Tiba-tiba Ponsel Kinan berbunyi dan tertera nama Daffin disana.
"Hallo Bang,ada apa?"
"Kinan,Mawar mau melahirkan cepetan kesini ke Rumah Sakit biasa ya," seru Daffin diseberang sana.
"Apa?ok..ok..Kinan segera ke Rumah Sakit."
Kinan pun buru-buru mengambil tas dan kunci mobilnya.
"Dev,Mbak Mawar mau melahirkan aku mau ke Rumah Sakit dulu ya dan tolong wakilin aku ketemu dengan Pemilik Perusahaan Agatha di Restoran xxx," seru Kinan.
"Ok.."
Kinan pun dengan setengah berlari menuju parkiran dan melajukan mobilnya menuju Rumah Sakit.Tidak membutuhkan waktu lama,Kinan pun sudah sampai di Rumah Sakit.
Disana sudah berkumpul semuanya,bahkan Mamih dan Papihnya pun sudah ada disana.
"Bagaimana,apa sudah keluar bayinya?" tanya Kinan.
"Belum Sayang,Daffin sudah ada di dalam," jawab Mamih Echa.
Semuanya pun menunggu kabar dengan sangat khawatir soalnya Mawar sempat jatuh sebelum akhirnya dia harus melahirkan.
3 bulan paska menikah dengan Daffin,Mawar dinyatakan hamil dan Mawar sungguh wanita yang sangat mandiri,selama ngidam dia tidak pernah menyusahkan suaminya dan tidak banyak kemauan juga.
Setelah sekiam lama menunggu,akhirnya dari dalam ruangan bersalin terdengar tangisan seorang bayi dan membuat semua orang yang berada di luar merasa lega.
Daffin pun dengan wajah yang terlihat sangat bahagia keluar dari ruangan itu.
"Bagaimana Bang?" tanya Kinan.
Kinan langsung memeluk Abang kesayangannya itu.
"Selamat Bang,sekarang Abang sudah menjadi seorang Ayah."
"Terima Kasih Kinan."
"Cucu Daddy,laki-laki atau perempuan Daffin" tanya Daddy Angga.
"Perempuan Daddy."
"Alhamdulillah," ucap semuanya serempak.
Kemudian suster pun membawa pindah Mawar dan bayinya ke ruangan rawat inap,semua keluarga sangat bahagia dengan bertambahnya anggota kelurga baru.
"Ya Alloh,cantik banget keponakan Aunty," seru Kinan.
"Mirip Abang kan Nan?" tanya Daffin.
"Mirip dua-duanya Bang,kan kalian berdua yang bikinnya juga," jawab Kinan yang mendapat sambutan tawa dari semuanya.
Sementara itu di sebuah Restoran,Devano sedang menunggu pemilik Perusahaan Agatha yang tidak lain adalah EL.
Sebenarnya Devano agak males kalau harus bertemu dengan EL,karena EL selalu saja menggodanya.
"Maaf,aku telat," seru EL.
"Gapapa,aku juga baru datang kok," jawab Devano datar.
"Aku mengajak bertemu hanya ingin menandantangain kerja sama antara Perusahaan Kak Kinan dan Perusahan aku."
"Ok,cepetan aku masih banyak kerjaan."
"Dev,kenapa kamu selalu menghindar sih dari aku?aku memang mencintai kamu tapi kalau kamu memang tidak mencintai aku ya sudah aku terima dan aku akan menyerah untuk mengejar-ngejar Kamu,tapi kan seenggaknya kita bisa temenan dan kamu ga perlu menjauhi aku kaya gini," seru EL.
EL pun dengan cepat menandatangi surat perjanjian itu dan segera beranjak dari duduknya.
"Terima kasih sudah mau datang,dan maaf karena selama ini aku selalu mengganggumu," EL membungkukan badannya dan melangkahkan kakinya.
"Dasar wanita bodoh," ucap Devano dan berhasil menghentikan langkah EL.
