Bos Cantik Pujaan Hati

Bos Cantik Pujaan Hati
BIDADARI CANTIK


__ADS_3

🌷


🌷


🌷


🌷


🌷


Sudah seminggu semenjak kejadian itu,Kinan ke Kantor memakai mobil Papih Adam.Bahkan Om shandy pun sudah menghubunginya bahwa mobilnya sudah selesai di perbaiki.Kinan meminta Om Shandy untuk mengantarkan mobil itu ke rumahnya.


Sebenarnya Zidan selalu menghubunginya,tapi Kinan jarang mengangkatnya.Selain dia sibuk dengan pekerjaan yang tak habis-habis,Kinan juga malas mengangkat telpon dari Zidan karena Dokter tampan itu selalu mengajaknya bertengkar.


Kebetulan besok adalah hari minggu,Kinan berencana ingin mengambil mobilnya ke rumah Zidan.Kinan mengotak-ngatik Ponselnya dan mengirimkan pesan kepada Zidan untuk memberikannya alamat rumahnya,tidak butuh waktu lama Zidan langsung membalasnya.


Tok..tok..tok..


Pintu ruangan Kinan ada yang mengetuk.


"Masuk," seru Kinan.


Devano memasuki ruangan Kinan.


"Ada apa Dev?kamu mau ngasih aku pekerjaan lagi?sebenarnya disini itu siapa sih Bosnya,aku apa kamu?kan biasanya yang sibuk itu Asistennya bukan Bosnya,Bos itu biasanya tinggal nyuruh-nyuruh doang," gerutu Kinan.


"Jangan kebanyakan halu deh,ini bukan cerita Novel seorang Bos yang bisanya cuma nyuruh-nyuruh,ini adalah dunia nyata yang tidak semua pekerjaan itu harus selalu Asisten yang ngurus," jawab Devano.


"Ya terus,sekarang kamu mau apa?" tanya Kinan ketus.


"Sudah waktunya jam pulang,emangnya kamu mau nginep disini?" sahut Devano.


"Jadi kerjaannya sudah beres nih?"


"Iya..." jawab Devano.


"Alhmadulillah...akhirnya."


"Ya sudah,aku pulang duluan bye..!!"


Kinan segera merapikan meja kerjanya,dan bersiap-siap untuk pulang.


"Oh iya,lupa...!!" Devano kembali memasuki ruangan Kinan.


"Apa ngagetin aja," ucap Kinan kesal.


"Nanti malam ngumpul di Restoran Family Food,ga ada penolakkan pokoknya harus datang jam 7 malam,ok cantik," ucap Devano dengan mengedipkan sebelah matanya.


"Baiklah..itu juga kalau ga ketiduran," jawab Kinan seadanya.


Family Foof adalah Restoran milik Echa,Keysa,dan Mira yang sekarang sudah di pegang oleh Milka dan Satria.


Kinan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang,dia benar-benar lelah.Tidak lama kemudian Kinan sampai di rumahnya.dilihatnya mobil Dr.Zidan sudah terparkir rapi di depan rumahnya.


"Assalamualaikum..." teriak Kinan.


"Waalaikumsalam..." jawab semuanya serempak.


Kinan langsung menjatuhkan dirinya di samping Mamih Echa,Mamih Echa dengan sayangnya mengelus-ngelus rambut Kinan.


"Cape Sayang!!" seru Mamih Echa.


"Cape banget Mih."


"Sayang,tadi Karyawannya Om Shandy mengantarkan mobil teman kamu katanya,kamu tukeran mobil sama teman kamu?" tanya Papih Adam.


"Oh iya,Kinan belum sempat cerita ya!!jadi gini Mih,Pih,seminggu yang lalu Kinan ga sengaja nabrak mobil orang dan mobil itu ternyata miliknya Dr.Zidan,Dokter yang menangani penyakit Milka.Dia meminta Kinan untuk ganti rugi pada hari itu juga,ya Kinan bawalah mobil itu ke Bengkelnya Om Shandy.Dan ternyata,si Dokter nyebelin itu ga mau naik Taxi Online katanya dia ga biasa naik Taxi Online,nyebelin banget kan Mih tuh Dokter,ya sudah Kinan mengalah daripada harus bertengkar Kinan kasih aja mobil Kinan,tapi tenang aja besok rencananya Kinan mau mengembalikan mobilnya dan mengambil mobil Kinan," jelas Kinan.


"Dokternya masih muda atau sudah tua Kak?" tanya Kenzo.


