Bos Cantik Pujaan Hati

Bos Cantik Pujaan Hati
MR.POSESSIF


__ADS_3

🌷


🌷


🌷


🌷


🌷


Sesampainya di Kantor Kinan,sebelum turun dari mobil Kinan mencium tangan Zidan dan mencium seluruh wajah Zidan,begitupun dengan Zidan yang melakukan hal yang sama kepada istrinya itu.


"Ingat---"


"Stop jangan dilanjutkan,aku sudah hafal ga usah diingatkan lagi," seru Kinan.


"Ya takutnya kamu lupa makannya aku ingetin lagi."


"Sudah ya suamiku,cintaku,sayangku,belahan jiwaku,aku masuk dulu Kakak hati-hati di jalan," seru Kinan.


"Jangan dulu pulang sebelum aku jemput."


"Ok..." Kinan mengembangkan senyumannya.


Zidan pun pergi meninggalkan Kantor Kinan menuju Kampus.


Sepeninggalnya Zidan,Kinan tampak mengela nafas panjang sungguh suami yang sangat Posesif.


Sesampainya diruangannya Kinan terlihat menyandarkan tubuhnya dikursi kebesarannya dengan sesekali memijat pelan keningnya.


"Wah pengantin baru,kenapa kaya yang kelelahan begitu?jangan terlalu diforsir nanti sakit lho," goda Devano.


"Apaan sih Dev,aku tuh bingung aja sama kelakuan Kak Zidan akhir-akhir ini dia itu posesif banget sama aku Dev,jangan ini jangan itu bikin aku pusing aja," keluh Kinan.


"Itu tandanya Bang Zidan cinta banget sama kamu Kinan."


"Iya aku tahu,tapi ga gitu juga kali Dev."


"Ya sudahlah,mau aku pesankan kopi biar sedikit mengurangi rasa kesal kamu?" tanya Devano.


"Boleh juga tuh."


Sementara itu di Kampus,para Mahasiswi mulai semangat lagi karena Dosen favorit mereka sudah kembali,siapa lagi kalau bukan Zidan.


"OMG,Profesor Zidan sudah kembali wah alu makin semangat ini," seru Lana dengan antusiasnya.


Sementara itu Misell tidak berbicara sepatah katapun,hanya seulas senyuman terukir dibibirnya.



Tatapan Zidan sangat tajam dikala melihat Mahasiswinya berteriak histeris dikala melihat dirinya berjalan dengan santainya sembari melihat-lihat Materi yang akan dia sampaikan dimata kuliahnya.


Zidan pun memasuki kelasnya,semua Mahasiswa sudah duduk dengan rapi menunggu sang Dosen Favorit,sedangkan Misell tampak menopang dagunya sembari memperhatikan Zidan dengan senyum-senyum sendiri.


Lana yang melihat Misell senyum-senyum sendiri menyiku lengan Misell.


"Hayo kenapa senyum-senyum sendiri?" bisik Lana.


"Ga ada apa-apa,emangnya ga boleh ya aku senyum-senyum?" seru Misell.


"Bukannya ga boleh,tapi aku aneh aja biasanya juga cemberut tapi sekarang senyum-senyum gitu."


"Ssstttt,jangan berisik nanti Prof marah lho," ucap Misell.


Akhirnya semuanya pun tampak serius mendengarkan materi yang Zidan sampaikan,kecuali Misell untuk mata kuliah kali ini sungguh tidak ada satupun materi yang masuk kedalam otaknya.


Dari tadi Misell hanya memperhatikan Zidan dengan gayanya yang cool dan gagah membuat Misell semakin berharap kepada Zidan.


Sungguh cinta yang konyol,Misell mencintai laki-laki yang jelas-jelas tidak akan pernah mungkin membalas cintanya.


"Ok,sampai disini pelajarannya besok kita lanjutkan kembali,sampai jumpa dan selamat siang," ucap Zidan.


"Terima kasih Prof," seru semuanya dengan serempak.


Zidan pun meninggalkan kelas dan pergi menuju ruangannya,dan segera menghubungi istri cantiknya itu.


