Bos Cantik Pujaan Hati

Bos Cantik Pujaan Hati
RELAKAN KEPERGIANMU


__ADS_3

๐ŸŒท


๐ŸŒท


๐ŸŒท


๐ŸŒท


๐ŸŒท


Malampun tiba,Dev terlihat melamun dan murung dia sama sekali tidak mau makan.


"Sayang,makan dulu ya dari tadi siang kamu belum makan," seru Mamah Adel.


"Dev tidak lapar Mah."


"Dev,jangan seperti ini kamu harus kuat kamu harus pikirkan kesehatan kamu supaya kamu cepat sembuh dan bisa berjalan lagi seperti biasa."


"Kenapa Dev harus mengalami semua ini Mah?Dev belum pernah merasakan cinta kepada wanita manapun kecuali EL,tapi mengapa disaat Dev mulai merasakan kebahagian itu dengan sekejap Dev harus kehilangannya," sahut Dev.


Mamah Adel memeluk anak satu-satunya itu..


"Mamah yakin kalau Alloh sedang merencanakan yang terbaik buatmu Dev,mungkin saat ini EL bukan jodoh kamu tapi Mamah yakin Alloh akan mengirimkan jodoh yang terbaik buatmu Sayang," ucap Mamah Adel dengan mengelus kepala anaknya itu.


Sementara itu dari pintu kaca ruangan rawat Dev,EL tampak sedang memperhatikan Dev yang sedang dipeluk oleh Mamah Adel.


Tanpa terasa air mata EL menetes,EL hanya mampu melihat Dev dari jauh,EL tidak berani untuk masuk dan bertemu dengan Dev setelah apa yang Papahnya katakan kepada Orang tua Dev.


Ya,tadi siang Kimi memberi tahukan kalau Papahnya EL datang menemui Orang tua Dev untuk membatalkan pernikahan mereka,sungguh hancur hati EL melihat orang yang sangat EL cintai seperti itu.


"Maafkan aku Kak,aku ingin sekali menghampirimu dan memelukmu tapi aku tidak mempunyai keberanian untuk menemuimu,aku do'akan semoga kamu bahagia Kak,aku sangat mencintaimu," gumam EL dengan deraian air matanya.


Papah David yang baru saja kembali setelah membeli kopi,terkejut tatkala melihat EL yang sedang berdiri didepan pintu kamar ruangan rawat Dev.


"Sedang apa kamu disini?" tanya Papah David dingin.


"Maaf Om,EL cuma mau melihat keadaan Kak Dev."


"Kamu ga usah mikirin keadaan Dev,dia akan baik-baik saja lebih baik sekarang kamu pergi dan jangan menemui Dev lagi," seru Papah David dengan ketusnya.


Papah David pun masuk kedalam tanpa memikirkan perasaan EL,sedangkan EL lemas dan terduduk dilantai sungguh sakit hati dan perasaannya harus kehilangan orang yang sangat kita cintai.


Kimi yang baru saja datang dan berniat untuk menemani EL di Rumah Sakit sangat terkejut saat melihat sahabatnya itu sedang terduduk dilantai sembari menangis.


"Ya Alloh EL,kamu kenapa?kok kamu bisa sampai disini,kamu harus istirahat kamu masih lemah."


Kimi membantu EL bangun dan memapahnya kembali masuk kedalam ruangannya.


***


Keesokan harinya...


Kinan hari ini tidak pergi ke Kantor,dia ikut Zidan ke Rumah Sakit untuk menemui Dev.


Sesampainya di Rumah Sakit,Kinan turun dari mobil Zidan dan berbarengan dengan Lana dan Misell yang baru datang juga.


"Pagi Kak Kinan,pagi Prof!" sapa Lana.


"Pagi Lana."


"Pagi Kak,pagi Prof!" Misell pun ikut menyapa.


"Pagi Misell."


"Kak Kinan tumben ke Rumah Sakit ada yang sakitkah?" tanya Lana.


"Iya."


"Sayang ayo cepat kita masuk," seru Zidan.


"Ok...maaf ya aku duluan."


"Iya Kak silahkan."


Kinan pun pergi dengan menggandeng lengan Zidan,Misell terus saja memperhatikan suami istri itu dengan tatapan iri.


"Woi,ngeliatin apa?udah jangan dilihatin terus,mereka memang pasangan serasi bikin iri orang yang melihatnya," seru Lana.


Sesampainya diruangan Zidan...


