Bos Cantik Pujaan Hati

Bos Cantik Pujaan Hati
PAK DOKTER YANG MANJA


__ADS_3

🌷


🌷


🌷


🌷


🌷


Zidan terus saja menciumi perut Kinan,hingga tidak terasa akhirnya Zidan tidur di pangkuan Kinan.Kinan dengan perasaan sangat bahagia terus mengelus kepala suaminya itu.


Kinan memperhatikan wajah Zidan yang tampak pucat karena dari tadi pagi belum makan sedikitpun.


Tiba-tiba Ponsel Kinan berbunyi,tertera nama Devano disana.


"Hallo Dev!!"


"Kinan kamu dimana?masuk Kantor ga?" tanya Devano.


"Maaf Dev,kayanya hari ini aku ga masuk Kantor aku lagi di Rumah Sakit."


"Hah di Rumah Sakit,kamu kenapa Kinan sakit?" tanya Devano panik.


"Tidak Dev."


"Terus apa?"


"Aku hamil Dev," teriak Kinan yang langsung menutup mulutnya karena dia lupa kalau Zidan sedang tidur dipangkuannya.


"Alhamdulillah,selamay ya Kinan ya sudah kamu istirahat saja dulu kerjaan biar aku yang handle," sahut Devano.


"Makasih ya Dev,maaf selalu menyusahkanmu."


"Tidak apa-apa,aku lanjut kerja lagi ya bye."


Kinan pun kembali menyimpan Ponselnya dan memperhatikan suaminya yang sudah tertidur lelap.Perlahan Kinan bangkit dan memindahkan kepala Zidan keatas bantal.


Sejenak Kinan kembali memperhatikan wajah Zidan dan mencium kening suaminya itu.Kinan keluar dari ruangan Zidan menuju ke ruangan rawat inap Mamih Echa.


Ceklek...


"Papih.."


"Lho Kinan,kamu belum berangkat ke Kantor Sayang?" tanya Papih Adam.


"Hari ini Kinan libur dulu ga berangkat ke Kantor."


"Zidan sakitnya parah?sakit apa dia?" tanya Papih Adam panik.


"Tidak Pih,Kak Zidan tidak sakit."


"Terus?" Papih Adam tampak mengerutkan keningnya.


Kinan tersenyum dan duduk disamping Papih Adam,Kinan menyandarkan kepalanya di pundak Papih Adam.


"Kinan hamil Pih."


"Apa?kamu bilang apa barusan?" tanya Papih Adam.


"Kinan hamil Pih,sebentar lagi Papih akan menjadi seorang Kakek," ucap Kinan.


Papih Adam langsung memeluk anak sulungnya itu,matanya sudah berkaca-kaca merasa terharu.


"Selamat Sayang,Papih sangat bahagia mendengarnya."


"Iya Pih,semoga Mamih cepat sadar pasti Mamih sangat bahagia kalau mendengar Kinan sedang hamil," sahut Kinan.


"Amin."


Kinan melepaskan pelukan Papih Adam,dan perlahan mendekat ke tempat Mamih Echa.


"Mamih,bukannya Mamih ingin mendapatkan cucu,sekarang do'a Mamih sudah terkabul saat ini Kinan sedang hamil Mih sebentar lagi Mamih bakalan jadi Nenek,jadi Mamih cepat bangun," ucap Kinan dengan menggenggam tangan Mamih Echa.


Tidak terasa air mata Kinan pun menetes,Papih Adam menghampiri Puterinya itu dan merangkul pundak Kinan.


"Mamih kamu kuat,pasti dia akan segera sadar apalagi mendengar kamu hamil."


Tidak terasa Kinan sudah cukup lama meninggalkan suaminya itu,hingga Kinan pun memutuskan untuk kembali keruangan Zidan.


Sesampainya di ruangan Zidan,ternyata Zidan sudah bangun dan Zidan tampak cemberut dengan duduk disofa.


"Sayang sudah bangun?" tanya Kinan.


"Kamu itu dari mana saja sih?kirain aku,kamu pergi ke Kantor," sahut Zidan.


"Aku barusan dari ruangan Mamih,aku lihat kamu tidur nyenyak banget jadi aku tinggal kamu sebentar."


"Aku lapar Sayang," rengek Zidan.


"Kakak mau makan apa?" tanya Kinan.


"Hmmm..apa ya?aku pengen makan sama Ayam Bakar,tempe,tahu,terus ada lalapan juga,dan jangan lupa sambalnya," seru Zidan.


"Sambal?Kakak kan ga suka pedas,ngapain pesan sambal?" tanya Kinan.


