Bos Cantik Pujaan Hati

Bos Cantik Pujaan Hati
KEJUTAN UNTUK KINAN


__ADS_3

🌷


🌷


🌷


🌷


🌷


2 tahun kemudian....


***


Hari demi hari,bulan demi bulan,telah Kinan lalui tanpa kabar sedikitpun dari Zidan dan sekarang sudah memasuki tahun kedua Kinan bertahan.


Kinan sudah berjanji pada dirinya sendiri kalau dia akan tetap menunggu kedatangan Zidan apapun yang terjadi,karena Zidan sudah berjanji kalau dirinya akan menikahi Kinan disaat selesai Kuliah.


Zidan berjanji akan kembali dalam waktu 3 tahun dan ini baru tahun ke 2 masih butuh waktu satu tahun lagi untuk Kinan bersabar menunggu kedatangan Zidan.


Bukannya Kinan tidak sanggup untuk pergi ke Jerman dan menyusul Zidan untuk mendapatkan kepastian tapi Kinan ingin menagih janji Zidan untuk kembali ke sisinya disaat sudah 3 tahun.


Mungkin untuk saat ini kemungkinan terbesarnya adalah Kinan belum siap untuk patah hati.


Seperti saat ini,Kinan sedang berdiri didepan jendela ruangan Kantornya Kinan sedang memperhatikan lalu lalang kendaraan yang sangat padat di Ibu Kota ini.


Dari segi penampilan dan prilaku pun Kinan terlihat sudah sangat dewasa bahkan bisa dibilang usia yang sangat matang untuk menikah.Kinan sudah mempunyai segalanya wajah yang cantik dan karir yang cemerlang.


Bahkan saat ini Perusahaan "G CORPORATION" pun sudah menjadi Perusahaan raksasa yang patut diperhitungkan.


Tok..to..tok..


"Kinan,kita ada meeting di sebuah Restoran dengan Rekan Bisnis kita dari Jepang," seru Devano.


"Kapan Dev?" tanya Kinan tanpa melepaskan pandangannya dari jendela.


"Sehabis makan siang,jadi untuk tidak membuat klien kita menunggu sebaiknya kita berangkat sekarang karena sebentar lagi juga masuk jam makan siang," seru Devano.


"Ya sudah,kamu tunggu aku dibawah Dev."


Devano pun meninggalkan ruangan Kinan,Kinan terlihat menghembuskan nafasnya dengan kasar dan dengan cepat mengambil tasnya.


Selama dalam perjalanan,tidak ada pembicaraan sama sekali Kinan hanya melihat ke arah jalanan,hingga mobil Devano pun sedikit merayap karena jam makan siang pun hampir tiba jalanan menjadi macet.


Disaat mobil Devano berhenti pas didepan sebuah toko bunga,Kinan memperhatikan toko bunga itu dan betapa terkejutnya Kinan disaat melihat Fabian keluar dari toko bunga itu dengan membawa buket bunga mawar putih yang sama persis dengan buket bunga yang selama ini Kinan terima.


"Mas Fabian,ga mungkin kenapa dia ngelakuin semua ini," gumam Kinan yang masih samar-samar terdengar oleh Devano.


"Kenapa Kinan?ada apa?" tanya Devano.


"Oh,tidak apa-apa Dev,ini masih lama ya kok macet banget sih?" Kinan mengalihkan pembicaraan.


"Bentar lagi nyampe kok ke Restorannya."


Kinan kembali melihat ke arah toko bunga itu,dilihatnya Fabian tersenyum dan mencium bunga itu sebelum akhirnya Fabian memasukj mobilnya.


"Ada apa ini sebenarnya?mungkinkah yang selama ini mengirimkan bunga itu adalah Mas Fabian?tapi kalau Mas Fabian,kenapa mesti nyuruh orang dan sembunyi-sembunyi?kan bisa mengirimnya langsung ke aku," batin Kinan.


