
π·
π·
π·
π·
π·
Kinan menggosok-gosok tangannya karena malam ini dia memakai gaun tanpa lengan ditambah hujan-hujanan.
"Hatciiiiii..."
"Tuh kan bersin-bersin,nakal sih pake hujan-hujana segala," seru Zidan.
Zidan keluar dari mobilnya dan membuka pintu mobil belakang,ternyata Zidan mengambil jaket yang selalu ada dimobilnya.
"Ini pake jaket aku."
"Tapi kan Kakak juga pasti kedinginan,bajunya basah gitu."
"Udah gapapa,laki-laki mah kuat."
Zidan memakaikan jaketnya ke tubuh Kinan..
"Sudah malam pulang ya,nanti kamu tambah sakit lagi," seru Zidan.
"Tapi mobil aku Kak."
"Udah biarin aja,nanti aku suruh orang buat ngambil mobil kamu."
Zidan pun melajukan mobilnya menuju rumah Kinan,sementara itu di rumah Kinan semua orang sedang menunggu kabar dari Kinan karena Kinan tidak mengangkat telpon dari mereka semua.
Hingga tidak lama kemudian,terdengar suara mobil yang masuk ke pekarangan rumah Kinan,dengan cepat semua orang menuju keluar melihat siapa yang datang.
Kemudian Kinan dan Zidan keluar dengan keadaan basah kuyup.
"Ya Alloh,Kinan kamu dari mana saja?" tanya Mamih Echa dengan menghampiri Puterinya itu.
"Maaf Mih."
"Zidan,kamu sudah sembuh?" tanya Mamih Echa.
"Alhamdulillah Tante."
"Lho kok Mamih tahu,kalau Kak Zidan sakit?jangan-jangan----" ucap Kinan terpotong.
"Iya,Mamih sama Papih sudah tahu semuanya dari awal cuma tidak tega untuk memberi tahu kamu Sayang," jawab Mamih Echa.
"Sudah-sudah,ayo masuk dulu bisa-bisa kalian masuk angin kalau terus-terusan pakai baju basah kaya gini," sahut Papih Adam.
"Bibi tolong ambilkan dua handuk," teriak Mamih Echa.
"Ya ampun,aku sudah khawatir banget sama kamu tahu ga takut terjadi kenapa-napa," seru Devano.
Bi Sum pun datang dengan membawa handuk dan teh manis hangat.
Mamih Echa dengan segera mengeringkan rambut dan tubuh Kinan.
"Cepetan kalian ganti baju,nanti masuk angin lagi,Zidan kamu ganti di kamar tamu saja bajunya ada ga?" tanya Papih Adam.
"Ada Om,sebentar aku ambil dulu ada dimobil."
Kinan dan Zidan pun cepat-cepat mengganti pakaian mereka apalagi Kinan sudah bersin-bersin dari tadi.
Setelah berganti pakaian,semuanya oun berkumpul di ruangan keluarga.
"Bentar,Mamih siapin sup hangat biar badan kalian hangat."
"Bang,aku ga nyangka kalau yang ngirim bunga itu Abang kirain orang iseng yang mau nyelakain Kak Kinan," seru Kenzo.
"Maaf,sudah membuat kalian khawatir."
"Tidak apa-apa,sekarang kita jadi tenang kalau Bang Zidan yang ngelakuin semua itu," sambung Devano.
"Kinan,Zidan makan dulu sana supnya sudah Mamih angetin," seru Mamih Echa.
"Yuk Kak,kita makan dulu," ajak Kinan.
Kinan dan Zidan pun pergi ke meja makan,dan makan berdua.
"Terima kasih Sayang,sudah mau menunggu."
"Sama-sama,karena aku yakin kalau Kak Zidan bakalan kembali lagi untuk menepati janji."
"Tapi maaf,aku harus kembali dengan fisik yang tidak sempurna," ucap Zidan dengan melihat ke arah tangan kirinya.
Kinan sangat tahu perasaan Zidan saat ini,kemudian Kinan menggenggam tangan kiri Zidan.