"Tapi saat ini aku pengen makan sama sambal,kayanya enak banget ayo dong Sayang," rengek Zidan.


"Ya sudah,aku pesan lewat gofood aja ya."


Kinan pun mengotak-ngatik Ponselnya dan memesan makanan yang Zidan mau.Selama menunggu makanan datang,Zidan tak mau jauh-jauh dari Kinan dia terus saja menempel kepada Kinan.


Mengendus-ngendus leher Kinan membuat Kinan merasa geli.


"Ya ampun Sayang geli tahu," keluh Kinan.


"Aku suka wangi kamu begitu menenangkan dan membuat aku nyaman."


Hingga akhirnya tidak lama kemudian,pintu ruangan Zidan ada yang mengetuk Zidan menyuruh orang itu masuk karena Zidan sungguh tidak mau jauh-jauh dari Kinan.


"Masuk."


"Maaf Dokter,ini pesanan Dokter," seru seorang Suster.


Suster itu tampak menundukan kepalanya karena merasa tidak enak melihat atasannya sedang bermesraan dengan istrinya.


"Simpan saja dimeja Suster,terimakasih ya Sus," seru Kinan.


"Sama-sama Bu,kalau begitu saya permisi dulu."


Suster itu pun pergi meninggalkan ruangan Zidan.

__ADS_1


"Ya ampun Sayang,kamu ga malu apa bersikap kaya gini dihadapan bawahan kamu?" tanya Kinan.


"Ngapain malu,aku bermesraan juga dengan istri sendiri bukan dengan orang lain."


"Ya sudah,kamu lepas dulu akunya katanya lapar mau makan."


Akhirnya Zidan pun melepaskan pelukannya,Kinan membawa makananya kehadapan Zidan.


"Nih makanannya."


"Suapin," rengek Zidan.


"Astaga,manja banget sih sebenarnya yang hamil itu siapa?kok malah Kakak yang manjanya," sahut Kinan.


Kinan pun dengan telaten menyuapi Zidan makan,anehnya Zidan sama sekali tidak merasa kepedasan saat memakan sambal padahal sebelumnya Zidan itu paling tidak suka makan pedas.


Dan benar saja Zidan menghabiskan makanannya tanpa bersisa,kali ini tidak merasa mual karena Dr.Elina sudah memberikan obat anti mual buat Zidan.


Lucu memang,Zidan harus meminum obat anti mual.Kehamilan Kinan berbeda dengan kehamilan wanita pada umumnya,kalau pada umumnya wanita yang merasakan mual dan ngidam ini malah sebaliknya.


Zidan yang yang harus merasakan semuanya,sementara Kinan baik-baik saja tidak merasakan ngidam sedikitpun.


DiKampus...


Seperti biasa Lana dan Misell sedang makan di Kantin Kampus.


"Semenjak Profesor Zidan ga ngajar lagi disini,kok aku jadi ga semangat ya!!" keluh Lana.


"Suami orang woi."


"Iya tahu,tapi kan aku suka sama Profesor Zidannya ga pakai hati cuma sebatas kagum doang," sahut Lana.


"Kok perasaan ucapan Lana ngena banget ya sama hati aku," batin Misell.


"Woi,ngelamunin apa?" tanya Lana.


"Gapapa,yuk kita pulang."


Lana dan Misell pun meninggalkan Kampus,jujur memang saat ini Misell sangat merindukan sosok mantan Dosennya itu tapi Misell juga masih tahu diri kalau mungkin Zidan memang bukan jodohnya.


"Aku ingin melupakannya tapi semakin aku melupakannya semakin aku merasakan rindu yang teramat besar," batin Misell.


Sementara itu Lana tidak langsung pulang kerumah,dia memutuskan untuk jalan-jalan sebentar.


Lana memutuskan untuk mampir ke toko kue langganannya karena sudah lama dia tidak kesana.


Sesampainya di Toko kue langganan lana,dia langsung masuk dan disambut baik oleh pelayan Toko memang semuanya sudah kenal kepada Lana.


"Hallo Mbak Lana apakabar?sudah lama tidak mampir kesini?" ucap salah satu pelayan.


"Iya nih,aku lagi sibuk Kuliah jadi jarang mampir kesini,aku minta kue yang biasa dong," seru Lana.


"Ok Mbak,tunggu sebentar ya saya ambilkan dulu."


Disaat salah satu pelayan itu sedang mengambilkan kue pesanannya,Lana melihat pelayan yang lainnya sedang mengemas kue yang tampak indah.


"Kue cantik banget," seru Lana.


