Bos Cantik Pujaan Hati

Bos Cantik Pujaan Hati
BOS CANTIK


__ADS_3

🌷


🌷


🌷


🌷


🌷


Hari ini,hari pertama Kinan memasuki Perusahaan.Seperti janjinya,Kinan masuk Perusahaan sebulan setelah kepulangannya dari Belanda.


Di Perusahaan "G" CORPORATION,semua Karyawan di haruskan menyambut Bos baru mereka yang tidak lain adalah Kinan anak sulung Adam Aditya Gunawan pemilik Perusahaan tersebut.


Semua Karyawan sudah berbaris rapi di depan pintu masuk Perusahaan.Tidak lama kemudian,mobil mewah Papih Adam memasuki halaman Perusahaan dan berhenti di depan Perusahaan.


Devano yang sudah sejak pagi berdiri di depan pintu dengan sigap membukakan pintu mobil Papih Adam.


"Ayo Sayang kita turun," seru Papih Adam.


"Tunggu Papih,kok Kinan jadi gugup ya!!" sahut Kinan.


"jangan gugup,di bawa santai saja.Ayo kita turun semua orang sudah menunggu kedatangan kita," seru Papih Adam.


Dengan wajah yang terlihat gugup,Kinan pun turun dari mobil dan mengikuti Papihnya.Semua mata Karyawan tertuju pada Kinan,Bos barunya yang sangat cantik.


Tak sedikit yang memuji kecantikan Kinan.


"Selamat pagi semuanya!!" sapa Papih Adam.


"Selamat pagi Pak!!" jawab semuanya serempak.


"Sebelumnya pasti kalian sudah mendengar kabar kalau saya akan mengundurkan diri dari Perusahaan ini,saya sudah tua dan saatnya saya menyerahkan kekuasaan Perusahaan ini kepada anak saya yang cantik ini.


Perkenalkan ini Kinan Aditya Gunawan,puteri saya."


"Hallo semuanya,mohon bantuan dari semuanya kita akan bekerja keras lagi untuk menjadikan Perusahaan ini makin sukses dan berkembang," seru Kinan.


Semuanya bertepuk tangan menyambut kedatangan Bos baru mereka.


"Sekarang semuanya bisa kembali bekerja ke tempat masing-masing," seru Papih Adam.


Semua pun bubar....


"Dev,siapkan ruangan Meeting 1 jam lagi lita kumpulkan semua Pemegang saham saya akan memperkenalkan Kinan kepada mereka," ucap Papih Adam.


"Baik Pak..."


Devano pun segera bergegas menghubungi semua Pemegang saham di Perusahaan tersebut,tak terkecuali Fabian.


Fabian merupakan pemegang saham terbesar di Perusahaan milik Adam.Dia tahu kalau hari ini Perusahaan "G" CORPORATION akan memperkenalkan Bos barunya.


Dan Fabian tahu kalau Bos baru itu Kinan,wanita yang sudah memporak-porandakan hati dan perasaannya.


Fabian begitu bersemangat,dia terus saja melihat penampilannya di cermin.


1 jam kemudian,semuanya sudah berkumpul di ruangan Meeting.


Semua Pemegang Saham datang memenuhi panggilan Sang Pemilik Perusahaan.


Seketika suasana yang ricuh menjadi tenang ketika Adam,Kinan,dan Devano memasuki ruangan.


Semuanya berdiri untuk menghormati Bos besar yang sangat berpengaruh itu.


"Silahkan duduk semuanya," seru Papih Adam.


Tatapan Fabian tidak berpaling dari Kinan,dari semenjak memasuki ruangan sampai sekarang duduk tatapan Fabian tidak lepas dari wanita cantik yang sekarang tampil anggun dengan pakaian Kantornya.


"Cantik..sangat cantik," batin Fabian.


Papih Adam pun memberi sambutan dan tujuannya mengundang semuanya.Awalnya semuanya tampak ragu-ragu dengan kinerja Kinan karena menurut mereka Kinan belum pernah berpengalaman bekerja di Perusahaan.


Tapi pada saat Kinan berdiri memberikan sambutan,semuanya terpana selain cantik Kinan juga mempunyai otak yang cerdas yang mampu membuat semuanya terhipnotis dengan Kinan.


Setelah selesai memberikan sambutan,semuanya berdiri dan memberikan tepuk tangan kepada Kinan.Perlahan satu persatu berpamitan dan mengucapkan selamat dengan menjabat tangan Kinan.


Senyuman Kinan membuat Fabian semakin jatuh cinta kepada Kinan.Tiba waktunya Fabian yang mengucapkan selamat.


"Selamat Nona Kinan,semoga kita bisa bekerja sama dengan baik," ucap Fabian yang dengan terus menatap Kinan dan tidak melepaskan tangan Kinan.


Devano yang melihat raut wajah Kinan merasa tak nyaman,tiba-tiba berdehem dan Fabian langsung melepaskan tangannya.


