
π·
π·
π·
π·
π·
4 bulan kemudian.....
Waktu berjalan dengan cepat,4 bulan sudah EL menjalani pernikahan yang tidak didasari dengan cinta dan selama itu juga EL berhasil mempertahankan mahkotanya.
EL selalu beralasan entah itu menstrulasi,sakit,ga enak badan,pura-pura tidur,semua EL lakukan supaya Vicky tidak merenggut kesuciannya.
Bahkan saat ini EL begitu jijik melihat Vicky,Vicky setiap malam selalu membawa j****gnya dan Vicky mengira EL tidak mengetahuinya.
EL sempat juga mengambil video Vicky dengan j****g-j****gnya saat melakukan hubungan yang menjijikan itu untuk berjaga-jaga kalau Vicky macam-macam EL mempunyai senjata.
Disisi lain,dengan semangat yang membara akhirnya dalam waktu 4 bulan Dev sudah bisa berjalan kembali sungguh luar biasa semangat Dev benar-benar pantas diacungi jempol.
Saat ini seluruh keluarga sedang merayakan Dev bisa berjalan kembali,Restoran Satria menjadi tempat mereka berkumpul.
Billy dan Misell ternyata sudah membuat janji untuk menjalin hubungan,Misell meneriman Billy apa adanya walaupun Misell belum mempunyai pengalaman mengurus anak tapi Misell sangat telaten mengurus milly.
Misell sangat menyayangi Milly begitu pun dengan Milly yang sangat bahagia karena mempunyai wanita yang selama ini Milly rindukan.
Sementara Satria dan Lana sudah mulai dekat,selama 4 bulan ini Satria yang selalu menemani Dev menjalani terapi dan Lana yang menjadi Dokter pendampingnya.
Maka dari itu karena sering bertemu setiap hari akhirnya mereka pun mulai saling dekat dan sekarang sudah makin dekat.
Seperti saat ini semuanya sedang berkumpul,Milly sangat nempel sekali kepada Misell sehingga membuat semuanya senang,sementara Lovely terus saja ngintilin Kinan apalagi sudah lama mereka tidak bertemu membuat Lovely tidak mau lepas dari Kinan.
Baby Zein jangan ditanya,dia menjadi bola bergilir semua orang berebut ingin menggendong Baby Zein dan saat ini Baby Zein sedang berada dipangkuan Dev.
"Dev,apa rencana kamu selanjutnya?" tanya Kinan.
"Minggu depan aku mau berangkat ke Belanda Nan,aku mau ngurus Perusahaanku yang ada disana maaf ya karena aku tidak bisa bantuin kamu lagi," seru Dev.
"Tidak apa-apa Dev,kamu punya tanggung jawab baru sekarang semoga kamu bahagia dan mendapatkan jodoh disana," seru Kinan.
"Amiiiiiiiinnnn...." teriak semuanya bersamaan sehingga membuat Kinan dan Dev tertawa.
Kinan dan Zidan saat ini sedang duduk berdua dipojokan,Kinan menyandarkan kepalany kedada bidang milik Zidan.Mereka sedang memperhatikan seluruh keluarganya tampak bahagia.
"Sayang,aku bahagia banget deh mempunyai keluarga lengkap sekarang," seru Kinan.
"Iya,aku juga sangat bahagia setelah perjalanan cinta kita yang penuh dengan lika-liku akhirnya aku bisa mendapatkan kamu dan sekarang sudah hadir Zein juga aku adalah laki-laki yang paling beruntung didunia ini mempunyai istri yang cantik dan Baby yang sangat pintar dan menggemaskan," sahut Zidan dan mengecup kepala Kinan berulang-ulang.
"Terima kasih Kak,sudah membuat kehidupanku menjadi lebih berwarna," Kinan mengeratkan pelukannya.
"Sayang,Zein sudah besar kayanya Zein butuh teman deh bagaimana kalau kita buat Adik buat Zein," seru Zidan dengan menaik turunkan alisnya.
"Ya ampun Kak,tiap hari juga ga pernah absen buat Adik kamu mah selalu semangat kalau menyangkut kaya gituan," ledek Kinan.
"Jelas dong."
Hari demi hari mereka jalani dengan kebahagiaan tidak ada lagi kesedihan yang menghampiri mereka,semuanya larut dalam kebahagiaan mereka masing-masing.
