Bos Cantik Pujaan Hati

Bos Cantik Pujaan Hati
DOSEN BARU


__ADS_3

🌷


🌷


🌷


🌷


🌷


Hari ini,hari pertama Zidan bekerja sebagai Dosen di sebuah Universitas ternama dikota ini.


Mobil Zidan memasuki tempat Parkir Universitas,Zidan turun dari mobil dengan gagahnya,tampangnya begitu dingin tidak ada senyum diwajahnya.


Disaat Zidan berjalan menuju ruangan Pak Bowo selaku Rektor di Universitas tersebut,semua mata Mahasiswi tertuju pada sosok gagah nan tampan itu.


"Gila,siapa tuh cowok ganteng banget," seru salah satu Mahasiswi.


"Dasar ga bisa lihat cowok ganteng dikit,matamu langsung saja melotot," sahut temannya.


"Lihat deh Sel,cowok itu ganteng banget idaman semua wanita itu mah."


Sedangkan Zidan sama sekali tidak memperdulikan tatapan semua Mahasiswi itu,setelah Zidan berbincang-bincang dengan Pak Bowo akhirnya Pak Bowo membawa Zidan keruangan Fakultas Kedokteran untuk diperkenalkan kepada anak didiknya.


"Nah,Prof ini adalah ruangan kelas tempat Pak Zidan mengajar,mari silahkan masuk."


Pak Bowo membawa Zidan masuk kedalam ruangan itu,seketika ruangan menjadi riuh apalagi para Mahasiswi mereka tampak bersemangat melihat Zidan.


"Sel,itu kan cowok yang tadi apa dia Mahasiswa baru?" tanya Lana.


"Masa sih,kalau buat jadi Mahasiswa kayanya ketuaan deh," jawab Misel.


Misel dan Lana adalah dua Mahasiswi cantik yang pinter banyak laki-laki yang mengejar cinta mereka berdua tapi sayangnya semuanya ditolak mentah-mentah.


"Baik semuanya,selamat pagi."


"Selamat pagi Pak," jawab semuanya serempak.


"Hari ini diFakultas kedokteran ini kalian kedatangan Dosen baru pengganti sementara Bu Sa'adah,beliau akan menggantikan Bu Sa'adah selama menjalani cuti hamil dan melahirkan," jelas Pak Bowo.


Seketika semuanya menjadi gaduh,semua Mahasiswi terlihat senang dan antusias karena kehadiran Zidan bagaikan angin surga yang menenangkan mereka.


"Anak-anak perkenalkan ini adalah Prof.Dr.Zidan adrian atmanegara,kalian bisa panggil beliau dengan sebutan Prof.Zidan,bukan begitu Prof?" seru Pak Bowo.


Zidan hanya menganggukan kepalanya...


"Ya sudah,kalau begitu saya permisi dulu silahkan anda mulai mengajar dan semoga anda betah mengajar disini," seru Pak Bowo.


"Iya terima kasih Pak."


Pak Bowo pun meninggalkan ruangan itu..


"Selamat pagi semuanya."


"Selamat pagi Prof.Zidan," seru semuanya bersamaan.


"Seperti yang sudah di jelaskan oleh Pak Bowo tadi kalau saya disini sebagai Dosen pengganti sementara selama Bu Sa'adah masih cuti dan mohon kerjasamanya,apa ada yang mau ditanyakan?" jelas Zidan dengan datar dan dingin.


tiba-tiba Lana mengangkat tangannya...


"Maaf Prof."


"Iya,apa yang mau kamu tanyakan?"


"Apa Prof.Zidan sudah mempunyai pacar atau istri?" tanya Lana yang seketika semuanya menyorakinya.


"Kamu gila ya Lan,berani banget kamu bertanya seperti itu," sahut Misel.


"Usaha Sel,kali aja doi masih jomblo."


"Maaf,saya tidak akan menjawab pertanyaan masalah pribadi jadi kalau mau bertanya mohon masalah materi pembelajaran saja jangan yang lain-lain," jawab Zidan dengan dinginnya.


"Tuh kan aku bilang juga apa,makannya jangan suka Kepo sama urusan orang,lagipula tuh Dosen dingin dan jutek amat sih aku yakin tuh Dosen masih jomblo soalnya mana ada cewek yang mau sama orang dingin kaya gitu senyum aja enggak," bisik Misel.


Sayangnya pembicaraan Misel dan Lana terdengar oleh Zidan.