"Hallo Sayang,lagi ngapain?sudah makan belum?terus makannya bareng siapa?hallo..hallo Sayang kok ga jawab?" cerocos Zidan.


"Bagaimana mau jawab,Kakak nanyanya bertubi-tubi gitu," jawab Kinan.


"Oh iya,maaf deh," Zidan terlihat cengengesan.


"Aku sudah makan Kak,barusan dipesenin sama Dev soalnya aku ga bisa keluar lagi banyak kerjaan," sahut Kinan.


"Oh gitu,ya sudah nanti aku jemput kamu ya bye Sayang,Love you."


"Love you too."


Sementara itu diluar Misell yang tadinya mau masuk menghentikan langkahnya karena mendengar Zidan sedang menghubungi istrinya.


Tok..tok..tok..


"Masuk."


"Maaf permisi Prof,ini saya mau menyerahkan tugas anak-anak yang sudah saya periksa selama satu minggu ini," ucap Misell.


"Ok,simpan saja dimeja dan kamu boleh keluar," sahut Zidan dingin dengan tidak melihat sedikit pun kearah Misell.


"Apa ada yang bisa saya bantu,Prof?" tanya Misell.


"Tidak ada,kamu boleh keluar," tegas Zidan.


"Maaf,saya permisi Prof."


Misell pun keluar dengan perasaan sedikit dongkol karena Zidan tidak melihat kearahnya sedikitpun.


Karena di Rumah Sakit pun sedang tidak ada hal penting,Zidan lebih memilih untuk istirahat di Kampus saja sembari menunggu waktu untuk menjemput istrinya.


Karena kelelahan,Zidan pun akhirnya ketiduran di sofa ruangannya.Tidak terasa waktu sudah menunjukan pukul 5 sore dan Zidan sungguh melupakan kalau hari ini akan menjemput istrinya.


Disisi lain Kinan terus saja melihat jam di tangannya,suaminya belum juga datang bahkan telponnya pun tidak diangkat-angkat.


"Ya ampun,kamu kemana sih Kak?daribtafi ditelponin ga diangkat-angkat," gumam Kinan.


Devano pun masuk kedalam ruangan Kinan untuk menyerahkan dokumen.


"Lho kamu belum pulang Nan?Bang Zidan belum jemput?" tanya Devano.

__ADS_1


"Belum Dev,malah aku teleponin ga di angkat-angkat," sahut Kinan dengan wajah yang cemberut.


"Mungkin Bang Zidan lagi sibuk kali Nan,tapi maaf Nan aku duluan ya soalnya aku sudah janjian sama EL mau jalan," seru Devano.


"Ok."


"Tapi kamu gapapa kan kalau aku tinggal?" tanya Devano.


"Iya gapapa,kamu pulang duluan aja."


"Ya sudah aku duluan ya,bye."


"Bye..."


Disisi lain,seorang petugas kebersihan masuk kedalam ruangan Zidan tanpa tahu kalau Zidan sedang berada didalam.


Zidan kaget sampai-sampai dia langsung terbangun karena mendengar petugas kebersihan itu membuka pintu dengan kencangnya.


"Astagfirullah,Pak Zidan maaf Pak kirain saya ga ada siapa-siapa soalnya Pak Zidan jarang ada di ruangan sampai sore seperti ini," serunya.


Petugas kebersihan itu menundukkan kepalanya karena merasa takut akan tatapan tajam yang Zidan tunjukan.


"Apa sore?" tanya Zidan.


"Iya Pak,ini sudah pukul 5 sore lewat 15 menit."


"Astagfirullah,aku harus harus jemput Kinan pasti dia marah nih karena aku belum jemput," gumam Zidan.


Zidan segera meraih jasnya dan cepat-cepat berlari menuju parkiran,raut wajah Zidan terlihat sangat panik karena takut Kinan marah.


Meskipun Zidan terkenal sebagai Dosen Killer yang dingin dan galak tapi Zidan sangat takut kalau istrinya marah,memang begitulah Zidan hatinya sangat lembek kalau harus berurusan dengan Kinan.