"Sayang,aku keruangan Dev dulu ya!" seru Kinan.


"Ok."


Kinan pun mencium pipi Zidan terlebih dahulu sebelum meninggalkan Zidan.


Kinan melangkahkan kakinya menuju ruangan dimana Dev dirawat,diperjalanan menuju ruangan Dev,Kinan berpapasan dengan rombongan EL,Kimi,Mamah dan Papahnya EL yang akan pulang.


Sejenak mereka saling bertatapan,EL dan Kimi sudah mengembangkan senyumannya tapi Kinan dengan acuhnya melewati mereka semua,Kinan hanya menepuk pundak Kimi yang dalam masalah ini tidak ada sangkut pautnya.


Kinan benar-benar sangat marah kepada keluarga Agatha yang sangat merendahkan sahabatnya itu.


EL tampak menundukan kepalanya,tidak ada lagi Kinan yang ramah dan murah senyum sudah dipastikan Kinan sangat membencinya.


Kinan pun sampai didepan ruangan rawat Dev,Kinan pun masuk dengan perlahan dilihatnya Dev sedang duduk diatas kursi rodanya dan menatap langit-langit dibalik jendela ruangannya.


Sementara Mamah Adel dan Papah David sedang berada di Kantin Rumah Sakit untuk sarapan.


Dev tidak menyadari kedatangan Kinan,perlahan Kinan mendekati Dev dan menepuk pundak Dev.


"Dev,kamu sedang apa disini?" tanya Kinan.


"Sedang menikmati kesendirianku Nan."


"Dev,aku tahu saat ini kamu sedang terluka tapi please kamu juga harus sembuh jadi kamu jangan banyak pikiran," seru Kinan.


"Sembuh pun buat apa Nan,tidak ada lagi orang yang akan menunggu kesembuhanku."

__ADS_1


"Kok kamu ngomongnya gitu sih Dev?kami semua disini sangat mengharapkan kamu sembuh dan bisa berjalan lagi,kamu jangan menyerah dan patah semangat karena perjalananmu masih panjang Dev."


"Kamu ingat Nan,aku selalu bilang kalau aku merasa ragu-ragu waktu akan melamar EL seperti ada perasaan yang mengganjal dan ternyata ini perasaan yang mengganjal itu Nan,aku harus mengalami kecelakaan dan batal menikah," ucap Dev.


"Kita tidak pernah tahu apa rencana Alloh buat kita,ada hikmah dibalik semua ini kita jadi tahu bagaimana tamak dan piciknya Pak Agatha,sekarang kamu jangan mikirin yang macam-macam dulu yang terpenting sekarang kamu pikirin kesehatan kamu makan yang banyak biar cepat sembuh," seru Kinan.


"Terima kasih Nan,kamu selalu ada buat aku dan kamu adalah orang pertama yang mau mendengarkan setiap keluh kesahku."


"Sama-sama Dev."


Kinan mengusap pundak Dev memberikan semangat untuk Dev supaya dia mau bangkit lagi dan melupakan semuanya.


"Sekarang makan dulu ya,kata Aunty kamu dari malam belum makan," seru Kinan.


"Belum lapar Nan."


"Ya udah,kalau ga mau makan aku lebih baik pergi aja,aku ga mau ketemu lagi sama kamu," seru Kinan.


"Nan,kamu mah gitu ngancam mulu kerjaannya."


"Kalau ga digituin kamu ga bakalan nurut."


"Ya udahlah,terserah kamu aja."


"Anak pintar," Kinan mengacak-ngacak rambut Dev.


"Emangnya aku anak kecil apa."


Kinan tersenyum dan mengambilkan makan buat Dev.


"Mau disuapin atau makan sendiri?" tanya Kinan.


"Yang ga bisa gerak itu kaki aku,tangan aku masih normal kali Nan aku bisa makan sendiri."


"Kali aja mau disuapin gitu."


Dev pun mengambil makanan yang diberikan oleh Kinan dan melahapnya.Tidak lama kemudian pintu ruangan rawat Dev terbuka ternyata Mamah Adel dan Papah David baru selesai sarapan.


"Kinan."


"Hai Aunty..hai Uncle."


"Sudah lama kamu disini?" tanya Papah David.


"Enggak,baru aja datang."


"Alhamdulillah,kamu mau makan juga Dev dari kemarin susah banget disuruh makan," seru Mamah Adel.


