
π·
π·
π·
π·
π·
Zidan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi,emosinya sungguh tidak bisa terkendali lagi.
"Kita lihat saja Kinan,apa yang akan aku lakukan?" gumam Zidan dengan memukul stir mobilnya.
Sesampainya di Rumah Sakit,semuanya melihat aura hitam di diri seorang Zidan sampai-sampai tidak ada yang berani menyapanya.
"Bro,Milka nyariin lo terus tuh!!" ucap Dr.Billy.
Zidan terlihat mengangkat ujung bibirnya,dan justru membuat Dr.Billy bergidik ngeri melihatnya.
Tanpa bicara sepatah katapun,Zidan meninggalkan Dr.Billy dengan kebingungannya.
Zidan membuka pintu ruangan rawat Milka,terlihat Milka mengembangkan senyumannya tatkala melihat siapa yang datang.
"Dr.Zidan,Dokter kemana saja dari tadi Milka nyariin Dokter," ucap Milka dengan manjanya.
"Buat apa nyariin aku?kan sudah ada Dr.Billy," ucap Zidan dengan dinginnya.
"Tapi kan aku maunya sama Dr.Zidan," rengek Milka.
"Sudahlah Milka,kamu jangan manja terus memangnya kerjaan aku cuma ngurusin kamu saja,aku juga punya kehidupan pribadi," bentak Zidan yang membuat Milka kaget dan Milka langsung menangis.
"Kok Dokter jadi kasar seperti ini sama aku?" tanya Milka dengan isakannya.
"Sudahlah Milka,aku sedang pusing jangan banyak nanya," Zidan menjatuhkan tubuhnya ke sofa dan memijat keningnya.
Keesokan Harinya...
Kinan sudah berada di Bandara karena hari ini Kinan dan Devano akan melakukan perjalanan ke Kalimantan untuk menghadiri undangan Rekan Bisnisnya.
"Hallo Kinan,apakabar?" sapa Fabian.
"Hallo Pak Fabian."
"Sudah siap,ayo kita berangkat," ajak Fabian.
Kina,Devano,dan Fabian pun berangkat bersama,Fabian tidak mengajak Hana karena ini bukan urusan pekerjaan melainkan undangan Rekan Kerja.
Kalau Kinan sengaja mengajak Devano karena Kinan tidak mau berduaan dengan Fabian.
Kinan sama sekali tidak banyak bicara,dia sedang berada dalam mode yang sangat buruk.
Setelah sekian lama akhirnya sampai juga di Kalimantan,mereka bertiga langsung ke Hotel untuk beristirahat.Karena acaranya nanti malam,mereka berencana untuk kembali lagi pada esok harinya.
Kinan langsung menjatuhkan diri ke atas kasur,hati dan pikirannya benar-benar lelah.
"Apa sesakit inikah rasanya jatuh cinta," gumam Kinan.
Karena lelah,akhirnya Kinan pun terlelap tidur.
Di Rumah Sakit,hari ini jadwal Cuci darah Milka.Mood Zidan benar-benar berantakan hari ini,jangan harap ada yang berani bertanya untuk menyapa pun tidak ada yang berani.
Dr.Billy tahu benar kondisi Zidan,karena dulu juga di saat patah hati oleh Bunga sikap Zidan seperti ini,Dr.Billy memilih jaga jarak aman daripada harus kena imbasnya.
"Bill,masih belum adakah Pendonor Ginjal yang cocok buat Milka?" tanya Zidan datar.
"Belum ada Zidan,susah nyari yang cocok," jawab Dr.Billy.
"Carilah secepatnya."
Kemudian Zidan kembali ke ruangannya sembari menunggu jamnya Milka.Zidan menyandarkan kepalanya di kursi dan memejamkan matanya.
"Bisakah aku mendapatkan kebahagiaan?" gumam Zidan.
Tok..tok..tok..
"Masuk."
"Maaf dokter,sudah waktunya Nona Milka cuci darah," ucap Suster Mawar dengan menundukkan kepalanya,dia takut melihat wajah Zidan yang seakan ingin menerkam mangsanya.
"Baiklah."
Zidan dan Suster Mawar pun menuju ke ruangan Milka,disana sudah ada Bunda Keysa yang sedang menemani Milka.
"Milka apa kamu sudah siap?" tanya Zidan dengan dinginnya.
"Sudah Dokter."
"Sus,tolong bawa dia dan bantu Milka naik ke kursi rodanya," ucap Zidan.
