
π·
π·
π·
π·
π·
Semuanya menikmati makan sementara Zidan hanya bisa menelan salivanya,lidahnya ingin sekali makan bersama yang lainnya tapi perutnya tidak bisa menerimanya.
Zidan juga dititipi Baby Lovely karena orang tuanya sedang asyik makan bersama.
"Lihat Baby Lovely,mereka semua jahat sama Uncle bahkan istri Uncle sendiri lupa sama suaminya," seru Zidan.
Baby Lovely yang mendengarkan ocehan Zidan malah tertawa,dia mengira kalau Zidan sedang mengajaknya main.
Baby Lovely memukul-mukul wajah Zidan dan mengoceh ala bayinya sembari memainkan ludahnya.
"Lucu banget sih kamu,sebentar lagi Uncle juga bakalan punya yang seperti kamu," ucap Zidan dengan menciumi seluruh wajah Baby Lovely.
Baby Lovely terus saja tertawa karena merasa geli dengan ciuman Zidan.Sementara dari kejauhan Kinan melihat Zidan dan Baby Lovely mengembangkan senyumannya.
Akhirnya acara makan-makanpun selesai,Mawar ingin mengambil Baby Lovely dan ternyata Baby Lovely sedang tertidur dengan pulasnya dipangkuan Zidan.
"Ya ampun,maaf ya Dokter sudah menyusahkan Dokter," ucap Mawar.
"Tidak apa-apa,santai saja."
Mawar pun mengambil Baby Lovely dari pangkuan Zidan.
"Kakak sudah pantas jadi seorang Daddy," ucap Kinan.
"Iya dong."
"Pulang yuk Daddy," goda Kinan.
"Siap Mommy," jawab Zidan.
Kinan dan Zidan pun pulang menuju rumahnya.
Kenzo mengantar Kimi pulang,selama dalam perjalanan Kenzo terlihat diam.
"Kenapa Kak,kok diam aja?" tanya Kimi.
"Aku ingat sama Mamih,aku tidak tahu sampau kapan Mamih akan sadar," sahut Kenzo.
"Kamu yang sabar Kak,Tante Echa pasti akan segera sadar kita banyak-banyak berdo'a saja untuk keselamatan Tante Echa," seru Kimi.
"Terima kasih Sayang,saat ini untung ada kamu disamping aku sebagai penyemangat aku," sahut Kenzo dengan mencium tangan Kimi.
"Sama-sama Kak,itulah arti pasangan buat kita sebagai penyemangat disaat susah dan sebagai pelengkap disaat kita senang," seru Kimi.
Tidak lama kemudian,Kenzo pun sampai dikontrakan Kimi.
"Kamu tidur ya jangan bergadang,malam ini aku mau tidur di Rumah Sakit nemenin Papih kasihan sendirian," seru Kenzo.
"Ya sudah,Kakak hati-hati ya dijalan kalau sudah sampai hubungi aku."
"Iya,aku pergi dulu ya," Kenzo mencium kening Kimi sebelum pergi.
Kenzo pun mulai melajukan mobilnya dan pergi meninggalkan kontrakan Kimi.
Sementara itu dikediaman Kinan,Kinan baru saja selesai mandi tapi Zidan malah malas-malasana ditempat tidur guling sana guling sini kaya anak kecil.
"Kak,mandi sana."
"Ga mau ah malas," jawab Zidan.
"Ih kok gitu sih jorok."
"Biarin,sini Sayang."
Kinan menghampiri Zidan dan duduk disampingnya.Zidan memeluk istrinya dan menciumi Kinan.
"Apaan sih geli tahu," seru Kinan.
"Aku sangat menyukai harum tubuhmu Sayang,tubuhmu bagaikan candu buatku," Zidan terus menciumi Kinan sampai kelehernya.
Tanpa sadar Kinan mendesah dengan perlakuan Zidan,hingga akhirnya hasrat Zidan mulai terpancing dan terjadilah perang Badar yang sangat dahsyat.
"Pelan-pelan Sayang,ingat aku sedang hamil," lirih Kinan.
"Iya aku juga tahu," jawab Zidan yang terus menyelusuri setiap inci tubuh istri cantiknya itu.
Setelah selesai melakukan kegiatannya,Zidanpun menyelimuti tubuh polos sang istri dan kemudian diapun ikut membaringkan tubuhnya.
***
Keesokan harinya...