"Apa kamu bilang?aku wanita bodoh," EL kembali menghampiri Devano.
"Iya kamu memang bodoh," jawab Devano.
"Dasar cowok nyebelin," EL kembali melangkahkan kakinya tapi dengan cepat Devano menarik tangan EL.
"Maaf,bukannya aku tidak mencintai kamu tapi aku merasa tidak pantas buat kamu EL," sahut Devano.
"Kamu merupakan anak tunggal seorang Konglomerat dan Pengusaha terbesar kedua setelah Perusahaan Gunawan,sementara aku apa?aku bukan pemilik sebuah Perusahaan,aku hanya seorang Asisten Pribadi jadi kamu tidak seharusnya mencintai aku EL," seru Devano.
"Aku tidak pernah melihat kamu dari jabatan,aku hanya melihat kamu sebagai sosok laki-laki yang tanggung jawab dan penyayang."
"Maaf EL,aku tidak mau kalau kamu sampai melawan orang tua kamu demi cinta karena pasti orang tua kamu sudah mencarikan calon suami yang cocok buat kamu,jadi aku mohon stop jangan berkata seperti itu lagi,kalau begitu aku permisi duluan," Devano pun meninggalkan EL yang terdiam terpaku.
Didalam perjalanan...
"Maafkan aku EL,aku juga sebenarnya mencintai kamu tapi aku tidak cukup berani untuk mengungkapkannya," gumam Devano.
__ADS_1
Devano pun akhirnya menyusul Kinan ke Rumah Sakit.
Milka dan Dr.Billy baru sampai di ruangan rawat Mawar.
"Selamat ya Suster Mawar,sekarang sudah menjadi seorang Ibu," ucap Dr.Billy.
"Aku bukan Suster lagi,panggil Mawar aja Dokter," jawab Mawar.
"Oh iya lupa,sekarang sudah menjadi Nyonya Anggara."
Memang semenjak menikah dengan Daffin,Daffin melarang Mawar untuk bekerja lagi ternyata sifatnya menurun dari Daddynya dulu Daddy Angga juga menyuruh Mommy Clara keluar dari pekerjaannya sebagai Dokter.
"Namanya siapa Bang?" tanya Milka.
"Namanya Lovely Marfin Anggara," jawab Daffin.
"Ya ampun Baby Lovely,nama yang cantik seperti orangnya," Milka menghujani Baby Lovely dengan ciuman karena gemas.
"Oh iya,mumpung semuanya sedang berkumpul saya mau menyampaikan sesuatu kepada semuanya khususnya untuk Ayah Dirga dan Bunda Keysa," seru Billy.
Billy menghampiri Bunda Keysa yang sedang duduk di sofa dengan Ayah Dirga disampingnya,Billy berjongkok di hadapan Bunda Keysa dan menggenggam tangan Bunda Keysa.
"Bunda,dari awal Billy menjalin hubungan dengan Milka,Billy tidak pernah main-main Billy serius dan saat ini waktu yang tepat untuk Billy mengutarakan niat baik Billy.Billy ingin melamar Milka Bunda,apa Bunda dan Ayah merestui Billy dan Milka?" ucap Billy dengan penuh keseriusan.
Semua orang tampak melihat kearah Billy,sementara itu Milka terlihat berpelukan dengan Kinan.
"Billy memang anak yatim piatu tidak punya keluarga,satu-satunya keluarga Billy hanyalah Nenek Billy yang berada di Singapura,Billy memang bukan seorang Pengusaha seperti keluarga Bunda dan Ayah tapi Billy mampu membahagiakan Milka," seru Billy.
Bunda Keysa tampak meneteskan air mata begitu pun dengan Mamih Echa,Mamah Adel,Mamah Mira,dan Oma Nadia mereka juga ikut meneteskan air matanya.Bunda Keysa mengusap kepala Billy dengan penuh kasih sayang.
