
π·
π·
π·
π·
π·
Kinan dan yang lainnya pun meninggalkan tempat pesta.
"Tadi kamu kemana aja sih Dev?ke toilet aja lama banget," seru Kinan.
"Ngantri banget Kinan."
"Ngantri?emangnya kamu pikir di toilet umum pake ngantri segala," cibir Kinan.
Tidak lama kemudian,mereka berempat pun sampai di Hotel dan mereka langsung membersihkan diri dan tidur karena mereka sudah kelelahan.
Di Apartemennya,Zidan belum bisa memejamkan matanya bayangan wanita yang sangat dia cintai masih menghantui pikirannya.
"Kinan...Kinan...kamu benar-benar racun buat buat aku,karena kamu sudah meracuni pikiran dan hati aku dengan cinta kamu," gumam Zidan dengan senyum-senyum sendiri.
Begitu juga dengan EL yang masih terbayang saat dia jatuh menimpa tubuh Devano.
Tidak terasa senyumnya terbit dibibirnya,dan EL memegang dadanya.
"Astaga tuh cowok ganteng banget,walaupun agak sedikit nyebelin sih,tapi sudah membuat jantungku berdebar-debar ga jelas kaya gini," gumam EL.
EL senyum-senyum sendiri dan berguling-guling di kasurnya dengan malu-malu.
Keesokan harinya...
Kinan bangun dengan semangatnya,karena hari ini liburannya akan segera di mulai.Seperti biasa,mereka sarapan terlebih dahulu baru setelah itu mereka siap untuk mengelilingi kota Berlin.
"Siap untuk jalan-jalan!!" teriak Daffin.
"Siaaapp.." jawab ketiganya serempak.
Mereka beempat sungguh sangat menikmati liburannya kali ini,Daffin dan Mawar sedang asyik mesra-mesraan berdua,Devano dan Kinan lebih memilih berfoto-foto dan tidak mengganggu Daffin dan Mawar.
Tidak terasa waktu pun sudah gelap,tapi mereka berempat masih asyik dengan liburannya.
Saat ini mereka sedang berada di Sungar Rhiner yang terkenal di Jerman.
Disamping sungai sudah berjejer kursi-kursi untuk duduk dengan pemandangan Sungai Rhiner yang sangat indah.
Daffin dan Mawar masih sibuk dengan berfoto-foto ria,sementara Devano dan Kinan berada jauh didepan.
"Aku capek Dev,mana dingin lagi," Kinan duduk di salah satu kursi yang berada disana.
"Kamu mau kopi?aku beli kopi dulu ya," seru Devano.
"Ok,jangan lama-lama Dev," teriak Kinan.
Devano mengacungkan jempolnya,Kinan duduk duduk sendirian sembari mengusap-ngusap lengannya karena udaranya semakin dingin.
Sudah 15 menit,tapi Devano belum kembali juga dan Kinan mulai gelisah.
"Si Dave kemana sih,beli kopi aja lama banget," gerutu Kinan.
Tiba-tiba ada tangan yang menyodorkan kopi dari belakang Kinan.
Kinan langsung berdiri dan mengambil kopinya.
"Ya ampun Dev,kamu itu kemana aj------"
Ucapan Kinan terpotong saat Kinan menoleh ke belakang dan ternyata itu bukan Devano melainkan Zidan.
Kinan membulatkan matanya,dia sama sekali tidak bisa berkata apa-apa lagi lidahnya begitu kelu bahkan untuk menelan salivanya saja begitu susah buat Kinan.
"Hai,apakabar?" sapa Zidan dengan senyumannya.
Kinan bukannya menjawab,dia malah meneteskan air mata Kinan tidak menyangka kalau dia akan bertemu lagi dengan Zidan.
Cukup lama Kinan dan Zidan saling menatap satu sama lain,air mata Kinan semakin tak bisa di tahan lagi.Zidan dengan cepat menarik tubuh Kinan dan memeluknya dengan sangat erat.
"Aku sangat merindukanmu Kinan,sangat rindu," ucap Zidan.
Luruh sudah air mata Kinan,dia juga benar-benar sangat merindukan sosok Zidan.
"Aku juga sangat merindukanmu Kak," ucap Kinan lirih.
Zidan makin mengeratkan pelukannya,Zidan sangat rindu kepada pelukan Kinan dan Zidan pun mengecup berkali-kali pucuk kepala Kinan.
Zidan melepaskan pelukannya dan menatap wajah Kinan yang cantik,air mata masih mengalir dipipi Kinan walaupun saat ini Kinan sudah tersenyum.
"Apa kamu begitu merindukanku,sampai-sampai jauh-jauh menyusul aku ke Jerman?" goda Zidan.