Tidak lama kemudian Devano dan Kinan pun sampai disebuah Restoran mewah yang akan menjadi tempat meeting dengan Rekan Bisnis yang dari Jepang.


Karena Kliennya belum sampai,Devano dan Kinan pun memesan makanan.Devano melihat Kinan hanya mengaduk-ngaduk makanannya saja tanpa memakannya,pandangannya pun terlihat kosong seperti yang sedang melamun.


"Kinan,kok makanannya malah diaduk-aduk bukannya dimakan?" seru Devano.


"Oh iya,aku makan sekarang."


Dengan terpaksa Kinan memasukan makanannya ke mulut dia,meskipun nafsu makannya tiba-tiba hilang saat tahu kenyataannya.


Devano menyadari kalau ada yang Kinan sembunyikan.Tapi Devano akan menanyakannya nanti setelah pertemuannya dengan klien.


Butuh satu jam,Kinan bernegosiasi dengan kliennya dari Jepang.Saat ini Kinan akan mengembangkan Perusahaannya sampai ke Negeri Sakura itu sehingga Kinan membutuhkan Perusahaan yang akan menanamkan sahamnya.


Setelah sekian lama berbincang-bincang,akhirnya mereka menyetujui kerjasama itu dan kedua belah pihak terlihat menandatangani surat perjanjian,Kinan dan Devano saling berjabat tangan dengan klien mereka dari Jepang itu.


Saat ini Devano dan Kinan sedang menuju kembali ke Kantor.


"Sebenarnya apa yang sudah terjadi sama kamu Kinan?" tanya Devano.


"Ga ada apa-apa Dev."


"Jangan bohong,kamu tidak bisa bohong sama aku Kinan,karena aku tahu ada sesuatu yang sedang kamu sembunyikan."


Kinan menghela nafas panjang,yang dikatakan Devano memang benar Kinan tidak pernah bisa bohong kepada Daffin dan Devano karena dua orang laki-laki itu adalah dua orang yang sangat peka terhadap perasaan Kinan.


"Tadi aku melihat Mas Fabian ditoko bunga---" Kinan menjeda omongannya.


"Terus?"


"Dia sedang membawa buket bunga,dan buket bunga itu sama persis dengan buket bunga yang selama ini aku terima," ucap Kinan.


Karena kaget,Devano menghentikan mobilnya dengan tiba-tiba untung tidak ada mobil di belakang kalau tidak pasti mereka akan celaka.


"Ya ampun Dev,kalau di belakang ada mobil kita pasti bakalan celaka,kenapa kamu berhenti mendadak kaya gini?" seru Kinan.


"Apa kamu bilang,jadi selama ini yang mengirim bunga itu si Fabian?" tanya Devano.


"Aku tidak yakin Dev,tapi dia membeli buket bunga yang sama persis dengan buket bunga yang selalu aku terima," jawab Kinan.

__ADS_1


"Ini ga bisa dibiarin Nan,aku harus menemui si Fabian itu," Devano tampak geram.


"Jangan Dev,kamu jangan gegabah dulu soalnya kita ga punya bukti,kali aja kebetulan dia membeli buket bunga yang sama," sahut Kinan.


"Kok kamu jadi ngebelain Fabian sih Nan?kita semua itu khawatir sama kamu takut ada orang jahat yang bakalan nyakitin kamu,udah satu tahun lho buket bunga itu selalu ada yang ngirim dan orang itu selalu tahu kamu sedang ada dimana," Devano tampak emosi.


"Bukan begitu Dev,justru aku yang lebih ingin tahu siapa orang itu tapi tadi aku cuma ngelihat dia beli bunga doang bukan ngelihat dia yang ngirim bunga itu ke aku,aku takutnya kita salah orang," jawab Kinan.


Devano tidak menjawab apa-apa lagi,karena ucapan Kinan ada benarnya bahaya juga kalau sembarang menuduh tanpa bukti.


