
π·
π·
π·
π·
π·
Setelah makan siang dan ngobrol-ngobrol sebentar,Zidan mengajak Kinan pergi dari sana.
"Semuanya kita duluan ya!" seru Kinan.
"Tolong jagain Kinan Bang," seru Devano.
"Pasti,jangan khawatir."
Kinan dan Zidan pun pergi,Zidan melajukan mobilnya menuju Apartemennya dan tidak lama kemudian mereka sampai di Apartemen Zidan.
"Ngapain kita kesini?" tanya Kinan bingung.
"Ada sesuatu yang mau aku omongin sama kamu," Zidan menggenggam tangan Kinan dan membawanya masuk kedalam Apartemen.
Kinan dan Zidan pun duduk di sofa...
"Apa yang mau Kakak omongin?" tanya Kinan.
"Begini,aku ada tawaran jadi Dosen di sebuah Universitas ternama di Jakarta ini,tapi ini hanya untuk sementara kok hanya selama tangan aku belum sembuh saja soalnya kalau tangan aku tidak berfungsi susah juga untuk aku memeriksa Pasien,tapi kan kalau jadi Dosen aku cukup menyampaikan materi saja,bagaimana apa kamu mengizinkan?tapi kalau kamu tidak mengizinkan tidak apa-apa aku ga bakalan ngambil tawaran itu," jelas Zidan.
"Ya ampun Kak kirain apaan,ya sudah kalau emang Kakak mau jadi Dosen aku ngizinin," jawab Kinan.
"Beneran nih?"
"Iya Sayangku," jawab Kinan dengan mengelus pipi Zidan.
Zidan pun tersenyum dan menarik tubuh Kinan kedalam pelukannya,Zidan mengelus rambut dan menciumi pucuk kepala Kinan berulang-ulang.
Sebenarnya Kinan tidak mengetahui kalau Zidan sudah di angkat menjadi Direktur Utama di Rumah Sakit tempat Zidan bekerja,Zidan sengaja menyembunyikannya dari Kinan.
Zidan merebahkan tubuhnya diatas sofa dan menyandarkan kepalanya kepangkuan Kinan,Kinan dengan sayang mengelus-ngelus kepala Zidan.
Sungguh Zidan sangat merindukan sentuhan-sentuhan lembut dari Kinan.
"Kapan Kakak mulai menjalani terapi?" tanya Kinan.
"Mungkin minggu depan,kamu mau kan nemenin aku?"
"Tentu,kenapa engga," jawab Kinan.
Zidan mengambil tangan Kinan dan menciuminya.
"Aku sangat merindukanmu Sayang,selama dua tahun hanya kamu yang aku pikirkan tidak ada yang lain,apa kamu tahu betapa tersiksanya aku selama ini jauh dari kamu," seru Zidan.
"Memangnya Kakak saja yang tersiksa,aku juga sama kali Kak."
Zidan mendongakkan kepalanya melihat wajah cantik kekasihnya itu dan tersenyum.Tidak lama kemudian,Zidan pun tertidur di pangkuan Kinan.
Cukup lama Zidan tidur di pangkuan Kinan sehingga membuat kaki Kinan pegal dan kesemutan,perlahan Kinan memindahkan kepala Zidan keatas bantal.
Kinan pun beranjak dari duduknya dan berdiri didepan balkon kamar Apartemen Zidan.Cuaca yang sedikit mendung membuat udara dikota Jakarta sejuk.
Disaat Kinan sedang menikmati udara segar itu,tiba-tiba sebuah tangan melingkar diperut Kinan.
"Sedang apa Sayang?" tanya Zidan.
"Sedang menikmati udara saja,kok sudah bangun lagi?" tanya Kinan dengan memegang tangan Zidan.
"Maaf aku ketiduran,lama ya nungguin?kenapa ga bangunin aku?"
"Enggak,aku lihat Kakak tidurnya nyenyak banget jadi aku ga berani bangunin Kakak," jawab Kinan.
"Sudah sore,aku anterin kamu pulang nanti malam aku jemput lagi aku mau ngajak kamu Dinner," seru Zidan.
"Kakak mau ngajak aku Dinner?"
"Iya,dandan yang cantik."
"Ok..yuk anterin aku pulang takut Mamih nyariin aku."
