
π·
π·
π·
π·
π·
Kinan melajukan mobilnya dengan senyum yang terus terukir dibibirnya yang tipis.
"Asyik juga tuh Dokter," gumam Kinan.
Tidak lama kemudian,Kinan sampai di rumahnya.
Mamih Echa sudah mondar-mandir di depan pintu menunggu Puterinya pulang,setelah terdengar suara mobil masuk ke pekarangan rumahnya,Mamih Echa cepat-cepat keluar.
"Ya ampun Sayang,kamu kemana saja jam segini baru pulang tadi Devano bilang jam 7 kalian sudah pulang," cerocos Mamih Echa.
"Astaga Mamih ngagetin aja,Kinan tadi mampir dulu ke Mini Market terus ngobrol sebentar sama Dr.Zidan...Oopss," Kinan menutup mulutnya keceplosan.
"Apa kamu bilang,kamu ketemu sama Dr.Zidan?gimana kabar Dokter tampan itu sekarang,kok ga pernah mampir lagi kesini?" Mamih Echa terus memberondong Kinan dengan pertanyaan-pertanyaan.
"Apaan sih Mih,udah ah Kinan mau istirahat dulu cape," Kinan meninggalkan Mamihnya yang masih penasaran.
"Kinan,tunggu dulu kalian ngobrolin apa?" teriak Mamih Echa,tapi Kinan tidak memperdulikannya.
"Ih Mamih Kepo deh," cibir Kenzo.
"Mamih penasaran Ken,Mamih pengen Kinan dekat sama Dr.Zidan itu," ucap Mamih dengan antusias.
"Mamih jangan kaya gitu,biarin Kinan memilih sendiri siapa pendamping hidupnya toh nantinya yang akan menjalankan semuanya kan Kinan,kita sebagai Orang tua hanya bisa mendo'akan yang terbaik buat anak-anak kita," seru Papih Adam.
"Ih Papihnya ga seru ah," Mamih Echa terlihat cemberut.
"Hayo lho Pih,Mamih marah tuh jangan di masukin ke kamar Mih jangan biarin Papih tidur di kamar," ledek Kenzo.
"Benar juga kamu Ken,,Papih malam ini tidur di sofa saja awas kalau berani masuk kamar," ancam Mamih Echa dengan melototkan matanya.
"Jangan gitu dong Mih,kan dingin kalau tidur di sofa lagipula Papih ga bisa tidur kalau tidak memeluk Mamih," rengek Papih Adam.
"Bodo amat," Mamih Echa berlalu meninggalkan Papih Adam yang sedang memelas belas kasihan.
"Hahaha...udah tua juga masih saja Bucin kaya anak muda saja," cibir Kenzo.
"Ini semua gara-gara kamu Ken,awas ya!!" Papih Adam memukul kepala Kenzo dengan koran yang ada di atas meja.
"Aw,sakit Pih ampun" teriak Kenzo.
"Rasain dasar anak durhaka," Papih Adam terus memukul Kenzo tanpa ampun.
Kenzo dan Papih Adam saling kejar-kejaran di ruang keluarga,hingga akhirnya Papih Adam menyerah karena merasa cape dan itu di jadikan kesempatan oleh Kenzo untuk kabur ke kamarnya.
"Maaf Pih..." teriak Kenzo sembari kabur ke kamarnya.
Keesokan harinya...
Di kediaman Adam dan Echa semuanya sedang sarapan.
"Papih kenapa kok cemberut kaya gitu?" tanya Kinan dengan memasukan nasi goreng ke mulutnya.
"Biasalah Kak,tadi malam Papih tidur di sofa," Kenzo cekikikan menertawakan Papihnya.
"Kamu senang banget ya ngelihat Papih menderita," Papih Adam tampak sewot.
"Ada apa sih ini sebenarnya?" Kinan tampak bingung.
"Sudahlah Sayang,ga usah dipedulikan Papih kamu emang kekanak-kanakan," sahut Mamih Echa.
"Apa..kekanak-kanakan kata kamu," Papih Adam tanpak kesal.
"Kak,kayanya ini bakalan terjadi perang dunia ketiga nih,berangkat yu dari pada nanti kena imbasnya," bisik Kenzo kepada Kinan.
"Ya udah yu..."
Kinan dan Kenzo pun pergi tanpa pamit kepada kedua Orang tuanya,karena Mamih dan Papihnya sedang sibuk beradu argumen.
