Bos Cantik Pujaan Hati

Bos Cantik Pujaan Hati
PENGORBANAN CINTA


__ADS_3

🌷


🌷


🌷


🌷


🌷


Setelah galau-galauan dengan Mamihnya,Kinan pun pergi menuju kamarnya.Kepalanya sungguh terasa pusing,matanya perih karena kelamaan menangis.


Sementara itu,Ayah Dirga menghubungi Zidan dan memintanya untuk bertemu dan Zidan menyetujuinya.


Dan saat ini,disinilah Ayah Dirga dan Zidan berada di sebuah Restoran mewah dengan ruangan privat yang sengaja di pesan oleh Ayah Dirga.


"Maaf,Pak Dirga ada apa ya Bapak ingin bertemu dengan saya?" tanya Zidan.


"Bisakah Dr.Zidan menolong saya?" ucap Ayah Dirga.


"Menolong..menolong apa ya Pak?" Zidan tampak bingung.


Ayah Dirga terdiam sejenak,membuat Zidan tambah merasa bingung.


"Bisakah Dr.Zidan membuka hati sedikit saja untuk Milka?" seru Ayah Dirga dengan ragu-ragu.


"Maksud Pak Dirga apa?"


"Sekarang kondisi Milka sangat memprihatinkan,sudah terjadi pembengkakan dibagian tubuhnya,selalu mual dan muntah,berat badannya menurun secara drastis,Milka tetap tidak mau cuci darah kalau tidak sama Dr.Zidan yang menanganinya," jelas Ayah Dirga dengan tatapan sedihnya.


"Pak Dirga,saya memang dari kemarin kan sudah menyuruh Milka untuk menjalankan cuci darah tapi Milkanya yang selalu menolak," seru Zidan.


"Milka itu sangat mencintai Dr.Zidan,seumur hidupnya dia tidak pernah sampai mencintai seorang laki-laki dengan sedalam ini,bisakah Dr.Zidan membuka hati Dokter sedikit saja buat Milka," sahut Ayah Dirga.


"Maaf Pak Dirga masalah hati tidak bisa di paksakan,tidak ada cinta dihati saya buat Puteri Bapak," jelas Zidan.


Zidan beranjak dari duduknya hendak melangkah tapi Ayah Dirga dengan cepat berlutut di hadapan Zidan membuat Zidan sangat terkejut.


"Pak tolong jangan seperti ini."


"Seumur hidup saya pantang buat saya merendahkan harga diri sendiri,tapi demi anak saya rela melakukan apapun.Kalau Dokter tidak bisa membalas cinta Milka,bisakah Dokter berpura-pura mencintai Milka hanya untuk membuat Milka bahagia,dan hanya untuk bisa membuat Milka mau menjalani pengobatan," sahut Ayah Dirga dengan kembali meneteskan air matanya.


Zidan tidak tahu apa yang harus dia katakan,meski untuk berpura-pura sekali pun Zidan tidak bisa melakukannya.


"Saya mohon,tolonglah anak saya hanya Milka penyemangat hidup saya," seru Ayah Dirga.


"Bangunlah Pak,jangan seperti ini Pak Dirga tidak pantas melakukan semua ini," sahut Zidan dengan menarik tubuh Ayah Dirga supaya bangun dan berdiri.


"Saya mohon Dokter,sekali ini saja Dokter bantuin saya dan istri saya."


"Baiklah Pak Dirga,tapi saya melakukan semua ini hanya sebatas rasa kemanusiaan saja terhadap Pasien tidak lebih," seru Zidan.


"Terima kasih Dokter,apa pun alasan Dokter yang penting sekarang Milka mau menjalani pengobatannya lagi."


Zidan tampak melamun di dalam mobilnya,di satu sisi jiwa kedokterannya ingin sekali menolong Milka tapi sisi lain Zidan tidak mau nantinya Milka salah paham dan menganggap dirinya punya perasaan lebih.


Zidan melihat pergelangan tangannya,jam menunjukkan pukul delapan malam.


"Apa Kinan masih kerja jam segini?" gumam Zidan.


Zidanpun melajukan mobilnya dan berhenti di depan Perusahaan Kinan.Suasana tampak sepi,kemudian Zidan bertanya kepada Satpam disana.


"Maaf,Pak saya mau nanya apa semua Karyawan sudah pulang?" tanya Zidan.


"Sudah Pak sejak tadi sore."


"Kalau Kinan?" tanya Zidan lagi.


"Ibu Bos sudah pulang jam 5 sore tadi."


"Apa..?jadi tidak ada yang lembur hari ini?"


"Tidak Mas."


"Ya sudah,terima kasih ya Pak."


Zidan kembali memasuki mobilnya,Zidan tampak melamun.


"Kenapa Kinan berbohong?" gumam Zidan.


