
๐ท
๐ท
๐ท
๐ท
๐ท
Dev berangkat ke Rumah Sakit bersama Mamah Adel,sesampainya di Rumah Sakit Dev diperiksa terlebih dahulu sebelum menjalani terapi.
Misell dan Billy setiap hari bekerja bersama lama-kelamaan membuat mereka berdua menjadi dekat,perlahan perasaan cinta Misell terhadap Zidan sedikit demi sedikit mulai memudar.
Misell tahu karena sampai kapan pun cinta dia tidak akan terbalaskan,cinta Zidan kepada Kinan sangat besar dan tidak mungkin bisa dipisahkan.
Misell lebih memilih mengubur dalam-dalam rasa cintanya itu,saat ini Misell merasa nyaman berada dekat dengan Dr.Billy seorang duda beranak satu.
Mungkin karena setiap hari bertemu dan sering bekerja bersama-sama membuat benih-benih cinta dikeduanya mulai muncul.
"Sell,nanti malam ada acara ga?" tanya Billy.
"Ga ada sih Dok,kenapa emangnya?" tanya Misell.
"Aku ingin ajak kamu jalan."
"Kemana?"
"Kemana aja yang penting keluar," seru Billy.
"Ok."
"Ya sudah,nanti malam aku jemput kamu ya."
Misell menganggukan kepalanya dan mereka pun kembali melanjutkan pekerjaan masing-masing.
***
Dikediaman Agatha,EL merentangkan tangannya dia baru saja bangun dari tidurnya.
"Sudah bangun!"
Suara bariton itu membuat mata EL langsung melotot,EL langsung bangun dan mendudukan dirinya.
Terlihat Vicky sudah berada disofa kamar EL duduk dengan santainya dengan menyilangkan kaki kanannya diatas kaki kirinya dengan tatapan tajam kearah EL.
EL sangat terkejut dengan cepat dia menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.
"Se--sedang a--apa ka--kamu disini?" tanya EL gelagapan.
"Kenapa?aku ini suami kamu wajar dong kalau aku ada disini," sahut Vicky dengan senyumannya.
Perlahan Vicky beranjak dari duduknya dan mulai menghampiri EL,EL merasa takut dia mulai menggeser tubuhnya untuk menjauh dari Vicky.
"Kenapa?kamu takut sama suami sendiri?" tanya Vicky dengan senyumannya.
"Jangan mendekat atau aku akan teriak," ancam EL.
"Hahaha..." Vicky tertawa terbahak-bahak.
"Memangnya dengan kamu berteriak,bakalan ada orang yang akan menolong kamu?justru mereka akan senang dan mengira kalau kamu sedang melakukan sesuatu denganku," sahut Vicky.
EL cepat-cepat beranjak dari kasurnya dan EL berniat berlari keluar dari kamarnya tapi dengan sigap Vicky menangkap tubuh EL dan menguncinya.
"Lepaskan aku Vicky," bentak EL.
"Kamu itu sekarang sudah menjadi istri aku,jadi aku bebas mau ngelakuin apapun terhadapmu," sahut Vicky.
"Vicky aku mohon lepaskan aku,aku punya kekasih aku tidak mencintai kamu jadi aku mohon lepaskan dan ceraikan aku," ucap EL dengan deraian air mata.
"Apa kamu bilang?melepaskan dan menceraikan kamu?tidak semudah itu EL,bahkan aku belum sempat menikmati tubuhmu ini," ucap Vicky dengan tatapannya yang sangat menjijikan.
EL menggeleng-gelengkan kepalanya,air matanya tidak henti-hentinya mengalir tubuhnya terasa kaku mendengar ucapan Vicky.
"Kemasi barang-barang kamu sekarang juga karena kita akan pindah ke Apartemenku," ucap Vicky.
Dengan perasaan kesal,Vicky mendorong tubuh EL keatas ranjang dan Vicky meninggalkannya.EL akhirnya hanya bisa menangis meratapi nasibnya yang begitu malang.
"Kak Dev tolongin aku,aku ga mau tinggal bersama manusia jahat itu aku takut," gumam EL dengan tangisannya.
Sementara itu,Dev yang sedang menjalani terapi pertamanya kembali merasakan dadanya sesak dan hatinya sakit.
"Ya Alloh,kenapa lagi ini?kenapa selalu sakit seperti ini?" batin Dev.
Mamah Adel yang melihat Dev tiba-tiba menghentikan kegiatannya dan melamun merasa bingung.
