
π·
π·
π·
π·
π·
Setelah Kinan menghabiskan ice creamnya,Zidan mengantarkan Kinan pulang.
Sesampainya di depan rumah Kinan,Kinan memutuskan memanggil Papihnya untuk menggendongnya.
Kali ini Zidan tidak mampir dan langsung pamitan untuk pulang,tapi kali ini bukan pulang ke rumah melainkan pulang ke sebuah Aparteman yang sudah lama tidak dia kunjungi.
Meskipun Zidan tidak menempatinya,tapi Apartemen itu terlihat bersih tanpa debu sedikitpun,karena Zidan membayar orang untuk membersihkannya setiap hari.
Zidan membuka Password pintu Apartemennya,Zidan tampak melihat kesekelilingnya masih sama seperti dulu.Zidan merebahkan tubuhnya di sebuah Sofa,matanya terlihat menerawang jauh ke langit-langit Apartemen.
Flashback...
Author POV.....
5 Tahun yang lalu,Zidan mempunyai seorang kekasih bernama Bunga Lestari.3 tahun sudah Zidan dan Bunga menjalani hubungan,tidak ada masalah apapun Zidan dan Bunga hidup bahagia dan menjalani hubungan selayaknya orang pacaran pada umumnya.
Zidan dan Bunga berpacaran sejak memasuki bangku Kuliah,Zidan mengambil jurusan Kedokteran sementara Bunga ambil jurusan Akutansi Managemen.
Zidan dan Bunga sering di sebut The Best Couple karena menurut semua orang,Zidan dan Bunga merupakan pasangan yang serasi karena Zidan dan Bunga di karuniai wajah yang tampan dan cantik.
Beruntungnya Zidan bisa mendapatkan Bunga,Mahasiswi tercantik yang menjadi rebutan semua laki-laki.Mereka adalah sepasang kekasih yang membuat iri semua orang,mereka tidak pernah bertengkar ataupun marahan seperti kebanyakan pasangan yang lainnya.
Zidan sangat mencintai Bunga,karena Zidan baru pertama kali pacaran.Zidan orang yang sangat dingin,dia selalu cuek dengan lawan jenisnya.Hingga akhirnyan seorang wanita cantik yang ceria dan mempunyai sikap hangat mampu meluluhkan hati Zidan.
Hingga kelulusan tiba,Zidan harus melanjutkan Dokter Spesialisnya ke Amerika.Awalnya hubungan jarak jauh antara Zidan dan Bunga berjalan lancar,hingga kedatangan Fabian yang merupakan Kakak dari Zidan mengubah semuanya.
Fabian baru saja pulang ke Tanah Air setelah sekian lama Kuliah di Luar Negeri untuk mengasah kemampuannya untuk menjadi seorang Pengusaha sukses.
Fabian merupakan anak kebanggaan keluarga karena hanya Fabian yang mau menjadi Pengusaha meneruskan usaha Sang Papah,sementara Zidan dia lebih tertarik menjadi seorang Dokter.
Orang tua Zidan memang sudah sangat mengenal Bunga yang merupakan kekasih Zidan anak bungsunya.Selain itu,Bunga juga sering berkunjung ke rumah Zidan walaupun Zidan tidak ada di rumah.
Awal pertemuan Fabian dan Bunga,berawal dari seringnya Bunga berkunjung ke rumah dab disanalah awal kehancuran hubungan cinta Zidan dan Bunga.
Bunga sering ngobrol dengan Fabian,malahan sering jalan juga dengan Fabian.Dari sana mulai tumbuh cinta di antara keduanya,Fabian tahu kalau Bunga adalah kekasih adiknya tapi rasa cinta Fabian yang begitu besar terhadap Bunga membuat Fabian egois dan tidak memikirkan perasaan Zidan adiknya.
Begitupun dengan Bunga,karena setiap hari sering bersama Fabian,Bunga merasakan cintanya terhadap Zidan berkurang bahkan menguap seketika.Cinta yang dibina bertahun-tahun harus kalah dengan cinta dari seseorang yang selalu ada buat kita dan selalu berada di samping kita.
Bunga baru menyadari kalau dia tidak bisa menjalani hubungan jarak jauh.Bunga baru menyadari kalau dia membutuhkan seseorang yang selalu berada di sampingnya,memperhatikannya,dan orang itu adalah Fabian.