Berbeda dengan Dev,yang masih merasakan bimbang dihatinya.Sudah 4 bulan berlalu tapi tidak pernah satu hari pun Dev melupakan sosok EL wanita yang sampai saat ini masih menjadi Ratu dihatinya.
Tidak tahu kenapa cinta Dev terhadap EL bukannya berkurang malah makin hari makin besar entah apa yang melatar belakangi perasaan Dev sehingga sampai seperti itu.
***
Malam pun tiba,Dev sedang berdiri didepan balkon kamarnya.Dev menatap langit yang terlihat mendung malam ini seperti hatinya.
Hatinya terasa begitu hampa,kosong,dan tak berpenghuni.Apa Dev sanggup menjalani cinta lagi sementara dihatinya masih terukir nama EL.
Sementara itu disebuah Apartemen mewah,EL juga sama seperti Dev dia berdiri dibalkon kamarnya.
"Kak Dev,aku sangat merindukanmu apa kamu juga merindukanku?aku sangat senang karena kamu sudah bisa berjalan lagi,maafkan aku yang tidak ada disampingmu disaat masa-masa sulitmu," gumam EL dengan deraian air mata.
Tiba-tiba pintu kamar terbuka dengan kerasnya membuat EL terperanjat karena kaget,dan yang lebih membuat EL kaget lagi ternyata yang datang itu Vicky.
EL benar-benar terkejut karena Vicky pulang dengan keadaan mabuk berat,perlahan Vicky menghampiri EL dan EL pun mulai mundur sedikit demi sedikit.
Vicky tersenyum menyeringai,EL mulai ketakutan tubuhnya mulai bergetar.
"Mau apa kamu Vicky?" bentak EL.
"Sudah cukup kamu menghindar dariku EL,kali ini kamu tidak bisa menghindar lagi dan malam ini aku sangat menginginkanmu," seru Vicky.
"Tidak Vicky jangan lakukan itu,aku tidak mau," bentak EL.
"Kenapa?kamu itu sudah sah menjadi istriku jadi aku bebas ngelakuin apapun."
EL mencoba melarikan diri,tapi dengan sigap Vicky menangkap tubuh EL dan melempar tubuh EL keatas kasur.
__ADS_1
Vicky mulai melepaskan pakaiannya,EL sudah ketakutan air matanya tidak henti-hentinya mengalir dipipinya.
"Aku mohon Vicky jangan lakukan itu,aku mohon," rengek EL.
Vicky bukannya kasihan malah semakin beringas karena akibat pengaruh alkohol,Vicky mulai mendekati EL.
"Jangan Vicky aku mohon."
Vicky tampaknya sudah diselimuti dengan nafsu dia tidak menghiraukan lagi tangisan dan rengekan EL,dia terus saja memaksa EL bahkan baju EL pun dia robek.
EL terus saja berontak tetapi tenaganya kalah oleh Vicky,akhirnya luruh sudah air mata EL kali ini EL tidak bisa mempertahankan mahkotanya lagi.
"Maafkan aku Kak Dev," lirih EL dengan deraian air matanya.
Seakan sudah terikat satu sama lain,Dev yang masih berdiri dibalkon kamarnya sembari memegang gelas kopi ditangannya tiba-tiba jatuh tanpa alasana yang jelas.
"Astaga,kok bisa jatuh sih," gumam Dev.
Dev mulai membersihkan pecahan gelas itu tapi pecahannya mengenai jarinya sehingga jarinya mengeluarkan darah.
"Kok aneh,jari aku yang terluka tapi kenapa hati aku yang sakit,ya ampun kenapa sakit banget hati aku,EL apa yang terjadi?" gumam Dev.
Setelah puas,Vicky menjatuhkan tubuhnya kesamping EL dan tidak butuh waktu lama Vicky langsung terlelap.
Sedangkan EL tangisannya sungguh memilukan,perlahan dia bangun dan dia mulai memunguti baju-bajunya yang berserakan dilantai.
Dengan berjalan secara tertatih-tatih,EL memakai bajunya dan masuk kedalam kamar mandi dan menguncinya.
EL menyalakan shower dan duduk dibawah shower,EL menangis sejadi-jadinya meratapi nasibnya yang sangat menyedihkan,sekarang EL tidak mungkin lagi mengharapkan untuk kembali kepada Dev.