"Kamu kenapa Sayang?" tanya Mamah Adel.
"Tidak apa-apa Mah,ayo Dok kita lanjutkan lagi," sahut Dev.
Dev kembali melanjutkan terapinya walaupun perasaannya merasa tidak enak tapi Dev berusaha membuang jauh-jauh perasaan itu.
Kembali kekediaman EL,Vicky saat ini sedang berbincang-bincang denga Papahnya EL sementara EL dengan terpaksa membereskan pakaiannya,EL hanya membawa sedikit pakaiannya karena EL pikir EL bisa pulang kalau nanti membutuhkan sesuatu.
EL turun dari kamarnya dengan membawa koper kecilnya,EL hanya bisa menundukan kepalanya dan pasrah dia tidak mau melihat wajah Vicky dan Papahnya karena kedua laki-laki itu sangat EL benci.
"Sudah siap Sayang,ayo kita pergi," seru Vicky.
EL masih terus menundukan kepalanya,EL hanya melirik sebentar kepada Mamahnya yang nampak meneteskan air matanya.
"Mah,Pah,kita pergi dulu," ucap Vicky.
__ADS_1
"Iya,kalian hati-hati ya!" sahut Papahnya EL.
Sementara Mamahnya EL memilih pergi kekamarnya,dia tidak sanggup melihat anak kesayangannya pergi dengan raut wajah yang sangat menyedihkan.
Didalam perjalanan tidak ada pembicaraan yang berarti,EL dan Vicky sama-sama terdiam apalagi EL jangankan bicara melihat wajahnya pun EL tidak sudi.
"Kita mampir dulu ke Restoran depan,aku lapar," seru Vicky.
EL tidak menjawab dia hanya fokus melihat jalanan,Vicky mulai memarkirkan mobilnya.
"Ayo cepetan turun," perintah Vicky.
EL pun perlahan turun dari mobil Vicky,disaat EL melihat kesekelilingnya ternyata itu Restoran milik Satria,ada perasaan senang karena EL ingin menanyakan keadaannya Dev.
EL dan Vicky pun memasuki Restoran itu,Vicky langsung memesan makanan kesukaannya sementara EL hanya memesan lemon tea hangat saja.
"Tunggu sebentar,aku mau ke toilet dulu jangan macam-macam atau berani kabur dari sini," ancam Vicky.
EL menganggukan kepalanya dan Vicky pun pergi meninggalkan EL untuk ke toilet.Sepeninggalnya Vicky,EL tampak celingukan mencari keberadaan Satria.
Ternyata Satria baru keluar dari dapur..
"Satria.." teriak EL dengan melambaikan tangannya.
Satriapun menghampiri EL..
"Hai EL,ngapain kamu disini?selamat ya kamu sudah menikah," seru Satria.
"Sat,bagaimana keadaan Kak Dev?" tanya EL.
"Dia baik-baik saja EL,bahkan hari ini dia sudah mulai menjalani terapi," sahut Satria.
"Syukurlah Sat,aku selalu mendo'akan yang terbaik buat Kak Dev."
Tiba-tiba Vicky sudah kembali dari toilet..
"Siapa kamu?ngapain ngobrol sama istriku?" tanya Vicky kasar.
"Kalau gitu aku kedapur dulu EL," Satria pergi tanpa menjawab pertanyaan Vicky.
"Siapa laki-laki itu?apa dia kekasih kamu?" tanya Vicky.
"Bukan,dia teman aku."
Setelah selesai makan,Vicky pun mengajak EL pulang ke Apartemennya selama dalam perjalanan EL terlihat gelisah,EL sangat takut karena dia tidak mau sampai Vicky minta haknya.
EL sama sekali tidak mencintai Vicky,dia ingin menyerahkan kesuciannya hanya untuk laki-laki yang dia cintai dan orang itu adalah Dev.
"Ya Alloh bagaimana ini,bukannya aku tidak mau melayani suami aku tapi aku benar-benar tidak mencintainya," batin EL.
Tidak lama kemudian,mereka pun sampai di Apartemen mewah milik Vicky.EL mengekori Vicky menuju Apartemennya,hatinya benar-benar gelisah,takut,pokoknya rasanya tidak menentu.
Akhirnya sampai juga didepan pintu Apartemen,Vicky menekan tombol password pintunya detak jantung EL semakin berdetak kencang sampai-sampai kakinya pun tidak mampu untuk melangkah lagi.