Sementara Zidan,tidak bisa melakukan semua itu selain Zidan jauh darinya Zidan juga termasuk orang yang dingin dan kurang peka terhadap perempuan.Sebenarnya Bunga merasa jenuh menjalin hubungan dengan Zidan,berbeda dengan Fabian yang sangat perhatian,dan peka dengan perasaan perempuan.
Maka dari itu,saat Zidan jauh darinya dan Fabian hadir dengan sejuta perhatian membuat Bunga seketika lupa akan keberadaan Zidan.Bunga dan Fabian tega mengkhianati Zidan,bahkan Orang tua Zidan sendiri pun tega menutup-nutupi hubungan Fabian dan Bunga dari Zidan.
Zidan yang berada jauh disana,bekerja keras dan belajar dengan sungguh-sungguh karena dia ingin cepat-cepat mendapat gelar Dokter Spesialis dalam waktu singkat.Zidan sudah merencanakan kalau sudah menyelesaikan pendidikannya,dia akan melamar Bunga.
Dan terbukti dalam waktu 3 tahun,Zidan bisa menyelesaikan pendidikannya dan mendapat gelar Dokter Spesialis.Dengan hati yang berbunga-bunga dan penuh semangat,Zidan kembali ke Tanah air dengan membawa sejuta harapan.
Dia akan segera melamar Bunga dan menjadikan Bunga sebagai istrinya.Zidan tidak memberi tahukan kepulangannya kepada Bunga maupun keluarganya,Zidan ingin memberikan kejutan kepada semuanya.
Sedangkan Bunga dan Fabian sudah melangsungkan pernikahan 2 minggu sebelum kepulangan Zidan.Tidak ada yang berani memberi tahukan kebenaran itu kepada Zidan,termasuk kedua Orang tuanya.
Sesampainya di rumah,tampak sepi Papah Zidan sedang melakukan perjalanan Bisnis ke Luar Kota dan ditemani oleh Mamah Zidan.
Zidan lalu beranjak naik ke kamarnya,disaat Zidan melewati kamar Fabian,Zidan sempat mendengar suara aneh tapi saking lelahnya Zidan memutuskan untuk ke kamarnya dan tidak memperdulikan dengan suara aneh yang di dengarnya.
Hingga waktu menjelang sore,Mamah dan Papah Zidan pulang setelah 5 hari mereka berada di Luar Kota.Betapa terkejutnya mereka setelah mendengar dari Asisten rumah tangganya kalau Zidan sudah pulang.
Sementara Bunga dan Fabian belum keluar juga dari kamarnya,maklum pengantin baru masih hangat-hangatnya.Disaat Bunga dan Fabian keluar dari kamarnya dengan rambut yang sama-sama basah,Zidan pun secara bersamaan keluar dari kamarnya.
Sesaat mereka bertiga saling menatap,Fabian dan Bunga sangat terkejut akan kehadiran Zidan.Saking asyiknya mereka bergumul,sampai-sampai mereka tidak mengetahui kepulangan Zidan.
Zidan menatap tajam ke arah Bunga dan Fabian,sementara Bunga hanya bisa menundukkan wajahnya tidak berani menatap ke arah Zidan.
Betapa marah besarnya Zidan,mendengar penjelasan dari kedua Orang tuanya.Zidan tidak menyangka kalau orang-orang yang dia sayangi tega mengkhianatinya.Zidan yang awalnya ingin membuat kejutan justru malah sebaliknya Zidanlah yang terkejut.
Dari sana awal mula Zidan dan Fabian bermusuhan,walaupun sekarang Bunga sudah tiada karena penyakit Leukeumia yang dideritanya,tapi kebencian Zidan masih sangat tertanam di hatinya.
Flashback On...
Zidan mengusap wajahnya kasar,rasa sakit itu masih ada dan masih terasa walaupun sudah bertahun-tahun berlalu.
Kinan saat ini sedang berada di kamarnya,Kinan terlihat melamun membayangkan kejadian tadi bersama Zidan.
Tiba-tiba Kenzo masuk tanpa permisi..
"Hayo lho ngapain senyum-senyum sendiri?" goda Kenzo dan menjatuhkan tubuhnya di samping Kinan.
__ADS_1
"Apaan sih.."
"Pasti Kak Kinan sedang jatuh cinta ya!!" tebak Kenzo.
"Idih,sotoy..."
"Udahlah ngaku aja,Kak Kinan jatuh cinta sama siapa?sama Dr.Zidan ya?" goda Kenzo.