"Masih muda Ken,kira-kira umurnya masih 30 tahunan gitu deh," jawab Kinan.


"Wah,jangan-jangan jodoh tuh Kak," goda Kenzo.


"Idih,jodoh apanya amit-amit banget cowok dingin,kaku,nyebelin kaya dia" Kinan menjawab dengan ketusnya.


"Jangan gitu Sayang,nanti beneran jatuh cinta lho sama Dokter itu," Mamih Echa ikut-ikutan menggoda Kinan.


"Bodo amat ah,sekarang Kinan mau mandi dulu Kinan ada janji sama anak-anak mau malam mingguan di Restoran Family Food," seru Kinan.


"Boleh ikut ga Kak,bosen juga diam di rumah," tanya Kenzo.


"Boleh,kebetulan kamu yang bawa mobilnya ya Ken,Kakak malas cape banget" jawab Kinan dengan melangkah menuju kamarnya.


"Ok..."


Malam pun tiba,Kinan dan Kenzo bersiap-siap menuju ke Restoran.


"Pulangnya jangan terlalu malam," ucap Papih Adam.


"Siap Komandan," Kinan dan Kenzo serempak memberikan hormat kepada Papihnya.


Kinan dan Kenzo pun pergi menujh Restoran Family Food menggunakan mobil Kenzo dan tudak membutuhkan waktu lama mereka pun sampai di Restoran.


Devano,Daffin,Satria,dan Milka sudah berada di Restoran,Satria melambaikan tangannyabke arah Kinan dan Kenzo.


"Lho,Bang Daffin kesini juga?" tanya Kinan.


"Iya,tadi di ajak sama Milka daripada Abang diam di rumah sendirian ya mending Abang ikut saja kesini," jawab Daffin.


"Makannya Bang,cari pacar biar ga kesepian," ledek Kenzo.


"Abang mau Satria kenalkan sama cewek-cewek cantik nan sexi," tawar Satria dengan mengedipkan sebelah matanya kearah Daffin.


Kinan langsung memukul kepala Satria dengab tas tangannya.


"Aw,sakit Kak Prinses," rengek Satria dengan mengusap kepalanya.


"Awas aja kalau sampai kamu berani kenalin cewek-cewek yang ga bener sama Bang Daffin," ancam Kinan dengan melototkan matanya.


"Pesan makanan dong,lapar nih" sahut Devano.

__ADS_1


"Oh iya lupa,tunggu sebentar" jawab Satria.


Tidak lama kemudian para pelayan membawakan makanan dan mereka pun makan malam dengan lahapnya dengan diiringi lagu-lagu romantis.


Ternyata tidak di sangka,Zidan pun mampir ke Restoran itu untuk makan malam.Hari ini dia lembur dan di perjalanan dia meresa lapar dan akhirnya Zidan mampir ke Restoran Family Food.


Zidan tahu kalau Restoran ini milik Milka,karena Zidan juga sudah beberapa kali mkan disitu dan Zidan sangat menyukainya.


Selain makanannya enak-enak,di Restoran ini juga ada life musiknya untuk menghibur pengunjung.


Zidan tidak mengetahui kalau Kinan ada disana juga,karena Kinan dan yang lainnya duduk di pojok ruangan.


"Nan,duet yu!!" ajak Daffin.


"Ga ah Bang malu," jawab Kinan.


"Kenapa malu,ayo buruan." Daffin menarik tangan Kinan untuk duet nyanyi di hadapan pengunjung Restoran.


Akhirnya Kinan terpaksa menuruti keinginan Daffin,karena Daffin terus menyeretnya.Zidan yang saat itu sedang menikmati makan malamnya,menoleh ke arah Kinan yang sedang di tarik tangannya oleh seorang pria.


"Bukannya itu Kinan,siapa laki-laki itu apa dia kekasihnya," gumam Zidan.


Ada sedikit perasaan aneh di hati Zidan dikala melihat Kinan di tarik-tarik kaya gitu oleh seorang pria.


Kinan dan Daffin naik ke atas mini stage yang sudah di sediakan,Daffin langsung mengambil gitar dan mulai memetik gitar itu.