"Soalnya ada orang pemaksa datang kesini Mah," sahut Dev dengan mendelikan matanya kearah Kinan.


Kinan,Mamah Adel,dan Papah David hanya tersenyum menanggapi ocehan Dev.


Kinan berbincang-bincang sampai lupa waktu dan sebentar lagi jam makan siang,sementara Dev sudah tertidur karena barusan meminum obat dan David pun sudah pergi ke Kantor.


"Aunty,Kinan keruangan Kak Zidan dulu ya Kinan lupa sebentar lagi jam makan siang."


"Ok Aunty."


Kinan pun pergi keruangan Zidan,pasti Zidan marah karena Kinan terlalu lama perginya.Sesampainya di ruangan Zidan,benar saja Zidan tampak cemberut dengan wajahnya yang ditekuk.


"Sayang,maaf tadi aku keasyikan ngobrol sama Aunty Adel jadi lupa waktu," ucap Kinan dengan merangkul leher Zidan dari belakang.


Zidan tampak cuek,dia tetap fokus pada Laptopnya tanpa memperdulikan istrinya yang bergelayut manja di lehernya.


"Sayang,kok diam saja?kamu marah ya?makan siang yuk,aku lapar," rengek Kinan.


Zidan menghentikan pekerjaannya dan menatap tajam kearah Kinan.


"Kenapa?tatapannya biasa aja dong," seru Kinan.


Zidan menarik tangan Kinan sehingga Kinan duduk dipangkuan Zidan.


"Kamu lama banget sih,aku sampai lumutan nungguin kamu."


"Yaelah,ngapain ditungguin Kakaknya juga kerja aku pasti dianggurin kalau disini mending aku ngobrol sama Aunty Adel."


"Bisa aja ya nih mulut ngejawab," ucap Zidan dengan memukul pelan bibir Kinan.


"Apaan sih Kak," Kinan tampak memanyunkan bibirnya.


Zidan yang melihat Kinan seperti itu makin gemas dan langsung menyambar bibir sexi yang menjadi candunya itu,Kinan pun dengan senang hati membalasnya.


Tiba-tiba Zidan menghentikan kegiatannya karena mendengar suara perut Kinan,Kinan hanya bisa nyengir.


"Aku kan sudah bilang,aku lapar Kak," rengek Kinan.


Zidan pun tertawa terbahak-bahak dengan kelakuan Istrinya itu.


"Ya sudah ayo kita makan," Zidan menggenggam tangan Kinan dan pergi untuk mencari makan.


Sementara itu dikediaman Agatha...


Semenjak kepulangannya dari Rumah Sakit tadi pagi,EL mengurung dirinya diKamar bahkan EL belum makan apa-apa.


Saat ini EL sedang berdiri didepan jendela kamarnya,tatapannya kosong dengan deraian air mata yang terus membasahi pipinya.


"Maafkan aku Kak,,aku sangat mencintaimu," gumam EL.


Disisi lain,disebuah rumah mewah nan megah,sepasang paruh baya sedang menunggu kedatangan anak sulungnya itu.


Dan tidak lama kemudian,sebuah mobil sport memasuki halaman rumah mewah nan megah itu,turunlah seorang pria dewasa yang tampan namun terlihat sekali aura playboy diwajahnya itu.


Ya pria itu bernama Vicky Austin seorang Pengusaha sukses yang tidak lain orang yang akan dijodohkan dengan EL,dengan cepat Vicky berlari masuk kedalam rumah Orang tuanya itu.


"Siang Mamih,siang Papih," sapa Vicky.


"Selamat siang Vicky,kamu itu kemana saja sih?Mamih dan Papih sudah menunggu kamu dari tadi," seru Papihnya.

__ADS_1


"Memangnya ada hal penting apa sih yang akan Mamih sama Papih bicarakan sama Vicky?" tanya Vicky.


"Begini Sayang,kamu ingat ga sama Om Agatha?" tanya Mamihnya.


"Iya,aku masih ingat,kenapa emangnya?" tanya Vicky.


"Mamih dan Papih akan jodohkan kamu sama anaknya yang bernama Aurel," seru Papihnya.


Vicky terbelalak dia tidak percaya dengan apa yang barusan Papihnya ucapkan.


"Apa dijodohkan?ayo Pih ini bukan zaman Siti Nurbaya pakai dijodoh-jodohkan segala,lagipula Vicky belum mau menikah Pih," tolak Vicky.


