
π·
π·
π·
π·
π·
Zidan mulai memindahkan makanan yang di bawa Devano ke dalam piring.
"Kak,biar aku aja kan sakit perut bukan tangan," ucap Kinan.
"Gapapa,aku suapin kamu ayo buka mulutnya!!" seru Zidan.
Kemudian Kinan pun membuka mulutnya dengan ragu-ragu.
"Oh iya,Kakak ngapain ada disini?" tanya Kinan.
"Ah itu,,aku hanya liburan saja sudah lama tidak liburan jenuh juga dengan pekerjaan," jawab Zidan.
"Terus Milka bagaimana?"
"Tenang saja,ada Dr.Billy kok yang menangani Milka."
Kinan tiba-tiba mengambil sendok dan menyuapi Zidan.
"Jangan aku aja yang makan,tapi Kakak juga harus makan," seru Kinan.
"Ciee..ciee...yang main suap-suapan so sweet banget sih," ledek Devano.
"Apaan sih Dev!!oh iya,makasih ya Dev sudah beliin aku makanan kamu memamg the bestlah pokonya," ucap Kinan.
"Sama-sama,pokoknya aku akan selalu memprioritaskan kamu Nan," seru Devano.
Ucapan Devano barusan membuat Zidan sedikit kaget sedekat apa Kinan dan Devano membuat Zidan berpikir keras.
"Kayanya aku ngantuk deh,kalau kalian masih mau ngobrol silahkan aku tinggal ke kamar dulu," Kinan pun melangkah menuju kamarnya,sementara Devano dan Zidan masih duduk di ruang tamu.
"Hmm..kayanya kamu dekat banget ya sama Kinan," Zidan memulai pembicaraannya.
"Kenapa kamu cemburu Bang?" tanya Devano.
"Sedikit.."
"Sedikit apa banyak?" Devano menggoda Zidan.
"Dulu Orang tua kita itu sahabatan,dan aku sama Kinan merupakan teman sejak kecil kita tumbuh sama-sama,di besarkan sama-sama jadi wajarlah kalau kita dekat tapi Abang tenang saja kedekatan aku sama Kinan itu hanya sebagai teman,sahabat,dan saudara ga lebih jadi Bang Zidan ga usah cemburu," Devano menepuk pundak Zidan.
"Oh gitu ya!!"
"Oh iya,maaf nih aku panggil Abang," ucap Devano.
"Tidak apa-apa."
"Apa Abang menyukai Kinan?" tanya Devano yang membuat Zidan seketika gugup.
"Siapa yang tidak menyukai Kinan Dev,sudah cantik,pinter lagi," jawab Zidan.
"Kalau suka cepatan ungkapin entar keduluan sama orang lain banyak lho yang ngantri buat Kinan,bahkan Pak Fabian juga menyukai Kinan," sahut Devano.
"Iya Dev,secepatnya..."
Mereka pun akhirnya berbincang-bincang ringan di kamar Hotel Kinan,dan setelah puas ngobrol mereka pun kembali ke kamar masing-masing.
Sementara itu,Milka yang merasa aneh karena Dr.Zidan tiba-tiba mengambil cutinya padahal selama ini Dr.Zidan tidak pernah ambil cuti.
Milka mengotak-ngatik Ponselnya dan mencoba menghubungi seseorang.
"Hallo Aunty.."
".........."
"Milka baik-baik saja kok,Aunty Kak Kinan mana?Milka mau ngomong dong," ucap Milka.
".........."
Seketika Milka sangat marah mendengar jawaban dari Aunty Echa kalau Kinan sedang berada di Bali.
"Oh kalau begitu sudah dulu ya Aunty,Milka mau istirahat dulu."
Milka pun mrngakhiri sambungan telponnya dengan Aunty Echa.
Milka membanting Ponselnya ke atas kasurnya.
"Benarkan dugaan aku,kalau Dr.Zidan itu pasti sedang liburan bersama Kak Kinan,sialan..."
Milka terus saja memukul-mukul bantal yang ada di hadapannya,perasaannya sangat marah kali ini.Tiba-tiba air matanya menetes ke pipinya.
Keesokan harinya....
Seperti biasa,Fabian,Hana,dan Devano sedang menunggu Kinan di Restoran Hotel untuk sarapan bersama.
Disaat Kinan keluar dari kamarnya,Zidan sudah berdiri di depan pintu kamar Kinan dengan membawa beberapa makanan untuk sarapan.
"Kak Zidan,ngapain disini?" tanya Kinan.
"Mau ngajak sarapan bareng,ngomong-ngomong boleh masuk ga?pegel nih kaki dari tadi berdiri terus," jawab Zidan.