"Isshh,percaya diri sekali anda Pak Dokter aku kesini karena ada undangan," seru Kinan dan kemudian duduk di kursi.
"Aku tahu,kamu ke pestanya Mr.Hilton kan?" tanya Zidan dengan mengusap air mata Kinan.
"Kok Kakak tahu?"
"Ya karena tadi malam aku juga datang ke Pesta itu,Justin puteranya Mr.Hilton itu teman lama ku," seru Zidan.
"Berarti tadi malam,Kakak ada di Pesta itu?"
"Iya,bahkan aku juga ngelihat kamu."
Kinan langsung memukul Zidan dengan bertubi-tubi.
"Ih nyebelin.."
"Iya,sudah ampun sakit Sayang."
"Idih,Sayang-sayang emang aku pacar Kakak apa?" goda Kinan.
"Lho emang kamu pacar aku kan?kapan kita putus?" Zidan tampak gelisah dengan ucapan Kinan.
__ADS_1
"Tiga bulan yang lalu," jawab Kinan tegas.
"Ya udah,aku tembak kamu lagi nih."
Zidan berjongkok di hadapan Kinan dan menggenggam kedua tangan Kinan.
"Malam ini aku nyatakan perasaan aku yang paling dalam dan Sungai Rhine ini yang menjadi saksinya,Kinan Aditya Gunawan maukah kamu jadi pemilik hatiku untuk selamanya?" seru Zidan.
Kina tampak terdiam sejenak hingga kemudian Kinan menggelengkan kepalanya.
"Maaf Kak,kayanya aku tidak bisa," jawab Kinan dengan beranjak dari duduknya dan berdiri membelakangi Zidan.
"Maksud kamu apa Kinan?kenapa kamu tidak bisa?apa kamu masih memikirkan perasaan Milka?" seru Zidan dengan sedikit meninggikan suaranya.
"Tidak Kak,aku sudah tidak memikirkan perasaan siapapun lagi tapi memang aku benar-benar tidak bisa," sahut Kinan dan membalikan badannya.
Terlihat Zidan begitu frustasi,dia tidak menyangka kalau Kinan akan menjawab hal yang tidak Zidan harapkan.
"Ya sudah,kalau begitu aku tidak akan mengganggu kamu lagi Kinan semoga kamu mendapatkan kebahagiaan kamu Kinan," ucap Zidan.
Zidan membalikan badannya berniat akan pulang dan meninggalkan Kinan,tapi disaat Zidan baru melangkahkan kakinya.
"Tunggu Kak,aku belum selesai ngomongnya apa Kakak tidak mau mendengarkan lanjutannya?" tanya Kinan.
"Tidak Kinan terima kasih,penolakan kamu sudah cukup menjawab semuanya."
Zidan terus melangkahkan kakinya dengan gintai tanpa menoleh lagi ke belakang.
"Siapa yang menolak Kakak?" teriak Kinan dan berhasil menghentikan kembali langkah Zidan.
Zidan pun langsung membalikan badannya dan dengan cepat menghampiri Kinan.
"Maksud kamu apa Kinan?aku ga ngerti."
"Makannya kalau orang ngomong itu dengerin dulu sampai selesai jangan main ngambek aja,dengerin ya baik-baik karena aku tidak akan mengulanginya lagi," seru Kinan.
Zidan pun menganggukkan kepalanya dan menatap Kinan dengan penuh penasaran,kemudian Kinan menarik nafasnya dan menghembuskannya secara perlahan.
"Aku memang tidak bisa,,tidak bisa-----menolak cinta Kakak lagi," seru Kinan dengan senyumannya.
"Hah..apa,barusan kamu ngomong apa?"
"Iya,aku tidak bisa menolak cinta Kakak karena hati dan perasaan aku hanya untuk Kakak seorang tidak ada yang lain," jawab Kinan.
Zidan begitu terkejut dan dengan senangnya Zidan mengangkat tubuh Kinan dan membawanya berputar-putar.
Sehingga semua orang yang ada disana melihat ke arah Kinan dan Zidan serta tanpa di duga mereka memberikan tepuk tangan untuk Kinan dan Zidan.
Daffin dan Mawar pun yang melihat kebahagiaan mereka ikut bahagia juga.
"Akhirnya kamu menemukan kebahagiaan kamu juga Kinan," gumam Daffin.
"Aku senang melihat mereka bersatu lagi Mas," sahut Mawar.
"Iya,Mas juga sangat bahagia karena kebahagiaan Kinan itu sama dengan kebahagiaan Mas juga," Daffin memeluk Mawar dengan eratnya.