Zidan pun kembali menggandeng tangan Kinan,dan meninggalkan Apartemennya.
Sesampainya di rumah Kinan.
"Mampir dulu Kak."
"Ga usah aku ada keperluan sebentar,jangan lupa nanti malam dandan yang cantik aku jemput jam 7 malam."
"Siap Pak Dokter,hati-hati ya."
Kinan melambaikan tangannya dan Zidan pun mulai melajukan mobilnya.
Sementara itu dikediaman Agatha,EL baru saja pulang.
"EL,sini sebentar Mamah sama Papah mau bicara," seru Tuan Agatha.
"Ada apa Pah,kok kayanya serius banget."
"Nanti malam kamu dandan yang cantik ya,Papah sama Mamah mau ngajak kamu makan malam bersama teman Papah."
"Malas ah Pah."
"EL,pokoknya Papah tidak mau dibantah nanti malam kamu harus ikut karena Papah akan memperkenalkan kamu sama anaknya teman Papah itu."
"Hah,jangan bilang Papah mau jodohin EL?" sahut EL.
"Papah sama Mamah memang berencana mau menjodohkan kamu sama anaknya teman Papah."
"Kok Papah jadi ngatur-ngatur hidup EL sih?EL ga mau,karena EL sudah mempunyai laki-laki yang EL cintai," sahut EL berdiri dan berlari meninggalkan Mamah dan Papahnya itu.
"Dasar anak itu,kamu bujuk sana Puteri kamu yang keras kepala itu pokoknya Papah tidak mau tahu nanti malam EL hatus ikut titik," ucap Tuan Agatha dan pergi meninggalkan istrinya.
Mamah EL terlihat menghela nafas,sekarang dia tahu dari mana Puterinya itu menurunkan sifat keras kepalanya,dengan perlahan Mamah EL melangkahkan kakinya menuju kamar EL.
Tok..tok..tok..
"Sayang,apa Mamah boleh masuk?"
Tidak ada jawaban dari EL,dengan perlahan Mamah EL membuka pintu kamar EL yang tidak terkunci,dilihatnya EL sedang membaringkan tubuhnya dengan posisi tengkurap.
Mamah EL menghampiri dan duduk disamping EL,diusapnya kepala Puteri satu-satunya itu.
"EL,kamu tahu kan kalau keinginan Papahmu itu tidak bisa diganggu gugat lebih baik kamu menurut saja ya jangan buat Papahmu nanti marah besar," seru Mamah EL.
"Tapi Mah,EL ga mau dijodohkan karena EL sudah punya pilihan sendiri EL itu sudah besar Mah,lagipula di zaman modern seperti ini masih saja ada acara jodoh-jodohan segala," jawab EL.
__ADS_1
"Pokoknya kamu ikut saja dulu,masalah cocok tidak cocoknya nanti biar menjadi urusan belakangan,kalau kamu merasa cocok lanjutkan tapi kalau kamu merasa tidak cocok jangan dipaksakan nanti biar Mamah yang jelasin sama Papah kamu."
"Tapi Mah,ada laki-laki yang EL cintai meskipun laki-laki itu belum membalas cintanya EL."
"Jadi cinta kamu bertepuk sebelah tangan?ya ampun EL,kamu jangan ngejar-ngejar laki-laki yang jelas-jelas tidak mencintai kamu berarti Papah kamu benar mau mengenalkan kamu sama anak temannya,dia anaknya tampan lho EL anaknya mandiri," jelas Mamahnya EL.
"Bodo,EL ga mau tahu dan ga peduli."
"Pokoknya nanti malam Mamah sama Papah tunggu kamu jam 7 malam,gaunnya sudah ada disana kamu harus pakai gaun itu," seru Mamah EL dan pergi meninggalkan kamar EL.
EL melihat ke arah sofa,disana sudah ada kotak berwarna merah yang berisi gaun yang Mamahnya siapkan.
EL tampak menghembuskan nafasnya secara kasar dan mengacak-ngacak rambutnya frustasi.
Disisi lain setelah pertemuan di Restoran,Kenzo dan Kimi saling bertukar nomor Ponsel dan saat ini Kenzo sedang telepon-teleponan dikamarnya.
