
π·
π·
π·
π·
π·
4 tahun kemudian....
Tidak terasa waktu berjalan begitu cepat berlalu,hari-hari sudah semuanya lalui dengan suka,duka,bahagia,senang,kesedihan,air mata semuanya sudah terlewati dengan sempurna.
Saat ini Zein sudah berusia enam tahun dan sudah masuk sekolah SD juga,Zein tumbuh menjadi anak yang cerdas,dan tampan tapi satu sifat buruk Zein yang menurun dari Zidan yaitu Zein sangat dingin dan cuek dengan keadaan sekitar.
Persis seperti Daddynya,sampai-sampai Kinan suka jengkel dan kesal sendiri melihat kelakuan anaknya itu.
"Zein,kok makannya cemberut kaya gitu sih?ada apa Sayang?" tanya Mommy Kinan.
"Apa ada masalah disekolahmu Zein?" sahut Daddy Zidan.
"Zein malas sekolah,Zein ingin pindah sekolah," celetuk Zein dengan cemberut.
Kinan dan Zidan yang mendengar celetukan anaknya itu merasa bingung,Kinan mendekati Zein dan berjongkok dihadapan Zein.Di elusnya kepala anak tampannya itu dengan penuh kasih sayang.
"Ada apa Sayang,kok tiba-tiba ingin pindah sekolah?" tanya Mommy Kinan dengan lembut.
"Zein digangguin terus Mom,Zein ga suka," keluh Zein.
"Siapa yang berani gangguin anak Mommy?" tanya Mommy Kinan.
"Zein ga tahu namanya siapa Mom,dia nyebelin ngikutin Zein terus kan Zein jadi malu," ketus Zein.
"Apa dia anak perempuan?"
"Iya Mom."
Kinan dan Zidan saling pandang dan seketika mereka berdua berusaha menahan tawanya karena takut Zein tambah marah.
"Jadi maksud kamu,yang gangguin kamu itu anak perempuan Zein?" tanya Daddy Zidan.
"Iya Dad,dia itu nyebelin banget suka kasih Zein coklat dan selalu ngikutin Zein kemana pun Zein pergi."
"Astaga Zein,kirain Mommy ada yang ngebully kamu disekolah,mungkin anak itu suka sama kamu Zein secara anak Mommy kan paling tampan," goda Mommy Kinan.
"Masa sama teman sekelas sendiri tidak tahu namanya Zein," ledek Daddy Zidan.
"Bukan Dad,dia itu anak TK usianya baru 4 tahun bukan teman sekelas Zein," jawab Zein.
Kinan dan Zidan kembali saling pandang dan kali ini akhirnya mereka tidak bisa menahan tawanya sehingga membuat Zein makin cemberut.
Sekedar informasi sekolah Zein memang sekolah paling komplit dan terbilang elit,sekolahan itu terdiri dari TK,SD,SMP,sampai SMA.
"Tuh kan Mommy sama Daddy malah ngetawain Zein," ucap Zein dengan melipat kedua tangannya diatas perut.
Tiba-tiba Kenzo datang dan langsung duduk disamping Zein.
"Hai..hai..hai..kok jagoan Uncle cemberut sih?" tanya Kenzo.
"Zein sedang kesal Uncle karena dikejar-kejar anak perempuan," jawab Mommy Kinan.
"Whatt,benarkah itu Zein?" tanya Uncle Kenzo.
"Iya Uncle."
"Hebat sekali kamu son,masih kecil sudah dikejar-kejar cewek,Uncle saja yang sudah dewasa kaya gini belum nikah-nikah," celetuk Kenzo.
"Tapi Zein malu Uncle,dibuntuti terus sama dia."
"Bagaimana apa anaknya cantik," goda Kenzo.
"Cantik sih Uncle tapi gendut,teman-teman Zein jadi suka nertawain Zein," keluh Zein.
"Sudah-sudah,ayo Zein siap-siap kita berangkat sekolah sekarang nanti terlambat lagi," seru Mommy Kinan.
"Uncle Zein berangkat sekolah dulu ya."
"Ok keponakan Uncle yang ganteng,belajar yang rajin ya," sahut Kenzo.
"Uncle,Zein itu tampan bukan ganteng," seru Zein dengan bertolak pinggang.