"Hai kalian berdua,kalian mau belajar apa mau bergosip?" tanya Zidan dengan tatapannya yang tajam.


"Ma..maaf Prof," sahut Misel.


"Kali ini saya maafkan kalian,anggap saja ini masih perkenalan tapi kalau besok kalian melakukan hal yang sama mata kuliah saya,saya tidak akan segan-segan menghukum kalian berdua," ucap Zidan tegas.


"Baik Prof," jawab Misel dan Lana bersamaan.


"Coba kalian berdua perkenalkan diri kalian."


"Nama saya Kelana Maheswari,saya biasa dipanggil Lana Prof."


"Nama saya Misella Anastasya."


"Rupanya kalian Mahasiswi yang dibilang pintar itu,tapi kenapa kelakuan kalian tidak mencerminkan Mahasiswi yang berprestasi?malah bergosip dimata kuliah saya," seru Zidan sembari melihat-lihat absensi kelas.


"Kita tidak bergosip Prof," jawab Misel.


"Terus,tadi kalian sedang apa?kalian mau bilang kalau saya salah lihat dan salah dengar,begitu?" tanya Zidan.


"Maaf Prof," ucap Lana.


Misel dan Lana hanya mampu menundukan kepalanya.


"Ok,jangan diulangi lagi."

__ADS_1


Zidan pun kembali memberikan materi,semua Mahasiswa terlihat memperhatikan cara Zidan menerangkan mata kuliahnya sungguh mempesona,membuat siapa pun yang melihatnya akan merasa jatuh cinta.


"Nyebelin banget sih tuh Dosen,tampan sih iya tapi sifatnya dingin banget," batin Misel.


***


"Ok semuanya,mata kuliah saya dicukupkan sampai disini dulu apa ada pertanyaan?" tanya Zidan.


"Tidak Prof," jawab semuanya serempak.


"Ok kalau begitu sampai jumpa lagi besok,ingat jangan sampai ada yang terlambat karena saya tidak suka dengan orang yang tidak menghargai waktu."


"Baik Prof."


Satu persatu Mahasiswa mulai meninggalkan ruangan,Misel dan Lana pun segera membereskan semuanya.


"Sell,lihat deh kayanya Profesor Zidan butuh bantuan," seru Lana.


"Apaan sih Lan,kamu aja sana kalau mau bantu aku mah ogah nanti malah dapat semprot lagi," sahut Misell.


Zidan memang kelihatan kesusahan membawa Laptop dan buku-buku karena memang tangannya cuma sebelah yang berfungsi.


"Sudah ayo kita bantuin,kasihan," Lana menarik tangan Misell.


"Prof,apa anda butuh bantuan?" tanya Lana ragu-ragu.


"Oh iya,tolong bantu saya bawa buku-buku ini dan simpan diruangan saya," seru Zidan.


"Siap Prof."


Lana dan Misell akhirnya membantu Zidan membawakan buku ke ruangannya,mereka berdua berjalan dibelakang mengikuti Zidan dan tidak sengaja Misell terlihat memperhatikan tangan kiri Zidan.


"Kayanya tangan kiri Profesor Zidan bermasalah deh," batin Misell.


Sesampainya diruangan Zidan,Lana dan Misell menyimpan buku-buku Zidan.


"Terima kasih,kalian boleh pergi."


"Sama-sama Prof."


Lana dan Misell pun pergi dari ruangan Zidan.


"Sumpah ya tuh Dosen nyebelin banget,ngucapin terima kasih aja masih dingin dan judes kaya gitu,nyesel aku ikut bantuin dia," gerutu Misell.


"Udahlah ga usah banyak menggerutu yang penting bisa dekat sama Prof.Zidan,ya ampun Sell dari dekat Prof.Zidan terlihat tampan banget,meleleh hati ini Sell."


"Idih najis,kaya yang ga pernah lihat cowok tampan saja."


"Emang saat ini aku belum pernah melihat cowok setampan itu Sell," seru Lana dengan tingkahnya yang centil.


"Udah ah kita pulang yuk," ajak Misell dengan menarik tangan Lana sahabatnya itu.


Sementara itu diruangannya Zidan menekan tombol Ponselnya dan menghubungi seseorang.


Zidan memang bersikap dingin kepada semua orang apalagi kepada orang yang baru dia kenal tapi sikap dinginnya itu tidak berlaku kalau bersama Kinan.


