Bos Cantik Pujaan Hati

Bos Cantik Pujaan Hati
I LOVE YOU


__ADS_3

🌷


🌷


🌷


🌷


🌷


Keesokan harinya...


Semuanya sudah sarapan bersama di Restoran Hotel,sementara Kinan masih tidur karena tadi malam dia tidur tengah malam.


"Pagi semuanya!!" sapa Zidan.


"Bang Zidan,tumben pagi-pagi sudah kesini?" tanya Devano.


"Sengaja pengen sarapan bareng," jawab Zidan.


"Tapi Kinan belum bangun Dan," seru Daffin.


"Kinan itu kalau sudah tidur kaya kebo susah di bangunin," sahut Devano.


Tiba-tiba Kinan muncul di belakang Devano dan langsung menjitak kepala Devano.


"Aw,sakit Kinan kamu mah gitu."


"Apa kamu bilang?aku kaya kebo," Kinan bertolak pinggang.


"Ih,siapa bilang orang cantik banget kaya gini masa dibilang kaya kebo kamu salah dengar kali," Devano beranjak dati duduknya dan merangkul pundak Kinan.


"Bohong Kinan,emang Dev tadi bilang kamu kaya kebo," sahut Daffin.


"Yah Bang Daffin mah ga asyik banget," keluh Devano.


"Sudah jangan marah-marah,masih pagi sayang ayo mendingan duduk kita sarapan dulu," ucap Zidan dengan menarik tangan Kinan untuk duduk.


"Eh,ngomong-ngomong kok Kak Zidan ada disini?" tanya Kinan.


"Kan aku mau ngajak kamu jalan-jalan."


"Lagi...?"


"Iya,kita kan belum jalan-jalan berdua pokoknya aku akan menemani kamu selama disini," seru Zidan.


Setelah selesai sarapan,Zidan mengajak Kinan berjalan-jalan.Kinan dan Zidan kali ini begitu sangat bahagia tidak ada beban di hati mereka berdua.



"Apa kamu bahagia Sayang?" tanya Zidan.


"Sangat bahagia."


"Aku tahu dari Mamah,kalau waktu aku berangkat kesini kamu nyusul aku ke Bandara,benarkah itu?" tanya Zidan.


"Iya,aku memang memutuskan hubungan kita tapi bukan kepergiaan Kakak yang aku inginkan," sahut Kinan.


Zidan menghentikan langkahnya,dan menatap Kinan.


"Kenapa?kok mandanginya gitu amat?" seru Kinan.


"I love you," Zidan mencium pipi Kinan.


"Astaga kirain apaan."


Zidan pun kembali menggandenga tangan Kinan dan mengajaknya duduk di kursi di pinggir jalan.


"Kakak kenapa sih,kok kaya yang ngelamun gitu?" tanya Kinan.


"Aku takut Kinan,aku takut kejadian dulu terulang lagi," sahut Zidan.


"Maksud Kakak apa?" tanya Kinan bingung.


"Aku takut kamu ninggalin aku dan pergi bersama laki-laki lain seperti Bunga."


"Kok Kakak ngomongnya kaya gitu?"


"Iya karena aku tidak akan berada di samping kamu dalam waktu yang lumayan lama."


"Maksud Kakak apa sih,sumpah aku ga ngerti?bukannya Kakak akan ikut kita pulang ke Indonesia?" tanya Kinan.


Zidan menggelengkan kepalanya...


"Tidak Kinan,aku harus melanjutkan Kuliahku disini.Ini memang sudah menjadi impianku selama ini,aku ingin menimba ilmu lebih dalam lagi supaya dikemudian hari ilmuku bisa berguna buat semua orang," jelas Zidan.


"Berapa lama Kakak,Kuliah disini?" tanya Kinan yang matanya mulai berkaca-kaca.


"Paling cepat 3 tahun Kinan."


Kinan memalingkan wajahnya dan dengan cepat menghapus air matanya.


"Hei,kenapa nangis?" tanya Zidan.


"Selama itukah,Kakak bakal ninggalin aku?"


"Maaf Kinan,bisakah kamu menungguku pulang dan setelah aku selesai melanjutkan Kuliahku disini aku akan langsung menikahimu Kinan,itu janjiku."


Tidak terasa akhirnya jatuh juga air mata Kinan.


"Jangan menangis,aku tidak akan kemana-mana aku ada disini dan aku janji kalau ada libur aku usahakan pulang untuk menemui kamu," Zidan menghapus air mata Kinan.


