Bos Cantik Pujaan Hati

Bos Cantik Pujaan Hati
KAMU DAN AKU MENJADI KITA


__ADS_3

🌷


🌷


🌷


🌷


🌷


Semuanya bertepuk tangan dan bersorak-sorai melihat adegan sepasang Pengantin yang sangat romantis itu.


"Ya ampun Kak,so sweet banget sih Kak Kinan sama Bang Zidan," seru EL yang bergelayut manja di lengan Devano.


"Aku juga pengen dong digituin," sahut Kimi yang saat ini terlihat menggigit jari-jarinya karena gemas.


Kenzo yang melihat kekasihnya sepeti itu merangkul pundak sang kekasih.


Zidan melepaskan pelukkannya dan mencium bibir Kinan dihadapan semua orang,sehingga membuat semua orang berteriak apalagi Mahasiswa Zidan yang berteriak histeris melihat Dosennya yang dingin ternyata sangat romantis.


"Aku sangat mrncintaimu Kinan," seru Zidan.


"Aku juga sangat mencintaimu Kak."


Sementara itu Misell hanya bisa membuang wajahnya ke sembarang arah dikala melihat Zidan mencium Kinan.


"Astaga..oh my god,jiwa jombloku meronta-ronta Sell," sahut Lana dengan hebohnya.


"Apaan sih Lan,heboh banget jadi orang."


"Aku ga nyangka lho ternyata Profesor Zidan orangnya sangat romantis,meleleh hati ini Bang," sahut Lana.


Misell hanya bisa memutar bola matanya jengah karena melihat sahabatnya itu begitu heboh padahal hati Misell begitu sakit melihat adegan itu.


"Aku mau ke toilet dulu sebentar," seru Misell.


"Jangan lama-lama."


Lana pun berjalan-jalan sendiri sembari mencicipi semua makanan yang sudah disiapkan.


Disaat Lana sedang asyik makan,tiba-tiba tidak sengaja Satria menyenggol Lana sehingga membuat Lana tersedak.


"Uhuk..uhuk..Astaga siapa sih yang sudah nyenggol-nyenggol," gerutu Lana dan langsung membalikkan badannya.


"Maaf ga sengaja."


"Ya ampun,kamu lagi-kamu lagi kenapa sih dunia ini begitu sempit selalu bertemu kamu,aku itu selalu mendapatkan sial kalau bertemu dengan kamu," sentak Lana.


"Terserah..." Satria langsung pergi meninggalkan Lana dengan membawa minumannya.


"Ih kenapa sih tuh orang menyebalkan sekali,mana ngomongnya selalu irit lagi," kesal Lana.


Disisi lain di dalam toilet,Misell tampak menitikan air matanya.


"Kenapa aku seperti ini,sadar Misell mereka itu saling mencintai ngapain kamu mencintai laki-laki yang sudah menjadi suami orang lain," gumam Misell.


Waktu pun berjalan dengan cepat tidak terasa sudah tengah malam,para tamu undangan satu persatu sudah meninggalkan tempat pesta.


Kinan dan Zidan pun memilih untuk pulang ke Apartemen Zidan.Selama dalam perjalanan mata Kinan sudah sangat sulit dibuka lagi tapi Kinan berusaha untuk terus membuka matanya.


"Kenapa Sayang,kamu ngantuk?" tanya Zidan.


"Iya Kak," jawab Kinan.


"Kalau ngantuk tidur saja."


Kelemahan Kinan memang tidak bisa tidur larut malam dia tidak bisa bergadang,sementara Zidan tidak akan memaksa kepada Kinan untuk menuntut haknya malam ini.


Sungguh suami yang sangat pengertian,Zidan tahu saat ini Kinan sudah kecapean dan Zidan berpikir masih banyak malam-malam berikutnya.


Sesampainya di Apartemen,Kinan dan Zidan pun berjalan dengan bergandengan tangan,sesekali Kinan tampak menyandarkan kepalanya ke lengan Zidan rasa kantuknya sudah tidak bisa di tahan lagi.


