
π·
π·
π·
π·
π·
Semuanya hanyut dalam kebahagiaan,tapi di tengah-tengah pesta Kenzo membawa seseorang ke hadapan Kinan.
"Ada apa ini Ken?" tanya Kinan.
"Kak,ini orang yang selama ini mengirim bunga sama Kakak,barusan aku mergoki dia sedang menyimpan bunga di kap mobil Kakak" jawab Kenzo.
Devano yang merasa geram langsung menghampiri dan menarik kerah baju orang itu.
"Apa tujuan kamu mengirim bunga kepada Kinan?" bentak Devano.
"Dev,sabar dulu," Kinan mencoba menenangkan Devano.
"Maafkan aku,aku hanya disuruh oleh seseorang dan aku sama sekali tidak ada niat jahat kepada Nona Kinan," ucap laki-laki itu.
"Siapa yang menyuruh kamu?apa dia orang yang sudah menyuruh kamu?" bentak Devano dengan menunjuk ke arah Fabian.
"Maksud kamu apa Dev?" sahut Fabian yang tidak terima di tuduh oleh Devano.
"Satu minggu yang lalu,Kinan melihat kamu sedang membeli sebuah bunga dan buket bunga itu sama persis dengan buket bunga yang selama satu tahun belakangan ini Kinan terima," seru Devano.
"Apa?satu minggu yang lalu aku memang membeli bunga dan sama persis seperti buket bunga itu,tapi aku tidak berniat untuk memberikannya kepada Kinan melainkan aku berikan kepada seseorang," ucap Fabian dengan menunjuk buket bunga yang sedang dipegang oleh Kenzo.
"Maaf,bukan orang ini yang menyuruh aku," ucap laki-laki itu.
"Terus siapa orang yang sudah menyuruh kamu?" sergah Kenzo.
"Aku tidak tahu siapa orang itu,cuma aku disuruh mengikuti Nona Kinan kemana pun Nona Kinan pergi dan memberikan buket bunga itu," jawab Laki-laki itu.
"Tunggu,kayanya ada kartu di buket bunga itu," seru Kinan dan Kinan mengambil kartu itu.
"Aku tunggu kamu di Rooftop Hotel xxx jam 8 malam,aku harap kamu bisa datang dan menemuiku," itulah isi dalam kartu.
"Apa isinya?" Daffin merebut kartu yang Kinan pegang.
"Aku akan menemuinya," seru Kinan dan membuat semua orang melihat ke arah Kinan.
"Kalau begitu ayo biar Abang antar kamu," Daffin menarik tangan Kinan tapi Kinan menolaknya
"Enggak Bang,biar aku sendiri yang menemui orang itu."
"Tapi Kinan,Abang khawatir banget sama kamu takut orang itu jahat dan ngapa-ngapain kamu," sahut Daffin.
"Enggak Bang,firasat aku orang ini baik bukan orang jahat."
"Tapi Kinan----"
"Sudahlah Dev,aku bisa jaga diri aku baik-baik kalian jangan khawatir kalau begitu aku pergi dulu soalnya aku sudah telat pasti orang itu sedang menunggu aku," seru Kinan.
"Kamu hati-hati Kinan," ucap Mawar.
"Iya Mbak,dan kamu Ken tolong lepaskan orang ini dia tidak bersalah dia hanya disuruh," sahut Kinan.
"Kalau sampai terjadi sesuatu sama Kakak aku,kamu adalah orang pertama yang akan aku cari," seru Kenzo dan melepaskan laki-laki itu.
"Terima kasih Mas."
Dengan cepat laki-laki itu meninggalkan Restoran dengan mengendarai motornya sementara Kinan pun masuk kedalam mobilnya dan melajukannya menuju Hotel xxx yang diminta orang itu.
"Siapa sebenarnya dirimu?" gumam Kinan.
Selama perjalanan jantung Kinan terasa berdetak lebih cepat,ada perasaan takut tapi rasa penasaran Kinan lebih besar daripada rasa takutnya.
Siapa sebenarnya orang yang selalu mengirimkan bunga untuknya,pertanyaan itu yang selalu menghantuinya.
Butuh waktu 30 menit untuk sampai di Hotel yang dimaksud,saat ini jam sudah menunjukan pukul 9 malam dan Kinan terlambat satu jam.