Zidan mengecek Ponselnya,matanya terbelalak melihat puluhan panggilan tak terjawab dari istrinya.


"Fix,Kinan pasti bakalan marah besar ini," gumam Zidan.


Selama menyetir,Zidan tampak memutar otak apa yang harus dia lakukan supaya istri cantiknya itu tidak marah kepadanya.


Disela-sela dalam pikirannya,Zidan melihat ada penjual bunga akhirnya dia memutuskan untuk membeli bunga karena biasanya wanita itu paling luluh kalau sudah diberi bunga.


Sesampainya di Kantor Kinan,Zidan melihat jam ditangannya menunjukan pukul 6 kurang 20 menit hampir 2 jam dia telat.


Dengan cepat Zidan berlari menuju ruangan Kinan,Kantor sudah sepi hanya beberapa Karyawan saja yang masih sibuk bekerja mungkin mereka sedang lembur.


Zidan segera masuk ke ruangan Kinan,dilihatnya istrinya sudah tertidur diatas kursi kebesarannya dengan tangan masih memegang Ponselnya.


"Ya ampun,kasihan banget istri aku."


Zidan pun mendekat kearah Kinan dan berjongkok dihadapannya,diusapnya pipi Kinan.


Kinan yang merasa ada yang menyentuhnya langsung membuka matanya.


"Maaf Sayang,aku telat tadi aku ketiduran di Kampus," seru Zidan dengan wajah yang bersalah.


Kinan yang melihat ekspresi wajah suaminya yang memelas seperti itu merasa kasihan juga,Kinan pun tersenyum dan memeluk suaminya itu.


"Iya tidak apa-apa,aku cuma khawatir aja takut Kakak kenapa-napa soalnya telpon aku ga diangkat-angkat," sahut Kinan.


"Maaf ya Sayang,ini untuk kamu tadi aku membelinya saat menuju kesini," seru Zidan dengan memberikan bunga kepada Kinan.



Kinan kembali memeluk Zidan..


"Kita pulang sekarang?" tanya Zidan.


"Yuk."


Kinan dan Zidanpun pulang menuju rumah Kinan,ternyata ketakutan Zidan kalau-kalau istrinya akan marah besar tidak terbukti sama sekali.


Setelah makan malam bersama,Kinan langsung menuju kamarnya karena Kinan banyak kerjaan yang harus dia kerjakan,sedangkan Zidan masih ngobtol bersama Papih Adam dan Kenzo.


Kinan mengambil Laptopnya dan duduk diatas kasur dengan kaki selonjoran dan bersandar ke sandaran ranjangnya dengan Laptop diatas pangkuannya.


Tidak lama kemudian Zidan pun memutuskan untuk menyusul Kinan ke kamarnya,dilihatnya Kinan sedang serius mengerjakan pekerjaannya.Zidan berdiri didepan Kinan mencoba mengalihkan pandangannya tapi Kinan masih fokus dengan Laptopnya.


Zidan pun memutuskan untuk ke kamar mandi,keluar dari kamar mandi Kinan masih dalam posisi yang sama yaitu fokus pada Laptopnya.Dengan sengaja Zidan mengganti pakaiannya didepan Kinan,Kinan selalu berteriak kalau Zidan telanjang dihadapannya.


Tapi kali ini usahanya tetap sia-sia,Kinan tidak terganggu dengan kelakuan Zidan,akhirnya Zidan merasa jengkel sendiri dengan wajah yang cemberut Zidan mengambil Laptop Kinan setelah di save terlebih dahulu dan menyimpannya diatas nakas.


"Apa-apaan sih Kak,kerjaan aku belum selesai," rengek Kinan.


Tanpa menjawab apapun dengan wajah yang masih ditekuk Zidan tidur di pangkuan Kinan.


"Kamu itu kenapa si Sayang,kok cemberut kaya gitu?" tanya Kinan dengan mengelus kepala suaminya itu.


"Aku ga suka kamu bawa kerjaan kerumah,jadinya kan kamu menomor satukan kerjaan sementara aku dicuekin," ucap Zidan dengan wajah yang masih ditekuk.