Jangankan Dev,dirinya sendiri saja merasa jijik.EL terus saja menangis dibawah kucuran shower tanpa memikirkan rasa dingin yang menerjangnya.
***
Keesokan harinya...
Vicky mulai menggerakan tubuhnya,kepalanya terasa pusing Vicky mendudukan dirinya dan mulai mengumpulkan kesadarannya.
Vicky melihay kearah dirinya sendiri dan dia sedikit terkejut.
"Sial,kenapa aku ga pakai pakaian kaya gini?ga mungkinkan aku habis bersenang-senang dengan seorang j****g aku lupa memakai pakaianku," gumam Vicky sembari memegang kepalanya yang terasa masih pusing.
Disela-sela Vicky memijat keningnya,sekelebat bayangan tentang kejadian tadi malam muncul dibenaknya.
Seketika Vicky melototkan matanya,Vicky langsung menoleh kesamping tempat tidurnya dan tidak ada EL disana,Vicky hanya melihat noda darah disepreinya.
"Astaga EL," seketika Vicky panik.
Tidak lama kemudian Vicky mendengar suara air dari shower dikamar mandinya.
Tok..tok..tok..
"EL,apa kamu ada didalam?" teriak Vicky.
Tidak ada jawaban sama sekali,Vicky kembali menggedor pintu kamar mandi dan memanggil EL tapi masih tetap tidak ada jawaban.
Terpaksa Vicky harus mendobrak pintu kamar mandi itu.
"Aku dobrak ya!" seru Vicky.
Butuh tenaga extra untuk bisa mendobrak pintu itu,hingga akhirnya dobrakan ketiga pintu berhasil terbuka.
Betapa terkejutnya Vicky melihat keadaan EL,EL terbaring tak sadarkan diri dibawah kucuran shower dengan bersimbah darah,tadi malam EL berniat memotong urat nadinya berharap dia akan mati.
Vicky memeriksanya dan ternyata EL masih bernafas walaupun lemah,Vicky cepat-cepat mengambil selimut dan membalutnya ketubuh EL yang sudah sangat dingin.
Vicky segera membawa EL ke Rumah Sakit,sesampainya di Rumah Sakit bersamaan dengan Zidan yang baru sampai di Rumah Sakit.
"Bukannya itu EL?" gumam Zidan.
Zidan segera menghampiri para Suster yang sedang mendorong blankar EL.
"Tunggu.." seru Zidan.
"Astagfirullah,kenapa wajah EL sampai kebiruan seperti itu?" seru Zidan yang sangat terkejut dengan keadaan EL.
"Maaf Dokter,sepertinya pasien semalaman diguyur air terus pasien juga sepertinya mencoba bunuh diri soalnya ada luka sayatan dipergelangan tangannya," ucap Suster.
"Cepat tangani pasien itu," perintah Zidan.
Zidan menoleh kearah Vicky dan dengan cepat mengangkat kerah baju Vicky.
"Apa yang sudah kamu lakukan sama EL?" tanya Zidan dengan geramnya.
"Siapa kamu?"
"Akh bilang,apa yang sudah kamu lakukan sama EL?" bentak Zidan.
"Bukan urusanmu," Vicky menghempaskan tangan Zidan dan berlari menyusul EL.
__ADS_1
"Kurang ajar,sepertinya EL menderita hidup dengannya," gumam Zidan.
Sedangkan dikediaman Dev,Dev tampak duduk dibawah kasurnya jujur setelah kejadian gelas pecah Dev tidak bisa tidur pikirannya dipenuhi kekhawatiran terhadap EL.
"Ada apa dengan EL?" batin Dev.
Orang tua EL dan Orang tua Vicky cepat-cepat datang ke Rumah Sakit setelah mendapatkan kabar dari Vicky.
Mamah EL menangis,dia begitu sangat khawatir dia tahu benar apa yang sedang dialami anaknya itu.
Tidak lama kemudian,Dokter pun keluar dari ruangan pemeriksaan.
"Bagaimana Dok,keadaan anak saya?" tanya Mamahnya EL.
"Anak ibu kelamaan berada dibawah air tubuhnya sampai kebiruan seperti itu ditambah anak ibu juga sepertinya mencoba bunuh diri karena terdapat sayatan di pergelangan tangannya untuk sayatannya tidak terlalu dalam sehingga tidak terlalu membahayakan nyawanya,kalau begitu saya permisi dulu," jelas Dokter.