"Yaelah ganteng sama tampan kan sama."
"Bedalah,kalau ganteng itu standar tapi kalau tampan diatas rata-rata iya kan Dad?" seru Zein dengan melihat kearah Daddynya.
"Iya Sayang,sudah yuk nanti Mommy kamu marah lho."
"Bye Uncle,Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam."
Kinan dan Zidan pun seperti biasa sebelum mereka nerangkat kerja mereka mengantarkan dulu Zein kesekolah.
Tidak lama kemudian,mereka pun sampai didepan sekolah Zein dan kebetulan sekali April dan Radit pun baru sampai untuk mengantarkan anak kembarnya yaitu Karren dan Darren.
"Kakak tampan," teriak Karren.
Sehingga membuat semuanya menoleh kearah Karren bersamaan.
"Mommy,Daddy,Zein masuk dulu ya malas ketemu anak itu," seru Zein.
Setelah mencium tangan Kinan dan Zidan,Zein pun segera berlari masuk kedalam sekolahnya Kinan dan Zidan hanya menggelengkan kepalanya.
***
Sementara itu seorang wanita cantik yang sekarang tampak anggun dan dewasa sedang sibuk dengan pekerjaannya.
Ya wanita cantik itu tidak lain adalah EL,semenjak kejadian EL masuk Rumah Sakit EL memutuskan untuk kabur dari rumahnya dan tidak ada yang tahu dimana keberadaan EL.
Saat ini EL bekerja disebuah Perusahaan Asing sebagai Manager,karena kemampuan dan kecersasan EL dia langsung diangkat menjadi seorang Manager.
EL tinggal disebuah Apartemen sederhana,selama 4 tahun ini butuh waktu lama buat EL untuk mencapai posisi seperti itu.
Dari mulai tinggal dikontrakan kumuh dan ditolak saat melamar pekerjaan,EL pernah merasakan semua itu hingga akhirnya EL mencoba keberuntungan melamar disebuah Perusahaan Asing entah siapa pemiliknya.
Atasannya melihat kemampuan EL hingga dia diangkat menjadi seorang Manager,EL benar-benar memulainya dari nol dia tidak pernah meminta sepeserpun kepada Orang tuanya.
Bahkan saat ini Orang tuanya tidak tahu keberadaan EL,Kimi juga yang notabene sebagai sahabatnya tidak tahu keberadaan EL.
__ADS_1
Selama 4 tahun ini EL benar-benar ingin melupakan semuanya,terutama masa lalunya.EL sangat beruntung bahwa dirinya tidak hamil,EL ingin memulai kehidupan barunya.
"Selamat siang Bu,Bu kita diperintahkan oleh atasan untuk mempersiapkan acara penyambutan Pemilik Perusahaan ini soalnya tiga hari lagi beliau akan kembali dan mampir ke Perusahaan cabangnya ini jadi kita harus siap-siap," ucap salah satu bawahan EL.
"Benarkah?ok kalau begitu,terima kasih ya atas informasinya," sahut EL.
EL tampak berpikir,dia memutar-mutar bolpoinnya.
"Jadi penasaran,siapa pemilik Perusahaan ini soalnya aku sudah bekerja selama 3 tahun disini belum pernah sekalipun bertemu dengan pemilik Perusahaannya," gumam EL.
***
Waktu pun berjalan dengan cepat,waktu sudah menunjukan pukul 16.00 sore Kinan dan semuanya sedang menunggu kedatangan seseorang disebuah Bandara.
Zein tampak berlarian bersama Milly dan Lovely,sementara Billy sudah menikahi Missell sejak 2 tahun lalu dan saat ini Billy dan Misell sudah dikaruniai anak laki-laki yang menggemaskan dan usianya baru 1 tahun.
Dipintu kedatangan,tiba-tiba muncul sesosok pria tampan diusianya yang sudah sangat matang ketampanannya sama sekali tidak berkurang bahkan saat ini makin mempesona saja.
"Uncle...." teriak Zein.
Zein berlari kearah pria itu dan pria itu dengan cepat berjongkok dan merentangkan kedua tangannya.
"Uncle,Zein kangen banget sama Uncle Dev," rengek Zein.
"Uncle juga kangen sama jagoan Uncle," ucap Dev.