"Aku mencintai Kakak bukan karena fisik,tapi karena hati meskipun salah satu anggota tubuh Kakak harus cacat yang penting hati dan cinta Kakak tidak cacat buat aku,Kakak bisa melakukan terapi mudah-mudahan tangan Kakak bisa normal lagi dan aku akan selalu ada buat Kakak jadi Kakak jangan khawatir," seru Kinan.
"Terima kasih Sayang,karena untuk saat ini hanya kamu penyemangatku."
"Ya sudah kita makan dulu sekarang,nanti keburu dingin."
Kinan dan Zidan pun makan bersama,sementara dari kejauhan Mamih Echa terlihat memperhatikan mereka berdua tersirat senyum di wajah Mamih Echa dan matanya juga terlihat berkaca-kaca.
"Semoga kalian bahagia," batin Mamih Echa.
Waktu pun berjalan dengan cepat,Zidan dan Devano pun pamit pulang.
***
Keesokan harinya...
Kebetulan hari ini adalah hari minggu,Kenzo sudah siap dengan pakaian joggingnya.Perlahan Kenzo masuk ke kamar Kinan yang kebetulan tidak dikunci,Kinan terlihat masih menggulung tubuhnya dengan selimut.
"Kak,Kak Kinan," panggil Kenzo dengan menepuk-nepuk pipi Kinan.
"Hmmm..ada apa Ken?" tanya Kinan dengan masih setia memejamkan matanya.
"Jogging yuk,mumpung libur nih."
"Ga mau ah males," ucap Kinan dengan menutup seluruh wajahnya dengan selimut.
"Ayo dong Kak,biar sehat jangan mulu."
"Ga mau Ken,sana kamu aja sendiri."
Kenzo menarik selimut Kinan sampai selimutnya lepas dari tubuh Kinan.
"Buruan ganti ganti baju,badan Kakak itu sudah kelihatan gendut lho pipi Kakak tembem gitu kaya teletubies entar Bang Zidan ninggalin Kakak karena Kakak sudah ga cantik lagi," seru Kenzo.
Kinan langsung membuka matanya dan terduduk di kasurnya,kemudian melihat cermin besar yang ada disamping tempat tidur.
"Emang Kakak kelihatan gendut ya Ken?" tanya Kinan dengan memegang kedua pipinya.
__ADS_1
"Bukan gendut lagi tapi gendut banget,tuh lihat paha masa cewek pahanya segede itu."
"Astaga Ken,ini ga bisa dibiarin Kakak harus ngegym nih," ucap Kinan panik.
"Ya sudah,kita pergi ngegym aja sekarang gimana?" tanya Kenzo.
"Ok,tunggu dibawah Kakak ganti baju dulu."
Kinan langsung lari ke kamar mandi,sementara Kenzo hanya geleng-geleng kepala dan keluar dari kamar Kinan.
Dibawah,Mamih Echa dan Papih Adam sedang sarapan bersama.
"Pagi Mih,Pih.." sapa Kenzo.
"Pagi,kamu mau kemana pagi-pagi begini?" tanya Papih Adam.
"Tadinya Ken mau Jogging,tapi Kak Kinan ngajak ngegym jadi akhirnya kita mau ngegym," jawab Ken dengan mengunyah roti selai yang dibuatkan oleh Mamihnya.
"Tumben Kakakmu mau gym,biasanya juga kalau hari minggu maunya tidur terus," seru Mamih Echa.
"Kinan sudah mulai gendut Mih,jadi harus ngegym," jawab Kinan yang baru turun dari kamarnya.
"Biarin gendut juga Puteri Papih tetap cantik kok," ucap Papih Adam dengan santainya.
"Ga mau Pih,gendut itu jelek tahu Pih nanti kalau jelek ga bakalan ada yang mau dong sama Kinan," sahut Kinan dengan mulut penuh dengan roti.
"Ya Papih paksa saja Zidan buat nikahin kamu."
"Idih mana ada yang seperti itu," sahut Kinan.