Kinan sudah kembali kepada aktivitasnya,hari ini Kinan sudah bersiap-siap untuk pergi ke Kantornya.
Begitu pun dengan Zidan,dia juga sudah sedikit segar dengan vitamin yang Kinan berikan tadi malam.
"Sayang,hari ini Oma ikut ke Rumah Sakit ya,Oma ingin melihat keadaan Mamih kamu."
__ADS_1
"Iya Oma,sekarang Oma siap-siap dulu Kinan sama Kak Zidan tunggu diluar ya," seru Kinan.
Mereka bertiga pun berangkat bersama,Zidan mengantarkan dulu istrinya ke Kantor sehabis itu baru menuju ke Rumah Sakit.
Sesampainya di Kantor,seperti biasa Kinan mencium tangan dan seluruh wajah Zidan begitupun sebaliknya,mereka tidak sadar kalau dibelakang ada sepasang mata yang sedang memperhatikan kelakuan mereka.
"Astaga.."
"Kenapa Sayang?" tanya Zidan.
"Lupa dibelakang ada Oma," bisik Kinan.
Zidan tampak menepuk keningnya sendiri dan menoleh kearah Oma Nadia dengan cengirannya.
"Maaf Oma,suka kelepasan," sahut Zidan.
"Tidak apa-apa,malahan Oma senang kalau cucu dan cucu mantu Oma pada mesra seperti itu,Oma jadi ingat dengan Mamih dan Papih kamu dulu mereka sampai sekarang pun masih tetap mesra," seru Oma Nadia.
"Ya sudah Oma,kalau begitu Kinan masuk Kantor dulu ya!" Kinan pun menghampiri Omanya dan mencium Omanya.
Zidan pun mulai melajukan mobilnya menuju Rumah Sakit.
Disisi lain disebuah rumah mewah,tampak wanita cantik sedang melamun didepan jendela kamarnya.
"Kok aku jadi mikirin cowok nyebelin itu terus sih?" gumam Lana.
"Sadar Lana sadar,dia sudah menikah malahan istrinya sedang hamil.Kok aku bisa sih suka sama cowok yang sudah menikah dan irit ngomong kaya dia," Lana tampak memukul-mukul kepalanya sendiri.
Lana mengira kalau kue yang kemarin Satria pesan itu untuk istrinya padahal kenyataannya kue itu untuk Kinan.
Dengan malasnya,Lana mengambil tasnya dia segera menuju mobilnya untuk kembali Kuliah.
Selama dalam perjalanan,entah mengapa pikiran Lana selalu tentang Satria.Ternyata Lana sudah mulai menyukai Satria pria tampan yang pendiam dan irit bicara itu.
Hingga Lana kaget dan hampir saja menabrak orang yang sedang menyebrang,kalau saja Lana tidak cepat menginjak rem mungkin orang yang menyebrang itu sudah Lana tabrak.
"Astagfirullah haladzim," sentak Lana.
Ternyata orang yang hampir Lana tabrak adalah Satria,Satria baru saja membeli makanan untuk sarapannya.Satria akan menyebrang menuju tempat Gym milik Reno yang tidak lain adalah Papahnya.
Kantong yang berisi makanan itu jatuh berserakan di jalan,karena Satria merasa kaget makanan itu terlempar.
Dengan wajah yang emosi,Satria memukul kap mobil depan milik Lana.
"Keluar.." bentak Satria.
Dengan perasaan takut karena melihat Satria emosi,perlahan Lana keluar dari dalam mobilnya Lana belum pernah melihat Satria semarah ini.
"Apa kamu tidak punya mata,kalau tidak becus bawa mobil jangan sok-sokan,pertama nabrak mobil aku hingga penyok dan sekarang hampir nabrak aku,sebenarnya kamu itu bisa nyetir ga sih?" bentak Satria.
Lana sangat kaget dengan bentakan Satria,baru kali ini Lana melihat Satria emosi.Tanpa sadar air mata Lana menetes,kali ini Lana tidak bisa membalas ucapan Satria karena memang ini semua salahnya.
"Maaf.." ucap Lana lirih.
Satria perlahan melangkah hendak meninggalkan Lana.
"Tapi setidaknya aku masih punya niat baik untuk meminta maaf," seru Lana yang langsung menghentikan langkah Satria.
"Semoga saja aku tidak akan pernah bertemu dengan kamu lagi,karena setiap bertemu denganmu aku selalu sial," sahut Satria dan langsung meninggalkan Lana.