Β 


PESAN DARI HATI


Β 


Tatapan mata itu terasa begitu dalam


Seakan-akan menyentuh jantung hatiku


Apakah ini suatu isyarat


Sebuah pesan dari hatimu


Ungkapkan rasa cinta engkau pendam


Biarkan hati bicara


Katakan semua rasa kita


Hentikanlah kebisuan membohongi kita


Biar Hati yang berjanji


Dia tak mungkin bisa berdusta


Tentang rasa cinta kita


Tulus dari hati


Senyuman dibibirmu


Seakan-akan menyentuh mesra jiwaku


Apakah ini suatu isyarat


Sebuah pesan dari hatimu


Ungkapkan rasa cinta engkau pendam


**********


Semua pengunjung mberikan tepuk tangan dan sorak-sorai kepada Kinan dan Daffin.Mereka tampak takjub,selain mempunyai wajah yang rupawan Kinan dan Daffin pun mempunyai suara yang sangat merdu.


Zidan sampai bengong melihat penampilan Kinan,wajah dan suara Kinan mampu menghipnotis Zidan.


Semua orang mengira kalau Kinan dan Daffin adalah pasangan kekasih,begitu pun dengan Zidan.


Kinan dan Daffin akhirnya turun dari mini stage itu.


"Wuidih,mantap sekali suara kalian kalau kalian yang tiap hari nyanyi disini,Restoran ini bisa laku keras," seru Satria.


"Itu mah maunya kamu aja," cibir Milka.


"Ya kali aja,tiba-tiba ada keajaiban Kak Prinses dan Bang Daffin mau jadi penyanyi di Restoran ini," ucapan Satria begitu nyeleneh.


Devano menoyor kepala Satria...


"Mimpi aja terus," sahut Devano.


Tidak terasa waktu sudah menunjukan pukul 9,akhirnya mereka semua bubar ke rumah masing-masing.


Sementara itu di sebuah kamar mewah,seorang pria tampan terlihat gelisah dia tidak bisa memejamkan matanya di otaknya selalu muncul wajah Kinan yang cantik bak Bidadari itu.


"Aaarrrrgghh...ada apa denganku ini,kenapa wajah dia selalu muncul sih di pikiran aku," gumam Zidan.


Sedangkan di rumah Kinan,Kinan sudah tampak tertidur lelap.Dia begitu lelah karena akhir-akhir ini pekerjaannya sangat banyak dan sangat menguras tenaga,waktu,dan pikiran Kinan.


Keesokan harinya...


Pagi-pagi Kinan sudah bangun dan menuju ke kamar mandi untuk mandi.Hari ini dia berencana mau ke rumah Zidan untuk menukarkan mobilnya.


Kinan memakai baju warna putih lengan pendek yang sangat ketat di tubuhnya yang langsing dan bawahannya memakai rok denim sebatas lutut.


Kinan hanya memakai bedak tipis dan lipstik yang tidak terlalu tebal,dan rambut yang Ia ikat kuncir kuda yang memperlihatkan leher jenjangnya yang putih mulus.


Meskipun penampilan Kinan sangat santai tapi pancaran kecantikan Kinan sangat terlihat,kecantikan alami yang Kinan punya mampu menghipnotis siapa saja yang melihatnya.


"Pagi Mih.." Kinan mencium pipi Mamih Echa yang sedang menyiapkan sarapan.


"Anak Mamih mau kemana,pagi-pagi sudah cantik?" tanya Mamih Echa.


"Kan Kinan mau menukarkan mobil Kinan dengan mobilnya Dr.Zidan Mih," seru Kinan.


"Ya sudah kamu sarapan dulu gih," ucap Mamih Echa.

__ADS_1


"Nanti sajalah Mih,Kinan ga bakalan lama kok perginya."


"Ya sudah hati-hati di jalan," sahut Mamih Echa.


"Siap Mih,Assalamualaikum..."


"Waalaikumsalam..."


Kinan pun mulai melajukan mobilnya,cukup jauh lokasi rumah Zidan.Kinan memasuki kawasan perumahan mewah,setelah bertanya kepada satpam,Kinan mulai celingukkan mencari rumah Zidan.


Akhirnya setelah berkeliling mencari,Kinan menemukan rumah Zidan.Rumah yang sangat mewah dan besar.


"Wah..rumahnya mewah sekali," gumam Kinan.


"Maaf Nona,Nona mau cari siapa?" tanya satpam penjaga rumah Zidan.


"Pak,apa benar ini rumahnya Dr.Zidan?" tanya Kinan.


"Oh iya benar Nona,sebentar ya Nona saya bilang dulu sama Nyonya besar." Satpam itu kemudian meminta izin kepada Nyonya besarnya.


Setelah menunggu,Satpam itu membuka pintu gerbangnya.


"Silahkan Nona masuk," ucap Satpam itu.