Kinan dan Kenzo pergi dengan menggunakan mobil masing-masing.
__ADS_1
Tidak lama kemudian Kinan sampai di Kantor,Devano langsung masuk ke ruangan Kinan setelah tahu Bos cantiknya itu sudah tiba di Kantor.
"Kinan,lusa kita harus berangkat ke Bali," seru Devano.
"Emangnya ada apa Dev?" tanya Kinan.
"Kita kan ada proyek kerja sama dalam pembangunan Hotel disana," jawab Devano.
"Berapa lama kita disana?" tanya Kinan.
"Kira-kira satu mingguanlah," jawab Devano.
"Ok..kamu aja yang urus Dev aku tinggal berangkat saja," sahut Kinan.
"Siap Bu Bos,laksanakan" ucap Devano.
Devano pun pergi meninggalkan ruangan Kinan.
Hari ini pekerjaan Kinan sangat banyak,sehingga Kinan harus lembur apalagi lusa dia harus pergi ke Bali dia harus secepatnya menyelesaikan pekerjaannya karena Kinan paling tidak suka meninggalkan banyak pekerjaan.
"Kinan,kamu mau pulang jam berapa?" tanya Devano.
"Kamu duluan saja Dev,tanggung tinggal dikit lagi," jawab Kinan.
"Mau aku temenin?" tanya Devano.
"Ga usah Dev,bukannya Tante Adel lagi sakit ya?kamu pulang aja,aku gapapa kok lagipula sebentar lagi juga selesai kok," sahut Kinan.
"Beneran nih gapapa kalau aku tinggal?" tanya Devano meyakinkan.
"Beneran Dev,gapapa."
"Ya udah,aku duluan ya kamu jangan terlalu malam pulangnya bahaya kalau cewek pulang malam sendirian mana cantik lagi," seru Devano.
"Ok.."
"Ya udah,bye.."
Sepeninggalnya Devano,Kinan tetap melanjutkan pekerjaannya.Akhirnya jam 9 malam Kinan baru selesai,Kinan meregangkan tangan dan otot-ototnya.
Kinan segera membereskan meja kerjanya,mengambil tas dan siap untuk pulang.
"Ya ampun Ponsel aku mati lagi,pasti Mamih dan Papih khawatir banget ini," gumam Kinan.
Kinan mulai khawatir dan takut,hingga akhirnya di jalan yang sepi motor itu langsung menghadang mobil Kinan,sehingga Kinan menghentikan mobilnya.
"Astagforullahaladzim,,aku takut mana Ponsel aku mati lagi,bagaimana ini?" gumam Kinan.
"Ayo turun," bentak laki-laki berbadan besar dengan menggedor-gedor kaca mobil Kinan.
Kinan semakin takut dan gemetaran..
"Ayo turun,atau aku hancurkan mobil ini," acam laki-laki yang satunya lagi.
Dengan perasaan yang sangat ketakutan,perlahan Kinan pun turun dari mobil.
Kedua penjahat itu tampak terkesima melihat Kinan,kedua penjahat itu memperhatikan Kinan dari atas hingga bawah dengan tatapan nafsunya.
"Wuidih,cantik banget kalau begini malam ini kita berutung," seru laki-laki bertubuh besar dengan seringainya yang menyeramkan menurut Kinan.
"Ma..mau ap..apa kalian?" tanya Kinan dengan nada yang sudah bergetar.
"Jangan takut cantik,malam ini kita bersenang-senang," laki-laki itu mencolek dagu Kinan.
"Jangan mendekat,atau saya akan teriak," bentak Kinan.
"Teriak saja,tidak akan ada yang menolong kamu karena jalan ini jarang di lewati pengendara lain," kedua laki-laki itu tertawa.
Kinan berlari dan kedua laki-laki itu dengan mudah bisa menangkap Kinan.
"Tolooong..toloooongg..." Kinan terus berteriak meminta tolong.
Namun salah satu dari lelaki itu menutup mulut Kinan dengan tangannya,dan menyetet Kinan ke semak-semak yang berada di samping jalan.
Kinan terus berontak dan menangis,tapi tenaga Kinan kalah dengan tenaga dua orang laki-laki.
"Tolong lepaskan saya,kalian boleh mengambil semua barang-barang saya tapi tolong lepaskan saya," rengek Kinan dengan deraian air mata.
"Tentu saja kita akan mengambil barang-barang kamu,tapi setelah kami menikmati tubuh kamu yang molek ini," laki-laki itu menyeringai.
