Bos Cantik Pujaan Hati

Bos Cantik Pujaan Hati
SELALU MENGALAH


__ADS_3

🌷


🌷


🌷


🌷


🌷


Kinan berlari dengan air mata yang terus saja mengalir di pipinya,sementara Zidan terus mengejar Kinan.


Disaat Kinan membuka pintu mobilnya,Zidan menghentikannya.


"Tunggu Kinan," seru Zidan.


"Mau apa lagi?" tanya Kinan dengan menghempaskan tangan Zidan.


"Kinan aku minta maaf,kejadian waktu itu sungguh diluar dugaanku,aku sudah berusaha mengetuk pintu kamar kamu tapi tidak dibuka-buka,aku sudah berusaha menghubungi kamu tapi Ponsel kamu mati," jelas Zidan.


"Ok..aku masih bisa maafin Kakak dengan kejadian itu aku masih bisa maklum,tapi semenjak kejadian itu apa Kakak sempat memberi kabar lagi sama aku?tidak kan?" bentak Kinan.


"Maaf Kinan,kondisi Milka sangat drop sampai-sampai aku lupa untuk menghubungi kamu," seru Zidan.


"Sesibuk apa Kakak mengurus Milka?sampai-sampai untuk mengabari aku aja ga bisa,cuma ngabarin doang menjelaskan semuanya itu tidak membutuhkan waktu satu jam paling 10 menit juga selesai,tapi kenapa aku harus tahu semuanya dari orang lain?" bentak Kinan dengan deraian air mata.


"Kinan please maafin aku," Zidan berusaha menghenggam tangan Kinan tapi dengan cepat Kinan menghempaskannya.


Kinan cepat-cepat masuk ke dalam mobilnya dan melajukannya.


"Aaaarrrrggghhh sial," Zidan berteriak tanpa memperdulikan kalau saat ini dia berada di Rumah Sakit.


Sementara itu di dalam ruangan Milka.


"Milka,kamu kenapa sama Kinan?Abang tidak pernah mengajarkan kamu bersikap kasar seperti itu,apalagi sama Kinan," seru Daffin.


"Tapi Bang,Kak Kinan itu sudah merebut orang yang Milka cintai," jawab Milka.


"Siapa orang yang kamu cintai?" tanya Daffin.


"Dr.Zidan,dia adalah orang yang sangat Milka cintai.Seumur hidup Milka,Milka tidak pernah pacaran dan Abang juga tahu itu tapi kenapa di saat Milka mencintai seseorang Kak Kinan merebutnya dari Milka," sahut Milka dengan deraian air mata.


"Kak Kinan tidak pernah merebut Bang Zidan,dan setahu aku mereka juga belum berpacaran," ucap Kenzo yang mulai terpancing emosi tapi Satria menenangkannya.


"Kenapa kalian selalu membela Kak Kinan?Kak Kinan selalu memasang wajah polosnya di depan semua orang padahal hatinya begitu busuk,tamak,Kak Kinan merebut semua perhatian dan kasih sayang kalian dari aku," bentak Milka.


"Milka jaga ucapan kamu!!" ucapan Daffin sudah mulai meninggi.


"Kenapa Bang?coba Abang bayangkan,Kak Kinan itu sudah tahu kalau Milka sangat mencintai Dr.Zidan tapi kenapa Kak Kinan berani banget mengajak Dr.Zidan liburan ke Bali,maksudnya apa coba?Kak Kinan pasti ingin menggoda Dr.Zidan di Bali sana," sahut Milka.


"Diam kamu Milka,ucapan kamu sudah keterlaluan hati kamu begitu picik sudah menilai Kak Kinan yang enggak-enggak,asalan kamu tahu Kak Kinan ke Bali ada urusan pekerjaan tanya sama Devano kalau ga percaya,kemauan Bang Zidan sendiri yang ngikutin Kak Kinan ke Bali," bentak Kenzo yang langsung meninggalkan ruang rawat Milka dengan membanting pintu.


Milka kaget dan kondisinya kembali ngedrop,Satria segera memanggil Dr.Zidan.


Dr.Zidan yang pada saat itu sedang berjalan lunglai bagai tak bersemangat bagitu kaget setelah melihat Satria menghampirinya.


"Dokter,tolongin Milka dia kembali ngedrop," ucap Satria panik.


"Apa.." Zidan segera berlari ke ruangan rawat Milka dan segera memeriksanya.


Sementara Daffin,Devano,dan Satria menunggu diluar.


Tidak lama kemudian Bunda Keysa dan Ayah Dirga berlari khawatir karena mendapat telpon dari Satria kalau Milka kembali ngedrop.


"Bagaimana keadaan Milka?" tanya Bunda Keysa dengan deraian air matanya.


"Dr.Zidan sedang memeriksanya," jawab Daffin.