"Sudah-sudah,kok malah berdebat ayo sarapan dulu," seru Mamih Echa.
Akhirnya mereka pun sarapan,Kenzo dan Kinan pun berangkat ke tempat gym miliknya Uncle Reno.Sesampainya di tempat gym,ternyata Devano juga sudah berada disana.
"Lho Dev,kamu disini juga?" tanya Kinan.
"Emang aku setiap minggu juga suka ngegym disini bareng Ken,kamu yang lagi ngapain disini?" seru Devano.
"Lagi mau demo masak Dev..kamu mah kalau kasih pertanyaan itu suka ga masuk akal deh,kalau berada disini berarti mau ngegymlah emangnya mau ngapain lagi," sahut Kinan dengan mendelikan matanya.
"Ya soalnya tumben aja Ken Kakakmu ini mau ngegym biasanya juga kalau hari minggu kaya gini kerjaannya molor,kalau ga molor nonton cowok-cowok cantik tuh dilaptopnya," seru Devano.
"Bukan cowok-cowok cantik,tapi oppa-oppa korea yang ganteng kamu mah Dev ih nyebelin."
"Ya habis masa cowok,wajahnya mulus amat dan kinclong," ledek Devano.
"Ya karena mereka menjaga penampilannya dan merawat wajahnya emangnya kaya kamu wajahnya buluk makannya ga ada yang mau," Kinan menjulurkan lidahnya dan pergi meninggalkan Kinan.
"Wah,si Kinan mulai ngelunjak nih," seru Devano.
Setelah melakukan perdebatan yang panjang,akhirnya mereka bertiga menjalani gym masing-masing sementara Kinan masih diarahkan oleh instruktur gym disana.
Sementara itu secara kebetulan EL dan Kimi pun memasuki tempat Gym itu.
"Beneran Kim,tempat Gym ini miliknya Papahnya Ka Satria?" tanya EL.
"Iya,waktu itu Kak Satria ngasih alamatnya ini benar kok ayo kita masuk," ajak Kimi.
Sesampainya didalam tampak rame dan kemudian ekor mata Kimi melihat sekelompok orang yang dia kenal.
"EL,tuh kan benar buktinya itu ada Kak Kinan,Kak Kenzo,sama Kak Dev juga," tunjuk Kimi kegirangan karena ada Kenzo disana.
"Oh iya beneran,ayo kita kesana."
"Hai semuanya.." sapa EL dan Kimi bersamaan.
"Iya Kak,boleh kita gabung?" tanya EL.
"Boleh dong," jawab Kinan.
Devano dan Kenzo terlihat cuek padahal didalam hati mereka sama-sama bahagia.
Mereka pun kembali melakukan gym lagi,tidak beberapa lama Kimi terlihat kebingungan memakai alat gym,Kenzo yang melihatnya mencoba menghampiri Kimi.
"Kenapa?kok malah bengong?" tanya Kenzo.
"Aku bingung Kak cara pakainya gimana?" jawab Kimi cengengesan.
"Sini aku ajarin."
Kenzo pun memegang tangan Kimi dan mengajarkan Kimi,wajah mereka sangat dekat membuat jantung Kimi berdebar-debar tak karuan,dan wajahnya pun menjadi merah.
Sementara EL yang pura-pura tidak tahu berharap Devano mau menolongnya seperti Kenzo,tapi Devano tetap cuek jangankan membantu melirik juga tidak.
EL tampak cemberut,dengan kesalnya EL mengambil barble dan mengangkatnya dengan asal sehingga membuat tangannya sakit dan menjatuhkan barblenya hingga jatuh untung tidak menimpa kakinya.
"Aw..." teriak EL.
Semua orang pun menoleh ke arah EL dan menghampirinya begitupun juga dengan Devano yang langsung menarik tangan EL dan sedikit memijatnya.
"Makannya kalau ngegym itu pemanasan dulu,terus jangan asal ambil aja," cerocos Devano.
EL terus saja cemberut dia terus memperhatikan wajah Devano yang penuh dengan keringat yang membuat kadar ketampanannya bertambah dimata EL.