Sesampainya didalam Apartemen Kinan langsung berlari ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya,dan itu membuat Zidan tersenyum.


Setelah selesai bersih-bersih Kinan langsung naik ke atas kasur dan menggulung seluruh tubuhnya dengan selimut dan tidak membutuhkan waktu lama Kinan langsung terlelap masuk ke alam mimpi.


Zidan yang baru saja mengecek pekerjaannya lewat Laptopnya akhirnya masuk kedalam kamarnya,dilihatnya Kinan sudah tidur diatas kasurnya.


Zidan pun segera masuk kedalam gulungan selimut yang Kinan buat,kemudian Zidan memiringkan tubuhnya dan berhadap-hadapan dengan Kinan.


Sejenak Zidan memperhatikan wajah Kinan yang tampak polos tanpa make up sedikitpun tapi itu semua tidak mengurangi kecantikan Kinan.Perlahan Zidan mengelus pipi Kinan dan tersenyum.


"Akhirnya aku bisa mendapatkan kamu juga Sayang,terima kasih sudah menungguku,dan terima kasih karena sudah memberikan cinta yang sangat luar biasa untukku," gumam Zidan.


Zidan mencium kening Kinan dan dia pun ikut tertidur di samping Kinan dengan posisi memeluk Kinan.


***


Keesokan harinya...


Cahaya matahari yang masuk melalui jendela kamar Zidan membuat tidur Kinan terganggu,Kinan mulai menggerakan tubuhnya dan merentangkan kedua tangannya.


"Selamat pagi istriku," sapa Zidan dengan senyum yang mengembang.


Kinan mulai membuka matanya,dan dilihatnya Zidan sudah duduk di samping Kinan dengan menopang dagunya dengan kedua tangannya.


"Pagi juga suamiku," balas Kinan dengan suara khas bangun tidur.


"Bagaimana tidurnya nyenyak?"


"Maaf," Kinan merentangkan kedua tangannya dan dengan senang hati Zidan memeluknya.


"Apa aku boleh meminta jatahku sekarang?" tanya Zidan dengan menatap Kinan.


"Ini masih pagi Sayang,lagipula aku belum mandi."


"Gapapa nanti kita mandi bersama."


"Tapi-----" ucapan Kinan terpotong karena Zidan sudah menutup mulut Kinan dengan bibirnya.


"Tunggu Sayang," Kinan menahan bibir Zidan yang sudah menjelajah kemana-mana.


"Apa lagi Sayang?" rengek Zidan.


"Apa akan terasa sakit?" tanya Kinan.


"Awalnya memang sakit,tapi cuma sebentar kok aku janji akan pelan-pelan,apa sekarang aku boleh melanjutkannya?" tanya Zidan penuh harap.


Perlahan Kinan menganggukkan kepalanya,tidak membuang-buang waktu lagi Zidan langsung menerkam Kinan.


Kinan tampak menitikan air mata,Zidan menghentika sejenak kegiatannya dan memberikan sedikit ruang buat Kinan bisa menyesuaikan dirinya.

__ADS_1


"Maaf Sayang," ucap Zidan lirih.


Kinan tidak bisa menjawab hanya mampu tersenyum.


Tidak terasa saking asyiknya,mereka berdua sudah melakukannya selama tiga jam dan itu membuat Kinan merasa kelelahan.


Kinan kembali menutup matanya karena sudah tidak sanggup lagi membuka matanya,Zidan pun menyelimuti tubuh polos sang istri.


"Terima kasih Sayang," ucap Zidan mencium kening istrinya.


Zidan pun ikut menyelimuti tubuhnya dan membaringkan tubuhnya di samping istrinya.


Sungguh kedua pengantin baru itu kelelahan sampai-sampai mereka melupakan sarapan dan makan siangnya.Saat ini waktu menunjukan pukul 2 siang,Kinan terbangun karena mendengar suara Ponselnya berbunyi.


Dengan mata yang masih terpejam Kinan mencoba meraba-raba Ponsel yang berada diatas nakas.