"Kenapa kondisinya bisa ngedrop lagi?bukannya tadi pagi saat Ayah dan Bunda titipin Milka kepada kalian dia sudah baik-baik saja?" tanya Ayah Dirga.


Semuanya menundukkan kepalanya,tidak ada yang berani menjawab pertanyaan dari Ayah Dirga.


Tidak lama kemudian,Dr.Zidan pun keluar dengan perasaan yang tidak menentu pikirannya terus tertuju pada Kinan.


"Dokter,bagaimana keadaan Milka?" tanya Ayah Dirga.


"Kondisinya kembali ngedrop,diharapkan Milka jangan dulu banyak pikiran dan stres sekarang Milka sedang istirahat barusan saya sudah memberikannya obat,kalau begitu saya permisi dulu," ucap Zidan.


"Terima kasih Dokter," Ayah Dirga dan Bunda Keysa masuk ke dalam ruang rawat Milka.


Sementara Daffin terlihat sangat emosi,dia mengejar Dr.Zidan dan diikuti oleh Devano dan Satria.


Di dalam ruangan Zidan,Daffin langsung mengangkat kerah baju Zidan dan menyudutkannya ke dinding.


"Bang,sabar Bang!!" ucap Devano.


"Jangan permainkan kedua sepupuku,kalau kamu masih ingin hidup didunia ini," bentak Daffin.


"Maaf,maksud kamu apa?" tanya Zidan.


"Jangan pura-pura B*** kamu,kamu sadar ga kalau kamu sudah mempermainkan hati kedua sepupuku," bentak Daffin.


"Aku tidak pernah mempermainkan mereka,Milka memang menyukaiku tapi aku ga ada sedikitpun rasa sama Milka,aku hanya menganggap Milka sebagai adikku saja ga lebih,,dan soal Kinan,aku memang memcintainya," jelas Zidan.


Kemudian cengkraman Daffin mulai melemah,dia berpikir kenapa kedua adik sepupunya bisa sampai saling membenci seperti ini gara-gara seorang Pria.


"Aku sangat mencintai Kinan," ucap Zidan lemah dengan menundukkan kepalanya.


Daffin keluar dari ruangan Zidan tanpa sepatah katapun,Daffin bingung harus ngomong apa lagi dan Satria juga pergi menyusul Daffin.

__ADS_1


"Kejarlah cinta kamu Bang,aku mendukungmu buatlah Kinan bahagia," Devano menepuk pundak Zidan.


"Terima kasih Dev."


Devano tersenyum dan pergi meninggalkan ruangan Zidan.


Kinan menghentikan mobilnya di sebuah Taman,dia duduk di kursi Taman dengan deraian air mata.


"Aku belum merasakan jatuh cinta,giliran aku merasakannya rumit baget," gumam Kinan.


Tiba-tiba ada yang menyodorkan ice cream ke hadapab wajahnya,dan Kinan pun menoleh ke belakang.


"Abang.."


"Dulu saat kamu nangis,hanya ice cream yang bisa menghentikan nangis kamu dan ternyata sekarang juga masih sama," ucap Daffin.


Kinan tersenyum dan mulai memakan ice creamnya.


"Dulu saat Kinan nangis,hanya Abang yang selalu ada buat Kinan,menenangkan Kinan,menjaga Kinan,dan ternyata sekarang juga masih sama," ucap Kinan.


Daffin mengusap kepalan Kinan penuh dengan kasih sayang.


"Abang sayang banget sama kamu Kinan,bahkan Abang berjanji tidak akan menikah dulu sebelum kamu menikah,karena Abang ingin memastikan kalau Prinses kecil Abang bahagia dan ada menjaga," seru Daffin.


"Jangan bicara seperti itu Bang,Kinan masih lama untuk menikah,Abang ga boleh mikirin Kinan terus Abang juga harus bahagia pikirin masa depan Abang sendiri,carilah pasangan hidup Abang kasihan Daddy dia sudah tua di rumah sebesar itu dia kesepian,coba kalau Abang menikah dan mempunyai anak pasti Daddy bakalan bahagia banget," jelas Kinan.


"Pengen sih menikah,tapi wanitanya ga ada yang mau sama Abang," seru Daffin.


"Bukannya ga ada yang mau,tapi Abangnya yang menutup diri untuk wanita.Wanita mana sih yang ga jatuh cinta sama Abang Kinan yang tampan ini," sahut Kinan.


"Kamu bisa aja," Daffin mengacak-ngacak rambut Kinan.


"Oh iya Abang mau tanya,apa kamu mencintai Dr.Zidan?" tanya Daffin.


Cukup lama Kinan diam....


"Tidak Bang," ucap Kinan dengan menundukkan kepalanya dan mengocek-ngocek ice cream yang ada di tangannya.