"Tidak bisakah Kakak Kuliah di Indonesia saja?disana juga banyak Universitas yang tak kalah bagus dengan disini," seru Kinan demgan deraian air mata


"Bukan masalah bagus tidak bagusnya Kinan,aku mendapat beasiswa untuk Kuliah disini sayang kalau tidak di manfaatkan,ayolah cuma 3 tahun ga bakalan kerasa kok,asal kita saling percaya dan komunikasi jangan sampai putus," jelas Zidan.


"Tapi Kakak harus janji kalau Kakak akan terus ngehubungi aku dan akan selalu memberi kabar," ucap Kinan.


"Iya,aku janji."


Kemudian Kinan memeluk Zidan dengan air mata yang terus menetes,ada perasaan was-was juga dihati Kinan tapi Kinan berusaha menyembunyikannya,karena Kinan juga tidak berhak melarang dan menghalangi yang sudah menjadi mimpinya Zidan.


Zidan pun kembali mengajak Kinan untuk jalan-jalan mengunjungi berbagai tempat yang terkenal di Jerman.


Daffin dan Mawar sama halnya dengan Kinan dan Zidan,mereka melakukan kencan.


"Mawar,pulang dari sini aku akan melamar kamu dan menikahi kamu," seru Daffin.

__ADS_1


"Apa Mas,apa tidak terlalu cepat Mas?kita kenal baru sebentar lho Mas,emangnya Mas yakin ingin menikahi aku?" tanya Mawar.


"Sangat yakin,aku percaya kalau kamu akan menjadi istri yang baik dan menjadi Ibu yang baik buat anak-anak kita nanti," seru Daffin.


Mawarpun langsung memeluk Daffin,Mawar sangat bahagia karena bisa mendapatkan dan bisa mengenal lelaki sebaik Daffin.


Sementara itu,nasib Devano kurang beruntung disaat Kinan dan Daffin sedang merasakan kebahagiaan bersama pasangannya masing-masing.


Devano hanya bisa menikmati liburannya sendirian tanpa ada orang yang menemaninya.Devano terlihat duduk dipinggir sungai sendirian sembari menikmati keindahan kota Berlin.


"Nasib seorang jomblo sangat menyedihkan," gumam Devano.


Bagaikan memang sudah menjadi jodohnya,EL pun berada disana berjalan sendirian tak tentu arah sedangkan Kimi dia tidak bisa menemani karena harus mengerjakan tugas Kuliahnya.


EL berjalan dengan santainya,hingga dia menghabiskan minuman kalengnya dan dengan sengajanya EL menendang kaleng kosong itu hingga mengenai kepala Devano yang sedang duduk meratapi nasibnya.


"Adaw,siapa nih yang melempar kaleng bekas ini?" ucap Devano dengan geramnya.


"Mati aku,kena kepala orang harus cepat-cepat kabur nih," gumam EL.


Disaat EL membalikan badannya hendak kabur,Devano melihatnya karena memang di tempat itu lumayan sepi.


"Hei." teriak Devano.


EL langsung terdiam tidak bisa melangkahkan kakinya.


"Mati aku."


Devano dengan cepat menghampiri EL dan menarik tangan EL hingga berbalik kepadanya.


"Astaga,kamu lagi-kamu lagi kenapa sih kamu selalu membuat masalah?kalau kepala aku sampai geger otak terus aku hilang ingatan bagaimana?kamu mau tanggung jawab hah?" teriak Devano.


"Mana mungkin sampai hilang ingatan,cuma kena kaleng minuman doang," jawab EL.


Devano menyentil kening EL dengan kerasnya sehingga membuat EL meringis kesakitan.


"Aw,sakit bodoh."


"Kamu bilang aku bodoh?dasar cewek bar-bar."


"Enak aja bilang aku cewek bar-bar,gini-gini juga calon Bos."


"Bos apaan,yang ada Perusahaan akan bangkrut kalau di pegang oleh Bos bar-bar kaya kamu," sahut Devano.


"Ih,dasar cowok nyebelin."


EL pun pergi meninggalkan Devano dengan menghentak-hentakan kakinya.


"Sial banget sih aku hari ini,mana jalan-jalan sendirian ketemu cewek bar-bar itu lagi bikin mood aku hancur aja," gerutu Devano.


Tidak terasa waktu berjalan sangat cepat,malam pun tiba Kinan dan Mawar sedang membereskan barang-barangnya karena besok mereka semua harus kembali ke Indonesia.


Kinan terlihat sama sekali tidak bersemangat karena Zidan tidak bisa ikut pulang bersamanya.


"Kamu kenapa Kinan?" tanya Mawar.


"Kak Zidan ga bakalan ikut kita pulang Mbak."


"Lho kenapa?"


"Tujuan dia kesini kan untuk Kuliah,jadi dia akan meneruskan Kuliahnya."