"Allohhuakbar kirain apaan,kerjaan aku banyak banget Sayang di Kantor kalau ga bantu dengan dirumah aku ga bisa handle semuanya,kasihan Dev kerjaannya selalu banyak," seru Kinan.


"Iya tapi kan aku juga butuh diperhatikan dan dimanja,bukannya malah Laptop kamu yang diperhatikan terus."


"Sayang,aku ga ngerti deh sama jalan pikiran kamu dulu waktu kita masih pacaran Kakak ga gini-gini amat tapi sekarang setelah menikah Kakak jadi posesif banget,bahkan sama Laptop aja cemburu heran deh," sahut Kinan.


"Ya karena sekarang kamu sudah menjadi milik aku jadi kamu ga boleh macam-macam," seru Zidan.


"Macam-macam apa sih Kak?" Kinan mulai emosi.


"Kok jadi kamu yang sewot sih?" sergah Zidan.


"Tahu ah,bodo amat minggir aku mau tidur saja."


Kinan memiringkan tubuhnya membelakangi Zidan dan menutup tubuhnya dengan selimut.


"Sayang,ini kan ceritanya aku yang lagi ngambek kok ini malah sebaliknya sih?" rengek Zidan.


"Bodo ah,terserah Kakak aja," kesal Kinan.


Zidan ikut merebahkan tubuhnya disamping Kinan dan memeluk Kinan dari belakang.


"Sayang jangan marah dong,dosa lho marah sama suami mana tidurnya membelakangi lagi," rengek Zidan.


"Bisa diam ga?kalau ga bisa diam,Kakak tidur disofa sana," ancam Kinan.


"Ga mau enak aja,ok aku akan diam."


Akhirnya Zidan diam juga,dan dia akhirnya tertidur juga dengan posisi memeluk Kinan dari belakang.

__ADS_1


Kinan tersenyum dikala mendengar dengkuran halus dari suaminya,pertanda suaminya itu sudah terlelap tidur padahal barusan Zidan masih merengek,Kinan pun mulai menguap.


"I love you Mr.Posesif," lirih Kinan hingga akhirnya dia pun menyusul suaminya terlelap tidur.


Keesokan harinya...


Semuanya sedang sarapan...


"Kinan,Kenzo hari ini Mamih akan berangkat ke Kalimantan bersama Daddy Angga," seru Mamih Echa.


"Mau ngapain Mih?" tanya Kinan.


"Kakek kalian,dulu membeli sebuah rumah disana tapi kemarin ada yang ngehubungi Daddy Angga ingin membeli rumah itu,setelah Mamih,Daddy Angga,dan Ayah Dirga berembug kita memutuskan untuk menjual rumah itu,soalnya rumah itu juga ga bakalan ada yang nempatin dari pada Kita setiap hari bayar orang untuk membersihkan rumah itu lebih baik kita jual saja," jelas Mamih Echa.


"Mamih berangkat cuma berdua sama Daddy Angga?" tanya Kenzo.


"Iya soalnya Ayah Dirga ga bisa ikut,dia ada kerjaan diluar kota bersama Daffin sementara Papih mau berangkat ke Belanda nengok Oma Nadia," seru Mamih Echa.


"Lagipula kenapa Oma ga pindah kesini saja sih?ngapain coba tinggal di Belanda ga ada temannya," sahut Kinan.


"Katanya kalau tinggal disana,Oma selalu berasa masih ada Opa dan Oma kalian masih belum bisa melupakan Opa," seru Papih Adam.


"Ya sudahlah,tapi maaf Kinan ga bisa nganterin kalian karena Kinan banyak banget kerjaan Mamih sama Papih hati-hati ya kalau sudah sampai ditempat tujuan masing-masing tolong kabari Kinan," seru Kinan.


"Iya Sayang."


"Ken juga ga bisa nganterin,Ken do'akan saja semoga kalian semua selamat sampai pulang lagi kesini."


"Amin.." ucap semuanya bersamaan.


"Zidan selama kami tidak ada tolong kamu jagain Kinan ya."


"Iya Mamih."


"Ya sudah sana kalian segera berangkat nanti kalian terlambat lagi," seru Papih Adam.