"Coba sini kamu lihat sama Abang," sahut Daffin.


Kinan tetap saja menundukkan kepalanya...


"Kinan,Abang bilang tatap mata Abang," bentak Daffin.


Dengan ragu-ragu,perlahan Kinan mengangkat kepalanya dan menatap kedua bola mata Daffin.


"Coba katakan kalau kamu tidak menyukai Dr.Zidan."


Kinan tidak bisa menjawabnya,hanya air mata yang keluar dari mata indah Kinan,Daffin langsung memeluk Kinan.Daffin tahu apa yang ada di hati Kinan.


"Dasar bodoh..sejak kapan Prinses kecil Abang jadi bodoh seperti ini," ujar Daffin.


Daffin semakin mengeratkan pelukkannya,Daffin menciumi pucuk kepala Kinan.


1 Bulan kemudian,,Kinan dan Zidan sudah tidak bertemu lagi bahkan Kinan pun tidak pernah ke Rumah Sakit karena selalu di usir oleh Milka.


Saat ini Milka sudah kembali beraktifitas walaupun cuma duduk-duduk saja,Milka sudah kembali ke Restoran menemani Satria.


Kinan sedang sarapan dengan keluarganya..


"Sayang,nanti sore Mamih sama Papih mau berangkat ke Belanda mau menjenguk Oma sama Opa karena Opa masuk Rumah Sakit lagi," ucap Mamih Echa.


"Kinan ga bisa ikut,soalnya Kinan sedang banyak kerjaan titip salam saja buat Oma dan Opa," sahut Kinan.


"Ken juga ga bisa ikut,sebagai Abdi Negara susah mendapatkan libur," sambung Kenzo.


"Iya gapapa,tapi kamu Ken jagain Kakak kamu ya jangan gangguin Kakak kamu terus," seru Papih Adam.


"Siap Komandan," Kenzo memberikan hormat kepada Papihnya.


"Mamih sama Papih berapa lama disana?" tanya Kinan.


"Belum tahu Sayang,nanti deh Mamih sama Papih kabari ya!!" sahut Mamih Echa.


"Ya sudah,Kinan berangkat kerja dulu ya!!" Kinan pun berpamitan dan mencium tangan Mamih dan Papihnya.


"Ken juga berangkat sekarang."


Selama ini Kinan menyibukkan diri dengan pekerjaannya berharap bisa melupakan Zidan,dia memutuskan untuk melupakan Zidan dan mengubur dalam-dalam rasa cintanya.


Kinan tidak mau sampai harus mengorbankan keluarganya demi seorang laki-laki,meskipun sakit tapi harus Kinan lakukan demi kebaikan semuanya.


Zidan kembali ke sikapnya yang dingin,malah sekarang Zidan lebih dingin lagi dan tidak menerima kesalahan sedikitpun.


Bahkan dengan Milka pun Zidan begitu,berbicara seperlunya.Milka merasa bersalah juga tapi rasa cintanya kepada Zidan bisa mengalahkan rasa bersalahnya.


"Dr.Zidan maafkan Milka,karena Milka begitu egois tapi Milka benar-benar mencintai Dokter,Milka ga rela kalau Dokter bersama wanita lain," batin Milka dengan terus memandang Zidan yang sedang memeriksanya.


Tidak ada pembicaraan antara Milka dan Zidan,dan Milka juga menyadari kalau Zidan mungkin saja membenci dirinya tapi Zidan berpura-pura hanya demi membuat Milka senang.


Mamih Echa dan Papih Adam berangkat ke Belanda tanpa di antar oleh anak-anaknya,karena mereka sibuk dengan pekerjaannya masing-masing.


"Kinan,sudah waktunya makan siang ayo kita makan dulu," ucap Devano.


"Tanggung Dev,sedikit lagi kamu duluan saja," sahut Kinan dengan tatapannya fokus pada Laptopnya.


"Kinan sudahlah kamu terlalu memforsir tenaga kamu,lama-lama kamu bisa sakit," seru Devano dengan nada yang khawatir.


"Tidak akan,kamu duluan saja nanti aku nyusul aku janji ga bakalan lama kok."

__ADS_1


"Awas saja kalau kamu tidak nyusul," ancam Devano.


Kinan hanya mengacungkan jempolnya tanpa menjawab omongan Devano.


Sepeninggalnya Devano,Kinan menyandarkan tubuhnya di kursi kebesarannya dan sedikit memijat pelepisnya.


Sungguh Kinan merasa lelah dengan semua ini...


"Kenapa aku harus bertemu dengan kamu kalau pada akhirnya akan seperti ini," gumam Kinan.


Waktu pun sudah menunjukan pukul 7 malam,lagi-lagi Kinan kerja lembur.


Disaat Kinan sedang membereskan meja kerjanya dan bersiap untuk pulang,Ponsel Kinan tiba-tiba berbunyi tanda ada notif pesan masuk.