"Iya nih Mbak,sebentar lagi orangnya datang."


Lana melihat tulisan yang tertera diatas kue itu," CONGRATULATIONS ON PREGNANCY"


"Kayanya buat menyambut kehamilan ya,soalnya tulisannya seperti itu?" tanya Lana.


"Kamu ini tahu saja kalau sama yang tampan,' ledek Lana.


Tiba-tiba laki-laki yang dimaksud sang Pelayanpun datang.


"Mbak,mana kue pesanan saya," seru Satria.


Seketika Lana menoleh dan matanya terbelalak melihat siapa yang pesan kue tersebut.


"Kamu.." seru Lana.


Satria hanya menoleh sebentar kemudian dia kembali mengambil kue itu.


"Mbak ini uangnya terimakasih," Satria langsung pergi tanpa menoleh lagi kepada Lana yang masih melongo.


"Mbak Lana,Mbak ini pesanan Mbak."


"Oh iya,terimakasih ya."


Setelah membayarnya,Lana segera pergi meninggalkan Toko kue itu.Selama dalam perjalanan,Lana tampak berpikir.


"Jadi cowok itu sudah nikah,kirain masih bujangan soalnya terlihat masih muda banget," gumam Lana.


Disisi lain semuanya sedang sibuk menyiapkan kejutan untuk Kinan,semua sangat bahagia setelah Devano memberitahukan kalau Kinan sedang hamil.


Saat ini Kinan,Zidan,dan Kenzo sedang berada ruangan rawat Mamih Echa.


"Sayang,lebih baik sekarang kamu pulang sudah sore juga,kamu kan sedang hamil tidak boleh kecapean," seru Papih Adam.


"Tapi kan Papih sendirian disini?"


"Gapapa,kalian pulang saja."


"Nanti malam Ken kesini ya temenin Papih,sekarang Ken pulang dulu," seru Kenzo.


"Iya."


"Ya sudah Pih,kita pulang dulu," ucap Zidan.


"Kalian hati-hati,Zidan tolong jagain Kinan ya."


"Iya Pih pasti,Papih jangan khawatir," jawab Zidan.


Mereka bertiga pun pamitan dan pergi meninggalkan Rumah Sakit.


"Kak,kita ke Restoran Family Food dulu yuk!" ajak Kenzo.


"Mau ngapain Ken?" tanya Kinan.


"Ya nongkrong-nongkrong aja sudah lama kita ga kesana,emangnya Kakak ga kangen sama Satria?" seru Kenzo.


"Gimana Kak?" tanya Kinan.


"Ya udah,kita mampir dulu kesana," jawab Zidan.


Kinan,Zidan,dan Kenzo pun pergi menuju Restoran Family Food,Kinan tidak tahu kalau semuanya sedang menyiapkan kejutan buat Kinan.


Sesampainya di Restoran itu,Kinan dan Zidan turun dari mobilnya,Kenzo cepat-cepat menghampiri Kinan.

__ADS_1


"Kak,mata Kakak ditutup ya ada kejutan buat Kakak," seru Kenzo.


"Kejutan apaan Ken?ga mau ah kamu mah suka yang aneh-aneh," tolak Kinan.


"Aku janji ga bakalan aneh-aneh kok."


Kinan melirik kearah Zidan dan Zidan pun menganggukan kepalanya.


"Ya sudah,tapi awas kalau aneh-aneh!"


"Siap Kak."


Kenzo pun menutup mata Kinan dengan syal yang dibawanya,kemudian Zidan memapah Kinan untuk masuk kedalam Restoran.


Didalam Restoran semuanya sudah hadir,Satria membawa kue yang tadi dia pesan di Toko kue langganan Lana.


Sementara itu Baby Lovely yang sudah mulai bisa mengoceh tampak berontak di gendongan Mawar karena melihat Kinan,Baby Lovely sangat dekat dengan Kinan maka wajar saja kalau setiap bertemu Baby Lovely selalu ingin digendong oleh Kinan.


"Sayang jangan berisik dulu,kita kasih kejutan buat Aunty Kinan," bisik Mawar.


"Ok,Kakak siap aku buka ya penutup matanya satu..dua..tiga."


Kenzo membuka penutup mata Kinan...


"Kejutaaaaaaannnnn....." teriak semuanya bersamaan.


Kinan sangat terkejut dan menutup mulutnya,Restoran itu sudah didekor sedemikian rupa khusus untuk menyambut kehamilan Kinan.


"Kalian yang sudah menyiapkan semua ini?" tanya Kinan.