Kinan yang baru pulang dan hendak memasuki kamarnya,mendengar suara Kenzo yang sedang tertawa-tawa.Kinan mendekat kearah pintu kamar Kenzo dan menempelkan telinganya.
Dan benar saja,Kenzo sedang berbicara sembari tertawa-tawa.Akhirnya jiwa Kepo Kinan pun meronta-ronta,perlahan Kinan membuka pintu kamar Kenzo dilihatnya Kenzo sedang berdiri menghadap jendela.
Dengan berjalan mengendap-ngendap,Kinan mendekat dan berdiri tepat dibelakang Kenzo tapi sayangnya Kenzo tidak menyadari kehadiran Kakaknya itu.
"Bagaimana kalau nanti malam kita jalan?" seru Kenzo.
"..........."
"Ya sudah,sampai ketemu nanti malam Kimi bye."
Kenzo terlihat asyik ngobrol lewat sambungan telepon itu,hingga akhirnya Kenzo mengakhiri panggilannya.
Dan pada saat Kenzo membalikkan badannya,betapa kagetnya Kenzo melihat Kakak cantiknya sedang berdiri dengan senyuman usilnya.
"Allohuakabar,Kak Kinan sejak kapan ada disini?" tanya Kenzo dengan memegang dadanya karena kaget.
"Hayo,lagi teleponan sama siapa?" goda Kinan.
"Idih Kepo," Kenzo merebahkan tubuhnya ditempat tidurnya dan Kinan juga ikut rebahan di samping Kenzo.
"Tadi aku dengar kamu sebut nama Kimi,apa kamu sudah jadian sama Kimi,Ken?" tanya Kinan dengan memiringkan badannya kearah Kenzo.
"Apaan sih Kak,kenal juga baru-baru ini sudah jadian aja,Kakak sendiri bagaimana sama Bang Zidan?cepetan nikah keburu tua lho," ledek Kenzo.
"Nyantai aja,ngapain buru-buru lagipula Kakak mah tinggal nungguin pihak cowoknya kalau Kakak diajak nikah kapanpun juga siap-siap aja," jawab Kinan.
"Terus itu gimana dengan tangan Bang Zidan,apa bisa sembuhkah?"
"Bisa dengan cara terapi secara rutin,meskipun prosesnya lama tapi seenggaknya tangan Kak Zidan ada harapan untuk kembali pulih,ya sudah Kakak ke kamar dulu semoga sukses adikku yang ganteng," ucap Kinan dengan mengacak-ngacak rambut Kenzo sebelum pergi.
***
Malam pun tiba...
Kinan dan Kenzo turun berbarengan dari kamarnya.
"Astaga,anak-anak Mamih sudah pada cantik dan tampan mau kemana ini?" tanya Mamih Echa.
"Mau ngedate Mih," jawab Kinan.
"Memang kamu punya pacar Ken?" tanya Papih Adam.
"Enggak Pih,Ken mau jalan sama teman aja," jawab Kenzo.
"Kalau begitu kita berangkat dulu ya Mih,Pih," seru Kinan.
"Hati-hati,pulangnya jangan terlalu malam."
Sementara itu diluar Zidan sudah menunggu,Kinan pun memasuki mobil Zidan.
"Ken,kita duluan ya!" seru Zidan.
"Siap Bang,hati-hati."
Selama dalam perjalanan Zidan terus saja mencuri-curi pandang ke arah Kinan.
"Apaan sih Kak,ngeliatin terus?"
"Kamu cantik banget malam ini."
"Alah gombal," sahut Kinan.
"Sumpah,kamu cantik banget Sayang aku jadu makin cinta deh sama kamu," seru Zidan mengedipkan sebelah matanya.
"Idih,Pak Dokter genit."
Tidak lama kemudian,mereka pun sampai disebuah Restoran mewah.Zidan menggandeng tangan Kinan masuk kedalam Restoran,dan seorang pelayan membawa mereka kesebuah ruangan VVIP yang sudah Zidan booking sebelumnya.
Sesampainya diruangan itu Kinan tampak terkejut dengan suasana ruangan yang sangat romantis,meja yang sudah tersusun dengan berbagai macam makanan dan lilin.
"Bagaimana,apa kamu suka Sayang?" tanya Zidan.
"Suka banget,terima kasih Sayang," Kinan mencium pipi Zidan.
"Ayo kita makan."