Zidan tidak bisa marah ataupun bersikap cuek kepada wanita cantik kesayangannya itu,dengan buru-buru Zidan meninggalkan kawasan Kampus dan menuju Kantor Kinan.


Disisi lain Kinan tampak senang karena hati ini dia akan makan siang bareng sama Zidan calon suaminya itu.


Ceklek...


Pintu ruangan Kinan terbuka dan menampilkan sosok Devano dan EL,EL sengaja datang ke Kantor Kinan hanya untuk mengajak Devano makan siang bareng.


"Hallo Kak kinan."


"Lho EL,kok ada disini?" tanya Kinan.


"Aku mau ngajak Kak Dev makan siang bareng,soalnya semenjak pertemuan kita waktu itu di Restoran,Kak Dev tidak pernah sekalipun ngajak aku jalan," rengek EL dengan bergelayut manja dilengan Devano.


"Astaga Dev,tega banget kamu jadi cowok bagaimana kalian bisa saling mengenal kalau kamu menjauh terus dari EL," sahut Kinan.


"Tuh dengerin Kak Dev,yang dikatakan Kak Kinan itu benar," sambung EL.


"Dev,jangan gitulah kasihan EL kalian itu harus sering-sering jalan bersama biar saling mengenal satu sama lain."


"Aku sibuk,kan kamu juga tahu Kinan," jawab Devano.


"Sibuk apaan kamu----" Devano langsung membekap mulut Kinan dengan tangannya.


"Jangan dilanjut lagi,aku ga mau ditanya-tanya sama dia," bisik Devano.


Kinan mengacungkan jempolnya karena tidak bisa bicara dan EL tampak mengerutkan keningnya karena bingung dengan tingkah Devano dan Kinan.


"Kamu mau ikut kita makan siang bareng?" tanya Devano.


"Iya,Kak Kinan ikut kita saja."


"Enggak terima kasih karena sebentar lagi Kak Zidan jemput aku dia juga ngajak aku makan siang bareng," sahut Kinan.


"Ya sudah kalau begitu kita duluan ya."


"Ok.."


Devano dan EL pun meninggalkan ruangan Kinan,Kinan cepat-cepat mengambil tas dan Ponselnya kemudian Kinan keluar dan memutuskan untuk menunggu Zidan di lobi.


Sesaat Kinan menunggu di lobi,tidak lama kemudian mobil Zidan datang.Zidan keluar dari mobilnya dengan senyumannya yang mengembang Zidan merentangkan tangan kanannya.


Dan dengan senang hati Kinan berlari kearah Zidan dan lanhsung memeluknya.


"Maaf Sayang,sudah lama ya menunggu?" tanya Zidan.

__ADS_1


"Enggak,aku baru saja turun."


"Ya sudah yuk kita jalan sekarang."


Kinan dan Zidan pun menuju sebuah Restoran,sesampainya diRestoran mereka langsung memesan makanan.


"Bagaimana hari pertama jadi Dosen?" tanya Kinan.


"Lumayan membosankan."


"Kok membosankan sih,padahal kan disana pasti banyak banget Mahasiswi yang cantik-cantik dan masih muda lagi," goda Kinan.


"Walaupun dihadapan aku ada seribu wanita cantik dan sexi,aku ga bakalan pernah tergoda karena buat aku wanita paling cantik itu adalah wanita yang saat ini berada dihadapanku," sahut Zidan.


"Alah gombal."


"Kok gombal sih,seriusan ga ada satu pun wanita didunia ini yang membuat aku jatuh cinta dan tergila-gila selain kamu Sayang."


"Bagaimana kalau nanti ada Mahasiswi yang jatuh cinta sama Kakak?" tanya Kinan.


"Jangan kejauhan mengkhayalnya,aku tidak akan pernah tergoda sama siapapun juga kecuali kalau kamu yang menggodanya mungkin aku bakalan sangat tergoda," seru Zidan dengan mencolek hidung Kinan.


"Dasar..."


Kinan dan Zidan pun akhirnya makan bersama,mereka terlihat sangat bahagia dan Zidan pun tak henti-hentinya tersenyum berbanding terbalik saat berada didalam Kampus begitu dingin dan galak.


***


Sementara itu,di Restoran yang berbeda Lana dan Misell sedang makan siang bersama juga.Disaat mereka sedang menunggu makanannya datang,mereka melihat tayangan di tv yang ada di Restoran itu.