"Iya,selamat ya Kak atas kehamilan Kakak semoga Kakak dan Baby diperut Kakak sehat sampai nanti lahiran," seru Kenzo.


"Makasih Ken," Kinan memeluk adik satu-satunya itu.


Semuanya pun bergiliran mengucapkan selamat dan memeluk Kinan.


"Selamat Kinan,sebentar lagi kamu akan menjadi seorang Ibu," seru Daffin.


"Terima kasih Bang," Kinan tampak menitikan air matanya.


"Hei princes Abang kok nangis,jangan nangis dong ini kan hari bahagia kamu."


"Kinan sedih Bang,karena sampai saat ini Mamih belum juga ada tanda-tanda akan sadar padahal ini sudah dua bulan lamanya," sahut Kinan.


Daffin membawa Kinan dalam dekapannya..


"Kamu jangan banyak pikiran,Mamih kamu pasti akan sadar Abang yakin Aunty Echa adalah orang yang kuat,kita do'akan saja yang terbaik buat Aunty Echa," sahut Daffin.


Kinan kembali tersenyum dan menghapus air matanya.


"Congratulation on pragnancy Kak Prinses," ucap Satria dengan membawa kue kehadapan Kinan.


"Astaga,terima kasih Satria," Kinan juga memeluk Satria.


"Sama-sama Kak Prinses."


"Dev,kamu ga mau gitu ngucapin selamat dan peluk aku," rengek Kinan.


Devano tersenyum dan langsung merentangkan kedua tangannya,dengan senang hati Kinan segera menyambutnya.


Devano mengusap kepala Kinan dengan penuh kasih sayang.


"Selamat atas kehamilannya Bos Cantikku,semoga dengan kehamilan ini kamu menjadi pribadi yang lebih dewasa lagi,jangan manja dan cengeng lagi ok," seru Devano.


"Aku ga manja Dev," rengek Kinan.


"Ok..ok..ya sudah,lebih baik sekarang kita makan dulu Satria sudah menyiapkan semuanya," seru Devano.


Mereka semua pun berkumpul disatu meja untuk menyantap makanan yang sudah disiapkan oleh Satria.


Zidan yang melihat menu makanan diatas meja,tiba-tiba merasa mual apalagi saat melihat rendang dan semur daging membuat perutnya serasa diaduk-aduk.


Dengan menutup mulutnya,Zidan segera berlari ke kamar mandi membuat semuanya merasa bingung.


"Bang Zidan kenapa?" tanya EL.


"Dia lagi ngidam," jawab Kinan.


"Hah ngidam?kok bisa,bukannya biasanya yang ngidam itu orang yang lagi hamil ya?" sambung Kimi.


"Iya,kehamilan aku berbeda justru yang ngidam itu Kak Zidan bukan aku,sementara aku yang hamilnya malah santai-santai aja ga ada yang berasa," sahut Kinan.


"Memang ada ya hal yang seperti itu Sayang?" tanya Daffin kepada istrinya.


"Ada,tapi hanya sebagian kecil yang mengalaminya," jawab Mawar.


"Kasihan dong Bang Zidan," seru EL.


Tidak lama kemudian,Zidan pun kembali dengan wajah yang sangat pucat.


"Ya ampun Bang,wajah Abang pucat banget," ucap Kenzo.


"Aku duduk disana aja ya,aku ga kuat kalau harus mencium bau makanan itu,Satria tolong suruh pelayan kamu untuk buatkan teh manis anget," seru Zidan.


"Ok..tunggu sebentar Bang."


Semuanya pun terlihat menikmati makan bersama yang sangat jarang terjadi itu,kecuali Zidan yang mabuk parah,Zidan tidak bisa mencium aroma rempah-rempah terutama bawang-bawangan perutnya langsung mual.


🌷


🌷


🌷


🌷


🌷


Jangan lupa dukungannya selalu tinggalkan jejak like,komen,dan vote sebanyak-banyaknyaπŸ™πŸ™πŸ˜˜πŸ˜˜


Mampir juga di Novel terbaru Author yang berjudul "ABC (AMARAH,BENCI,CINTA)" yang menceritakan Mafia kejam dan psycho yang harus berhadapan dengan FBInya Indonesia dalam memperebutkan cinta seorang wanita cantikπŸ€—πŸ€—


Ayo mampir,ditunggu kehadirannya yaπŸ™πŸ™πŸ˜˜πŸ˜˜


Jangan lupa


like


vote n


komen

__ADS_1


TERIMA KASIH


LOVE YOUπŸ’˜πŸ’˜πŸ’˜


__ADS_2