
π·
π·
π·
π·
π·
Keesokan harinya....
Kinan tampak bersemangat karena hari ini dia sudah mulai bekerja lagi meskipun Kinan sedikit lelah dan masih ngantuk,saat ini Kinan sedang dandan didepan cermin sementara Zidan masih mandi.
Sungguh Zidan membuat tadi malam Kinan bergadang,Zidan mengizinkan Kinan kerja lagi dan meminta bayaran semalaman sungguh suami yang keterlaluan.
Tidak lama kemudian Zidan pun keluar dari kamar mandi dengar senyumannya yang mengembang.
"Yakin mau kerja sekarang,kamu ga lelah Sayang?" goda Zidan.
Kinan hanya mendelikkan matanya tanpa mau menjawab ocehan Zidan.
Kinan segera memakaikan pakaian untuk suaminya itu,Zidan hanya senyum-senyum melihat wajah sang istri.
"Sayang,terima kasih ya untuk semalam," bisik Zidan ditelinga Kinan membuat Kinan merasa merinding.
"Dasar keterlaluan,kamu sama sekali tidak membiarkan aku tidur kamu sengaja ya supaya aku ga jadi berangkat kerja?" sergah Kinan.
"Enggak,habisnya aku kan sudah puasa lama Sayang jadi wajarlah kalau begitu," seru Zidan dengan senyuman genitnya.
"Baru puasa empat puluh hari aja sudah kaya kesurupan gitu,apalagi kalau kamu hidup tanpa aku," celetuk Kinan.
Kinan hendak pergi karena sudah selesai memakaikan pakaian Zidan tapi dengan cepat Zidan menarik tangannya.
"Sayang kok kamu ngomongnya gitu sih?amit-amit aku harus kehilangan kamu,aku bisa gila kalau sampai kehilangan kamu," ucap Zidan dan langsung memeluk Istrinya itu.
"Ya sudah,ayo cepetan kita harus sarapan dulu mana aku harus kasih ASI dulu buat Zein," seru Kinan.
Kinan dan Zidan pun segera turun ke bawah dan sarapan bersama,setelah sarapan Kinan memberikan dulu ASI kepada Baby Zein.
"Sayang,jangan rewel ya baik-baik dirumah sama Nenek jangan buat Nenek susah,Mommy ga bakalan lama kok sore juga pulang ok," seru Kinan dengan menciumi seluruh wajah Zein.
"Tolong nitip Zein ya Mih,maaf sudah merepotkan," ucap Kinan.
"Kamu itu ngomong apa sih Sayang,Mamih tidak pernah merasa direpotkan justru Mamih sangat bahagia mengurusi Zein,sudah kamu jangan banyak pikiran kerja yang tenang jangan mikirin Zein lagipula Zein anaknya anteng banget kok ga bakalan nyusahin Mamih," sahut Mamih Echa.
"Ya sudah,Kinan berangkat dulu ya dadah Sayang," Kinan kembali mencium pipi gembul milik Zein.
Seperti biasa Kinan tidak boleh membawa mobil sendiri,Kinan harus diantar jemput oleh Zidan.
"Ingat nanti pulangnya aku jemput,aku ga bakalan membiarkan kamu sampai lembur,kamu harus tepatin janji kamu," seru Zidan.
"Iya Sayang."
Tidak lama kemudian Kinan pun sampai diKantornya,Kinan segera turun setelah berpamitan terlebih dahulu kepada Zidan.
Semua karyawan tampak membungkukkan badannya tatkala sang Bos cantik mereka sudah kembali masuk ke Perusahaan.
Kinan segera melangkahkan kakinya menuju ruangannya,selama menuju ruangannya Kinan tidak pernah berhenti mengbangkan senyumannya,sungguh Kinan sangat merindukan suasana Kantornya.
Keluar dari Lift,Kinan melihat kalau Dev sedang sibuk mengerjakan semua pekerjaannya,Dev memang harus mengerjakan pekerjaan semuanya sendirian tapi Dev tidak pernah mengeluh.
"Dev..." teriak Kinan.
Dev menoleh dan langsung berdiri,Kinan berlari kearah Dev dan segera memeluknya.
"Dev,aku rindu sama kamu," ucap Kinan.
"Aku juga rindu sekali kepada Bos cantikku," sahut Dev.
Kinan melepaskan pelukkannya...
"Maaf ya Dev,sudah membuatmu susah selama ini bahkan kamu pasti sangat sibuk," sesal Kinan.
"Tidak apa-apa,ini kan memang sudah menjadi tugas aku," sahut Dev dengan mengusap kepala Kinan.