Dengan langkah yang terburu-buru Kinan memasuki lift dan menekan tombol Rooftop Hotel,selama dalam lift jantung Kinan semakin tak terkendali lagi.
Ting...
__ADS_1
Pintu lift pun terbuka,suasana di Rooftop terlihat sunyi,sepi dan gelap hanya cahaya rembulan yang menerangi Rooftop itu.Kinan melihat ke bawah disana berserakan bunga mawar putih dan berjejer buket bunga yang sama persis seperti yang selama ini Kinan terima.
Kinan terlihat ragu-ragu untuk melangkah,karena Kinan merasa takut juga tidak ada siapa-siapa disana.Dilantai Rooftop itu penuh dengan kelopak mawar putih kesukaan Kinan.
Karena merasa tidak ada seorang pun disana,Kinan berniat untuk pergi dan membalikan badannya tapi sekelebat ekor mata Kinan menangkap bayangan seseorang yang sedang berdiri ditepi Rooftop dengan posisi membelakangi Kinan.
Kinan kembali membalikan badannya,Kinan tidak bisa dengan jelas melihat pria itu karena pencahayaan yang kurang hanya cahaya rembulan yang menyinari dan samar-samar memantulkan cahayanya ke arah pria tersebut.
Perlahan Kinan melangkah memberanikan diri menghampiri pria itu,dan anehnya Kinan tidak merasa takut.Dengan detak jantung yang sudah tidak beraturan lagi Kinan pun menghentikan langkahnya karena kakinya sudah lemas tidak bisa berjalan lagi.
"Si..siapa ka..kamu sebenarnya?ke..kenapa kamu se..selalu mengirimkan bunga kepada aku?" Kinan memberanikan diri untuk bertanya walaupun harus sedikit terbata.
Pria itu sama sekali tidak bergeming,tetap dengan posisinya yang membelakangi Kinan dan satu tangannya ia masukkan kedalam saku celananya.
Lama Kinan berdiri disana menunggu jawaban dari pria itu,hingga akhirnya Kinan merasa aneh dan membalikan tubuhnya hendak meninggalkan tempat itu.
"Kinan...." seru pria itu menghentikan langkah Kinan.
Suara itu,suara yang sangat Kinan kenal,suara yang sangat Kinan rindukan,suara yang dalam dua tahun ini tidak pernah memberikan kabar kepada dirinya.
Perlahan Kinan membalikan tubuhnya,lampu disana pun mulai menyala dan terlihatlah bagaimana suasana di Rooftop itu buket bunga yang selama ini kinan terima tampak berserakan dimana-mana dan pria itu pun mulai membalikan tubuhnya kearah Kinan.
Kinan sangat terkejut ternyata benar saja orang yang sangat Kinan rindukan dan tidak memberinya kabar selama 2 tahun sekarang berdiri di hadapannya dengan gagahnya.
Tiba-tiba air mata Kinan menetes,Kinan memang sangat merindukan Zidan tapi rasa kecewanya lebih besar,Kinan membalikan tubuhnya dan berlari meninggalkan Zidan dengan deraian air matanya.
"Kinan tunggu...."
Zidan dengan cepat mengejar Kinan tapi lift itu keburu menutup,akhirnya Zidan lebih memilih menuruni tangga darurat untuk menyusul Kinan.
Selama didalam lift Kinan tidak henti-hentinya menangis bahkan saat ini Kinan menutup mulutnya dengan kedua tangannya supaya tidak ada yang mendengar tangisannya.
Tidak lama kemudian pintu lift terbuka,dengan cepat Kinan buru-buru berlari ke arah mobilnya dan seolah langit pun ikut merasakan kekecewaan Kinan,tiba-tiba turun hujan yang sangat lebat.
Kinan menerobos hujan menuju tempat mobilnya di parkirkan,pada saat Kinan hendak membuka pintu mobil tangan seseorang menahannya.
"Tunggu Kinan maafkan aku,aku akan menjelaskan semuanya," seru Zidan.
Sejenak Kinan menatap ke arah Zidan begitu pun dengan Zidan,saat ini mereka berdua sudah basah kuyup hingga akhirnya Kinan menghempaskan tangan Zidan dan langsung memasuki mobilnya tanpa berbicara sedikitpun.
"Aaaaaaa...."