"Mudah-mudahan saja tetap seperti itu." Kinan tampak menghela nafasnya panjang.


Setelah beres-beres,mereka pun tertidur.


Keesokan harinya...


Di Bandara,Kinan terlihat menangis karena harus berpisah dengan Zidan.


"Baru aja ketemu,sudah harus berpisah lagi."


"Jangan nangis dong,ini suatu ujian buat cinta aku yakin kalau kita bisa melaluinya," ucap Zidan dengan menghapus air matanya.


"Kakak janji ya,akan selalu hubungi aku dan kasih kabar sama aku."


"Iya Sayang,sudah dong jangan nangis terus kalau kamu kaya gini terus aku jadi ga tega ninggalin kamunya," Zidan memeluk Kinan.


"Kinan ayo cepat kita harus segera pergi," teriak Daffin.


Kinan melepaskan pelukkannya dengan deraian air mata.


"Kakak baik-baik ya disini,jangan lupa makan dan cepatlah pulang aku akan selalu menunggumu," ucap Kinan.


"Iya Sayang,kamu juga baik-baik disana jangan nakal tunggu aku,aku akan segera pulang dan menikahimu," Zidan mencium kening Kinan.


Perlahan Kinan melangkah meninggalkan Zidan dengan menyeret kopernya,Zidan terlihat melambaikan tangannya.


Baru saja beberapa langkah,Kinan menghentikan langkahnya dan berbalik ke arah Zidan yang masih setia berdiri di tempatnya.


Kinan kembali berlari ke arah Zidan,dan memeluk Zidan dengan eratnya seolah Kinan tidak mau lagi berpisah dengan Zidan.


Kinan kembali menangis di pelukan Zidan,tidak lama kemudian Kinan meleaskan pelukkannya tanpa berpikir lagi Kinan langsung mencium bibir Zidan tanpa memikirkan saat ini mereka sedang berada di tempat umum.


Zidan pun membalasnya,setelah puas Kinan melepaskan pungutannya.


"I love you."


"I love you too."


Setelah itu Kinan cepat-cepat berlari mengejar Daffin dan yang lainnya,Kinan melambaikan tangannya ke arah Zidan yang dibalas dengan lambaian juga oleh Zidan.


Dan akhirnya Kinan dan Zidan pun harus berpisah untuk sementara waktu,didalam Pesawat Kinan masih saja meneteskan air matanya,sementara Devano sudah memakai earphonenya dan bersiap-siap memejamkan matanya.


"Cepat kembali Kak,aku akan menunggumu," batin Kinan.


Sementara itu di Apartemen EL...


"Kim,aku sudah ga sabar ingin cepat-cepat kembali ke Tanah Air aku sudah kangen semuanya," seru EL.


"Sabar EL,3 bulan lagi kita lulus dan kita akan segera pulang."


Tiba-tiba bayangan Devano muncul di pikirannya.


"Eh,kok tiba-tiba aku mikirin cowok nyebelin itu sih?" batin EL dengan menggeleng-gelenhkan kepalanya.


Butuh waktu kurang lebih 17 jam untuk Kinan dan yang lainnya sampai di Jakarta.

__ADS_1


Sesampainya di Bandara,Kinan dan yang lainnya sudah di sambut oleh keluarganya masing-masing.


Ada pemandangan yang menarik buat Kinan,disana sudah ada Milka dan Dr.Billy yang ikut menyambut kedatangan Kinan dan yang lainnya.Milka terlihat bergandengan tangan dengan Dr.Billy dan memperlihatkan senyumannya yang merekah.


Milka berlari dan langsung memeluk Kinan,Kinan sangat kaget dengan hal itu.


"Maafkan aku Kak,aku sudah salah selama ini gara-gara aku,Kak Kinan sama Dr.Zidan harus berpisah," ucap Milka dengan deraian air matanya.


"Tidak apa-apa Milka,aku sudah memaafkan kamu kok."


Semua orang yang melihat itu terlihat menyunggingkan senyumannya.


"Tunggu,kok kamu bisa sama Dr.Billy?jangan-jangan---------?"


"Iya Kak,aku sama Dr.Billy sudah jadian dan Kakak tahu,ternyata yang mendonorkan ginjalnya untuk aku itu ternyata Dr.Billy," seru Milka dengan antusiasnya.


"Benarkah?wah ternyata Dr.Billy diam-diam mencintai Milka ya?" goda Kinan.


"Ya gitu deh Kinan," Dr.Billy tampak malu-malu.


"Selamat ya!!" Kinan menepuk pundak Dr.Billy.


Kinan beralih kepada Mamih dan Papihnya,Papih Adam sudah dari tadi merentangkan kedua tangannya Kinan dengan cepat berlari dan berhambur kepelukan Papih Adam.