__ADS_1
Sementara itu,Zidan yang kebetulan saat itu baru pulang dari Rumah Sakit karena mendadak ada Pasien yang harus di Operasi.
Zidan tampak lelah,di saat Zidan melewati jalan yang sepi itu,Zidan kaget melihat mobil Kinan berhenti di tempat sepi seperti ini.
"Lho,bukannya itu mobil Kinan ya kenapa berhenti di tempat sepi kaya gini?" gumam Zidan.
Zidan segera turun dari mobilnya,Zidan menghampiri mobil Kinan yang pintunya terbuka dan tidak ada Kinan di dalamnya.
"Pasti ada yang ga beres nih," gumam Zidan.
Zidan terlihat celingak-celinguk mencari Kinan,samar-samar Zidan mendengar rintihan minta tolong dari arah semak-semak.
Zidan langsung mencari arah suara itu,dan betapa terkejutnya Zidan melihat Kinan yang sedang di paksa oleh kedua laki-laki.
"Kurang ajar..brengsek kalian," Zidan menarik laki-laki itu dan langsung menghajarnya habis-habisan.
Karena Zidan pandai bela diri,kedua laki-laki itu tidak ada apa-apanya,kedua laki-laki itu kalah seketika dan langsung kabur mengendarai motornya.
Kinan tampak meringkuk di pinggir jalan dan menangis tersedu-sedu.
"Kinan.." Zidan menepuk pundak Kinan pelan.
Kinan langsung memeluk Zidan dan menangis sejadi-jadinya dipelukan Zidan.Tubuhnya bergetar hebat menandakan Kinan mengalami ketakutan yang luar biasa.
"Sudah..sudah jangan menangis,aku ada disini," Zidan mengelus-ngelus kepala Kinan.
Karena Kinan mengalami ketakutan yang luar biasa akhirnya Kinan pingsan tak sadarkan diri.
"Kinan..Kinan.." Zidan menepuk-nepuk pelan pipi Kinan.
Zidan segera mengangkat tubuh Kinan dan membawanya ke dalam mobilnya,tidak lupa Zidan mengunci mobil Kinan dan membawa barang-barang Kinan.
Karena rumah Zidan lebih dekat,Zidan memutuskan membawa Kinan ke rumahnya lagipula sudah malam juga.
Sesampainya di rumah Zidan,Mamah Zidan sangat kaget melihat Zidan pulang dengan menggendong seorang perempuan.
"Ya Alloh Zidan,ada apa ini?" tanya Mamah Zidan panik.
"Nanti Zidan jelaskan,tolong Mamah buka pintu kamar Zidan," seru Zidan.
Mamah Zidan menuruti perintah Zidan,kemudian Zidan membatingkan Kinan di ranjangnya.
"Ya Alloh,bukannya ini Kinan?" tanya Mamah Zidan.
"Iya Mah,tadi Zidan menemukan Kinan mau dip*****a sama laki-laki brengsek," seru Zidan.
"Astagfirullahaladzim.." Mamah Zidan menghampiri Kinan yang belum sadar.
Mamah Zidan mengelus pipi mulus Kinan..
"Karena rumah kita lebih dekat,jadi Zidan putuskan membawa Kinan ke rumah kita saja lagipula ini sudah malam,Zidan ingin menghubungi Orang tuanya Kinan tapi Zidan tidak tahu nomornya soalnya Ponsel Kinan mati," seru Zidan.
"Biar Mamah yang kasih kabar kepada Orang tuanya,Mamah punya kok nomor Jeng Echa kalau gitu Mamah nelpon dulu Mamahnya Kinan," sahut Mamah Zidan.
Mamah Zidan pergi meninggalkan kamar Zidan,Zidan perlahan menghampiri Kinan.Dielusnya pipi mulus Kinan,dan Zidan juga menyingkirkan rambut yang menghalangi wajah cantik Kinan.
"Sekarang aku yakin dengan perasaan aku,kalau aku mencintai kamu," gumam Zidan.
π·
π·
π·
π·
π·
Selamat malam semuanya,,Siapa nih yang masih menunggu kelanjutan kisah cinta Kinan dan Babang Zidanπ€π€
Jangan bosan-bosan ya,dan terus dukung dengan kasih Vote sebanyak-banyaknyaππ
Jangan lupa
like
vote n
komen
__ADS_1
TERIMA KASIH
LOVE YOUπππ