Sesampainya Kinan ke ruangannya,tidak tahu untuk keberapa kalinya ada buket bunga itu lagi di atas meja Kinan.


Biasanya Kinan langsung membuang bunga itu ke tempat sampah tapi kali ini Kinan memperhatikan buket bunga itu,cukup lama Kinan memperhatikan bunga itu hingga akhirnya Kinan memutuskan untuk membuang bunga itu kembali ke tempat sampah.


Kinan membuka Ponselnya dan melihat galeri foto-fotonya bersama Zidan,Kinan kembali meneteskan air matanya dan mengusap layar Ponsel yang terpampang wajah Zidan yang tampan.


"Sampai kapan kamu mau mempermainkan hati aku Kak?" batin Kinan dan menyimpan Ponselnya didadanya.


Kinan menangis begitu pilunya,rasanya hatinya sakit dan dadanya begitu sesak,sedewasa apapun seorang wanita mereka tetap sama akan sedih kalau tidak dihargai,akan sedih kalau orang yang dia sayangi berubah,dan akan sedih jika dibohongi.


Kinan menangis diatas tangannya yang dia simpan diatas meja.Devano yang tadinya akan masuk ke ruangan Kinan untuk memberikan laporan terlihat menghentikan langkahnya,Devano begitu sedih melihat sahabat kecilnya itu terluka seperti itu.


Devano baru kali ini melihat Kinan serapuh ini,Kinan sebenarnya orang yang kuat tapi Devano tidak tahu kalau Kinan bakalan seperti ini.


Devano mengurungkan niatnya untuk masuk dan memilih kembali ke mejanya.


***


Keesokan harinya...


Hari ini hari minggu,Kinan belum bangun dia masih setia dengan selimut yang menggulung seluruh tubuhnya.


Berbeda suasana di Restoran Family Food,Devano,Kenzo,Satria,Milka,Billy,Daffin,dan Mawar sedang membicarakan sesuatu.


"Maaf,Abang mengumpulkan kalian pagi-pagi begini,tujuan Abang menyuruh kalian kesini karena Abang ingin meminta bantuan kalian,kan 3 hari lagi Kinan ulang tahun Abang ingin membuat kejutan buat Kinan," seru Daffin.


"Astaga,kenapa aku sampai lupa ya kalau sebentar lagi Kinan ulang tahun," Devano menepuk jidatnya sendiri.


"Jadi rencananya Abang ingin membuat kejutan di Restoran ini bolehkan Satria,Milka?" tanya Daffin.


"Boleh banget dong Bang," jawab Milka.


"Ok fix ya,kita akan mengadakan pesta kecil-kecilan buat Kinan disini."


Sementara itu,Kinan baru saja siuman dari tidurnya Kinan merentangkan tangannya dan melihatbke arah jam yang ada diatas nakas.


"Asataga sudah jam 10 pantesan aja aku lapar," gumam Kinan.


Dengan perlahan dan matanya masih terpejam,Kinan berjalan menuju kamar mandi setelah selesai mandi Kinan langsung turun ke bawah untuk sarapan.


"Nyonya sedang arisan,Tuan berangkat golf bersama temannya dan Den Kenzo pergi juga tapi Bibi ga tahu mau kemana?" jawab Bi Sum.


"Oh gitu ya,makasih y Bi."


Kinan pun kembali meneruskan sarapannya,sehabis sarapan Kinan memutuskan untuk kembali lagi ke kamarnya dan menonton Drakor kesukaannya.


Waktu pun berjalan dengan cepat,jam sudah menunjukan pukul 4 sore Mamih,Papih,dan kenzo pun sampai di rumah hampir bersamaan.


"Bi,Kinan kemana?" tanya Mamih Echa.


"Masih dikamar Nyonya."


"Apa..Bibi tidak membangunkannya?"