EL sangat kaget dan perlahan melangkah masuk,EL memperhatikan setiap sudut ruangan Apartemen mewah itu sungguh sangat luar biasa menurut EL itu bukan sebuah Apartemen melainkan lebih mirip rumah mewah.
Vicky menunjukan kamarnya yang ada diatas..
"Ini kamar kita,dan kamar yang dipojok itu jangan sekali-kali kamu masuk kedalam sana awas kalau kamu berani masuk dan melihat kamar itu,aku akan menghukummu," seru Vicky dengan tegasnya.
EL hanya bisa menganggukkan kepalanya dengan kaku..
"Ya sudah,kalau kamu mau istirahat silahkan sekarang aku masih ada kerjaan," seru Vicky.
Vicky pun pergi meninggalkan EL,ada sedikit kelegaan dihatinya ternyata ketakutannya tidak terbukti tapi tetap saja itu hanya sementara karena lambat laun Vicky juga akan menuntut haknya.
Sementara itu di Rumah Sakit,Dev sedang melakukan terapi dan ditemani oleh Lana karena Dokter yang biasa sedang melayani pasien lain dulu.
Kebetulan saat ini Satria ke Rumah Sakit karena Mamah Adel meminta Satria untuk menemani Dev dulu soalnya Mamah Adel ada urusan bersama Papah David.
Satria masuk keruangan terapi tanpa mengetuk pintu dulu.
"Hai Dev.." teriak Satria.
Dev dan Lana pun menoleh bersamaan,Satria tampak sedikit terkejut ternyata ada Lana disana.
"Ya ampun Sat,jangan teriak-teriak ini Rumah Sakit bukan hutan," sahut Dev.
"Sorry Dev,aku lupa," Satria menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Selalu saja membuat rusuh," gumam Lana tapi terdengar oleh Satria dan Dev.
"Apa kamu bilang?" tanya Satria.
"Tidak,aku tidak bilang apa-apa kamu salah dengar kali," sahut Lana yang masih sibuk kertas-kertas ditangannya.
"Hai,aku belum budeg ya barusan kamu bilang kalau aku pembuat rusuh," sergah Satria.
"Syukurlah kalau masih dengar berarti telinga kamu normal tidak ada masalah," sahut Lana dengan cueknya.
"Kamu----"
"Kalian saling kenal?" tanya Dev.
"Tidak..." jawab Lana dan Satria bersamaan.
Dev tetsenyum dan menggelengkan kepalanya,dia tahu kalau mereka saling mengenal.
Satria akhirnya duduk disofa menunggu Dev terapi sembari sekali-kali curi pandang kearah Lana.
"Dev,tadi aku ketemu sama EL," seru Satria.
__ADS_1
Dev pun menghentikan terapinya...
"Dimana?" tanya Dev.
"Tadi dia mampir ke Restoranku bersama--- suaminya," ucapan Satria sedikit ada jedanya.
"Syukurlah,berarti dia sudah bahagia," ucap Dev dengan mengangkat ujung bibirnya.
"Justru itu aku malah melihat sebaliknya."
"Maksud kamu Sat?"
"Aku dilihat dimatanya terdapat banyak kesedihan dan aku lihat dia merasa tidak bahagia Dev," seru Satria.
"Jangan sotoy deh kamu Sat,mana mungkin dia tidak bahagia kamu juga kan tahu kalau semenjak aku kecelakaan dia ga pernah nengok ataupun menghubungiku itu berarti dia sangat bahagia menerima perjodohan itu," ucap Dev.
Satria hanya mengangkat bahuna,sementara Lana hanya mendengarkan pembicaraan antara kedua pria tampan itu tanpa berniat ikut bicara.
Disaat Lana menoleh kearah Satria ternyata Satria pun sedang menatapnya dan sejenak mereka saling pandang dan Dev menyadari itu,Dev hanya tersenyum...
Lana segera mengalihkan pandangannya dan membantu Dev kembali untuk menjalani terapi sementara Satria tampak tersenyum dan kembali mengotak-ngatik Ponselnya.
***
Di Perusahaan Kinan,terlihat Kinan sangat sibuk dengan pekerjaannya mulai saat ini dia harus terbiasa bekerja tanpa Dev karena lama-kelamaan juga Dev pasti akan pergi dan mengurus Perusahaannya sendiri.
"Huft..capek sekali,pagi-pagi sudah banyak banget pekerjaan,ternyata ga ada Dev ga enak juga ya ga ada yang bantuin,"gumam Kinan.