Zidan menurunkan Kinan,sesaat mereka saling pandang dan tersenyum hingga akhirnya Zidan mencium bibir Kinan tanpa malu lagi.
Sementara itu EL dan Kimi yang sedang berada disana juga terlihat menghentikan langkahnya.
"Tuh kan benar apa kata aku,orang tampan kaya dia ga mungkin kalau ga punya pacar mana ceweknya cantik banget lagi,cocoklah sama dia," sahut EL.
"Terus aku bagaimana EL?" tanya Kimi dengan cemberut.
"Bagaimana apa maksudnya?emang selama ini pria itu ngelirik kamu,jangan kepedean deh jadi cewek," sergah EL.
EL berjalan mundur dengan sesekali meledek Kimi yang cemberut karena patah hati oleh Zidan yang sama sekali mereka tidak saling kenal.
Dan bersamaan Devano berjalan ke arah EL dengan satu tangannya memegang kopi dan satu tangannya lagi sedang memainkan Ponselnya sehingga tidak melihat EL yang sedang berjalan mundur.
"EL,awas.." teriak Kimi.
Dan bruggghhh....
EL menabrak Devano kembali dan kopi yang di tangannya tumpah ke bajunya.Sementara EL terjatuh ke tanah,Kimi malah melongo melihat ke arah Devano.
"Astaga..kamu lagi,kamu lagi kenapa sih kamu demen banget nabrak aku?kamu lagi cari perhatian ya sama aku?" seru Devano yang tampak kesal.
EL cepat-cepat bangun dan berdiri dihadapan Devano.
"Hei Tuan Narsis,jaga ya ucapan anda siapa yang mencari perhatian anda?andanya saja yang berjalan tidak fokus sambil melihat Ponsel," bentak EL.
"Apa kamu bilang,aku tidak fokus?kamu tuh yang jalannya kaya undur-undur,kalau jalan itu mata dan badan menghadap ke depan bukannya mundur seperti itu,memangnya pantat kamu ada matanya ya?" celetuk Devano.
EL membulatkan matanya mendengar perkataan Devano,dengan cepat EL menumpahkan kopi yang ada di tangannya ke baju Devano.
"Dasar cowok nyebelin,wleeekkk," EL menjulurkan lidahnya dan menarik tangan Kimi dan pergi meninggalkan Devano yang tampak geram.
"Dasar cewek Bar-bar," teriak Devano tapi EL tidak mendengarnya karena sudah jauh.
****
Kinan dan Zidan melepaskan pungutannya,dan mereka berdua saling menempelkan kening satu sama lain.
"I love you,Bos cantik pujaan hatiku."
"I love you too,Pak Dokter pencuri hatiku."
Mereka berdua kembali berpelukan satu sama lain,seolah mereka tidak ingin terpisahkan lagi.
Devano datang dengan wajah yang cemberut menghampiri Kinan dan Zidan.
"Hei,udahan kali kangen-kangenannya bikin iri saja," celetuk Devano.
"Iya,bikin kita iri saja kalian benar-benar pasangan yang so sweet," sahut Mawar yang ikut menghampiri mereka.
Kinan dan Zidan hanya tersenyum...
"Hei,kamu kenapa Dev cemberut kaya gitu?kaya cewek yang lagi PMS aja cemberut begitu," ledek Daffin.
"Lihat nih,baju aku kotor ditumpahi kopi sama cewek Bar-bar itu," seru Devano.
"Cewek Bar-bar.." ucap semuanya bersamaan seolah meminta penjelasan dari Devano.
"Iya,cewek Bar-bar yang kemarin malam di pesta dia nabrak aku dan numpahi minuman juga," jelas Devano.
"Oh,wanita cantik yang nginjak gaunnya dan jatuh menimpa kamu?" tanya Kinan.
__ADS_1
"Apaan wanita cantik,orang tuh cewek kelakuannya Bar-bar banget."
"Jangan gitu Dev,nanti kalau kamu balik suka sama cewek itu baru tahu rasa lho," sahut Zidan.
"Idih ogah,mudah-mudahan saja aku ga bakalan ketemu lagi sama tuh cewek," seru Devano.
"Tapi firasat aku mengatakan kalau kamu bakalan sering ketemu deh sama cewek itu,dan kayanya kamu bakalan berjodoh sama tuh cewek..ciee..ciee Devano bakalan dapat jodoh," goda Kinan dengan mencolek dagu Devano.
"Apaan sih Nan,ga lucu tahu ga."
Devano kemudian pergi meninggalkan semuanya,mereka hanya tertawa melihat kelakuan Devano.
"Idih,dasar cowok ngambekan," cibir Kinan.