"Terima kasih kamu sudah mau menerima Milka apa adanya,Ayah sama Bunda merestui kalian berdua tapi tentunya semua keputusan ada di tangan Milka,Sayang apa kamu mau menerima lamaran Dr.Billy?" tanya Bunda Keysa dan menoleh ke arah Milka.
Sekarang semuanya terlihat menoleh ke arah Milka,Milka melihat kepada Kinan dan Kinan tampak menganggukan kepalanya dan tersenyum.
"Kamu berhak bahagia Milka,dan aku yakin kalau Dr.Billy akan membahagiakanmu," ucap Kinan dengan mengusap pipi Milka.
"Terima kasih Kak," Milka memeluk Kinan.
Sejenak Milka menarik nafasnya dan menghembuskannya secara perlahan,semuanya sudah menunggu jawaban dari Milka.
"Iya,Milka terima lamaran Dr.Billy," jawab Milka.
Semuanya terlihat bahagia,Dr.Billy pun terus saja mencium tangan Bunda Keysa hingga Ayah Dirga memukul kepala Dr.Billy dengan majalah yang ada di atas meja.
"Lepaskan tangan istri saya," ucap Ayah Dirga dengan melototkan matanya.
Dr.Billy bukannya merasa takut malah tertawa melihat Ayah Dirga yang masih saja posesif meskipun sudah tua dan diikuti oleh semuanya yang ikut tertawa juga.
"Maaf aku terlambat," seru Devano.
"Wah jagoan Papah darimana saja baru datang?" tanya Papah David.
"Biasa Pah,gantiin dulu anak cengeng itu tuh," ledek Devano.
"Ih kamu nyebelin Dev," ucap Kinan dengan cemberut.
Devano mencubit kedua pipi Kinan..
"Jangan cemberut kaya gitu,pipi kamu makin mirip kaya bapau tahu."
"Uncle David,lihat tuh anak uncle emang nyebelin," rengek Kinan.
"Dev,jangan godain Kinan terus disini kan ga ada balon kalau nangis berabe harus cari balon," sahut Papah David malah balik menggoda Kinan.
"Ih uncle David sama aja kaya anaknya nyebelin," ucap Kinan dengan melipat kedua tangannya diatas perut.
Semuapun tertawa melihat kelakuan anak-anak mereka yang kadang-kadang saling ledek,saling menjahili,tapi mereka bangga karena anak-anak mereka seperti orang tuanya dulu saling menyayangi dan menjaga satu sama lain.
Tok..tok..tok..
"Maaf permisi,apa disini ada yang namanya Kinan?" tanya seorang Suster.
"Iya saya Suster,ada apa ya?" sahut Kinan.
"Ini,tadi ada yang nitip bunga ini untuk Nona Kinan."
"Bunga lagi," gumam Kinan.
"Terima kasih suster," ucap Mamih Echa.
Suster itu pun pamit pergi...
"Bunga dari siapa ini Sayang?ga ada nama pengirimnya," seru Mamih Echa.
"Justru itu Mih,Kinan dari kemarin dapat kiriman bunga terus tapi ga tahu siapa pengirimnya," jawab Kinan.
"Dari pengagum rahasiamu kali Kinan," sahut Devano.
"Konyol,udah Mih buang aja bunganya."
"Tapi bunganya bagus lho Sayang."
"Ya udah Mamih saja yang terima,Kinan mah ga mau."
Kinan malah merasa takut kepada orang yang selalu mengirim bunga itu,takut orang jahat yang akan berbuat macam-macam sama dirinya.
π·
π·
π·
π·
π·
Selamat malam semuanya,maaf baru up nih jangan bosen-bosen ya nungguin kelanjutannyaπ€π€
Dan jangan lupa sehabis baca selalu tinggalkan jejak like dan vote sebanyak-banyaknyaππππ
Jangan lupa
like
vote n
komen
TERIMA KASIH
__ADS_1
LOVE YOUπππ