Air mata Lana kembali menetes,sungguh sakit mendengar kata-kata yang Satria lontarkan barusan.
Lana kemudian segera memasuki mobilnya dan melajukannya dengan kecepatan tinggi,sehingga membuat Satria kembali menoleh kebelakang,dan Satria tampak menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Dasar cewek gila," gumam Satria.
Sedangkan Lana didalam mobilnya terus saja menangis sesekali Lana memukul setirnya.
"Dasar cowok nyebelin,aku tarik kata-kataku soal aku menyukaimu,sekarang aku benci sama kamu aku benci," teriak Lana.
Ditempat lain,EL tampak sibuk mengotak-ngatik Ponselnya entah apa yang sedang dia cari.
"Woi,lagi ngapain?" Kimi datang dengan mengagetkan EL.
"Busyet deh,ngagetin aja sih kamu."
"Lagian dari tadi aku ketuk-ketuk pintu ga nyahut-nyahut ternyata lagi asyik ngotak-ngatik Ponsel mana senyum-senyum sendiri lagi,kamu sehat kan EL?" tanya Kimi dengan memegang kening EL.
"Sialan kamu,emangnya kamu pikir aku kenapa?" sahut EL.
"Habisnya senyum-senyum sendiri sembari ngelihatin layar Ponsel kaya orang gila," ledek Kimi.
"Woi,aku ini lagi lihat-lihat cincin yang bagus buat tunangan dan setelah aku lihat-lihat ternyata bagus-bagus,aku lagi ngebayangin kalau aku pakai cincin ini sepasang dengan Kak Dev," ucap EL dengan senyum-senyum sendiri.
"Idih,tuh kan pasti kamu udah stres,lagipula emangnya Kak Devnya mau apa tunangan sama kamu," goda Kimi.
"Sembarangan kalau ngomong,ya pasti maulah," EL menonyor kepala Kimi.
"Yakin Kak Dev mau tunangan sama kamu?" tanya Kimi.
"Ah Kimi,jangan buat aku jadi takut nih kan aku jadi was-was," seru EL.
Kimi tersenyum dan langsung memeluk EL..
"Iya-iya maaf deh,aku cuma bercanda kok jangan tegang gitu dong wajahnya,Kak Dev pasti maulah tunangan sama kamu."
"Tapi Kim,Kak Dev sampai saat ini ga pernah ngomong-ngomong masalah tunangan aku jadi ragu-ragu sebenarnya dia itu serius ga sih ngejalin hubungan sama aku?" tanya EL dengan wajah yang ditekuk.
"Jangan ngomong seperti itu ah ga baik,mungkin saat ini Kak Dev sedang mempersiapkan semuanya kamu jangan mikir yang macam-macam," sahut Kimi menghibur EL.
"Iya mudah-mudahan saja seperti itu."
__ADS_1
Kimi dan EL terlihat tersenyum bersama...
Di ruangan rawat inap Mamih Echa,Papih Adam dengan setia selalu menunggu Mamih Echa tanpa ingin meninggalkan Mamih Echa untuk sedetik pun.
Cinta Papih Adam untuk Mamih Echa sangat besar,saat ini Papih Adam tampak memperhatikan wajah Mamih Echa yang masih terlihat sangat cantik walaupun kerutan diwajahnya sudah terlihat.
"Sayang bangunlah,mau sampai kapan kamu menguji cintaku Sayang?cintaku tidak usah diuji lagi karena memang cintaku sudah sehidup semati denganmu,kemarin kamu dengar kan kalau Kinan saat ini sedang mengandung dan sebentar lagi kita akan menjadi seorang Kakek dan Nenek," seru Papih Adam dengan meneteskan air matanya.
Saking seriusnya,Papih Adam sampai tidak menyadari kalau dibelakangnya sekarang sudah ada Oma Nadia dan Zidan.
Oma Nadia menghampiri Papih Adam yang sedang menangis,diusapnya pundak anaknya itu dengan penuh kasih sayang.
"Mommy.." ucap Papih Adam dengan lirihnya.
"Jangan bersedih,Echa pasti bakalan bangun dan sadar kembali Mommy yakin itu," sahut Oma Nadia.
"Adam ga sanggup Mom,kalau harus melihat keadaan Echa seperti ini,Adam sangat mencintai Echa,Adam tidak sanggup kalau harus kehilangan Echa," seru Papih Adam dengan pundaknya yang bergetar hebat.
Oma Nadia memeluk anak satu-satunya itu..