Kinan pun kembali mengerjakan pekerjaannya,ternyata peranan Dev sangat penting buat Kinan.
Di Apartemen Vicky,EL tidak melakukan apa-apa dia hanya melihat foto-fotonya bersama Dev yang ada di galeri Ponselnya.
Melihat foto Dev,membuat EL merasa sakit dan sesak sehingga tanpa sadar air mata EL kembali menentes.
"Maafkan aku Kak Dev,aku akan selalu mencintaimu walaupun mungkin sekarang kamu sangat membenciku," gumam EL.
Malam pun tiba,sudah pukul 21.00 tapi Vicky belum pulang juga,EL harus cepat-cepat tidur supaya Vicky tidak mengganggunya dan akhirnya EL pun tertidur.
Tepat pukul 23.00 malam Vicky pulang ke Apartemennya dengan membawa seorang j****g dan Vicky langsung membawanya ke kamar pojok.
Ternyata kamar yang berada dipojok itu tempat Vicky melampiaskan nafsunya bersama j*****-j*****nya,Vicky melarang EL masuk kesana karena Vicky tidak mau EL sampai tahu kelakuannya.
Malam ini dia membawa seorang wanita ke Apartemen karena dia tahu kalau EL tidak mungkin mau diajak berhubungan karena EL mempunyai kekasih.
Meskipun Vicky orang brengsek tapi pantang buat dia untuk memaksa seorang wanita karena kebanyakan wanita itu yang menggodanya jadi jangan salahkan Vicky kalau dia menjadi laki-laki brengsek.
EL terbangun ditengah malam,karena merasa tenggorokannya kering dia melihat kesampingnya ternyata Vicky belum pulang.
"Apa dia tidak pulang ya," gumam EL.
EL mengangkat bahunya justru dia senang kalau Vicky tidak pulang,EL pun melangkahkan kakinya keluar untuk mengambil air didapur.
Tapi pada saat EL keluar kamarnya,EL mendengar suara desahan seseorang walaupun terdengar samar-samar tapi EL masih bisa mendengarnya.
EL berusaha menajamkan indera pendengarannya,dan EL merasa kalau suara itu berasal dari kamar yang berada dipojok itu.
Perlahan EL melangkahkan kakinya mendekati kamar itu kemudian ditempelkannya daun telinga EL pintu itu.
Benar saja suara itu berasal dari dalam,EL merasa takut tapi dia juga penasaran dengan tangan gemetar EL mencoba membuka pintu itu,perlahan EL membukanya dan betapa terkejutnya EL saat melihat Vicky yang sedang bergumul dengan wanita lain dikamar itu.
EL sampai terbelalak matanya melotot dan dia menutup mulutnya dengan tangannya,jantungnya begitu berdetak dengan kencang EL cepat-cepat menutup pintunya karena takut ketahuan oleh Vicky.
EL segera kembali kekamarnya,rasa hausnya pun tiba-tiba menghilang diganti dengan rasa takut dan jijik melihat kelakuan Vicky,dengan tubuh yang gemetar EL duduk diranjang.
EL sangat ketakutan,dia tidak menyangka kalau kelakuan Vicky benar-benar sangat menjijikan ternyata firasat EL benar kalau Vicky itu bukan laki-laki baik.
"Kak Dev,tolongin aku bawa aku pergi jauh dari sini," gumam EL dengan deraian air mata.
Karena lelah menangis akhirnya EL pun kembali tertidur,sementara Vicky yang baru selesai melampiaskan nafsunya menyuruh wanita itu cepat-cepat pergi.
Perlahan Vicky membuka pintu kamarnya,dan terlihat EL sedang tertidur lelap.
"Untuk dia tidur nyenyak tidak tahu apa yang aku lakukan,dasar wanita bodoh," gumam Vicky.
Vicky pun akhirnya ikut membaringkan tubuhnya disamping EL.
๐ท
๐ท
๐ท
๐ท
๐ท
Hai apakabar,masih setiakah menunggu kelanjutannya๐ค๐ค
Jangan lupa dukungannya selalu tinggalkan jejak like,komen,dan vote sebanyak-banyaknya๐๐๐๐
Dan jangan lupa mampir juga di novel terbaru Author yang berjudul "ABC (AMARAH,BENCI,CINTA)" karena dijamin membuat anda dagdigdug dibuatnya๐๐๐คญ๐คญ
Jangan lupa
like
vote n
komen
TERIMA KASIH
__ADS_1
LOVE YOU๐๐๐