Kemudian Zidan pun keluar duluan tanpa menyapa Bunda Keysa padahal biasanya Zidan selalu sopan dan ramah kepada Bunda Keysa tapi kali ini sikapnya sangat dingin dan raut wajahnya pun terlihat tidak bersahabat.
Suster Mawar membantu Milka untuk ke kursi rodanya tapi Milka menolak karena katanya dia bisa sendiri padahal kalau Zidan yang akan membantunya,Milka suka berpura-pura lemah dan lemas supaya Zidan mau menggendongnya.
"Sayang,jangan cemberut seperti itu dong," seru Bunda Keysa.
"Dr.Zidan akhir-akhir ini berubah Bunda,dia selalu bersikap dingin dan kasar kepada Milka." seru Milka.
"Mungkin Dr.Zidan sedang banyak masalah Sayang," jawab Bunda.
Malam pun tiba,Kinan sudah berdandan sangat cantik malam ini tapi sayang hatinya sedang buruk,suasana hatinya hancur,pikirannya kacau,sungguh Kinan tidak bersemangat.
__ADS_1
Baru saja Kinan membuka pintu,,Fabian sudah ada didepan pintu kamar Hotel Kinan.
"Astaga,Pak Fabian ngagetin aja," ucap Kinan dengan mengusap dadanya.
"Maaf,kamu kaget ya!!"
"Ada apa Pak?"
"Kita berangkat bareng,Devano sudah ada di bawah," seru Fabian.
"Oh gitu ya!!"
"Kamu cantik banget malam ini Kinan."
"Ah,Bapak bisa aja."
"Kinan tunggu," Fabian mencekal lengan Kinan.
"Iya,ada apa Pak?"
"Aku tahu,cinta dan hati kamu hanya untuk Zidan aku tidak akan pernah bisa menggapai cinta kamu tapi bisakah kita berteman?" tanya Fabian penuh harap.
Kinan terlihat tersenyum dan menganggukkan kepala.
"Ok..mulai hari ini kita berteman ya,disaat kamu butuh apapun aku siap membantu kamu," Fabian menyodorkan tangannya ke arah Kinan.
"Ok..." Kinan menjabat tangan Fabian.
Mereka pun kembali melanjutkan langkahnya menuju tempat pesta.Pesta berjalan dengan lancar banyak Rekan Bisnis Kinan yang datang dipesta itu,tak sedikit yang menanyakan perihal kedekatan Kinan dengan Fabian.
Karena Kinan dan Fabian datang bersama-sama sehingga menjadi sorotan semua orang.Bahkan di pesta itu pun banyak Media yang menyorot.
Tidak jarang kamera selalu menyorot pasangan Kinan dan Fabian yang menurut mereka merupakan pasangan yang sangat serasi wanitanya cantik dan si prianya tampan.
Secara bersamaan,Zidan tak sengaja melihat saluran televisi yang sedang menyiarkan pesta seorang Pengusaha Kaya.Mata Zidan melotot tatkala sebuah kamera menyorot seorang wanita yang sangat dia kenal.
Dan kebetulan kamera menyorot Kinan dan Fabian yang sedang tertawa bersama bahkan Kinan terlihat akrab dengan Fabian.Seketika emosi Zidan naik,remote Televisi yang sedang dipegang Zidan lempar ke arah televisi sampai hancur berantakan.
"Sialan,brengsek,semudah itukah kamu melupakan aku Kinan," teriak Zidan.
Zidan terus saja melempar barang-barang yang ada di dekatnya.
"Aaaarrrggghhh...." teriak Zidan frustasi.
Keesokan harinya...
Seperti biasa ekspresi wajah Zidan semakin hari semakin menakutkan,bahkan sekarang Zidan menjadi pribadi yang sangat mudah tersinggung.
Gampang marah dan tempramennya tinggi.Zidan pun menjadi orang yang sangat berbeda,terhadap Milka pun Zidan selalu bersikap kasar.Zidan sudah tidak peduli lagi Milka mau menjalani pengobatan ataupun tidak.
Seperti saat ini,Milka seperti biasa sebelum menjalani cuci darah Dr.Zidan selalu memeriksa keadaannya terlebih dahulu.
"Dokter,apa Dokter melihat berita tadi malam?" tanya Milka.
"Di berita tadi malam ada Kak Kinan lho sama seorang cowok tampan,aku sih serasa pernah bertemu dengan cowok itu tapi dimana ya?" seru Milka
"Kamu bisa diam ga Milka,aku pusing mendengar ocehan kamu," bentak Zidan.