Kinan membuka Ponselnya dan melihat isi pesan itu.


"Aku tunggu kamu di Cafe Mentari,aku tidak akan pergi sampai kamu datang."


Itulah isi pesan yang dikirim oleh Zidan untuk Kinan,Kinan menghembuskan nafasnya kasar.


Setelah cukup lama berpikir di dalam mobilnya,Kinan memutuskan untuk menemui Zidan.


Sesampainya di Cafe,Kinan melihat seseorang yang sangat dia kenal sedang duduk sendirian.


Kinan melihat Zidan yang berbeda,karena Zidan yang saat ini begitu kacau dengan wajah yang mulai di tumbuhi bulu-bulu halus seperti tidak terurus.


Kinan menghampirinya dan langsung duduk di hadapan Zidan.


"Ada apa Kak,nyuruh aku kesini?" tanya Kinan dengan memalingkan wajahnya.


Cukup lama Zidan terdiam,dia hanya menatap Kinan dengan tatapan rindunya.


"Kinan..." hanya itu yang mampu keluar dari bibir Zidan.


"Ada apa Kak,aku tidak punya banyak waktu aku mau pulang," ucap Kinan dingin.


"Aku merindukanmu."


Perkataan Zidan sungguh membuat jantung Kinan berpacu lebih kencang lagi,mata Kinan sudah mulai berkaca-kaca.


"Maaf Kak,kalau Kakak menyuruh aku datang kesini hanya untuk mengatakan itu lebih baik aku pulang," Kinan beranjak dari duduknya dan melangkah pergi meninggalkan Zidan.


Zidan menyusul Kinan,di saat Kinan membuka pintu mobilnya Zidan menarik tangan Kinan.


"Tidakkah kamu merasakan hal yang sama seperti aku?" tanya Zidan dengan tatapannya yang menusuk ke dalam mata Kinan.


Cukup lama Kinan menatap mata orang yang sebenarnya sangat dia rindukan,hingga akhirnya dia memalingkan wajahnya untuk menutupi air matanya yang mulai menetes.


"Maaf Kak,aku harus pulang," Kinan menghempaskan tangan Zidan dan masuk ke dalam mobilnya.


Tapi tanpa di sangka-sangka,Zidan berlari ke tengah jalan membuat kendaraan yang sedang melaju saling membunyikan klakson karena ulah Zidan yang berdiri di tengah jalan.


Kinan terkejut dan keluar dari mobilnya kemudian berlari ke tengah jalan dan menarik paksa Zidan untuk ke pinggir jalan.


"Kakak ini apa-apaan sih,bahaya tahu berdiri di tengah jalan kaya gitu kalau Kakak celaka bagaimana?" bentak Kinan.


"Kenapa kamu peduli sama aku Kinan?biarkan aku mati saja,setelah dulu aku harus kehilangan orang yang sangat aku cintai dan sekarang aku harus kehilangan lagi orang yang aku cintai untuk kedua kalinya,memangnya kamu pikir mudah buat aku menerima semua itu?" bentak Zidan yang membuat Kinan kaget sampai Kinan meneteskan air mata.


"Apa kamu tahu Kinan,kalau aku sangat mencintai kamu?apa kamu tahu,kalau selama ini aku tersiksa menahan rindu buat kamu?apa kamu tahu semua itu Kinan," Zidan kembali meninggikan suaranya di hadapan Kinan.


Akhirnya Kinan tidak bisa lagi menahan air matanya,Kinan tidak bisa berkata apa-apa lagi hancur sudah tembok yang selama ini sudah susah payah dia bangun.


Melihat Kinan yang menangis,Zidan langsung menarik Kinan dan membawanya kedalam dekapannya.


"Aku sangat mencintai kamu Kinan," ucap Zidan.


Kinan makin segukkan mendengarkan ucapan Zidan.


Kinan kemudian melepaskan pelukkan Zidan.


"Aku tidak bisa Kak,ada hati yang akan terluka kalau kita bersama," sahut Kinan.


"Terus bagaimana dengan perasaan kita?apa kamu akan menyiksa diri kamu sendiri demi menjaga perasaan orang lain?" seru Zidan dengan memegang kedua pundak Kinan.


Kinan menundukkan kepalanya,dia tidak bisa bicara apa-apa lagi hanya deraian air mata yang terus mengalir dipipinya.


Zidan kembali memeluk Kinan,Zidan tahu bagaimana perasaan Kinan.Tiba-tiba pandangan Kinan gelap,hingga akhirnya Kinan pingsan di pelukkan Zidan.


🌷


🌷


🌷


🌷


🌷


Jangan lupa


like


vote n


komen


TERIMA KASIH


LOVE YOU💘💘💘

__ADS_1


__ADS_2