"Kamu kenapa EL?" tanya Kimi.
"Salah megang alat itu jadi tangan aku terkilir," jawab EL.
Dengan agak sedikit kencang,Devano menatik tangan EL dan membuat EL berteriak dan menangis.
"Aaaaaaa...." teriak EL.
"Coba gerakan tangannya," perintah Devano.
EL pun menggerak-gerakan tangannya..
"Bagaimana?" tanya Devano.
"Sudah ga sakit lagi,makasih ya Kak Dev," EL langsung memeluk Devano.
"Ciee..ciee,Dev malu-malu tapi mau nih," ledek Kinan.
Dev yang mendengar ledekan Kinan langsung melepaskan pelukan EL dan pergi kembali melanjutkan gymnya.Semuanya kembali ketempat masing-masing.
"Yang sabar,Dev emang orangnya kaya gitu terlihat cuek padahal dihatinya beda lagi," ucap Kinan dengan menepuk pundak EL dan pergi melanjutkan gymnya.
Zidan dalam perjalanan menuju tempat gym,karena dia datang ke rumah Kinan dan Mamihnya bilang Kinan dan Kenzo sedang gym ditempat Uncle Reno.
Tidak lama kemudian Zidan sampai ditempat gym,Zidan bertanya kepada Kenzo yang sedang ngegym bareng Kimi.
"Ken,Kinan mana?" tanya Zidan.
"Eh,Bang Zidan ada disebelah sana kayanya," ucap Kenzo.
"Ok..terima kasih."
"Mati kamu Kak Kinan," seru Kenzo.
__ADS_1
"Kenapa Kak?" tanya Kimi.
"Siap-siap,bakalan ada perang Badar sebentar lagi," jawab Kenzo.
Kimi tampak mengerutkan keningnya tanda merasa bingung dengan ucapan Kenzo.
Sementara itu Kinan sedang gym yang diarahkan oleh Instruktur gymnya.
"Bagus,,enak ya diajarkan sama instruktur ganteng dan sexi," cibir Zidan.
Kinan menghentikan kegiatannya dan menoleh ke belakang.
"Kak Zidan,kok ada disini?" tanya Kinan dan menghampiri Zidan.
"Senang ya diajarkan sama dia?" seru Zidan dengan tatapannya yang tajam.
"Apaan sih Kak?cuma minta diajari doang kok," sahut Kinan.
"Kenapa ga minta diajari sama Kenzo atau Devano?" tanya Zidan.
Kinan tidak bisa menjawab dia hanya bisa menundukkan kepalanya dan memainkan jari-jari tangannya.
Zidan memperhatikan penampilan Kinan dari atas hingga bawah.
"Astaga Sayang,kenapa penampilan kamu sexi kaya gitu?" tanya Zidan lagi.
"Ya terus,aku harus pakai baju apa?pake celana panjang,baju panjang gitu?" Jawab Kinan dengan pelan.
"Seenggaknya jangan terlalu sexi kaya gini dong Sayang,pantesan saja tuh instruktur betah banget ngajarin kamu,pokoknya ga mau tahu udahan gymnya cepetan ganti baju," seru Zidan dengan tegasnya.
Kinan seperti anak a****g yang menurut kepada majikannya,dengan langkah gontai Kinan mengambil tasnya dan cepat-cepat membersihkan diri.
Sementara yang lain juga ikut membersihkan diri.
Zidan menunggu dikursi tunggu diluar area gym.
Kinan selesai ganti baju,semuanya sudah menunggu diluar.Kinan tampak menundukan kepalanya tidak berani melihat ke wajah Zidan,Zidan merasa tak tega juga dia menarik tangan Kinan dan menggenggamnya.
"Ayo kita pulang," ajak Zidan.
"Gimana kalau kita ke Family Food dulu,kita makan siang bersama jarang-jarang lho kita ngumpul mumpung Bang Zidan pulang," seru Kenzo.
"Boleh juga," jawab Devano.