"Ya sudah,aku masuk ruangan dulu dan kasih tahu aku apa saja jadwal aku hari ini," seru Kinan.
"Siap Bos cantik."
Kinan tersenyum dan melangkah memasuki ruangannya.Kinan memperhatikan sekeliling ruangan tempatnya bekerja sungguh Kinan sangat merindukannya.
Dev memasuki ruangan Kinan dan membawa setumpuk berkas yang harus Kinan periksa dan tanda tangani,Dev menyimpannya dimeja Kinan.
"Astagfirullah Dev,apa itu ga salah?banyak banget."
"Kamu ga masuk Kantor berapa lama?" tanya Dev.
"Hmmm...kalau ga salah tiga bulan deh Dev."
"Cakep tuh inget,dan hasilnya ya ini jadi jangan banyak ngeluh cepat kerjakan."
"Ok deh kalau begitu."
"Selamat bekerja,ayo semangat," teriak Dev.
Kinan melototkan matanya kearah Dev,Dev hanya tersenyum dan cepat-cepat meninggalkan ruangan Kinan.
Sementara itu di Rumah Sakit,Zidan pun tampak sedang sibuk.
Tok..tok..tok..
"Masuk."
"Apa kamu sedang sibuk?" tanya Billy.
"Sedikit,ada apa Bil?"
__ADS_1
"Tidak apa-apa,aku hanya lagi bosen saja aku kepagian datang ke Rumah Sakit sementara penerimaan Pasien baru mulai pukul 09.00,nih aku bawakan kopi buat kamu."
"Terima kasih Bill."
Billy pun duduk di sofa sembari ngopi,sementara Zidan masih harus menyelesaikan pekerjaannya dulu.
"Bagaimana keadaan Milly,Bill?" tanya Zidan.
"Baik,sekarang dia sudah ga rewel lagi mungkin karena sekarang dia sudah terbiasa."
"Syukurlah."
"Kalau Zein bagaimana?pasti dia sekarang tumbuh menjadi bayi yang menggemaskan,maaf aku belum sempat nemui Zein mungkin nanti kalau ada waktu senggang aku mampir deh," seru Billy.
"Iya tidak apa-apa,Zein memang saat ini semakin menggemaskan aku juga sekarang bawaannya selalu ingin cepat-cepat pulang,ingin cepat bertemu dengan Zein," sahut Zein yang menghampiri Billy dan ikut duduk di sofa.
"Ingin cepat bertemu Zein atau Mommynya?" goda Billy.
"Dua-duanya sih,kalau sama Mommynya jangan ditanya lagi aku memang selalu rindu sama dia," ucap Zidan dengan menghisap kopinya.
"Apa kamu sangat mencintai Kinan?" tanya Billy.
"Sangat..sangat mencintainya,Kinan adalah belahan jiwaku aku tidak bisa jauh-jauh darinya."
"Aku mau tanya sama kamu Dan,kalau sampai ada laki-laki yang mencintai Kinan terus berniat ingin merebutnya darimu,apa yang akan kamu lakukan?" tanya Billy.
Zidan tampak terdiam sejenak,Zidan merasa aneh dengan pertanyaan Billy tapi Zidan berusaha menutupinya.
"Kamu pasti sudah tahulah apa jawabannya Bill,siapapun yang berani merebut Kinan dariku,orang itu akan aku hancurkan sampai berkeping-keping," jawab Zidan dengan santainya.
Billy sudah tahu apa yang harus dia lakukan sekarang,dia tidak mungkin melalukan hal yang dapat membahayakan kehidupannya dan Milly,dan Billy lebih baik mundur.
"Sudah hampir pukul 09.00,kalau begitu aku kembali dulu keruanganku terima kasih sudah mau menemaniku ngopi," seru Billy dengan beranjak sari duduknya.
"It's ok ga masalah."
Billy pun pergi meninggalkan ruangan Zidan dan Zidan melanjutkan menyeruput kopinya sembari melihat kearah jendela.
"Apa kamu sedang membicarakan diri kamu sendiri Billy,kalau benar kamu yang berencana merebut Kinan dariku,kamu harus bersiap-siap Bill jangan salahkan aku kalau nantinya Milly akan hidup sebagai anak yatim piatu," gumam Zidan.
Ternyata dugaan Zidan selama ini benar,Billy menyukai istrinya tapi Zidan tidak akan gegabah karena Zidan belum mempunyai bukti untuk menyalahkan Billy.