"Kamu jangan ngomong seperti itu,Echa pasti bakalan sembuh dia tidak akan meninggalkan kita," sahut Oma Nadia.
Sedangkan Zidan yang menyaksikan kesedihan Papih Adam,merasa sangat kagum dan takjub akan rasa cintanya terhadap Mamih Echa.
Papih Adam adalah sebuah bukti kalau cintanya terhadap Mamih Echa begitu sangat besar dan patut untuk ditiru.
Begitu pun dengan Zidan yang sangat mencintai Kinan,Zidan juga sempat berpikir kalau posisi Papih Adam berada diposisinya,mungkin dia juga akan melakukan hal yang sama.
"Maaf Nak,harus menyaksikan Papih yang cengeng seperti ini," seru Papih Adam dengan menghapus air matanya.
"Tidak apa-apa Pih,Zidan juga sangat mengerti dengan perasaan Papih," sahut Zidan.
"Oh iya,apa Kinan pergi ke Kantor sekarang?" tanya Papih Adam.
"Iya Pih,anak Papih yang satu itu begitu keras kepala padahal Zidan sudah melarangnya untuk jangan dulu bekerja tapi Kinan tetap ngotot," keluh Zidan.
"Kinan memang mirip sekali dengan Mamihnya yang sangat keras kepala," sahut Papih Adam.
"Maaf Pih,Oma,sepertinya Zidan harus kembali keruangan Zidan dulu,Zidan masih banyak kerjaan yang harus Zidan selesaikan," ucap Zidan.
" Ya sudah,apa kamu sudah sarapan Nak?Papih dengar yang ngidam itu kamu bukannya Kinan," seru Papih Adam.
"Iya Pih,ini Kinan siapkan buah-buahan didalam sini karena tidak ada makanan yang masuk dengan selamat selalu ujung-ujungnya mual dan dimuntahkan kembali,kalau buah-buahan Alhamdulillah tidak keluar lagi," sahut Zidan.
"Baguslah."
"Ya sudah kalau begitu Zidan pamit dulu."
Zidan pun pamit pergi ke ruangannya...
***
Sementara itu Kinan yang baru sampai di Kantornya,melihat Devano yang sedang melamun di meja kerjanya.
"Pagi..kamu kenapa pagi-pagi sudah melamun?" tanya Kinan.
"Gapapa Nan."
"Gapapa gimana,ga biasanya kamu seperti ini kaya yang lagi banyak pikiran," seru Kinan.
"Aku mau melamar EL,tapi kenapa ya perasaan aku ga enak," sahut Devano.
"Ga enak bagaimana?" tanya Kinan bingung.
"Perasaan aku ga enak Nan,kaya ada sesuatu yang mengganjal dihatiku,menurutmu apa keputusanku benar untuk melamar EL?" seru Devano.
"Kok kamu ngomongnya gitu sih Dev?jangan berpikiran yang aneh-aneh ah,ga baik.Kalau kamu berniat melamar EL,ayo lamar dia secepatnya nanti keburu EL diambil orang baru tahu rasa kamu Dev," sahut Kinan.
"Makasih ya Nan,hanya kamu orang yang selalu pengertian sama aku dan mengerti semua keinginan aku," ucap Devano.
"Uuhhh so sweet banget sih," Kinan mengacak-ngacak rambut Devano.
"Woi,jangan acak-acak rambut aku Nan ah kamu mah," seru Devano dengan kesalnya.
"Masih tampan kok tenang aja,udah ah cepetan jadwal aku apa aja hari ini," Kinan pun melangkah menuju ruangannya dan disusul oleh Devano.
Kinan dan Devano memang dibesarkan bersama-sama maka dari itu pantas saja kalau mereka dekat bagaikan adik dan Kakak,Kinan yang selalu memberikan saran-sarannya ketika Devano ada masalah,serta Devano yang selalu menjaga Kinan disaat Kinan membutuhkannya.
π·
π·
π·
π·
π·
Hai..hai..hai..Kinan dan Zidan come back nih,,jangan lupa selalu tinggalkan jejak like,komen,dan vote sebanyak-banyaknyaππππ
Dan ditunggu juga kehadirannya di Novel terbaru Author "ABC (AMARAH,BENCI,CINTA)" dan janga lupa tinggalkan jejak juga disanaπππ€π€
Jangan lupa
like
vote n
komen
TERIMA KASIH
__ADS_1
LOVE YOUπππ