Mamah EL menutup mulutnya dan meneteskan air matanya,sungguh sakit hati seorang ibu mendengar anak satu-satunya itu mempunyai pemikiran untuk bunuh diri.
Selama ini EL adalah anak yang kuat dan penurut,dia tidak pernah melakukan hal yang aneh-aneh tapi kali ini hati dan perasaan anaknya itu benar-benar sudah tertekan.
Dengan emosi dan amarah yang memuncak Mamah EL menarik kerah baju suaminya.
"Sekarang EL sudah berada di Rumah Sakit,apa Papah sudah puas sekarang?Papah tega mengorbankan kebahagiaan EL demi ambisi Papah yang tidak berguna itu,sekarang dengan rasa hormat saya,saya mau anak saya dan anak Nyonya serta Tuan Austin bercerai," ucap Mamahnya EL.
"Maksudnya apa ini?" tanya Papihnya Vicky.
"Sejak awal,EL memang terpaksa menerima perjodohan ini karena EL sudah mempunyai calon suami bahkan mereka sudah mau menikah tapi karena menjelang pernikahan calon suaminya kecelakaan dan mengalami lumpuh,suami saya memutuskan untuk menjodohkan EL dengan putera Tuan karena tidak mau menanggung malu," jelas Mamah EL.
"Apa?Ok kalau begitu kami akan segera mengurusnya,Mih,Vicky ayo kita pergi dari sini," seru Papihnya Vicky.
Mamih dan Papihnya Vicky pun pergi dengan rasa kecewa,Vicky sempat melamun.
"Mah,Pah maafkan Vicky ini semua kesalahan Vicky," ucap Vicky dan perlahan meninggalkan Rumah Sakit.
Papah EL tidak bisa berkata apa-apa lagi,dia hanya mampu menundukkan kepalanya,Mamah EL segera masuk kedalam ruangan rawat EL.
Sementara itu Zidan menghubungi Kinan dan menceritakan semuanya tentang EL yang dibawa ke Rumah Sakit.
"Ya Alloh Kak,kasihan EL pasti dia sangat menderita dengan pernikahannya," seru Kinan.
"Iya,Papahnya sungguh tega mengorbankan anaknya hanya karena demi harta."
"Kak,aku mohon Dev jangan sampai tahu biarkan dia pergi dulu untuk sementara waktu dari sini,biarkan Dev menenangkan dirinya dulu kasihan Dev dia juga berhak bahagia," sahut Kinan.
"Iya,aku juga berpikiran seperti itu biarlah masa lalu menjadi kenangan buat Dev karena aku yakin kalau nantinya Dev dan EL memang berjodoh mereka pasti akan bertemu kembali seperti kita dulu walau berpisah cukup lama,kalau memang kita berjodoh akhirnya kita bertemu kembali dan malahan sekarang kita hidup bahagia," jelas Zidan.
"Iya Kakak benar,mudah-mudahan Dev juga nantinya mendapatkan kebahagiaan seperti kita."
"Amin,y sudah Sayang aku harus kembali bekerja kamu jangan lupa makan nanti sore aku jemput jangan dulu pulang sebelum aku jemput," cerocos Zidan.
"Iya Pak Dokter yang posesif."
"Ya udah,bye I Love You."
"I Love You Too.."
Kinan menyimpan Ponselnya,dia tampak menghela nafas panjang.
"Semoga Dev menemukan kebahagiaannya," gumam Kinan.
Kembali ke Rumah Sakit...
EL saat ini sedang terbaring dan belum juga sadarkan diri,Mamah EL hanya bisa menangis tak henti-hentinya sedangkan Papahnya EL diam seribu bahasa tidak tahu apa yang harus dia bicarakan.
Memang benar kata pepatah penyesalan selalu datang diakhir dan penyesalan itu sekarang menimpa Tuan Agatha.
π·
π·
π·
π·
π·
Hallo semuanya apakabar,maaf baru bisa up akhir-akhir ini Author sedang sibuk didunia nyataππ
Jangan bosen-bosen ya menunggu kelanjutannya karena ini adalah bab detik-detik menuju tamatπ€π€
Jangan lupa terus dukung dan selalu tinggalkan jejak like,komen,dan vote sebanyak-banyaknyaππππ
Jangan lupa
like
vote n
komen
__ADS_1
TERIMA KASIH
LOVE YOUπππ