"Ih,bawel banget sih tuh mulut kaya mulutnya Ibu-ibu Komplek tahu ga," Kinan terlihat kesal.
"Astaga Kak,sensi amat lagi PMS ya!!" seru Kenzo.
Kinan mengambil bantal dan memukul Kenzo dengan sekuat tenaga.
"Adaw..sakit Kak," rengek Kenzo.
"Keluar ga dari kamar ini,gangguin aja," ucap Kinan dengan mata yang melotot.
"Ya ampun Kak,tuh mata jangan melotot kaya gitu kaya yang mau keluar dari tempatnya,serem banget."
"Kenzooooo..." teriak Kinan.
"Ok..ok..aku keluar,galak amat jadi cewek," Kenzo mengomel-ngomel dengan berjalan ke arah pintu.
Sebelum Kenzo menutup pintu,kepala Kenzo kembali nongol.
"Kak,kalau emang cinta sama Dr.Zidan cepat katakan nanti keburu di ambil orang baru tahu rasa lho," goda Kenzo.
Kinan langsung melempar bantalnya ke arah pintu,dan Kenzo pun segera menutup pintunya.
"Dasar adik nyebelin..." gumam Kinan.
Kinan kembali tersenyum dikala mengingat nama Zidan.
"Tapi kenapa Dr.Zidan begitu membeci Pak Fabian ya?" batin Kinan.
2 hari kemudian...
Kaki Kinan sudah sembuh dan dia sudah bisa berjalan lagi.
"Mih,Pih,Kinan mau ke Restoran Family Food ya bosen diam di rumah terus," ucap Kinan.
"Ya audah,tapi pulangnya jangan malam-malam ya!!" pesan Mamih Echa.
"Siap Komandan laksanakan..."
Kinan pun mengendarai mobilnya menuju Restoran Family Food.Ternyata Zidan pun sehati,dia sekarang sedang berada di Restoran Family Food.
Disaat Milka sedang bahagia karena bisa makan siang bareng dengan Zidan,Kinan pun sampai di Restoran.
"Hai Milka.." sapa Kinan.
"Hai Kak," jawab Milka datar tanpa menoleh kepada Kinan.
"Ya sudah,lanjutkan lagi maaf sudah mengganggu," ucap Kinan dan langsung pergi menghampiri Satria.
"Sudah tahu ganggu masih aja nanya," gumam Milka yang masih terdengar oleh Zidan.
Zidan terus melihat ke arah Kinan,yang sekarang sudah duduk di samping Satria.
"Hai Satria," sapa Kinan.
"Hai Kak Prinses,kemana aja baru datang lagi kesini?" tanya Satria.
"Biasalah sibuk," jawab Kinan.
Kinan menoleh ke belakang,dan melihat Milka sedang menyuapi Zidan.Sebenarnya Zidan tidak mau tapi Milka memaksanya,di saat Zidan menoleh ternyata Kinan pun sedang menoleh ke arahnya.Kinan cepat-cepat memalingkan wajahnya.
Tiba-tiba suara yang Kinan kenal menyapanya...
"Hai Kinan,apakabar?" sapa Fabian.
Kinan dan Satria menoleh secara bersamaan.
"Hai,Pak Fabian!!kok Bapak ada disini?" tanya Kinan.
"Tadi aku habis Golf sama rekan Bisnis aku,dan aku merasa lapar jadi aku mampir dulu kesini,boleh aku duduk disini?" tanya Fabian.
"Oh boleh,,silahkan duduk aja" jawab Kinan.
Zidan yang melihat ke arah Kinan,mengepalkan tangannya dan memegang sendok dengan kuatnya.Milka sadar kalau Zidan sedang marah,kemudian Milka mengikuti arah pandang Zidan.
"Kak Kinan,kenapa kamu selalu mengganggu kesenanganku," batin Milka dengan mengepalkan tangannya.
Kinan kembali menoleh ke belakang,dilihatnya Zidan sedang menatap tajam ke arah Kinan.Fabian yang menyadari itu,ikut menoleh dan akhirnya kedua laki-laki tampan itu saling mengunci lewat tatapan.
Fabian terlihat menyunggingkan senyuman sinis ke arah Zidan merasa menang karena bisa dekat dengan Kinan.
__ADS_1
Emosi Zidan makin menjadi-jadi,tanpa sadar Zidan menggebrak meja sehingga membuat Milka terlonjak kaget.