Kinan mencoba menyingkirkan tangan Zidan yang berada diatas perutnya,Kinan sedikit meringis tatkala mengangkat tubuhnya untuk duduk.


"Aw..."


Zidan yang mendengar ringisan Kinan langsung bangun dan terduduk.


"Ada apa Sayang?"


"Tolong ambilkan Ponsel aku,tadi ada yang nelpon," ucap Kinan.


Zidan pun mengambilkan Ponsel Kinan dan melihat nama Kenzo yang tertera di layar Ponselnya.Kinan mencoba menghubungi Kenzo balik.


"Hallo,ada apa Ken?" tanya Kinan.


"Malam ini Kakak mau pulang ga,kalau pulang Mamih mau masak banyak buat Kakak," seru Kenzo.


"Ya ampun kirain apaan,iya entar sore Kakak pulang soalnya mau packing juga kan besok Kakak berangkat."


"Ya sudah,bye."


"Ada apa Sayang?" tanya Zidan.


"Itu Mamih nanya malam ini kita pulang ga?aku bilang kita akan pulang soalnya besok kan kita berangkat ke Moskow," jawab Kinan.


"Ya sudah kita mandi sekarang habis itu kita pulang," ajak Zidan.


"Aku ga bisa jalan Kak sakit," ucap Kinan dengan menundukan kepalanya karena merasa malu.


Tapi tanpa menunggu persetujuan Kinan,Zidan langsung menggendong Kinan ke kamar mandi mereka mandi bersama.


Setelah selesai mandi,mereka pun cepat-cepat memakai pakaiannya tapi disaat Kinan sedang merias diri tiba-tiba perutnya sakit.


"Aw sakit," keluh Kinan dengan memegangi perutnya.


"Kamu kenapa Sayang?" tanya Zidan panik.


"Perut aku sakit Kak."


Zidan melihat jam yang melingkar di tangannya,seketika Zidan menepuk jidatnya sendiri.


"Astaga maafin aku Sayang,pasti maag kamu kambuh kan soalnya kita melewatkan sarapan dan makan siang,sebentar aku ambilin obat dulu buat kamu soalnya aku menyimpan stok obat untuk berjaga-jaga," ucap Zidan.


Zidan pun segera mencari obat maagnya didalam laci dan ternyata memang benar disana ada obat maag,Kinan terlihat meringis kesakitan.


"Ini Sayang,kamu minum dulu obat maagnya."


"Kamu istirahat sebentar ya,sampai rasa sakitnya mereda."


Kinan pun merebahkan tubuhnya di sofa,sementara Zidan berjongkok di samping Kinan dan mengusap perut Kinan dengan lembut.


"Maafin aku Sayang,gara-gara aku kamu jadi begini," ucap Zidan dengan raut wajah yang terlihat menyesal.


Kinan memegang pipi Zidan...


"Hai jangan merasa bersalah,aku gapapa kok sebentar lagi juga sembuh," seru Kinan.


Zidan menarik tangan Kinan yang berada dipipinya dan menciumnya berulang kali.


"Maaf..maaf..maaf."


"Sudah jangan minta maaf terus," Kinan pun mengecup sekilas bibir Zidan.


30 menit pun berlalu dan saat ini perut Kinan pun sudah mendingan tidak terasa sakit lagi.


"Sayang,perut aku sudah tidak sakit lagi ayo kita pulang."


"Serius sudah mendingan?" tanya Zidan.


"Iya,yuk..."


Selama dalam perjalanan,Zidan tidak pernah melepaskan genggaman tangan Kinan dan sesekali menciumnya.


"Kita mampir dulu ke Restoran ya,pasti kamu lapar kan?"


"Iya lapar banget," Kinan pun nyengir dan itu membuat Zidan merasa gemas.


Disisi lain,EL dan Devano sedang menikmati kebersamaannya dengan berjalan-jalan di Mall.


"Ih rasanya aku pengen colok tuh semua mata wanita itu," kesal EL.


"Memangnya kenapa?" tanya Devano.