"Tadi pagi-pagi Non Kinan turun untuk sarapan Nyonya,tapi setelah sarapan Non Kinan kembali lagi ke kamarnya dan belum keluar sampai sekarang," jelas Bi Sum.


"Astaga anak itu," sahut Papih Adam.


"Ya sudah,biar Ken yang lihat Kak Kinan Mamih sama Papih mandi saja dulu," seru Kenzo.


"Ok,kalau begitu tolong lihat Kakak kamu ya Ken," sahut Mamih Echa.


"Siap Mih."


Kenzo pun menaiki tangga dan mengintip ke kamar Kinan,dilihatnya Kinan sedang berbaring berada didepan laptop menyala.Kenzo perlahan mendekati Kinan dan dilihatnya ternyata Kinan tertidur dengan laptop yang masih menyala.


"Astaga Kak Kinan,kalau begini caranya bukan Kak Kinan yang nonton tetapi malah Kak Kinan yang ditonton," Kenzo tampak geleng-geleng kepalanya melihat kelakuan Kakak cantiknya itu.


Kenzo mematikan Laptop Kinan dan keluar dari kamar Kinan.


***


Hari ini adalah tepat hari dimana Kinan ulang tahun,Kinan sama sekali lupa akan ulang tahunnya sendiri saking sibuknya dengan urusannya pekerjaan.


Sementara yang lainnya sedang sibuk mendekor Restoran Family Food untuk persiapan kejutan ulang tahun Kinan malam nanti.


Pengirim bunga misterius itu makin menjadi,pagi ini saja Kinan sudah mendapatkan tiga buket bunga didepan pintu,di kap mobil,dan didepan ruangan kerjanya.


"Ini orang niat banget deh,pagi-pagi sudah ngirimin banyak buket bunga,apa dia tidak rugi menghabiskan uang selama ini hanya untuk mengirim buket bunga sama aku," gumam Kinan.


Kinan mulai berkutat dengan kerjaannya yang menumpuk..


"Kinan,ini sudah waktunya makan siang ayo kita makan dulu," seru Devano.


"Kamu pesenin makanan aja buat aku Dev,tolong ya aku lagi malas keluar lagipula kerjaan aku masih banyak," sahut Kinan.


"Ok,kalau gitu aku keluar dulu ya!!"

__ADS_1


Kinan menyandarkan tubuhnya kesandaran kursinya,sejenak Kinan memejamkan matanya.Kinan merasa lelah dengan semua ini.


Waktu menunjukan pukul 4 sore dan Kinan masih berkutat dengan pekerjaannya,hingga Devano masuk ke dalam ruangannya.


"Nan,nanti malam kita kumpul-kumpul di Restoran Family Food kamu harus datang ya,dan jangan lupa pake gaun yang cantik ok," ucap Devano mengedipkan matanya.


"Kenapa harus pakai gaun segala,emangnya bakalan ada pesta disana?" tanya Kinan.


Kinan masih belum engeuh kalau nanti malam adalah pesta kejutan buat dirinya sendiri,Kinan sungguh lupa dan tidak ingat kalau hari ini ulang tahunnya.


"Yoi,bakalan ada pesta kejutan pokoknya kamu harus datang jangan sampai telat jam 7 malam ok,dan sekarang kamu pulang jangan lembur," ucap Devano dengan mematikan Laptop Kinan.


"Tapi ini masih jam 4 Dev,masih lama masih ada waktu 3 jam lagi aku lajutin kerja dulu ya!!" sahut Kinan.


"Tidak bisa,ayo cepetan pulang jangan sampai nanti malam kamu kecapean dan ga datang ke Restoran," Devano mengambilkan tas Kinan dan memaksanya untuk cepat pulang.


Dengan perasaan yang bingung,Kinan pun menurut kepada Devano untuk pulang kerumah.


Sesampainya di rumah,ternyata sedang ada Aunty Mira dan Uncle Reno.


"Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."


"Lho ternyata ada Aunty sama Uncle disini," ucap Kinan yang langsung duduk disamping Aunty Mira dan memeluknya dengan manja.


"Hai kesayangan Aunty,kok Aunty lihat kamu agak kurusan ya sekarang," seru Aunty Mira.


"Masa sih Aunty,mungkin Kinan terlalu capek dengan pekerjaan."


"Jangan terlalu capek Sayang,nanti kamu malah sakit," sahut Uncle Reno.


"Aunty sama Uncle masih lama kan disini?pokoknya jangan dulu pulang,Kinan mau mandi dulu ok,awas aja kalau kalian sampai pulang," sahut Kinan yang langsung berlari menaiki tangga untuk kekamarnya.


"Jangan lari-lari Sayang nanti jatuh," teriak Mamih Echa.


Tidak lama kemudian Kenzo pun pulang,mereka memang sudah sepakat akan memberikan kejutan buat Kinan.


Waktu pun berjalan dengan cepat,waktu menunjukan pukul 6.30 Kinan masih asyik bercanda-canda dengan Aunty Mira dan Uncle Reno,hingga Kenzo pun menuruni tangga dengan pakaian yang sudah rapih.


"Wuidih,kamu sudah keren kaya gitu mau kemana Ken?mau kencan ya?" goda Kinan.


"Ya ampun Kakak,ini sudah jam berapa?kok belum siap-siap sih," seru Kenzo.


"Astaga,Kakak lupa Ken ya sudah Kakak siap-siap dulu ya!!" Kinan pun langsung pergi ke kamarnya untuk bersiap-siap.


30 menit kemudian,Kinan pun baru selesai dandan dia pasti bakalan telat.


Sesampainya di bawah,ternyata rumah sudah sepi Kinan berpikir kalau Aunty dan Unclenya sudah pulang.


Dengan cepat-cepat Kinan memasuki mobilnya dan melajukan mobilnya menuju Restoran Family Food.


Sesampainya di Restoran,Kinan tampak bingung dan mengerutkan keningnya pasalnya Restoran terlihat sepi dan gelap.


"Lho,kok sepi dan gelap sih?apa aku telat banget ya?padahal kan cuma 20 menit," gumam Kinan.


Kinan pun melihat tulisan dipintu kaca Restoran itu.


"Kinan silahkan masuk."


"Apa-apaan ini," dengan perlahan Kinan pun mulai membuka pintu itu dan masuk kedalam.


Disaat Kinan membuka pintu,lampu Restoran itu pun menyala...


"Surpriiiiiseee...." teriak semuanya.


Kinan sungguh terkejut dengan kejutan yang keluarga dan sahabat-sahabatnya berikan,Kinan menutup mulutnya dan meneteskan air mata saking terkejutnya.


Daffin membawakan kue ulang tahun dengan lilin yang menyala,dan Kinan pun memejamkan matanya memanjatkan doa dan akhirnya meniup lilinnya.


Semua orang satu persatu memberikan selamat dan memeluk Kinan secara bergiliran sungguh Kinan sangat beruntung mempunyai keluarga dan Sahabat-sahabat yang sayang dan cinta kepada dirinya.


🌷


🌷


🌷


🌷


🌷


Hai..hai..hai..semuanya jangan bosen-bosen ya menunggu kelanjutannya,sabar mudah-mudahan di part berikutnya Babang Zidane muncul ya🀭🀭


Dan jangan lupa biasakan setelah membaca like dan vote sebanyak-banyaknya supaya Authornya makin semangat lagi untuk mempertemukan Kinan dan Babang ZidaneπŸ™πŸ™πŸ€—πŸ€—πŸ˜˜πŸ˜˜


Jangan lupa


like


vote n


komen


TERIMA KASIH


LOVE YOUπŸ’˜πŸ’˜πŸ’˜

__ADS_1


__ADS_2