"Ya sudah kita pulang duluan," sahut EL.
"Hei,mau kemana kalian?kok pulang,ikut sama kita aja yuk ke Family Food," ucap Kenzo.
"Emang boleh?" tanya EL dengan melirik ke arah Devano.
Devano menganggukan kepalanya,dan membuat EL sangat bahagia.
Semuanya pun masuk mobil masing-masing menuju ke Restoran Family Food.
Selama perjalanan Kinan hanya terdiam dan membuang pandangannya keluar jendela.
Zidan menepikan mobilnya ke pinggir jalan.
"Hei,kamu marah sama aku?" tanya Zidan.
"Enggak."
"Kok diem aja?"
Zidan membalikan tubuh Kinan dan mengangkat dagu Kinan supaya melihat kearahnya.
"Aku cuma ga mau kamu dipegang-pegang sama laki-laki lain selain aku,lagipula tumben kamu ngegym?dari dulu aku tahunya kamu ga pernah gym deh?" tanya Zidan.
"Maaf,tadi kata Ken aku sudah gendut pipi aku katanya kaya teletubies aku ga mau gendut pasti kan jelek,nanti Kakak malu kalau jalan sama aku," jelas Kinan dengan cemberut.
Seketika tawa Zidan pecah,Zidan sampai memegang perutnya karena saking sakitnya tertawa terus.
"Tuh kan Kakak malah ketawa,ih nyebelin," Kinan malah makin cemberut dan menyilangkan kedua tangannya diperut.
"Sayang,kalau kamu gendut justru malah ngegemesin," sahut Zidan dengan mencubit pipi Kinan.
"Tahu ah sebel aku sama Kakak."
Zidan menghentikan tawanya dan kembali membalikan tubuh Kinan supaya menghadap ke arahnya.
"Dengerin aku Sayang,meskipun kamu gendut dan jadi jelek aku akan tetap cinta kok sama kamu kan kamu juga bilang kalau cinta itu ga memandang fisik,udah dong jangan cemberut terus kamu itu dikerjain sama Ken siapa bilang kamu gendut?orang calon istri aku ini cantik banget kok," jelas Zidan yang langsung membuat Kinan tersipu malu.
"Berarti aku dikerjain dong sama si Ken?"
"Iyalah,gendut apanya badan kamu kurus kaya gitu," jawab Zidan.
"Awas kamu Ken,ayo Kak cepetan jalan tangan aku udah gatel nih."
Zidan pun kembali melajukan mobilnya,sementara yang lainnya sudah sampai di Restoran Family Food.
Sesampainya di Restoran,Kinan langsung turun dan menghampiri meja Kenzo dan yang lainnya.
Tanpa menunggu lama lagi Kinan langsung menjewer telinga Kenzo sampai Kenzo meringis kesakitan.
"Adududu sakit Kak,ada apa sih?" teriak Kenzo.
"Tadi kamu bilang Kakak gendut,makannya harus ngegym tapi kata Kak Zidan Kakak ga gendut," teriak Kinan dengan bertolak pinggang.
"Ya ampun Kak,gitu aja marah tadi aku cuma iseng pengen ngajak Kakak olahraga karena aku ga ada teman makannya aku isengin Kakak soalnya kalau ga gitu Kakak mana mau di ajak olahraga," jelas Kenzo dengan mengusap-ngusap telinganya.
"Sudah Sayang,mendingan kita makan dulu ya!!" seru Zidan.
Akhirnya semuanya pun makan siang bersama dan bercanda-canda bersama,secara tidak langsung EL dan Kimi pun sekarang semakin akrab dengan Kinan dan yang lainnya.
π·
π·
π·
π·
π·
Hallo ketemu lagi dengan Romance Couple Kinan dan Zidane,tetap setia ya menunggu kelanjutannya dan biasakan sehabis membaca tinggalkan jejak like dan vote sebanyak-banyaknyaπππππ€π€
Jangan lupa
like
vote n
komen
TERIMA KASIH
__ADS_1
LOVE YOUπππ