Milka begitu kaget dan langsung meneteskn air matanya.
"Sebenarnya Dokter kenapa sih?kenapa akhir-akhir ini Dokter selalu bersikap kasar sama aku?apa salah aku Dokter?" tanya Milka dengan isakannya.
"Kamu yakin,mau mendengar apa kesalahan kamu?" Zidan balik bertanya kepada Milka.
Milka menganggukkan kepalanya pelan..
"Sepertinya aku tidak perlu menjawab pertanyaan yang jawabannya sudah kamu tahu," sahut Dr.Zidan dan pergi keluar meninggalkan Kinan.
Kinan menangis sesegukkan,ternyata sakit sekali rasanya kalau cinta bertepuk sebelah tangan.
Sementara itu,Kinan,Devano,dan Fabian sedang sarapan di Restoran Hotel.
"Kinan,habis ini mau jalan-jalan dulu atau langsung pulang?" tanya Fabian.
"Kayanya aku mau langsung pulang saja Pak," jawab Kinan.
"Bisa ga kalau di luar jam kantor jangan panggil aku Pak," seru Fabian.
"Terus aku harus manggil apa?" tanya Kinan.
"Terserah kamu saja."
"Hmm..bagaimana kalau aku panggil Mas saja," seru Kinan.
"Boleh,itu lebih baik."
"Kinan habis ini siap-siap,kita langsung pulang," seru Devano.
"Ok...
Mereka bertiga pun meghabiskan sarapannya dengan hening tidak ada yang bersuara.Setelah selesai sarapan,mereka bersiap untuk pulang.
Setelah selasai sarapan,semuanya menuju Bandara untuk kembali ke Jakarta.
Zidan memutuskan untuk menunggu di rumah Kinan,dia ingin bertemu dengan Kinan dan meminta penjelasan dari Kinan.
Zidan sudah tahu sebentar lagi Kinan pulang,karena dia sudah menghubungi Devano.Dan benar saja mobil yang dikendarai Fabian sampai di depan rumah Kinan.
Zidan menatap kedua orang itu dengan tatapan tajam dan Fabian hanya membalasnya dengan senyuman dan langsung berpamitan kepada Kinan.
"Terima kasih Mas,sudah nganterin aku," ucap Kinan.
__ADS_1
"Ok..tidak masalah,aku pergi dulu bye."
Fabian meninggalkan rumah Kinan disaat Kinan berbalik,Zidan sudah berdiri di sana dengan tatapannya dengan tajam.
"Kak..Kak Zidan,ngapain Kakak ada disini?" tanya Kinan terkejut.
Zidan tidak menjawab apa pun,Zidan langsung menarik tangan Kinan dan membawanya kedalam mobil Zidan.
"Kakak mau bawa aku kemana?aku capek Kak mau istirahat," rengek Kinan.
Tapi Zidan tidak mendengarkannya,Zidan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi sehingga membuat Kinan ketakutan.Selama dalam perjalanan Kinan hanya mampu memejamkan matanya dan tidak terasa air mata sudah jatuh membasahi pipinya.
Mobil Zidan berhenti di sebuah Apartemen mewah milik Zidan,Zidan melihat Kinan masih memejamkan matanya dan dengan air mata yang terus mengalir dipipinya,tangannya sangat gemetaran karena takut dengan sikap Zidan.
Zidan membukakan pintu untuk Kinan dan menarik tangan Kinan supaya keluar,kali ini Zidan sudah lebih lembut.Kinan membuka matanya dan melihat kesekitarnya.
Kinan masih tidak bisa bicara,Kinan hanya ikut saja kepada Zidan.Hingga akhirnya mereka sampai di depan pintu Apartemen,Zidan membuka pintunya dan membawa Kinan masuk kedalam.
Zidan mendudukan Kinan di sofa,dan Zidan bertekuk lutut di hadapan Kinan.Kinan masih menundukan kepalanya dengan deraian air matanya.Zidan menarik dagu Kinan supaya menatapnya,Zidan menghapus air mata Kinan dengan Ibu jarinya.
"Maaf..maafkan aku," ucap Zidan.
"Kenapa Kakak marah?aku takut kalau Kakak seperti itu," seru Kinan.
"Aku cemburu,melihat kamu dekat dengan laki-laki brengsek itu," sahut Zidan.
"Apa kamu tahu,selama ini aku menderita jauh dari kamu,aku sangat mencintai kamu Kinan.Ketakutanku benar-benar luar biasa,aku takut kehilangan kamu."