Papih Adam mengangkat tubuh Puteri cantiknya itu dan membawanya berputar-putar,sehingga membuat semuanya tertawa.


"Papih kangen banget sama puteri Papih yang cantik ini," seru Papih Adam.


"Papih malu ih,dilihatin banyak orang."


"Ngapain malu Sayang."


"Sini Mamih juga kangen sama Puteri Mamih yang nakal ini," Mamih Echa segera memeluk Kinan.


Setelah kangen-kangenan,semuanya pulang ke rumah masing-masing.Selama dalam perjalanan Kinan menyandarkan kepalanya ke pundak Papih Adam.


"Bagaimana liburannya,apakah menyenangkan?" tanya Papih Adam.


"Sangat menyenangkan Pih."


"Apa kamu bertemu dengan Zidan disana?" tanya Mamih Echa.


"Iya Mih,malahan kita setiap hari bertemu."


"Terus kenapa dia ga ikut pulang juga?" tanya Mamih Echa kembali.


"Dia harus melanjutkan Kuliahnya Mih,dia akan tetap berada disana untuk 3 tahun kedepan," Kinan terlihat menghela nafasnya.


"Kamu yang sabar Sayang,itu ujian buat kalian supaya kalian lebih dewasa lagi,jangan khawatir kalau sudah jodoh kalian pasti akan bersatu,karena Papih lihat Zidan itu tipe laki-laki yang setia sama seperti Papih," ucap Papih Adam dengan bangganya.


"Iya Pih,Kinan tahu."


Tidak lama kemudian,Kinan dan kedua orang tuanya pun sampai di kediamannya.


"Oma,Kinan pulang," teriak Kinan.


"Mana cucu Oma yang paling cantik."


Oma Nadia berjalan tergopoh-gopoh dan langsung memeluk Kinan.


"Cucu Oma kelihatan bahagia sekali."


"Iya dong Oma,sudah sekian lama Kinan sibuk dengan pekerjaan akhirnya Kinan bisa liburan juga."


"Apa kamu mau makan dulu Sayang?" tanya Mamih Echa.


"Nanti saja deh Mih,Kinan capek pengen istirahat dulu,ya sudah Kinan ke kamar dulu."


Kinan pun segera berlari menuju kamarnya,kamar yang selalu dia rindukan.Kinan langsung menjatuhkan tubuhnya di kasur empuk king size miliknya.


"Akhirnya aku bisa kembali lagi ke kamar ku," gumam Kinan.


Karena capek dan kelelahan,tidak membutuhkan waktu lama buat Kinan untuk pergi ke alam mimpinya.


Sementara itu di kediaman Mawar,Daffin terlihat sedang berbicara dengan Ibunya Mawar.


"Bu,saya mau meminta izin untuk menikahi Mawar anak Ibu."


"Masya Alloh Nak,kita itu orang miskin yang ga punya apa-apa,apa Nak Daffin tidak malu menikahi anak Ibu?" tanya Ibu Mawar.


"Tidak Bu,saya sangat serius dengan anak Ibu dan saya berjanji akan selalu menyayangi dan menjaga Mawar dengan segenap jiwa dan raga saya," seru Daffin.


Ibu Mawar terlihat menitikan air matanya...


"Kalau Ibu terserah Mawar saja."


"Bagaimana Mawar,apakah kamu mau menikah denganku?" tanya Daffin.


"Iya Mas,aku mau."


"Alhamdulillah,secepatnya saya akan kesini bersama Daddy saya untuk melamar Mawar,,kalau begitu saya permisi dulu saya akan memberitahukan kabar gembira ini kepada Daddy saya," Daffin pun beranjak dari duduknya.


"Terima kasih Nak Daffin sudah mau menerima anak Ibu."


"Iya Bu,saya pamit dulu Bu."


Daffin pun mencium tangan Ibu Mawar sebelum dia pergi,Mawar mengantarkan Daffin ke depan rumah.


"Tunggu,aku dan Daddy aku akan segera kesini untuk menentukan hari pernikahan kita."


"Iya,aku tunggu Mas kedatangannya."


Daffin pun mencium kening Mawar dan pergi meninggalkan rumah Mawar.


🌷


🌷


🌷


🌷


🌷


Hai..hai masih setiakah dengan kelanjutan kisah cinta Kinan dan ZidanπŸ˜‡πŸ˜‡


Jangan lupa dukung Novel Author dengan meninggalkan jejak like dan vote sebanyak-banyaknyaπŸ™πŸ™πŸ˜˜πŸ˜˜

__ADS_1


TERIMA KASIH


LOVE YOUπŸ’˜πŸ’˜πŸ’˜


__ADS_2