Dengan cepat Zidan pun memasuki mobilnya dan mengejar mobil Kinan,selama dalam perjalanan Kinan tak henti-hentinya menangis sehingga pandangannya pun buram dan akhirnya...
Bruuuuggghhh....
Mobil Kinan menabrak sebuah pohon dipinggir jalan,Kinan tampak kaget nafasnya memburu.
Zidan yang melihat mobil Kinan menabrak pohon dengan cepat keluar dari mobilnya dan berlari menghampiri mobil Kinan.
Dilihatnya Kinan masih terlihat syok dengan air mata yang terus mengalir dipipinya.
"Kinan,tolong buka pintunya," Zidan terus saja menggedor-gedor kaca mobil Kinan.
Hingga akhirnya Kinan tersadar dan dengan perlahan Kinan melepaskan seltbeltnya dan membuka pintu mobilnya,dengan cepat Zidan langsung memeluk Kinan.
"Kamu tidak apa-apa kan Sayang?" tanya Zidan dengan penuh kekhawatiran.
Kinan melepaskan pelukannya dan mendorong tubuh Zidan supaya menjauh.
"Sayang,please maafin aku,aku akan jelaskan semuanya sama kamu tapi aku mohon jangan bersikap seperti ini," seru Zidan.
"Kamu mau jelasin apa lagi Kak?apa maksud dari semua ini?kenapa kamu selalu mengirim bunga sama aku,sementara kamu tidak pernah memberi kabar sama sekali," bentak Kinan dengan deraian air mata.
"Aku akan jelaskan semuanya,tapi kita masuk dulu ke dalam mobil diluar hujan sangat lebat sekali nanti kamu bisa sakit," Zidan hendak meraih tangan Kinan tapi Kinan menghempaskannya.
Zidan mengerti dengan sikap Kinan yang saat ini sedang kecewa terhadap dirinya,Zidan pun mengalah dia membukakan pintu mobilnya supaya Kinan masuk,dan perlahan Kinan pun masuk ke dalam mobil Zidan dan disusul oleh Zidan.
Didalam mobil,sejenak mereka terdiam tak ada yang memulai obrolan,sementara Kinan sudah terlihat kedinginan.
"Maafkan aku Kinan,aku tidak tahu harus dari mana memulainya kejadian itu terjadi 2 tahun yang lalu,dihari ulang tahun kamu aku beruntung sekali mendapatkan jatah libur selama seminggu dan itu membuat aku sangat bahagia,aku memutuskan untuk kembali ke Indonesia untuk sekedar bertemu dan merayakan ulang tahun kamu," Zidan menghela nafasnya sebelum melanjutkan ceritanya.
"Tapi tanpa diduga-duga mimpi buruk itu pun terjadi,diperjalanan menuju Bandara sebuah Truk oleng dan tepat menimpa mobil aku,waktu itu yang ada dipikiran aku hanyalah kamu aku takut aku meninggal sebelum sempat melihat kamu,"
"Aku dibawa ke Rumah Sakit dan Koma selama satu bulan,disaat aku dinyatakan sembuh dan boleh pulang.Semenjak itu aku menjalani hidupku seperti biasa,tapi hal aneh mulai aku rasakan aku menjadi sering sakit kepala dan rasanya itu sungguh luar biasa."
"Disaat aku melakukan pemeriksaan kembali ke Rumah Sakit ternyata aku mendapat kabar yang mengejutkan didalam kepalaku ada gumpalan darah yang ternyata luput dari pemeriksaan Dokter."
"Jalan satu-satunya adalah Operasi,Dokter mengatakan resiko yang akan terjadi dari Operasi tersebut adalah kalau gagal kematian yang akan terjadi dan kalau berhasilpun akan ada bagian tubuh aku yang akan mengalami kelumpuhan dan kamu bisa lihat tangan kiri aku tidak bisa digerakan dan mati rasa."
__ADS_1
Kinan melihat tangan Zidan,Kinan menutup mulutnya dengan tangannya tangisannya pecah seketika.
"Pasti kamu ingin bertanya,kenapa aku tidak memberitahumu iya kan?alasan aku yang pertama adalah aku takut nasibku akan berakhir di meja operasi dan akan membuatmu sedih,makannya aku menyuruh orang tuaku untuk tidak memberitahukan yang sebenarnya kepadamu,dan ternyata operasinya berhasil tapi membuat tangan kiriku lumpuh."