"Astaga Dokter,Dokter kenapa?" tanya Milka.
"Maaf Milka,tadi ada nyamuk aku memukulnya terlalu keras," jawab Zidan seadanya.
"Maaf Milka,kayanya aku harus pergi masih ada urusan..terima kasih sudah menemani aku makan siang," Zidan kemudian pergi meninggalkan Milka dengan emosinya.
Kinan yang melihat Zidan pergi tidak tahu kenapa jadi merasa bersalah,padahal Kinan tidak melakukan kesalahan apapun.
"Kinan,kok makanannya ga dimakan?" tanya Fabian.
"Ah..iya ini juga mau dimakan," jawab Kinan yang langsung melahap makananny padahal saat ini tidak tahu kenapa nafsu makannya tiba-tiba menghilang.
"Kayanya nih cowok sama cowok yang tadi sama Milka menyukai Kak Prinses," batin Satria yang dari tadi memperhatikan gerak-gerik mereka bertiga.
Kinan selesai makan,Fabian menoleh ke arah Kinan dan melihat bibir Kinan blepotan kemudian Fabian mengambil tisu dan berniat membersihkan bibir Kinan.
"Kenapa?" tanya Kinan.
"Ini,aku mau bersihin bibir kamu yang blepotan," ucap Fabian.
"Oh..ya sudah biar aku aja," Kinan membersihkan bibirnya sendiri.
Kinan dan Fabian makan bersama,entah mengapa Kinan malah kepikiran sama Zidan.
"Maaf Kak,bisa kita bicara sebentar," ucap Milka dengan nada ketus.
"Bisa..maaf Pak Fabian aku tinggal dulu," seru Kinan.
"Tidak apa-apa,aku juga mau pulang kok kalau gitu aku duluan ya," ucap Fabian.
Kinan menganggukkan kepalanya dan mengikuti Milka ke ruangannya.
"Kamu mau ngomong apa Milka?" tanya Kinan.
"Kak Kinan kan tahu kalau Milka itu sudah sejak lama menyukai Dr.Zidan,tapi kenapa Kak Kinan deket sama Dr.Zidan?apa Kak Kinan menyukai Dr.Zidan juga?" tanya Milka dengan emosinya.
"Kamu tenang dulu Milka,Kak Kinan ga ada hubungan apa-apa sama Dr.Zidan dan Kak Kinan juga...tidak menyukai Dr.Zidan," ucap Kinan yang sedikit ada jedanya.
"Milka yakin kalau Kak Kinan tidak mungkin mau menikung sepupunya sendiri,iya kan Kak?" seru Milka.
Kinan menganggukkan kepalanya lemah dan menampilkan senyum yang dipaksakan.
Sementara itu Zidan sudah menunggu Fabian di depan rumah Fabian.Fabian turun dari mobilnya dan Zidan menghampiri Fabian.
"Ada apa?tumben datang ke rumahku," ucap Fabian dengan senyum sinisnya.
"Jauhi Kinan," sahut Zidan dengan tatapan tajamnya.
"Kinan itu bukan milik siapa-siapa,jadi siapapun berhak mendekati dia," sahut Fabian.
"Pokoknya jauhi Kinan."
"Apa urusannya sama kamu?emang kamu siapanya Kinan?" tanya Fabian.
"Aku orang yang mencintai Kinan,dan aku ga akan membiarkan kamu merebut orang yang aku cintai untuk kedua kalinya," bentak Zidan.
"Kita lihat saja nanti,siapa yang akan Kinan pilih," seru Fabian.
Zidan mengepalkan tangannya dan mengeraskan rahangnya,dengan emosi yang memuncak Zidan meninggalkan rumah Fabian.
Sementara itu,Kinan menjalankan mobilnya dengan perasaan yang tak menentu.Entah mengapa permintaan Milka begitu berat.
"Kenapa dengan aku,lagipula Dr.Zidan belum tentu merasakan hal yang sama dengan aku.Dasar bodoh..." Kinan membenturkan keningnya ke stir mobil secara berulang.
π·
π·
π·
π·
π·
Selamat malam semuanya,selamat malam mingguan untuk Reader-readerku tercintaππ
Jangan lupa malam mingguannya di temani oleh Kinan dan Zidan,semoga kalian suka dan jangan lupa dukungannyaππππ
Jangan lupa
like
vote n
komen
__ADS_1
TERIMA KASIH
LOVE YOUπππ