"Oh iya,silahkan."
Zidan pun langsung masuk ke kamar Kinan dan membawa semua sarapan masuk.
"Bentar ya,kalau gitu aku hubungi Devano dulu takutnya mereka nungguin aku," seru Kinan.
Kinan pun langsung mencari kontak Devano dan menelponnya,setelah panggilan di akhiri Kinan menghampiri Zidan dan duduk di samping Zidan.
"Ya ampun Kak,banyak banget makanannya emang bakalan habis?" Kinan sangat kaget dengan menu sarapan yang Zidan bawa.
"Ya harus habislah,apalagi kamu harus banyak makan," jawab Zidan.
__ADS_1
"Tapi kak...." ucapan Kinan terhenti saat satu sendok salad buah meluncur kemulut Kinan.
"Jangan banyak ngebantah,makan aja yang banyak," ucap Zidan yang cengengesan melihat mulut Kinan penuh dengan makanan sehingga Kinan tidak bisa ngomong.
Kinan dan Zidan pun sarapan dengan canda tawa yang mereka buat sendiri.Perlahan tapi pasti,Kinan mulai dekat dengan Zidan.
"Ternyata aku baru tahu,kalau Pak Dokter ini bisa bercanda juga," celetuk Kinan.
"Ya bisalah."
"Kirain Kakak ini kaku ga bisa bercanda,karena pas pertama bertemu Kakak ini dingin banget," ucap Kinan yang hanya di balas senyuman oleh Zidan.
Sementara itu Fabian,Hana,dan Devano sarapan dengan hening.Fabian tiba-tiba berubah menjadi sangat dingin,setelah mendengar kalau Kinan sarapan bersama Zidan.
"Dev,cepat hubungi Kinan agar segera turun kita harus cepat-cepatbke proyek," seru Fabian dingin.
Devano pun mengirim pesan kepada Kinan supaya cepat-cepat turunbke bawah.
Kinan yang sudah selesai sarapan,dan melihat ada pesan yang masuk.
"Aduh Kak,maaf aku harus segera pergi ke Proyek pembangunan Hotel," ucap Kinan.
"Ya sudah,terima kasih sudah mau menemani aku sarapan," seru Zidan.
"Sama-sama."
Kinan dan Zidan pun keluar dari kamar Hotel Kinan,disaat Kinan hendak melangkah menuju lift,Zidan menarik tangan Kinan.
"Tunggu Kinan."
"Ada apa Kak?"
"Hmm..nanti malam ada acara ga?"
"Kayanya ga ada deh,kenapa emangnya?" tanya Kinan.
"Aku mau ngajak kamu makan malam,itu juga kalau kamu mau," sahut Zidan.
Kinan tersenyum dan mengangguk..
"Ok..nanti malam aku tunggu." Kinan melambaikan tangannya dan memasuki lift.
Betapa bahagianya Zidan hingga tanpa sadar Zidan melompat-lompat kegirangan,untung saat itu tidak ada orang yang melihat.
Di Proyek,Fabian tidak bicara sedikit pun kepada Kinan dia sangat cemburu melihat Kinan dekat dengan Zidan.Padahal dulu saat dengan Bunga,Fabian hanya menuruti hawa nafsunya tapi kali ini dia merasakan hal yang berbeda dengan Kinan.
Hanya dengan Kinan,Fabian benar-benar merasakan jatuh cinta.Sampai-sampai dia rela melakukan apa saja demi mendapatkan hati Kinan walaupun taruhannya dia harus bermusuhan dengan Adiknya sendiri.
Malampun tiba...
Kinan sedang menunggu Zidan menjemputnya,malam ini Kinan tampak cantik dengan Gaun hitam brokatnya.Kinan duduk di sofa dengan menggerak-gerakan kakinya pertanda saat ini Kinan sedang gugup.
Tidak lama kemudian pintu kamar Hotelnya pun ada yang mengetuk,jantung Kinan makin tak terkendali bahkan tangannya pun sudah dingin.
Perlahan Kinan melangkah ke arah pintu,di balik pintu Kinan terlihat menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya secara perlahan.
Kinan membuka pintunya,dan betapa terkejutnya Kinan saat melihat siapa yang ada di depan pintu sana.
Fabian terus menatap ke arah Kinan yang sekarang sudah berpenampilan sangat cantik dan membuat Fabian pangling.
"Kamu mau kemana?" tanya Fabian.
"Hmm anu...anu...aku mau makan malam Pak," jawab Kinan.