"Bagaimana dengan Milka?" tanya Kinan.
Seketika raut wajah Zidan berubah menjadi dingin,dan langsung berdiri dan membelakangi Kinan.
"Kalau kamu masih memikirkan perasaan orang lain,pergilah aku tidak akan mencegah kamu lagi tapi kamu tidak akan pernah bisa melihat aku lagi karena aku akan pergi jauh dari hadapan kamu dan semuanya,aku tidak sanggup kalau harus berpisah dengan kamu," ucap Zidan.
Kinan yang mendengar ucapan Zidan merasa tersentak.
"Pergilah Kinan,kalau memang itu kemauan kamu," seru Zidan.
Air mata Kinan semakin deras,setelah beberapa saat terlihat hening tak ada yang berbicara dan Zidan pun masih dalam posisi membelakangi Kinan dan berdiri didepan jendela Apartemennya.
Perlahan Kinan beranjak dari duduknya,setelah sejenak berpikir Kinan tahu keputusan yang harus dia ambil.Dengan cepat Kinan melangkah dan memeluk Zidan dari belakang.
"Apa Kakak tahu,betapa sakitnya hati aku harus merelakan orang yang aku cintai untuk hidup bersama wanita lain,apa Kakak tahu betapa tersiksanya aku harus jauh dengan Kakak."
Akhirnya pecah juga tangisan Kinan,Zidan tersenyum mendengar pengakuan dari Kinan itulah jawaban yang Zidan inginkan.
Zidan melepaskan pelukan tangan Kinan dan membalikan tubuhnya agar bisa melihat wajah cantik wanita yang sangat dia cintai.
"Kak,bisakah aku bersikap egois sekali ini saja?" seru Kinan dengan deraian air matanya.
Zidan mendekatkan wajahnya dan perlahan kedua bibir mereka menempel satu sama lain,Zidan benar-benar ingin mencurahkan semua rasa cinta dan rindunya selama ini terhadap Kinan.
Kinan memejamkan matanya dan air matanya masih setia mengalir dipipi Kinan.Cukup lama mereka saling menyalurkan rasa cinta dan kerinduan masing-masing,hingga keduanya melepaskan pungutan mereka karena dirasa pasokan oksigennya sudah mulai menipis.
Zidan menempelkan keningnya di kening Kinan,dengan nafas yang masih saling memburu Zidan menatap Kinan yang masih memejamkan matanya.
Zidan memeluk Kinan dengan sangat erat.
"Aku sangat mencintai kamu Kinan,aku ga mau kehilangan kamu," ucap Zidan.
"Aku juga sangat mencintai Kakak."
Kinan semakin mengeratkan pelukkannya,Kinan sangat merindukan pelukkan Zidan yang sangat membuat Kinan merasa nyaman.Zidan pun menghujani kepala Kinan dengan kecupan-kecupannya.
Setelah sekian lama mereka berpelukkan,Zidan membawa Kinan untuk duduk di sofa.Kinan menyandarkan kepalanya didada bidang milik Zidan.Wangi maskulin sari tubuh Kinan membuatnya selalu merindukannya.
Zidan sangat bahagia,akhirnya bisa bersama dengan Kinan lagi.Zidan mengelus kepala Kinan dengan penuh kasih sayang.Tidak lama kemudian,pelukkan Kinan terasa melonggar Zidan menunduk dan melihat ke arah Kinan.
Zidan tersenyum,ternyata Kinan sudah tertidur di pelukkannya.
"Apa kamu lelah Baby,sampai-sampai dengan mudahnya tertidur seperti ini," gumam Zidan.
Zidan kembali mengangkat tubuh Kinan dan membaringkan Kinan di kamarnya,sejenak Zidan memperhatikan wajah Kinan yang tampak polos saat tidur kemudian Zidan mengelus pipi Kinan dan kemudian mengusap bibir Kinan dengan Ibu jarinya.
"Aku tidak akan pernah melepaskanmu lagi Kinan,apapun yang terjadi."
Zidan mencium kening Kinan sebelum dia meninggalkan Kinan.Zidan keluar dan menutup pintunya dengan sangat pelan karena takut Kinan bangun.
π·
π·
π·
π·
π·
Selamat pagi semuanya,maaf baru bisa update jangan bosen-bosen ya menunggu kelanjutannyaππππ
Dan jangan lupa like dan vote sebanyak-banyaknya biar Author makin semangat lagiππππ
Janan lupa
like
vote n
komen
TERIMA KASIH
__ADS_1
LOVE YOUπππ