Kinan dan Zidan pun terlihat sangat romantis makan malam bersama dengan ditemani lagu-lagu romantis.
Hingga seorang pelayan masuk dengan membawa buket bunga mawar putih kesukaan Kinan.
Zidan pun berdiri dan mengambil bunga itu,didepan Kinan Zidan berjongkok dan memberikan bunga itu.
"Kinan,untuk kedua kalinya aku bertanya sama kamu,maukah kamu menikah denganku dan menua bersamaku?" tanya Zidan.
Kinan menerima bunga itu sembari tersenyum dan memganggukkan kepalanya dengan cepat.
"Aku mau Kak,aku mau menua bersamamu dan hidup bahagia disampingmu," ucap Kinan dengan matanya yang sudah berkaca-kaca.
Zidan berdiri dan langsung memeluk Kinan dengan eratnya.
Sementara itu ditempat yang sama keluarga Agatha pun sedang melakukan pertemuan dengan temannya,mereka sedang menunggu temannya itu.
EL tampak gugup dan jantungnya pun berdebar sangat cepat.
"Kok perasaan aku kaya gini sih?ga mungkin,hati aku hanya untuk Kak Dev seorang," batin EL.
Tidak lama kemudian teman Tuan Agatha pun tiba.
"Maafkan kami Pak Agatha,kami terlambat."
"Tidak apa-apa Pak David,mari silahkan duduk," seru Papah EL.
Seketika Devano mendongakkan kepalanya saat Papahnya menyebut nama Pak Agatha,Devano memang terlihat menundukan kepalanya saat memasuki ruangan itu karena memang Devano merasa kesal kepada Papahnya yang seenaknya ingin menjodohkannya.
Papah David,Mamah Adel,dan Devano pun duduk sementara EL masih menundukan kepalanya karena merasa enggan melihat laki-laki yang akan dijodohkan dengannya.
"Ini ya,yang namanya Aurel?wah cantik banget kamu Nak," seru Mamah Adel.
__ADS_1
"EL,jangan nunduk terus," bisik Mamahnya EL.
Dengan perlahan EL mengangkat kepalanya dan melihat kesekelilingnya,dan tatapanny berhenti pada sosok laki-laki tampan yang sedang duduk dihadapannya dengan gagahnya.
"Kak Dev," ucap EL.
"Lho kalian sudah saling kenal?" tanya Papah David.
"Sudah Om,kita kan sering bertemu kalau ada meeting."
"Oh iya,kamu kan sekarang yang memegang Perusahaan Papah kamu ya?" tanya Papah David.
EL tersenyum malu,Devano hanya diam saja..
"Ya sudah,lebih baik sekarang kita makan dulu ngobrolnya nanti setelah makan," seru Mamahnya EL.
Kedua keluarga itu pun makan malam bersama,ditengah-tengah makan EL menyentuh kaki Devano dengan kakinya membuat Devano kaget dan menatap tajam kearah EL.
Sementara EL yang ditatap malah mengedipkan matanya kearah Devano dengan genitnya.Devano hanya mampu menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah EL.
***
"Pak David,tujuan saya mengajak Pak David dan keluarga makan malam adalah karena saya ingin menjodohkan puteri saya satu-satunya ini dengan Putera Pak David," seru Papah EL.
"Kalau saya terserah anak-anak saja iya kan Mah?" sahut David.
"Iya Pak Agatha,soalnya kita tidak mau memaksakan kehendak anak karena kan nantinya yang akan menjalani mereka," jawab Mamah Adel.
"Bagaimana Sayang,apa kamu mau Papah jodohkan dengan Devano?" tanya Papah Agtha.
"Mau Pah,mau banget," jawab EL dengan semangatnya membuat semua orang tertawa kecuali Devano yang tampak membulatkan matanya tak percaya.
"Dasar cewek bar-bar," batin Devano.
Pertemuan keluarga pun berjalan dengan lancar,EL keluar dari Restoran itu langsung menggandeng tangan Devano meskipun Devano sudah berusaha melepaskannya tapi EL tidak menyerah.
Sementara orang tua EL dan Devano merasa senang karena perjodohan anak-anak mereka berjalan dengan lancar.
Disaat mereka keluar dari ruangan itu,bersamaan dengan Kinan dan Zidan keluar.