"Oh,maaf.." ucap Fabian.


"Saya tahu kalau anak saya memang cantik," seru Papih Adam.


"Bukan cantik lagi Pak Adam tapi sangat cantik seperti Nyonya Echa," sahut Fabian.


"Jangan memuji istri saya,karena saya paling tidak suka istri saya di puji oleh laki-laki lain," Papih Adam terlihat bercanda.

__ADS_1


Dan semuanya tertawa mendengar omongan Pak Adam.


"Ya ampun Papih,posessif banget malu tahu sudah tua juga," Kinan berbisik di telinga Papih Adam.


Papih Adam tersenyum dan mengedipkan satu matanya ke arah Kinan.Dan di balas dengan delikan mata oleh Kinan.


Sesampainya di luar ruangan.


"Nona Kinan,sebentar lagi masuk waktu makan siang bagaimana kalau saya mengajak anda makan siang bersama sebagai tanda selamat atas bergabungnya Nona Kinan ke dalam Perusahaan," seru Fabian.


"Maaf,tapi...." ucapan Kinan terpotong oleh Papih Adam.


"Itu ide bagus Sayang,lagipula Pak Fabian ini pemegang saham terbesar di Perusahaan kita apa salahnya kalau kalian saling mengenal," ucap Papih Adam.


Kinan menoleh ke arah Devano dengan tatapan memelas,berharap Devano mengerti dan mau menolongnya.


Tapi Devano malah mengedipkan sebelah matanya ke arah Kinan dengan sedikit tersenyum.Devano sebenarnya tahu arti tatapan Kinan,cuma dia tidak mau menolongnya biarkan Kinan sesekali pergi dengan pria selain dirinya dan Satria.


"Bagaimana Nona Kinan?" tanya Fabian.


"Ehmm,,boleh" jawab Kinan dengan lemasnya.


"Ya sudah mari,Pak Adam,Pak Dev,saya permisi dulu."


"Hati-hati,tolong jaga anak saya Pak Fabian," sahut Papih Adam.


"Pasti Pak,terima kasih."


Kinan pun dengan terpaksa ikut Fabian untuk makan siang bersama,walau pun di dalam hatinya merasa tidak mau.


Kinan menoleh ke belakang dan mengacungkan kepalan tangannya ke arah Devano,dan Devano hanya tersenyum dan melambaikan tangannya yang membuat Kinan semakin dongkol kepada Devano.


Fabian membukakan pintu mobil buat Kinan,dan Kinan pun masuk ke dalam mobil Fabian.


"Kamu mau makan dimana Nona Kinan?" tanya Fabian di sela-sela dirinya menyetir.


"Terserah Pak Fabian saja."


"Kamu suka makanan Jepang?" tanya Fabian.


"Suka."


"Ya sudah,kita makan masakan Jepang saja ya,saya tahu Restoran yang paling enak di sini."


Kinan hanya menganggukkan kepalanya dengan senyuman yang di paksakan.Tidak tahu kenapa,Kinan merasa tidak nyaman saja dekat dengan Fabian tatapan Fabian yang membuat Kinan tidak suka.


Fabian memarkirkan mobil mewahnya di sebuah Restoran mewah bertaraf internasional.


"Anda mau pesan apa Nona Kinan?" tanya Fabian.


"Samakan saja dengan Anda."


Kemudian Fabian pun memesan makanan.


"Terima kasih Nona Kinan,karena Anda sudah bersedia makan siang bersama dengan saya."


"Sama-sama,oh iya jangan panggil saya Nona cukup panggil Kinan saja."


"Baiklah."


Kinan dan Fabian pun menikmati makan siangnya dengan tenang tanpa ada pembicaraan lebih lanjut lagi.


Setelah makan siang,Fabian berniat mau mengantar Kinan kembali ke Kantornya tapi Kinan menolaknya,Kinan memutuskan memesan Taxi Online.


Tidak lama kemudian Taxi yang Kinan pesan sudah sampai.


"Terima kasih Pak Fabian sudah mentraktir saya makan siang,kalau begitu saya pamit dulu."


"Tidak apa-apa justru saya sangat senang bisa makan siang bersama wanita cantik seperti Anda,semoga lain waktu saya bisa mengajak Anda makan bersama lagi."


Kinan sedikit tersenyum dan masuk ke dalam Taxi Online yang dia pesan,Fabian terlihat melambaikan tangannya.


Sesampainya di Kantor,Kinan bergegas naik ke atas menuju Ruangannya dia ingin cepat-cepat mengomeli Devano.


Devano yang sedang berada di mejanya yang sibuk dengan pekerjaanya tidak menyadari kehadiran Kinan.Dengan cepat Kinan menghampiri Devano dan memukul pundak Devano dengan tas jinjing yang dia bawa.


"Aw..sakit tahu" gerutu Devano.