Ternyata pria itu adalah Dev,Dev memutuskan pindah ke Belanda dan mengurus Perusahaan miliknya dan sungguh ajaib,Perusahaan Dev maju dengan pesatnya malahan sekarang Dev mempunyai cabang di Kota B.
"Uncle Dev..." teriak Milly dan Lovely bersamaan.
Milly dan Lovely langsung memeluk Dev sehingga Dev hilang keseimbangan dan akhirnya jatuh terduduk dilantai dan membuat semua orang tertawa.
"Astaga,anak-anak sampai nempel sama kamu Dev," ucap Kinan.
"Iyalah,sama orang tampan mah siapapun juga pasti bakalan nempel," jawab Dev sembari bangun.
"Uncle memang tampan,tapi Sayang ga ada yang mau sama Uncle," celetuk Lovely yang membuat semua orang kembali tertawa.
"Hayo lho Dev,ga malu apa diledekin sama anak kecil," sahut Daffin.
"Hai Lovely,siapa bilang Uncle ga ada yang mau kan ada Lovely yang mau sama Uncle," goda Dev.
"Siapa bilang?lovely ga mau sama Uncle,Uncle itu sudah tua lagipula aku sudah punya pacar disekolah," celetuk Lovely.
"Sudah-sudah,mendingan sekarang kita pulang dulu kasihan Uncle Dev capek," seru Zidan.
Mereka pun pulang ke kediaman Kinan,karena Kinan meminta Dave untuk tidur dirumahnya selama di Indonesia.
Sesampainya dirumah Kinan,semuanya langsung makan-makan karena Kinan dan Bi Sum sudah memasak banyak untuk menyambut kedatangan Dev.
Malam pun tiba,saat ini Dev sedang menemani Zein belajar di ruang tv kemudian Kinan dan Zidan pun menghampiri mereka.
"Dev bagaimana perkembangan Perusahaanmu?" tanya Kinan.
"Alhamdulillah maju pesat Nan,malahan aku pulang kesini karena aku mau meninjau Perusahaan cabangku karena selama tiga tahun ini aku belum pernah meninjaunya," jawab Dev.
"Apa kamu belum menemukan pendamping hidupmu Dev?" tanya Zidan.
"Belum Bang."
Sesaat hening tercipta hingga akhirnya Dev ingat sesuatu.
Kinan dan Zidan hanya bisa saling pandang karena Dev tidak tahu kejadian sebenarnya,hingga kemudian Zidan menganggukan kepalanya.
"Maaf Dev,kita sudah menyembunyikan semuanya dari kamu," sahut Kinan.
"Maksudnya apa Nan?" tanya Dev bingung.
"Empat tahun yang lalu EL masuk Rumah Sakit,dia mencoba bunuh diri Dev."
Dev melototkan matanya dia sangat terkejut dengan apa yang didengarnya barusan.
"Terus!"
"Saat itu juga EL dan Vicky cerai dan keluarga Austin pun seolah tidak peduli lagi dengan Perusahaan Agatha entah apa masalah yang sudah terjadi antara dua keluarga itu,dan---"
Ucapan Kinan terpotong..
"Dan apa Kinan?" tanya Dev makin penasaran.
"Setelah dua hari EL dirawat,ternyata EL kabur dari Rumah Sakit tidak ada yang mengetahui dimana keberadaan EL bahkan Kimi sendiripun sudah putus asa mencari keberadaan EL," jelas Kinan.
"Apa?"
"Kata Kimi Orang tua EL sempat sangat syok saat mengecek Ponsel EL,ternyata isinya video Vicky yang sedang melakukan hubungan terlarang dengan wanita yang berbeda setiap malamnya dan yang lebih parahnya lagi Vicky melakukannya di Apartemennya sendiri saat EL sudah tertidur," jelas Kinan.
Dev sungguh tidak percaya dengan apa yang Kinan ucapkan,susah payah Dev sampai pindah ke Belanda hanya untuk menjauhi EL tapi kenyataannya wanita yang sampai saat ini masih merajai hatinya itu menderita dengan pernikahannya.
"Terus sekarang EL ada dimana?" tanya Dev khawatir.