Kinan pun memasukan mobilnya ke halaman rumah Zidan yang sangat luas,setelah Kinan turun dari mobil Kinan melototkan matanya mobil di rumah itu berjejer rapi dan mobil Kinan termasuk yang ada di deretan mobil-mobil mewah.


"Mobil disini banyak banget,terus ngapain dia minta pake mobil aku," gumam Kinan.


"Nona,Nona di suruh langsung masuk saja."


"Oh iya,terima kasih Pak."


Perlahan Kinan memasuki rumah yang bak Istana itu,di dalam rumah sungguh sangat luar biasa barang-barang antik nan mahal berjejer di dalam rumah.


Terlihat seorang wanita paruh baya,kira-kira umurnya tidak jauh berbeda dengan Mamih Echa berdiri dengan anggunnya menyambut kedatangan Kinan.


"Pagi Tante..," sapa Kinan dengan canggungnya.


"Masya Alloh,cantik sekali pacarnya Zidan," seru Mamahnya Zidan dengan memeluk Kinan secara tiba-tiba.


Kinan terkejut dan mengedipkan matanya beberapa kali.


"Maaf Tante,saya bukan pacarnya Dr.Zidan tapi saya temannya," ucap Kinan.


"Baru kali ini Zidan mempunyai teman wanita dan mau di bawa ke rumah,Zidan itu tidak pernah membawa wanita ke rumah walaupun usianya sudah tua," Mamah Zidan mengajak Kinan duduk di sofa.


"Kamu mau bertemu sama Zidan Nak?siapa nama kamu Sayang?" tanya Mamahnya Zidan.


"Nama saya Kinan Tante,Kinan kesini mau mengambil mobil Kinan," ucap Kinan.


"Zidannya masih tidur Sayang,kamu bangunin saja Zidannya kamarnya ada di atas pintu ke dua dari tangga," seru Mamah Zidan.


Kinan membulatkan matanya...


"Gila aja,aku harus bangunin tuh orang mana harus masuk ke kamarnya lagi," batin Kinan.


"Kok bengong Sayang,sana kamu bangunin saja soalnya kalau ga di bangunin Zidan ga bakalan bangun cepat," sahut Mamah Zidan.


"Ta..tapi Tante."


"Sudah sana gapapa."


Dengan perasaan tidak enak,Kinan melangkah naik ke atas menuju kamar Zidan.


Sementara itu,Mamah Zidan terus saja memperhatikan Kinan.


"Zidan pintar sekali cari wanita,cantik,anggun,dan sopan," gumam Mamah Zidan dengan senyum sumringahnya.


Setelah sampai di depan pintu kamar Zidan,Kinan menarik nafas dalam-dalam dan membuangnya secara perlahan.Dengan hati-hati Kinan membuka pintu kamar Zidan,warna abu tua mendominasi kamar Zidan.


Harum maskulin menusuk indera penciuman Kinan.Kinan melihat seorang pria tampan sedang tertidur pulas di atas kasur king sizenya.


Perlahan Kinan mendekat,dilihatnya wajah Zidan dengan seksama.


"Ternyata nih Dokter tampan juga,tapi sayang nyebelin banget," batin Kinan.


Kemudian Kinan beralih ke foto-foto Zidan yang berjejer rapi di meja samping ranjang Zidan,Kinan sedikit membungkukkan badannya untuk melihat foto-foto itu.


Zidan yang merasa ada wangi parfum yang tidak Ia kenal,perlahan membuka matanya dilihatnya wanita yang sangat cantik bak Bidadari berada di hadapannya.


"Cantik..." batin Zidan dengan tersenyum.


Kinan pun menegakkan tubuhnya dan Zidan pura-pura kembali memejamkan matanya.Kinan menoleh ke arah Zidan.


"Gimana cara membangunkannya," gumam Kinan.


Kinan terlihat mondar-mandir di kamar Zidan karena bingung harus membangunkan Zidan dengan cara apa.Zidan yang melihatnya itu menyunggingkan senyumnya.


🌷


🌷


🌷


🌷


🌷


Segitu dulu ya,semoga kalian suka dan tetap setia menunggu kelanjutannyaπŸ™πŸ™πŸ˜˜πŸ˜˜


Jangan lupa dukungannya,supaya Author tetap semangat menulis Novel ini.


Jangan lupa


like


vote n


komen


TERIMA KASIH

__ADS_1


LOVE YOUπŸ’˜πŸ’˜πŸ’˜


__ADS_2