"Udah Sayang,kamu jangan godain Dev mulu kasihan dia," sahut Zidan dengan memeluk Kinan.
"Kinan,kamu mau pulang barenga siapa?mau sama kita atau sama Zidan?" tanya Daffin.
"Nanti biar aku yang nganterin Kinan pulang," sahut Zidan.
"Ya sudah kalau begitu kita pulang duluan,kasihan tuh si Dev.Zidan tolong kamu jagain Kinan,dan pulangnya jangan malam-malam banget," seru Daffin.
"Siap Fin."
"Kita pulang duluan ya Kinan,bye," seru Mawar.
Kinan dan Zidan pun melambaikan tangannya,setelah mereka pergi Zidan mengajak Kinan jalan-jalan dulu sebentar sebelum mereka pulang.
Sementara itu di Apartemen EL dan Kimi baru saja sampai,EL menjatuhkan tubuhnya di atas kasur.
"EL,jadi itu cowok yang waktu itu kopinya kamu ambil?" tanya Kimi.
"Iya."
"Ya ampun EL,ganteng banget itu mah 11-12 sama pria tetangga kita itu."
"Ganteng sih ganteng,cuman dia itu nyebelinnya minta ampun."
"Jangan benci-benci,nanti malah balik cinta lho," goda Kimi.
"Idih,ogah banget berjodoh sama cowok kaya gitu."
"Ya sudah kalau kamu ga mau,biar aku aja yang deketin dia," goda Kimi.
"Ya deketin aja kalau mau," sahut EL dengan cemberut,karena ada perasaan tidak rela kalau Kimi mendekati pria itu.
Kimi yang melihat ekspresi wajah EL yang seperti itu,hanya bisa menahan tawanya karena Kimi tahu kalau EL mulai ada rasa sama pria itu.
Setelah puas jalan-jalan,Zidan mengantarkan Kinan pulang ke Hotel.
"Kamu kapan kembali ke Indonesia?" tanya Zidan.
"Masih ada 4 hari lagi aku berada disini,kenapa emangnya?"
"Aku akan membuatmu bahagia selama 4 hari kedepan,sehingga kamu ga bakalan bisa melupakannya," jawab Zidan.
Kinan hanya tersenyum,dia terus saja menguap karena sudah lelah dan capek dari pagi sampai tengah malam begini berkeliaran menyusuri setiap tempat di kota Berlin ini.
Dan benar saja,tidak membutuhkan waktu lama Kinan sudah terlelap di dalam mobil Zidan.
Zidan yang selama perjalanan menggenggam tangan Kinan segera menoleh saat genggaman Kinan mulai melemah,Zidan tersenyum dan mengelus pipi Kinan.
"Kamu capek ya Sayang."
Untung sebelum Kinan tidur,sudah memberitahukan alamat Hotel dan No kamar yang di tempatinya.
Sesampainya di Hotel,Zidan menggemdong tubuh Kinan karena saking capeknya Kinan sama sekali tidak terganggu,hingga sampai di depan kamar Kinan,Zidan mengetuk pintu dan tidak lama kemudian Mawar membukakan pintunya.
"Dr.Zidan,Kinan kenapa?" tanya Mawar.
"Tidak apa-apa,dia cuma tertidur mungkin capek."
"Oh ya sudah ayo masuk."
Zidan pun membaringkan tubuh Kinan di atas ranjang,kemudian membukakan sepatu yang Kinan pakai terakhir Zidan menyelimuti Kinan dan mencium kening Kinan sebelum pergi.
"Suster Mawar,tolong jagain Kinan aku ya," seru Zidan.
"Siap Dokter."
"Kalau begitu,aku pulang dulu ya."
Mawar menganggukan kepalanya dan mengantar Zidan sampai ke depan pintu.
"Hati-hati Pak Dokter."
"Ok."
Zidan pun pergi meninggalkan Hotel dengan hati yang sangat bahagia karena akhirnya dia dan Kinan bisa bersatu lagi,Zidan berjanji pada dirinya sendiri kalau kali ini dia tidak akan melepaskan Kinan lagi apapun keadaannya.
π·
π·
π·
π·
π·
Apakabar semuanya,Author sampai senyum-senyum sendiri menulis part ini apa kalian sama seperti Author??π€π€
Bagi yang ingin tahu kelanjutannya,ayo dong dukungannya like dan vote sebanyak-banyaknyaππππ
Karena menulis itu butuh tenaga dan semangat,dan like dan vote dari kalian itu merupakan tenaga dan semangat buat Authorππ
Jangan lupa
like
vote n
komen
TERIMA KASIH
LOVE YOU πππ
__ADS_1