Zidan kemudian mengambil Ponselnya dan menghubungi Kinan,sama seperti tadi siang tidak di jawab sama sekali.


"Pasti ada sesuatu,apa ini berhubungan dengan Milka?" gumam Zidan.


Zidan kembali melajukan mobilnya menuju rumahnya,hari ini begitu sangat melelahkan buat Zidan.Selainnya fisiknya,hatinya juga sangat lelah.


Sementara itu,Kinan hanya menatap kosong Ponselnya.Tidak terasa air matanya kembali menetes.


"Maaf Kak,maafkan aku...." gumam Kinan.


Karena lelah menangis,akhirnya Kinan tertidur dengan menggenggam Ponselnya.


Keesokan harinya...


Zidan sudah bangun pagi-pagi sekali,dia bermaksud akan ke rumah Milka membujuknya supaya ingin menjalani pengobatannya lagi.


Zidan mencoba menghubungi kembali Kinan,tapi lagi-lagi Kinan tidak mengangkat Ponselnya.


Zidan mendesah dan menghembuskan nafasnya kasar.

__ADS_1


"Apa sebenarnya yang sudah terjadi Kinan?" gumam Zidan.


Sementara itu,di meja makan Mamih Echa dan Kenzo saling pandang melihat Kinan yang dengan serius menyantap sarapannya.


"Kenapa telponnya tidak diangkat Sayang?" tanya Mamih Echa.


"Tidak penting Mih...ya sudah,Kinan berangkat dulu ya!!" Kinan berpamitan mencium pipi dan tangan Mamih Echa.


Pagi ini tidak ada senyum manis yang biasa Kinan tampilkan,hanya kemurungan yang muncul di wajah cantik Kinan.


"Kak Kinan kenapa Mih?" tanya Kenzo.


"Mungkin sedang ada masalah,Ken."


Zidan baru saja sampai di rumah Milka,dia langsung disambut bahagia oleh Ayah Dirga dan Bunda Keysa.


Ayah Dirga dan Bunda Keysa langsung membawa Zidan ke kamar Milka.Dilihatnya kondisi Milka yang semakin melemah dan sangat mengkhatirkan.


"Sayang,ini ada Dr.Zidan datang kesini," seru Bunda Keysa.


"Bunda tidak usah menghibur Milka,Dr.Zidan tidak mungkin mau menemui Milka," ucap Milka.


"Milka..." seru Zidan.


Milka langsung menoleh,dan benar saja suara yang sudah selama ini dia rindukan sekarang berada di hadapannya.


Milka menatap Zidan dengan mata yang sudah berkaca-kaca,ada rasa rindu yang sangat besar di hati Milka.Ayah Dirga dan Bunda Keysa meninggalkan mereka berdua,supaya mereka lebih leluasa untuk berbicara.


"Dr.Zidan.." ucap Milka lirih.


"Apa kamu mau terus seperti ini Milka,menyiksa diri kamu sendiri?" tanya Zidan.


"Maaf Dokter,tapi aku sungguh tidak kuat melihat Dokter bersama dengan Kak Kinan," ucap Milka lemah.


"Kenapa Milka?seharusnya urusan pribadi jangan disangkut pautkan dengan kesehatan kamu Milka," seru Zidan.


"Dokter kan sudah tahu bagaimana perasaan aku sama Dokter,aku sangat mencintai Dokter bisakah Dokter sedikit saja membuka hati Dokter buat aku?apa karena aku penyakitan makannya Dokter tidak mau menerima cintaku?" ucap Milka dengan deraian air matanya.


"Jangan bicara seperti itu,cinta tidak melihat penyakit cinta itu datang dari hati.Bagaimana apa sekarang kamu sudah siap untuk menjalani pengobatan kamu lagi?" tanya Zidan.


"Aku akan menjalani pengobatan aku lagi tapi dengan satu syarat."


"Apa?"


"Bisakah Dokter selalu ada disaat aku membutuhkan Dokter?aku ingin Dokter selalu ada di samping aku,anggap saja ini permintaan terakhirku," seru Milka.


Cukup lama Zidan berpikir,tapi melihat kondisi Milka yang sangat mengkhatirkan seperti itu membuatnya terenyuh.Hingga akhirnya Zidan menganggukkan kepalanya pelan dan membuat Milka mengembangkan senyumannya.


"Ya sudah,sekarang kita ke Rumah Sakit kamu harus segera ditangani," ucap Zidan dan mendapat anggukkan kepala dari Milka.


Tanpa berpikir panjang lagi,Zidan menfangkat tubuh Milka dan membawanya turun ke bawah untuk menjalani pengobatannya di Rumah Sakit.


Ayah Dirga dan Bunda Keysa tersenyum melihat Milka akhirnya bersedia di bawa ke Rumah Sakit.