"Syukurin,siapa suruh tadi kamu ga nolongin aku udah tahu aku malas banget jalan sama Pak Fabian bukannya nolongin aku buatin alasan malah...." ucapan Kinan terpotong karena Devano menutup mulut Kinan dengan tangannya.


"Diam,berisik" ucap Devano.


"Ih,kamu mah emang nyebelin," Kinan melangkah menuju ruangannya dengan menghentak-hentakan kakinya.


Devano hanya geleng-geleng kepala dan tersenyum.


Di dalam ruangan baru Kinan,Kinan langsung di sambut dengan tumpukan berkas-berkas yang tertata rapi di mejanya.


"Busyet dah,baru pertama kerja aja udah numpuk kaya gini," gerutu Kinan.

__ADS_1


Kinan serius banget mengerjakan semua pekerjaannya,Kinan membuka satu persatu berkas dan membacanya dengan teliti.


Tidak terasa,waktu berjalan cepat dan suasana pun sudah gelap.Kinan melihat jam tangan yang melingkar di tangannya dengan cantik.


"Ya ampun,ternyata sudah jam 7 malam," gumam Kinan.


Kinan merentangkan sejenak tangannya dan menyandarkan tubuhnya di kursi kebesarannya,terlihat sekali wajah lelahnya.


"Kamu mau tidur di Kantor?" ucap Devano.


"Ini juga mau pulang,kamu keterlaluan banget Dev baru pertama kali kerja sudah di kasih kerjaan ga kira-kira," gerutu Kinan.


"Jangan banyak ngeluh ayo kita pulang," Devano merangkul pundak Kinan dan mereka pun berjalan menuju parkiran.


Sesampainya di Parkiran,Devano langsung masuk mobilnya dan siap-siap untuk melajukan mobil.


"Tunggu Dev."


"Ada apa?" tanya Devano dengan polosnya.


"Kamu mah ih,benar-benar ga peka jadi cowok,kamu mau ninggalin cewek cantik kaya gini sendirian di sini?tanpa nawarin tumpangan gitu," rengek Kinan dengan wajah yang di tekuk.


"Emang kamu ga bawa mobil?"


"Kamu kan tahu sendiri kalau tadi pagi aku berangkat sama Papih."


"Oh iya lupa,ayo masuk!!cepetan masuk Kinan atau mau aku tinggal beneran nih."


Kinan pun cepat-cepat berlati ke arah mobil Devano dan segera masuk dengan wajah yang masih cemberut.


"Pantesan aja,sampai sekarang kamu ga punya cewek Dev karena kamu orangnya ga peka banget," gerutu Kinan.


"Hallo...apakabar dengan cewek di sebelah aku,tetap aja manja mana ada yang mau sama cewek manja," ledek Devano.


Kinan tambah cemberut,hari ini Devano benar-benar membuat moodnya hancur banget.Devano mengacak-ngacak rambut Kinan karena gemas dengan sikap Kinan.


Devano,meskipun usianya 2 tahun di bawah Kinan tapi dia sangat dewasa baik itu dalam cara dia berpikir maupun dalam bersikap.


Tidak lama kemudian,sampai di rumah Kinan.


"Masuk dulu Dev."


"Ga usah,lebih sekarang kamu istirahat kumpulin lagi tenaga buat besok,titip salam aja buat Aunty sama Ken."


"Ya udah,kamu hati-hati."


Devano mengacungkan jempolnya dan mulai melajukan mobilnya.


Kinan memasuki rumahnya dan langsung menjatuhkan tubuhnya di sofa.


"Kok baru pulang Sayang?" tanya Mamih Echa.


"Kerjaannya banyak banget Mamih."


"Ya sudah,mandi sana habis itu kamu makan," seru Mamih Echa.


"Ken,mau kemana?" teriak Kinan.


"Mau ke kamar."


"Bisa sekalian gendong ke atas,Kakak ga kuat naik ke atas cape banget," rengek Kinan.


"Ya ampun Kak,manja banget ga mau ah Kakak kan berat."


"Ckckck..katanya seorang Polisi,fisiknya kuat giliran di suruh gendong doang ga bisa,dasar cemen."


"Jadi Kakak ngeremehin fisik aku nih,ya udah sini aku gendong ke atas."


Tanpa nunggu-nunggu lagi,Kinan lamgsung nemplok di punggung Kenzo.Mamih Echa serasa Dejavu melihat pemandangan seperti ini,dulu dirinya yang manja kepada Abang-abangnya dan suka meminta di gendong,tapi kali ini itu terjadi kepada Kinan yang notabene anak sulungnya.


Mamih Echa geleng-geleng kepala,masih ada orang seperti Kinan yang manja kepada adiknya bukan adik yang manja kepada Kakaknya.


🌷


🌷


🌷


🌷


Hallo semuanya,maaf ya baru update lagiπŸ™πŸ™


Jangan lupa


like


vote n


komen

__ADS_1


TERIMA KASIH


LOBE YOUπŸ’˜πŸ’˜πŸ’˜


__ADS_2