"Kamu ga nyadar apa Kak,kalau dari tadi semua wanita merhatiin kamu terus?sudah tahu pacarnya ada disebelahnya masih aja pada ngelihatin,bagaimana kalau ga ada aku disini," gerutu EL.


"Astaga,sudahlah biarin aja toh mereka itu punya mata mereka bebas mau ngelihatin kemana juga yang terpenting yang dilihatinnya tetap setia kok sama yang disebelah," seru Devano.


Seketika wajah EL berubah menjadi merah bak kepiting rebus.


"Aaahh so sweet banget sih,jadi makin cinta sama Kak Dev," ucap EL dengan bergelayut manja dilengan Dev.


"Apaan sih,lebay banget."


EL terlihat cemberut...


"Sudah jangan cemberut jelek tahu," Devano mengacak-ngacak rambut EL dengan gemasnya.


Kinan sampai kerumahnya menjelang maghrib karena mereka berdua jalan-jalan dulu sebelum pulanh ke rumah.


"Assalamualaikum," seru Kinan dan Zidan bersamaan.


"Waalaikumsalam."


"Sayang,ya ampun tadi malam kalian tidur dimana?" tanya Mamih Echa.


"Kita tidur di Apartemen Kak Zidan Mih."

__ADS_1


"Ya sudah,kalian bersih-bersih dulu sana habis itu turun kita makan malam bersama," seru Mamih Echa.


"Siap Mih."


Setelah makan malam bersama,mereka pun ngobrol-ngobrol diruangan keluarga.


"Kalian jadi berangkat besok?" tanya Papih Adam.


"Iya Pih."


"Berapa lama kalian disana?"


"Paling cuma satu mingguan Pih,soalnya Zidan cuma dapat cuti dua minggu," jawab Zidan.


"Kamu masih menjadi Dosen Zidan?" tanya Mamih Echa.


"Iya Mih,cuma tinggal dua bulan lagi kok soalnya Zidan jadi Dosen hanya menggantikan Dosen sebelumnya yang sedang cuti melahirkan,habis itu Zidan fokus di Rumah Sakit saja," sahut Zidan.


"Syukurlah,kamu jangan terlalu sibuk kalau kalian berdua sama-sama sibuk bagaimana mau cepat ngasih kita cucu,iya kan Pih?" seru Mamih Echa.


"Apaan sih Mih,sudah ngomongin cucu aja nikah juga baru kemarin," seru Kinan.


"Harus dong Sayang,mumpung Mamih sama Papih masih ada didunia ini soalnya kan umur mana ada yang tahu," ucap Mamih Echa.


"Tenang saja Mih,Zidan akan berusaha terus untuk membuat Kinan hamil,Zidan akan membuatnya setiap malam," ucap Zidan yang langsung mendapat cubitan di perut Kian.


"Apaan sih Kak?" ketus Kinan.


"Sakit Sayang," rengek Zidan.


Membuat Kenzo,Mamih Echa,dan Papih Adam tertawa.


"Oh iya,Mih Kenzo boleh tanya sesuatu ga?"


"Tanya apa Ken?" jawab Mamih Echa.


"Masalah Ibunya Kimi,pasti Mamih sama Papih tahu kan dan kenal sama Ibunya Kimi?" tanya Kenzo.


Mamih Echa dan Papih Adam saling pandang.


"Iya Mih,Kinan juga jadi penasaran dengan cerita Mamih," sahut Kinan.


Papih Adam menganggukan kepalanya tanda menyetujui Mamih Echa untuk menceritakannya.


"Tapi kamu jangan bilang lagi sama Kimi ya Ken,kasihan dia," ucap Mamih Echa.


"Iya Mih."


"Dulu Mamih bersahabat berempat,Mamih,Bunda Keysa,Aunty Mira,dan Dina Ibunya Kimi,Mamih dulu punya pacar namanya Dimas dia seorang Dokter seperti Zidan kami berpacaran sudah lama hingga akhirnya kita harus putus karena Dina ternyata menyukainya dan dia rela melakukan apa saja demi mendapatkan Dimas," jelas Mamih Echa dengan helaan nafasnya yang berat.