"Justru itu Dev,selama empat tahun ini EL bagaikan ditelan bumi tidak ada yang tahu keberadaan EL bahkan Perusahaan Agatha saat ini sudaj bangkrut,Pak Agatha sekarang mengalami struk dan hidup sendirian di panti jompo karena istrinya lebih memilih bunuh diri karena defresi kehilangan anak satu-satunya," jelas Kinan.
"Astaga.." Dev mengusap wajahnya kasar.
"Mommy,Zein ngantuk," rengek Zein.
"Ya ampun,ayo kita tidur Sayang."
Kinan pun pergi meninggalkan Dev dan Zidan karena Zein sudah mengantuk.
"Kami akan selalu mendukung keputusanmu Dev," ucap Zidan menepuk pundak Dev dan pergi menyusul anak dan istrinya.
Didalam kamar Dev tampak berpikir dan melamun.
"Kamu ada dimana EL?aku tidak menyangka kamu begitu menderita selama ini," gumam Dev.
***
Di Kota B...
Hari ini Perusahaan akan kedatangan pemilik Perusahaan yang selama ini kedatangannya sangat ditunggu-tunggu oleh semua Karyawan,pasalnya mereka semua belum tahu seperti apa Bos mereka.
Semua persiapan sudah beres,saat ini EL sedang melihat dan merapihkan penampilannya tidak tahu kenapa EL begitu sangat gugup bahkan jantungnya sudah berdebar kencang tak karuan.
"Bu Aurel,Pak Bos sudah sampai kita diharuskan menyambutnya didepan pintu masuk," seru bawahannya.
"Oh ok,saya sudah siap ayo kita turun kebawah," sahut EL.
Selama perjalanan menuju lobby,EL begitu gelisah detak jantungnya makin tak terkendali.
__ADS_1
"Ada apa ini,kenapa perasaanku seperti ini?" batin EL.
Sesampainya di Lobby semua Karyawan sudah berkumpul untuk menyambut sang pemilik Perusahaan,EL berdiri dibarisan paling depan bersama para staff.
Sebuah mobil mewah berhenti didepan Perusahaan,EL langsung menundukan kepalanya.
Pemilik Perusahaan yang tidak lain adalah Dev,turun dari mobil dengan gagahnya semua orang membungkukan tubuhnya mereka tidak menyangka kalau Pemilik Perusahaannya masih muda dan sangat tampan.
Dev mulai melangkahkan kakinya disaat Dev masuk pandangan Dev tertuju kepada wanita yang saat ini terlihat sedang menundukan kepalanya.
Jantung Dev berdetak tak karuan saat melihat wanita yang sangat dia cintai berada dihadapannya,wanita yang selama ini dicari oleh semua orang sekarang berdiri dihadapannya.
Dev melangkah dan berdiri tepat dihadapan EL yang sedang menundukan kepalanya.
"Apakah melihat lantai lebih menarik dibandingkan wajah saya?" tanya Dev.
EL langsung mendongakan kepalanya,EL terbelalak saat melihat siapa yang berdiri dihadapannya itu.
Jantung EL seolah berhenti berdetak,matanya sudah mulai berkaca-kaca EL sungguh sangat merindukan pria yang ada dihadapannya ini.
Sesaat Dev dan EL saling menatap sehingga membuat semua para Karyawan bertanya-tanya.
"Tolong keruangan saya sekarang juga," ucap Dev dengan tegasnya.
EL terkejut dan tersentak dengan apa yang diucapkan oleh Dev.
"Bu Aurel,apa Ibu tidak apa-apa?"
"Tidak."
"Ibu disuruh keruangan Bos sekarang juga."
"I--iyah."
Dengan perasaan yang tak menentu,EL pun melangkahkan kakinya menuju ruangan CEO sesampainya didepan pintu,jantungnya kembali berdetak tak karuan dengan tangan yang bergetar EL mengetuk pintu itu.
Tok..tok..tok..
"Masuk."
Perlahan EL membuka pintunya dan masuk kedalam,dilihatnya pria yang selama ini dia rindukan sedang berdiri didepan jendela dengan posisi membelakanginya dan kedua tangan dimasukan kedalam saku celananya.
"Ma--maaf ada a--apa Tu--Tuan me--manggil sa--saya?" tanya EL gelagapan.
Dev membalikan tubuhnya,dilihatnya EL menundukan kepalanya dia tidak berani melihat kearah Dev,serta EL memainkan jari-jarinya karena gugup.