***
Di Restoran Family Food,Satria tampak sedang mondar-mandir didalam ruangannya tidak tahu kenapa saat ini Satria ingin sekali bertemu dengan Lana.
Satria merasa rindu dengan sosok wanita yang sekarang sudah membuatnya merasakan uring-uringan seperti ini.
"Ah..kenapa perasaan aku menjadi seperti ini?" gumam Satria.
"Aku ingin bertemu dengannya,tapi apa alasannya?masa iya aku tiba-tiba datang ke Rumah Sakit terus bilang kalau aku rindu sama dia," Satria kembali bergumam.
Satria menghela nafasnya dan membuangnya secara kasar,dengan kesalnya Satria mendudukan dirinya disofa dengan kasar sehingga tidak sengaja tangan yang terkena minyak itu terbanting ke ujung meja.
"Aw..sial."
Satria dengan cepat mengambil kunci mobilnya dan buru-buru mengendarai mobilnya menuju Rumah Sakit.
Tidak membutuhkan waktu lama,Satria sudah sampai di Rumah Sakit.Satria tampak celingukan mencari seseorang yang sudah mengobrak-ngabrik hatinya.
Karena tidak kunjung ketemu juga,akhirnya Satria menghampiri Suster yang sedang mondar-mandir mengurus Pasien.
"Maaf Suster,saya mau tanya kalau Dr.Kelana dimana ya?" tanya Satria.
Sustet itu tampak celingukan...
"Nah itu dia Dr.Kelana Pak," tunjuk Suster tersebut.
Satria pun menoleh dan benar saja Lana baru saja keluar dari ruangan pasien.
"Dr.Lana ada yang mencarimu," seru Suster itu.
Lana pun menoleh kesumber suara,ternyata disana sudah berdiri pria tampan yang selama ini memenuhi hati dan otaknya,Lana pun segera menghampirinya.
"Ada apa?"
"Ta--tangan a--aku kok masih sa--sakit?" tanya Satria dengan gelagapan.
Lana tampak mengerutkan keningnya...
"Masa sih,kemarin aku sudah beri antibiotik mana sini aku periksa," Lana membawa Satria duduk dikursi.
Lana membuka perban ditangan Satria,tampak lukanya sudah mulai membaik.
"Ini seharusnya sudah membaik,kenapa masih sakit?" tanya Lana.
"Mana aku tahu,kali aja kamu salah ngasih obat," celetuk Satria.
Seketika raut wajah Lana berubah...
"Maksud kamu apa?aku ga mungkin salah obat,kamu kalau ngomong jangan sembarangan kalau atasan aku tahu aku bisa diusir dan tidak bisa melanjutkan KOAS aku," bentak Lana.
Lana pun beranjak dari duduknya hendak meninggalkan Satria tapi dengan sigap Satria menarik tangan Lana.
"Maaf,aku tidak bermaksud berkata seperti itu."
"Kamu itu kenapa sih?ada masalah apa sama aku,perasaan aku ga kenal sama kamu tapi kamu selalu jutek sama aku," sentak Lana.
Lana menghempaskan tangan Satria dan langsung meninggalkan Satria,Satria tampak melongo lidahnya begitu kelu untuk sekedar mengungkapkan perasaannya.
"Ah..sial,kenapa mulut ini selalu berkata yang tidak-tidak dia kan jadi marah sama aku," gumam Satria.
Satria pun memilih untuk kembali ke Restoran dengan rasa yang sangat bersalah,sementara Lana hanya bisa memperhatikan kepergian Satria.
"Kenapa sih,dia selalu menyebalkan," batin Lana.
***
__ADS_1
Waktupun berjalan dengan cepat,tidak terasa tinggal satu minggu lagi Devano melangsungkan pernikahan dengan EL.
Semua persiapan sudah hampir sempurna,gedung,cathering,baju pengantin,lokasi untuk honeymoon semuanya sudah siap.
Karena sebentar lagi akan menikah,Kinan tidak mengizinkan Dev untuk lembur malah seharusnya Dev sudah cuti saat ini tapi Dev tidak mau karena menurut Dev masih seminggu lagi diam dirumah juga buat apa.
Disaat Dev sedang mengotak-ngatik Laptopnya,tiba-tiba Ponselnya berbunyi terlihat nama sang calon istri dilayar Ponselnya.
Dev pun mengembangkan senyumannya,Dev langsung mengangkat telponnya.
"Hallo Sayang," seru Dev.
"Ka Dev,barusan toko perhiasan menghubungi aku katanya cincin pernikahan kita sudah jadi kita harus kesana," sahut EL.