"Hingga akhirnya Dina menyuruh orang untuk menculik Mamih walaupun pada akhirnya Papah dia yang harus meninggal dari kejadian itu,Daddy Angga yang marah meminta Dina dan Mamahnya pergi dari kota ini dan menyuruh anak buahnya memperingatkan seluruh Rumah Sakit di Negara ini untuk tidak menerima dia sebagai Dokter," jelas Mamih Echa kali ini dia terlihat menitikan air mata.


"Maafkan Mamih mungkin kehidupan Kimi seperti ini akibat ulahnya Mamih dan keluarga Mamih," ucap Mamih Echa dan Papih Adam segera memeluk istri tercintanya itu.


"Tidak Mih,mungkin kalau kejadian seperti itu menimpa Kak Kinan,Ken juga bakalan melakukan hal yang sama seperti halnya Daddy Angga," sahut Kenzo.


"Makannya dulu Mamih sempat ragu sama hubungan Kinan dan Zidan,karena kamu tahu Zidan dulu Dimas juga melanjutkan sekolahnya di Jerman dan pulang-pulang malah mutusin Mamih dan menikah dengan Dina,apalagi saat kamu tidak ada kabar sama sekali Mamih sama Papih langsung menyusul Zidan ke Jerman dan ternyata Zidan mengalami kecelakaan,Mamih sangat bersyukur karena Zidan merupakan orang yang pas untuk kamu Sayang," seru Mamih Echa.


"Terus sekarang Dimas itu dimana Mih?" tanya Kinan.


"Dia sudah meninggal Sayang,tertabrak waktu mau menyelamatkan Mamih."


"Astaga,cintanya Dimas cinta mati ya sama Mamih," ucap Kinan.


"Hei..hei..hei..Papih juga cinta mati lho sama Mamih,jangan lupakan itu," ucap Papih Adam dengan kesalnya.


"Ishhh...cinta Papih itu ga ada yang ngalahin pokoknya Papih paling the bestlah,iya kan Ken?" seru Kinan.


"Yoi...." Kenzo mengangkat dua jempolnya.


Setelah berbincang-bincang dan curhat-curhatan,Kinan dan Zidan pun kembali ke kamarnya untuk membereskan barang-barang yang akan dibawa nanti.


Ketika Kinan sedang merapikan pakaian ke Koper,Zidan memeluknya dari belakang.


"Kak,lepasin dulu aku kan lagi beres-beres susah kalau begini," keluh Kinan.


"Beres-beresnya besok saja,lebih baik sekarang kita buat anak," bisik Zidan.


Kinan memukul pelan bibir Zidan dengan tangannya.


"Astaga itu mulut kok mesum banget."


"Kamu dengerkan tadi kata Mamih Echa,dia pengen cepat-cepat punya cucu makannya kita harus sering-sering membuatnya," sahut Zidan.


"Itu mah maunya Kamu Kak."


Tanpa menunggu persetujuan Kinan,Zidan langsung mengangkat tubuh Kinan dan membawanya keatas kasur.


"Ya ampun Sayang,aku belum selesai beres-beresnya," rengek Kinan.


"Besok saja beres-beresnya,kita juga berangkatnya kan sore."


Kinan tidak bisa bicara lagi,dia hanya bisa pasrah dengan apa yang dilakukan Zidan karena menolakpun percuma tidak akan didengarkan oleh Zidan.


🌷


🌷


🌷


🌷


🌷


Selamat pagi semuanya,hayooo siapa yang sudah berharap ada adegan panasnya🀭🀭


Maaf ya,Author tidak bisa membuat adegan panas karena itu tidak boleh bisa-bisa Novel Author di blacklistπŸ™πŸ™πŸ™


Dan jangan lupa dukungannya,biasakan sehabis membaca tinggalkan jejak like,komen,dan vote sebanyak-banyaknyaπŸ™πŸ™πŸ˜˜πŸ˜˜


Jangan lupa


like


vote n


komen


TERIMA KASIH


LOVE YOUπŸ’˜πŸ’˜πŸ’˜

__ADS_1


__ADS_2