"Ya ampun Vicky,kamu itu sudah 29 tahun dan tahun depan sudah 30 tahun kamu sudah cukup untuk menikah malahan anak-anak teman Mamih sudah mempunyai anak kan Mamih juga ingin mempunyai cucu Vicky," seru Mamihnya itu.


"Mih please,Vicky masih ingin bebas."


"Mau sampai kapan Vicky kamu seperti ini terus,pokoknya Papih tidak mau tahu pokoknya lima hari lagi kamu menikah dengan EL," sergah Papihnya itu.


"Whaaatttt,lima hari lagi?Papih itu apa-apaan sih," bentak Vicky.


Vicky pun beranjak dari duduknya dan melangkah meninggalkan Orang tuanya.


"Pokoknya lima hari lagi kamu akan menikah,awas saja kalau berani kabur," teriak Papihnya.


Vicky kembali memasuki mobilnya dengan perasaan geram.


"Sial,aku ga mau menikah buat apa menikah kalau setiap malam juga aku gonta-ganti cewek," guman Vicky.


Vicky Austin adalah seorang Playboy penjahat k*****n,setiap malam dia gonta-ganti wanita untuk dia tiduri,Vicky adalah orang yang sangat memandang rendah kaum wanita.


Karena menurutnya wanita itu sama sekali tidak mempunyai harga diri,mereka rela menyerahkan mahkota berharganya hanya demi uang sungguh miris.


***


Sedangkan di Rumah Sakit,Satria celingukan kesana kemari mencari ruangan Dev hingga pada saat Satria berbalik Satria tidak sengaja menabrak Lana yang sedang berjalan sembari membaca dokumen yang berisi riwayat penyakit pasien.


Lana pun terjatuh dengan bokongnya yang mendarat mulus di lantai.


"Aw...kamu itu kenapa sih?kalau ketemu sama kamu pasti aku sial," seru Lana.


"Hei salah sendiri,jalan ga pake mata."


"Helloooo Tuan,dimana-mana juga kalau jalan itu pakai kaki bukannya pakai mata," sewot Lana.


"Iya jalan memang pakai kaki,tapi mata juga harus dipasang."


Lana hendak meninggalkan Satria...


"Hei tunggu..."


"Apa lagi?" sewot Lana.


"Ruangan VIP nomor satu dimana?" tanya Satria.


"Kamu naik kelantai dua disana ruangan VIP."


Lana segera pergi meninggalkan Satria..


"Judes amat," gumam Satria.


Satria pun pergi untuk menemui Dev,sesampainya di ruangan rawat Dev,Satria melihat Dev tampak murung tidak ada lagi raut wajah yang bahagia,bagaimana pun Dev tidak bisa melupakan EL.


"Hai Dev..." sapa Satria.


"Oh kamu Satria."


"Bagaimana keadaanmu Dev?"


"Aku ga bisa jalan Sat,dan yang lebih parahnya lagi aku batal nikah," sahut Dev.


"Kamu yang sabar Dev,dibalik musibah pasti ada hikmahnya kali aja saat ini Alloh telah menunjukan kalau EL itu bukan jodoh kamu dan dia ga pantas buat kamu."


"Tapi aku sangat mencintainya Sat."


"Kamu berdo'a saja kalau memang nantinya EL jodoh kamu maka Alloh pasti akan mengembalikannya lagi sama kamu dengan cara apapun,tapi kalau EL bukan jodoh kamu Alloh juga yang akan menjauhkannya dari kamu," jelas Satria.


"Iya Sat,aku pasrah sajalah."


Satria menepuk-nepuk pundak Satria,memberikan semangat buat sahabatnya itu supaya Dev tidak terus terpuruk seperti itu.


๐ŸŒท


๐ŸŒท


๐ŸŒท


๐ŸŒท


๐ŸŒท


Selamat sore semuanya,maaf baru up ya๐Ÿ™๐Ÿ™semoga kalian masih setia menunggu kelanjutannya๐Ÿค—๐Ÿค—


Jangan lupa selalu biasakan tinggalkan jejak like,komen,dan vote sebanyak-banyaknya๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


Dan mampir juga dia Novel terbaru Author "ABC (AMARAH,BENCI,CINTA)" dan tinggalkan jejak juga disana๐Ÿ™๐Ÿ™


Jangan lupa


like


vote n


komen


TERIMA KASIH


LOVE YOU๐Ÿ’˜๐Ÿ’˜๐Ÿ’˜

__ADS_1


__ADS_2