"Semenjak itu,aku memutuskan untuk tidak dulu menghubungi kamu dan fokus kepada Kuliahku supaya aku bisa cepat lulus,siang malam aku belajar dengan keras tujuan aku tidak lain ingin cepat lulus dan kembali kesini dalam keadaan sehat meskipun dengan keadaanku yang kurang sempurna."
"Aku memutuskan untuk membayar seseorang untuk mengikutimu dan memberikan buket bunga mawar putih kesukaanmu,ditengah-tengah kerja kerasku untuk lulus dengan cepat ada satu hal yang membuatku sangat bersemangat yaitu melihatmu begitu teguh pada pendirianmu."
"Selama satu tahun aku menyuruh orang untuk mengirimkan bunga,tak ada satu pun bunga yang kamu terima itu tandanya kamu tipe wanita yang tidak mudah dirayu oleh bunga meskipun pacar kamu jauh dan tidak memberi kabar kepadamu sama sekali dan itu justru membuatku semakin bersemangat lagi,dan akhirnya bisa kamu lihat aku sekarang di tahun kedua aku pulang dengan membawa kebanggaan karena aku sudah lulus dengan nilai terbaik."
"Dan yang terpenting aku kembali untuk memenuhi janjiku kepada seorang wanita cantik yang kuat dan sabar,apakah kamu masih mau menerimaku dengan kondisiku yang tak sempurna seperti ini?" tanya Zidan.
Tanpa menunggu waktu lama,Kinan pun langsung memeluk laki-laki yang selama ini sangat dia rindukan.
"Maaf Kak,maafkan aku.."
"Tidak,kamu tidak perlu minta maaf karena kamu tidak salah justru aku mau berterima kasih sama kamu karena dengan sabar sudah mau menunggu laki-laki yang sekarang sudah tidak sempurna lagi."
Kinan melepaskan pelukannya dan menutup mulut Zidan dengan jari telunjuknya kemudian Kinan menggelengkan kepalanya.
"Tidak Kak,buat aku Kakak tetaplah orang yang sempurna."
"Oh iya aku lupa,selamat ulang tahun Sayang," Zidan mengeluarkan korek api gas dan menyalakannya.
"Maaf hanya ada ini,karena kuenya kan ada di Rooftop tadi aku sudah menyiapkannya semuanya lho,tapi kamunya keburu marah."
Kinan tersenyum dan meniup apinya,kemudian Kinan kembali memeluk Zidan.
"Terima kasih Kak."
"Oh iya,aku ada hadiah untuk kamu."
Zidan mengambil sesuatu dari saku jasnya,sebuah kotak kecil berwarna merah dan Zidan pun membukanya dengan satu tangannya dan terpampanglah sebuah cincin berlian yang sangat cantik.
"Kinan Aditya Gunawan,maukah kamu menikah denganku?" tanya Zidan dengan mantap.
Tanpa menunggu lama lagi Kinan langsung menganggukan kepalanya.
"Aku mau menikah denganmu Prof.Dr.Zidan Adrian Atmanegara," jawab Kinan.
Zidan tersenyum dan memakaikan cincin itu di jari manis Kinan kemudian Zidan memeluk Kinan kembali,Zidan melepaskan pelukannya sesaat mereka saling tatap,Zidan mengelus pipi Kinan dan perlahan wajahnya pun mendekat dengan hitungan detik kedua bibir itu saling menempel satu sama lain.
Melepaskan semua kerinduan dan rasa cinta yang begitu besar dihati mereka berdua,cukup lama mereka melakukannya hingga akhirnya Kinan melepaskannya dan kening mereka saling menempel.
"I LOVE YOU Bos cantik pujaan hatiku."
"I LOVE YOU TOO Pak Dokter pujaan hatiku."
Mereka berdua akhirnya tertawa bersama...
π·
π·
π·
π·
π·
Hai..hai..hai..ketemu lagi nih sama Kinan dan Babang Zidan,akhirnya mereka bersatu kembali walaupun dengan fisik Zidan yang tak sempurna lagiππ
Tapi tetap tampan dan gagah kokπ€π€
Ayo dong mana like dan votenya yang banyak ya buat penyemangat Authorππ
Dan yang menebak Zidan kecelakaan,selamat jawaban anda benarππ
Jangan lupa
like
vote n
komen
TERIMA KASIH
LOVE YOUπππ
__ADS_1