Kondisi Milka sudah mulai membaik seperti biasa,Milka sangat bahagia karena Zidan menepati janjinya selalu berada di sampingnya.


Berbeda dengan Milka yang sedang bahagia,Zidan dan Kinan justru sebaliknya Zidan merasa frustasi karena sudah lama tidak bisa bertemu dengan Kinan bahkan setiap telponnya tidak pernah sekalipun diangkat oleh Kinan.


Disaat datang ke rumahnya,Kinan selalu menolak bertemu dengan Zidan yang membuat Zidan kelabakan dengan sikap Kinan yang berubah seratus delapan puluh derajat.


Begitu pun dengan sikap Milka yang seolah-olah mengekang Zidan supaya tidak pergi kemana-mana.Milka selalu memanfaatkan penyakitnya sehingga Zidan tidak bisa berkutik.Milka memang egois,tapi rasa cintanya yang begitu besar dan dalam membuat Milka menjadi orang yang paling egois dan tidak memikirkan perasaan orang lain.


Sedangkan Kinan,dia terus mengalihkan pikirannya dengan bekerja dan bekerja.Bahkan Kinan juga sering pergi ke Luar Kota untuk urusan Bisnis dan benar saja sedikitnya itu bisa membuat Kinan melupakan beban pikirannya.


Sifat Kinan pun berubah drastis,tidak ada lagi Kinan yang ramah,murah senyum,dan ceria.Kinan berubah menjadi pribadi yang cuek,dingin,dan tegas bahkan untuk tersenyum pun sangat jarang.


Dan itu membuat Mamih Echa dan Papih Adam merasa kasihan melihat anaknya menjadi seperti itu.


Tok..to..tok..


"Masuk..."


"Kinan,besok kita berangkat ke Kalimantan Pemilik Perusahaan BORNEO grup mengundang kita untuk merayakan kesuksesan kerja sama antara Perusahaan kita dan Perusahaannya,apa kamu mau kesana?" tanya Devano.


"Urus semuanya,aku tinggal berangkat saja," ucap Kinan datar dengan pandangan fokus pada Laptopnya.


Devano masih berdiri di hadapan Kinan dan menatapnya tajam.


"Apa ada lagi yang perlu di bicarakan Dev?" tanya Kinan.


"Sebenarnya kamu kenapa Kinan?sikap kamu berubah drastis?" seru Devano.


"Aku tidak apa-apa,kalau sudah tidak ada yang di bicarakan lagi aku mohon kamu cepat keluar karena aku sedang sibuk," seru Kinan dengan dinginnya.


Tanpa bicara sepatah katapun lagi,Devano meninggalkan Kinan.Setelah Devano keluar,Kinan tampak mendesah dan menyandarkan kepalanya ke kursi dan sedikit memijat keningnya yang terasa pusing.


Jam menunjukan pukul 12,sudah waktunya makan siang tapi Kinan lebih memilih memesan makanan lewat gofood karena hari ini Kinan sedang tidak ingin kemana-mana.


Sementara itu di Rumah Sakit,Zidan menemui Dr.Billy di ruangannya.


"Hallo Bro,tumben datang ke ruanganku?" tanya Dr.Billy.


"Bisakah aku meminta tolong?"


"Mau minta tolong apa?" tanya Dr.Billy.


"Aku mau keluar dulu sebentar ada keperluan,tolong kamu awasi Milka saat ini dia sedang istirahat jadi kamu jangan khawatir," ucap Zidan.


"Ok sip."

__ADS_1


Zidan cepat-cepat menuju parkiran,dia akan ke Kantor Kinan.Zidan sudah tidak kuat lagi,dia ingin meminta penjelasan dari Kinan kenapa selama ini Kinan menghindari Zidan.


Sesampainya di Kantor Kinan,Zidan langsung menuju ruangan Kinan karena Zidan sudah tahu ruangan Kinan dimana dari Devano.


"Bang Zidan."


"Kinan ada kan di dalam?" tanya Zidan.


"Ada Bang,masuk saja."


Zidan pun langsung masuk ke dalam tanpa mengetuk pintu dulu,dilihatnya Kinan wanita yang selama ini sangat Zidan rindukan sedang fokus pada Laptopnya.


"Ada apa lagi sih Dev?aku sedang sibuk," ucap Kinan tanpa melihat siapa orang yang datang.


"Kinan.."


Kinan terkejut dan menghentikan pekerjaannya,suara yang selama ini Kinan rindukan,suara yang selama ini Kinan hindari.


"Ada apa Kak?maaf aku sedang sibuk," ucap Kinan tanpa menoleh kepada Zidan.


"Apa salah aku Kinan,sehingga kamu menyiksa aku seperti ini?" ucap Zidan.