Setelah berpamitan,akhirnya semuanya pergi bekerja ke tempat masing-masing,seperti biasa Zidan mengantarkan Kinan ke Kantornya,hari ini dia jadwal ke Rumah Sakit.


Baru saja Kinan sampai diruangannya,tiba-tiba Ponselnya berbunyi ada panggilan Videocall dan tertera nama Milka dilayar Ponselnya,Kinan segera menggeser tombol hijau.


"Hallo Milka," sapa Kinan dengan melambaikan tangannya.


"Hallo Kak Kinan,apakabar?"


"Alhamdulillah baik,kamu sendiri apakabar?kok wajah kamu kelihatan pucat sih Milka?apa kamu sedang sakit?" tanya Kinan khawatir.


"Aku begini gara-gara Mas Billy Kak," jawab Milka.


"Apa?mana sekarang Dr.Billynya biar aku marahi dia," seru Kinan dengan kesalnya.


Kemudian Milka mengarahkan layar Ponselnya kearah Billy,dengan santainya Billy tersenyum dengan menyeruput kopinya.


"Bagus ya,istri sedang sakit suaminya malah enak-enakan ngopi," sentak Kinan.


"Biarin aja Kinan,nanti juga sembuh sendiri," jawab Billy dengan santainya.


"Apa?dasar suami tidak bertanggung jawab,istrinya sakit bukannya dibawa ke Rumah Sakit ini malah santai-santai saja," bentak Kinan.


"Kak Kinan jangan teriak-teriak,ga baik lho pagi-pagi sudah marah-marah," sahut Milka.


"Kok kamu malah cuek aja ngelihat suami kamu kaya gitu Milka?" Kinan sudah mulai menaikan suaranya.


Billy mendekat kearah Milka dan menciumi pipi Milka.


"Kinan apa kamu tahu,Milka sedang sakit apa?" tanya Billy dengan senyumannya yang mengembang.


"Mana aku tahu," ketus Kinan.


"Milka itu sedang hamil Kinan," sahut Billy.


Sejenak Kinan melihat layar Ponselnya dan menatap kearah Milka dan Billy mencoba mencerna perkataan Billy.Hingga akhirnya Kinan baru menyadarinya.


"Aaaaaaaaaa....." Kinan berteriak sangat kencang sembari berjingkrak-jingkrak sampai-sampai Devano pun langsung masuk kedalam ruangan Kinan.


Begitu pun Milka dan Billy yang sama-sama menutup telinganya karena berisik dengan teriakan Kinan.


"Ada apa Kinan?kok berteriak?" tanya Devano panik.


"Oops,maaf Dev aku lagi bahagia karena Milka saat ini sedang hamil," seru Kinan.


"Benarkah," Devano mendekat ke arah Kinan dan melihat ke layar Ponselnya.


"Selamat ya Milka,jaga selalu kesehatan ya jangan terlalu capek," seru Devano.


"Iya makasih Dev,dan untuk Kak Kinan semoga cepat menyusul ya."


"Amin,doakan saja.Ya sudah kalau begitu aku mau lanjut kerja dulu ya,bye.."


Kinan pun menutup sambungannya...


"Akhirnya,semuannya berjalan dengan lancar dan bahagia iya kan Dev?" seru Kinan.


Devano hanya tersenyum dan menganggukan kepalanya sembari mengacungkan jempolnya.


🌷


🌷


🌷


🌷


🌷


Selamat pagi semuanya,masih setiakah menunggu kelanjutannyaπŸ˜‡πŸ˜‡


Jangan lupa selalu biasakan diri setelah membaca tinggalkan jejak like,komen dan vote sebanyak-banyaknyaπŸ™πŸ™πŸ˜˜πŸ˜˜


Oh iya,Novel Author yang baru sudah launching Lho yuk mampir judulnya "ABC (Amarah,Benci,Cinta) semoga sukaπŸ€—πŸ€—


Jangan lupa


like


vote n


komen

__ADS_1


TERIMA KASIH


LOVE YOUπŸ’˜πŸ’˜πŸ’˜


__ADS_2