"Ok kapan?"
"Saat ini aku sedang ada pertemuan dengan klient diluar dan kebetulan tempatnya dekat sama posisi aku sekarang,bagaimana kalau aku tunggu Kakak di toko perhiasan itu saja sekarang Kakak susul aku kesini," seru EL.
"Ok,kalau begitu aku kesana sekarang ya bye.." Dev mengakhiri panggilannya.
Dev pun segera membereskan meja kerjanya..
Tok..tok..tok..
"Masuk."
"Nan,aku izin pulang lebih awal ya soalnya aku harus melihat cincin pernikahan aku dan sekarang EL sedang menungguku," seru Dev.
"Ok,kamu pulang aja tolong sampaikan salam aku buat EL," sahut Kinan.
"Ok sip,aku pulang duluan ya bye."
"Bye..hati-hati Dev," teriak Kinan.
Dev pun segera menuju parkiran dan segera melajukan mobilnya menuju sebuah Mall tempat dimana EL sudah menunggunya.
Jalanan begitu macet sehingga membuat Dev kesal,Dev terus melihat jam tangannya dan dia sudah cukup terlambat.
"Astaga ini jalanan macet banget lagi," gumam Dev.
Setelah menunggu akhirnya jalananpun kembali lancar,Ponsel Dev berbunyi dan ternyata EL yang menelpon.
"Hallo Sayang,maaf jalanan macet tapi sebentar lagi aku sampai kok."
Karena mobil yang didepannya berhenti mendadak membuat Dev kaget dan menginjak rem dengan cepat sehingga Ponsel Dev pun terjatuh.
"Ya ampun ada-ada saja," Dev membunyikan klaksonnya dengan sangat kencang karena dia merasa kesal.
Dev pun kembali melajukan mobilnya,dia teringat kalau Ponselnya jatuh,Dev berusaha menggapai Ponselnya itu sampai memiringkan tubuhnya tapi tetap tidak berhasil.
Dev nekad mengambil Ponselnya tanpa melihat jalanan didepannya,Dev tampak tersenyum karena berhasil mengambil Ponselnya tapi Dev tidak sadar kalau mobilnya sudah melaju keluar jalur.
Disaat Dev menoleh kedepan ternyata dari arah berlawanan ada sebuah truk yang melaju dengan kencangnya dan Dev sudah tidak bisa menghindar lagi.
"Aaaaaaaaaa....."
Bruuuuukkkkkk....
Mobil Dev tampak berguling-guling dijalan raya dan seketika membuat jalanan macet.
Sementara itu EL yang masih menghubungi Dev tampak terkejut karena mendengar teriakan Dev dan suara benturan yang sangat keras.
"Kak,Kak Dev Sayang kamu kenapa?" ucap EL mulai panik.
"Cepat-cepat tolong korban dan segera panggil ambulance."
Tetdengar suara diseberang sana yang membuat EL semakin panik.
"Kak Dev kamu dengar aku kan?Kak Dev tolong jawab aku," teriak EL yang tidak terasa sudah meneteskan air matanya.
Sementara itu ditempat kejadian,Dev sudah tidak sadarkan diri darah sudah mengalir dimana-mana sedangkan Ponselnya masih berada ditangannya.
Seorang warga yang menolong evakuasi segera mengambil Ponselnya dan melihat kalau korban sedang menghubungi seseorang.
"Hallo..hallo..."
"Iya Hallo,kamu siapa?" EL tampak tersentak mendengar seseorang yang berbicara.
"Maaf Mbak,yang punya Ponsel ini sekarang mengalami kecelakaan mobilnya tertabrak truk dan saat ini kami akan membawanya ke Rumah Sakit xxx," seru sang penelpon.
Lemas sudah kaki EL,sampai EL terduduk dilantai dan pelayan toko membantunya untuk bangun,EL mematikan Ponselnya dan menangis sejadi-jadinya sehingga membuat para pelayan toko merasa bingung.
π·
π·
π·
π·
π·
Maaf baru bisa updateππ
Bagaimanakah nasib hubungan Devano dan EL??...dan bagaimana akhir kisah cinta Kimi&Kenzo,,Satria&Lana serta Billy dan Misell..tunggu kelanjutannya di episode-episode terakhir Bos Cantik Pujaan Hatiπ€π€π€
Ayo dong dukungannya jangan sampai kendor,selalu tinggalkan jejak like,komen,dan vote sebanyak-banyaknyaππππ
Jangan lupa
like
vote n
komen
TERIMA KASIH
__ADS_1
LOVE YOUπππ