"Ada apa denganmu?" tanya Dev.
EL masih tetap dengan posisinya yang menundukkan kepalanya,tanpa terasa air mata EL menetes kelantai dia tidak bisa lagi menahan tangisannya.
Dev yang melihat EL menangis seperti itu tanpa menunggu lama lagi langsung memeluknya.Luruh sudah air mata EL,dia menangis sesegukan dipelukan Dev.
"Maafkan aku Kak,maaf aku ga bisa nemenin Kakak disaat Kakak membutuhkanku aku malah menyakiti hatimu dengan menikah sama orang lain," ucap EL dengan terus menangis.
"Sssstttt..sudah jangan dibahas lagi itu adalah masa lalu dan aku tidak pernah menyalahkan kamu," sahut Dev.
Dev membawa EL duduk disofa,Dev menghapus air mata wanita yang sangat dia cintai itu.
"Kenapa kamu menghilang?" tanya Dev.
"Aku,aku,aku hanya ingin menenangkan diri saja," sahut EL dan kembali menundukan kepalanya.
Dev menarik dagu EL supaya mau menatapnya.
"Susah payah aku pergi ke Belanda hanya untuk melupakanmu tapi aku sama sekali tidak bisa melupakanmu bahkan sampai detik ini pun aku masih sangat mencintaimu EL,maukah kamu kembali lagi padaku EL?" seru Dev.
EL sangat terkejut dengan ucapan Dev,EL melepaskan tangan Dev dan mulai beranjak dari duduknya.
"Maaf Kak,aku tidak bisa aku tidak pantas buat kamu Kak,kamu berhak mendapatkan wanita yang lebih baik daripada aku," sahut EL.
"Tidak EL,tidak ada wanita yang pantas buatku kecuali kamu hanya kamu yang aku mau EL."
"Maaf Kak,aku tetap tidak bisa apa Kakak lupa kalau aku adalah seorang janda?maaf Kak aku permisi dulu," seru EL.
Tapi baru saja EL melangkahkan kakinya,Dev menarik tangan EL dan mencium bibir EL,EL yang awalnya berontak akhirnya luluh juga karena memang sebenarnya EL juga masih sangat mencintai Dev.
Dev melepaskan pungutannya dan menempelkan keningnya dikening EL nafas mereka berdua pun masih ngos-ngosan.
"Aku tidak peduli,kamu mau janda ataupun sudah punya anak sekalipun karena aku tetap mencintaimu EL dan aku hanya ingin menikah denganmu," lirih Dev.
EL kembali meneteskan air matanya karena tidak menyangka kalau Dev akan menerimanya apa adanya,EL kembali memeluk Dev.
"Terima kasih Kak sudah mau nerima aku apa adanya,aku juga sangat mencintaimu Kak."
Cinta memang buta tidak memandang bulu,cinta datang tanpa diundang tanpa memandang status karena sejatinya cinta yang tulus akan menerima pasangannya apa adanya bukan ada apanya.
Disini kita belajar betapa tulusnya cinta Zidan kepada Kinan walaupun cinta mereka penuh dengan lika-liku,cobaan,dan rintangan cinta mereka tetap kokoh karena kita harus yakin seberapa besarpun kita menolak cinta kalau kita ditakdirkan berjodoh kita akan tetap bersama.
-TAMAT-
π·
π·
π·
π·
π·
Alhamdulillah Novel ketiga Author selesai,terima kasih untuk para Reader-reader setiaku yang dengan sabar selalu menunggu kelanjutan Kinan dan Zidanπππ€§π€§
Tanpa dijelaspun kalian sudah bisa menebaklah bagaimana akhir kisah cinta Dev dan ELπ€π€
Oh iya,untuk yang menunggu kelanjutan kisah si kembar Karren dan Darren ditunggu ya secepatnya launchingπ€π€ππ
Karren akan dipasangkan dengan Zein anaknya Kinan dan Zidan,bagaimanakah keseruannya ditunggu yaππ
Jangan lupa dukungannya selalu tinggalkan jejak like,komen,dan vote sebanyak-banyaknyaππππ
Jangan lupa
like
vote n
komen
TERIMA KASIH
__ADS_1
LOVE YOUπππ