"Lho Aunty,Uncle,kalian disini juga?" sapa Kinan.
"Kinan,apakabar?" tanya David.
"Alhamdulillah sehat Uncle,lho Dev sama EL disini juga?" tanya Kinan.
"Hai,Kak Kinan!!" sapa EL,sementara Dev hanya cemberut.
"Hai EL."
"Wah,ini bukannya Kinan ya Bos cantik yang membuat Perusahaan G CORPORATION menjadi Perusahaan raksasa saat ini," seru Pak Agatha.
"Pak Agatha terlalu berlebihan," sahut Kinan.
"Ini siapa?" tanya Pak Agatha.
"Oh iya,perkenalkan ini calon suami saya," jawab Kinan.
Pak Agatha dan istrinya pun berjabat tangan dengan Zidan.
"Tampan ya cocok dengan Nak Kinan yang cantik," seru Mamah EL.
"Apa calon suamimu seorang Pengusaha juga?" tanya Pak Agatha.
"Oh bukan Pak,dia seorang Dokter."
"Owalah selamat ya,kami tunggu undangannya."
"Iya Pak terima kasih,kalau begitu kami duluan.Aunty,Uncle,Kinan duluan ya dan kamu Dev kamu hutang penjelasan sama aku," bisik Kinan di telinga Devano.
"Hati-hati Sayang," seru Adel.
Kinan dan Zidan pun pergi,disisi lain Kenzo dan Kimi pun sedang makan malam bersama cuma bedanya kalau Kinan dan Devano makan di Restoran mewah berbeda dengan Kenzo dan Kimi karena Kimi yang memintanya untuk makan ditempat makan biasa.
"Kamu yakin gapapa makan disini?" tanya Kenzo.
"Seharusnya aku yang nanya kaya gitu,Kak Kenzo gapapa kalau harus makan ditempat seperti ini soalnya kalau aku mah sudah biasa makan kaya gini," sahut Kimi.
"Ya sudah aku ikut kamu aja."
Kenzo dan Kimi pun memesan makanan dan mereka berdua makan dengan lahapnya.
Setelah selesai makan,Kenzo dan Kimi terlihat saling diam tidak ada yang bicara.
Tapi tiba-tiba,Kenzo menggenggam tangan Kimi sehingga membuat Kimi terkejut.
"Kim,aku memang baru kenal sama kamu dan kamu pun belum terlalu kenal sama aku tapi aku mulai nyaman dekat sama kamu,aku merasakan hal yang berbeda bila berada didekat kamu,mungkin ini terlalu cepat tapi aku sungguh menyukaimu--Kimi,maukah kamu menjadi kekasihku?" seru Kenzo.
Kimi membulatkan matanya,dia tidak menyangka kalau Kenzo pun merasakan hal yang sama dengannya,Kimi memang sudah jatuh cinta kepada Kenzo saat pertama kali mereka bertemu.
"Kak,aku bukan orang kaya aku hanyalah anak yatim piatu dan bahkan rumah pun aku tidak punya,sementara Kak Kenzo merupakan keluarga orang kaya dan terhormat aku ga pantes buat kamu Kak," jawab Kimi dengan air matanya yang menetes.
"Aku tidak peduli akan hal itu,aku tidak melihat kamu siapa dan bagaimana keadaan kamu,aku cuma melihat kamu adalah seorang wanita kuat,mandiri,dan tidak manja itu adalah salah satu kriteria wanita yang cocok untuk mendampingi seorang Polisi seperti aku," sahut Kenzo dengan menghapus air mata Kimi.
"Tapi Kak----"
"Stttt,,tidak ada tapi-tapian cukup kamu jawab permintaan aku,iya atau tidak."
Sejenak Kimi berpikir,hingga akhirnya dengan mantap Kimi menganggukkan kepalanya.
"Iya,aku terima Kakak."
Kenzo mencium tangan Kimi berulang-ulang saking bahagianya.
π·
π·
π·
π·
π·
Hai apakabar semuanyaππ
Yuk biasakan sehabis membaca tinggalkan jejak like dan vote sebanyak-banyaknya biat Authornya makin semangat lagiππππππ
Jangan lupa
like
vote n
komen
__ADS_1
TERIMA KASIH
LOVE YOUπππ