Ternyata disana menayangkan sosok Kinan yang saat ini sedang naik daun sebagai Pengusaha wanita muda yang sukses dan berhasil membawa nama baik Perusahaannya sampai ke Luar Negeri.


"Hebat ya Mbak Kinan itu,sudah cantik,pinter,dan katanya juga ramah tidak sombong pasti laki-laki yang mendapatkan Mbak Kinan itu akan sangat beruntung," seru Lana.


"Iya,seorang wanita hebat dan sangat perfect kalau menurut aku,wanita idaman semua laki-laki dia itu salah satu idola aku," sahut Misell.


Mereka tidak tahu kalau Kinan yang mereka bicarakan itu merupakan tunangan Dosennya sekaligus calon istri Dosennya itu sendiri.


Setelah selesai makan siang,Zidan mengantarkan kembali Kinan ke Kantornya karena Kinan masih banyak pekerjaan yang meninggunya.


"Sayang kamu jangan terlalu capek kerjanya,terus jangan sampai lupa makan ingat kamu punya penyakit Maag jadi ga boleh telat makan," cerocos Zidan.


"Siap Pak Dokter laksanakan."


"Dan satu lagi,jangan terlalu dekat sama pria lain walaupun pria-pria itu Rekan Bisnis kamu tapi aku ga suka kalau kamu terlalu akrab sama mereka," seru Zidan.


"Astaga Sayang,aku ini sudah menjadi milik Kakak jadi Kakak jangan khawatir lagipula kalau ngobrol-ngobrol dengan mereka itu wajarlah Sayang namanya juga ngobrolin masalah kerjaan," sahut Kinan sembari mengelus pipi Zidan.


"Kamu tahu kan kalau aku itu orangnya cemburuan,jadi jangan pernah membuat aku cemburu karena namanya juga laki-laki Sayang siapa sih yang ga tertarik dan jatuh cinta sama wanita secantik kamu."


"Jujur,justru saat ini aku takut Kakak tergoda sama salah satu Mahasiswi Kakak disana secara mana ada Dosen muda setampan calon suamiku ini," ucap Kinan.


Seketika senyuman Zidan mengembang dibibirnya,ada perasaan yang sangat luar biasa bahagianya disaat Kinan menunjukan kecemburuannya dan menyebutnya sebagai calon suami.


"Tidak akan pernah Sayang,para Mahasiswi disana itu cocoknya jadi adik aku mereka masih kecil entar disangkanya aku Om-om yang suka sama anak ABG," sahut Zidan.


"Tidak ada yang tidak mungkin kan cinta itu buta tidak memandang usia," seru Kinan.


"Sudah ah jangan ngomongin itu,bahas yang lain aja takutnya masalahnya panjang karena aku ga kuat kalau harus melihat kamu marah sama aku."


Kinan pun akhirnya tersenyum dan menyandarkan kepalanya ke pundak Zidan yang sebelah kiri.


Kinan mencoba menggenggam tangan kiri Zidan tapi tidak ada resfon sama sekali,tatapan Kinan begitu sendu melihat tangan Zidan.


Zidan menyadari itu,kemudian Zidan dengan cepat memarkirkan mobilnya didepan Kantor Kinan.


"Kenapa Sayang?" tanya Zidan dengan mengelus rambut Kinan.


"Maafin aku karena tidak ada disamping Kakak saat Kakak berada dimasa tersulit," sahut Kinan.


"Tidak apa-apa,justru aku sengaja menyembunyikannya karena aku ga mau melihat kamu sedih,sudah jangan terlalu menyalahkan diri kamu sendiri," Zidan membawa Kinan kedalam pelukannya dan menciumi pucuk kepala Kinan.


"Ya sudah,aku masuk dulu Kakak hati-hati dijalan."


"Siap cantik."


Kinan pun masuk kedalam Kantornya,sementara Zidan melajukan mobilnya ke Rumah Sakit karena masih ada yang harus Zidan urus.


🌷


🌷


🌷


🌷


🌷


Selamat pagi semuanya,ayo dong mana dukungannya buat Author πŸ˜‡πŸ˜‡


Biasakan setelah membaca tinggalkan jejak like,komen,dan vote sebanyak-banyaknya biar Authornya semakin semangat lagiπŸ™πŸ™πŸ˜˜πŸ˜˜


Jangan lupa


like


vote n


komen


TERIMA KASIH

__ADS_1


LOVE YOUπŸ’˜πŸ’˜πŸ’˜


__ADS_2