Kinan hanya diam dan tidak bisa berkata apa-apa lagi,lidahnya begitu kelu matanya mulai berkaca-kaca.Sekuat mungkin kinan mencoba menahan air matanya supaya tidak jatuh.


"Maaf Kak,lebih baik Kakak pergi dari sini aku sedang banyak pekerjaan," ucap Kinan dengan bibir yang bergetar.


Bukannya pergi,Zidan malah mendekati Kinan dan menarik tangan Kinan agar berdiri dan mau menatapnya.


Zidan mencengkram kedua pundak Kinan dan menatap Kinan dengan tajam tapi Kinan berusaha untuk tidak menatap Zidan,Kinan membuang wajahnya ke arah lain.


"Tatap aku Kinan," ucap Zidan penuh dengan keseriusan.


Tapi Kinan seolah tidak mendengar ucapan Zidan,Kinan tetap malingkan wajahnya ke sembarang arah.


"Tatap aku Kinan," bentak Zidan.


Kinan sangat kaget,ini kedua kalinya Zidan membentak Kinan.Kinan langsung menatap mata Zidan.


"Ada apa Kak?"


"Kamu kenapa berubah?di telpon ga pernah di angkat,di ajak ketemuan selalu banyak alasan,apa kamu tidak memikirkan bagaimana perasaan aku," Zidan kembali membentak Kinan.


"Untuk apa lagi bertemu?diantara kita sudah tidak ada lagi yang harus dibicarakan," sahut Kinan datar.


"Apa kamu bilang?terus bagaimana dengan hubungan kita?" tanya Zidan.


"Dari awal hubungan kita memang salah Kak,tidak seharusnya aku menerima Kakak karena dengan hubungan kita banyak orang yang terluka," sahut Kinan.


"Apa semua ini karena Milka?" tanya Zidan dengan tatapannya penuh amarah.


"Maaf Kak,lebih baik hubungan kita di akhiri saja dan......." ucapan Kinan terpotong kata-katanya tercekat di tenggorokan.


"Dan apa?"


"Dan menikahlah dengan Milka," seru Kinan.


Ucapan Kinan sungguh menyulut emosi Zidan,matanya merah menahan emosinya Zidan menarik tangan Kinan dan mencengkramnya dengan kuat sehingga Kinan meringis.


"Apa kamu bilang?kamu menyuruh aku menikah dengan Milka,apa kamu sudah gila Kinan," bentak Zidan.


"Hanya itu jalan satu-satunya supaya semuanya bahagia,aku tidak mau membuat Milka menghentikan pengobatannya karena hanya dengan pengobatan seperti itu Milka bisa bertahan hidup,dan yang menjadi penyemangat Milka itu hanya kamu Kak aku tidak mau menjadi orang yang bersenang-senang di atas penderitaan orang lain," jelas Kinan.


"Apa kamu tidak mau berkorban dan mempertahankan cinta kita Kinan?" ucapan Zidan mulai melemah.


"Di pertahankan pun percuma Kak,aku tidak mau membuat Ayah sama Bunda bersedih,Kakak tidak akan pernah tahu betapa besarnya perjuangan Ayah sama Bunda untuk mendapatkan seorang anak,dan disaat seorang anak lahir ke dunia ini,mereka harus mendapatkan kenyataan kalau anak mereka mengidap penyakit gagal ginjal yang kehidupannya hanya tergantung dengan cuci darah,hidup dan mati Milka di pertaruhkan dan Kakak merupakan penyemangat dan kebahagian Milka,betapa egoisnya aku kalau harus merebut kebahagian Milka," jelas Kinan.


Kini luruh sudah air mata yang dari tadi Kinan tahan-tahan,sakit yang Kinan rasakan begitu menyesakkan dadanya.


Zidan langsung memeluk Kinan dan tangisan Kinan semakin menjadi-jadi.


"Aku sangat mencintai kamu Kinan,hanya kamu," Zidan pun ikut meneteskan air matanya.


Kinan pun melepaskan pelukkan Zidan...


"Bukalah hati Kakak buat Milka," ucap Kinan.


"Ok,aku akan menuruti semua keinginan kamu Kinan tapi satu yang harus kamu tahu jangan salahkan aku kalau Milka tidak bahagia karena sampai kapanpun aku tidak akan bisa membahagiakan Milka," ucap Zidan.


Dengan emosinya Zidan meninggalkan ruangan Kinan dengan membanting pintu,Kinan pun jatuh terduduk di lantai dengan tangisan yang sudah tidak bisa di bendung lagi.


🌷


🌷


🌷


🌷


🌷


Jangan lupa dukungannya,like dan vote sebanyak-banyaknyaπŸ™πŸ™πŸ˜˜πŸ˜˜


Jangan lupa


like


vote n


komen

__ADS_1


TERIMA KASIH


LOVE YOUπŸ’˜πŸ’˜πŸ’˜


__ADS_2