"Sama siapa?sama Zidan?" tanya Fabian lagi.
"I..iya Pak."
"Lho,emangnya dia ga ngasih tahu kamu kalau 1 jam yang lalu dia sudah kembali ke Jakarta," ucap Fabian.
"Apa...kenapa dia ga ngsih tahu aku kalau dia mau kembali ke Jakarta," sahut Kinan yang matanya sudah mulai berkaca-kaca.
"Mana aku tahu,tapi yang jelas Zidan begitu tega ya ninggalin kamu dan kembali lagi ke Jakarta tanpa memberi tahu kamu sebelumnya," jelas Fabian.
"Maaf Pak Fabian,aku mau istirahat," Kinan menutup pintunya dan kembali masuk ke dalam.
Kinan melempar tasnya ke atas kasur,dan akhirnya luruh sudah air mata yang dari tadi dia tahan.
"Kamu jahat Kak,kenapa kamu kembali ke Jakarta tanpa memberitahu aku," Kinan menangis sejadi-jadinya.
Flash back...
1 jam yang lalu,Zidan sudah tidak sabar kalau dia ingin bertemu dengan Kinan dan Zidan juga berencana akan mengungkapkan perasaannya kepada Kinan malam ini juga.
Disaat Zidan sedang siap-siap memakai baju,tiba-tiba Ponselnya berbunyi dan tertera nama Dr.Billy di layar Ponsel Zidan.
Zidan tampak mengerutkan keningnya,tumben Dr.Billy menghubunginya.
"Hallo..." sapa Zidan.
Zidan begitu terkejut mendengar penjelasan Dr.Billy.
"Ok,aku segera kembali ke Jakarta," ucap Zidan dan menutup Ponselnya.
Dengan cepat Zidan segera memesan tiket lewat Ponselnya dan beruntungnya Zidan 1 jam lagi masih ada penerbangan ke Jakarta.
Zidan langsung memesan tiket itu,Zidan teringat kalau malam ini dia ada janji dengan Kinan dengan buru-buru Zidan keluar menuju kamar Kinan.
Sudah sekian lama Zidan mengetuk pintu kamar Kinan tapi Kinan tak kunjung membukanya,ternyata Kinan sedang berada di kamar mandi sedang berendam dan tidak mendengar ketukan pintu Zidan.
Karena di buru waktu,Zidan pun kembali ke kamarnya untuk membereskan barang-barangnya.Di sela-sela membereskan pakaiannya,Zidan terus menghubungi Ponsel Kinan tapi tidak di angkat juga malah sekarang Ponselnya mati.
Dengan berat hati Zidan membereskan barang-barangnya dan langsung menuju Bandara,ada perasaan bersalah di hati Zidan tapi nyawa Milka jauh lebih penting.
Ya,Dr.Billy memberitahukan kalau Milka pingsan dan kondisinya sangat lemah,Milka tidak mau menjalani cuci darah kalau tidak dengan Dr.Zidan,dan akhirnya kondisinya ngedrop.
Flash On....
Di dalam Peaawat pikiran Zidan terpecah kemana-mana,antara perasaan bersalahnya kepada Kinan dan tugasnya sebagai Dokter yang harus siap kapan saja disaat dibutuhkan.
"Maaf Kinan maaf," gumam Zidan.
__ADS_1
Sementara itu di kamar Kinan terus saja menangis..
"Jahat...jahat..."
Fabian sedang berdiri di balkon kamarnya,Fabian terlihat bahagia egois memang tapi dengan kejadian ini membuat Fabian senang karena pastinya Kinan akan merasa kecewa kepada Zidan.
1 minggu pun berlalu,setelah kejadian itu Zidan tidak pernah lagi menghubungi Kinan bukan tanpa alasan tapi Zidan tidak ada waktu buat sekedar memegang Ponsel.
Zidan terakhir mengirim pesan saat sebelum dia masuk Pesawat,dan memberitahukan tentang alasan kepulangannya tapi Kinan tidak membalasnya karena rasa kecewanya lebih besar.
Karena Zidan harus terus memantau keadaan Milka,sampai saat ini Milka masih di rawat di Rumah Sakit.
Tidak seperti biasanya,Kinan terlihat murung bahkan di ajak bicara pun Kinan hanya menjawab seadanya.
Sesampainya di rumah,ternyata rumah terlihat sepi.
"Bibi,kemana semua orang?" tanya Kinan.
"Den Kenzo,biasa masih Dinas kalau Tuan dan Nyonya besar sedang ke Rumah Sakit," jelas Bi.Sum.
"Oh..ya sudah Kinan ke kamar dulu mau istirahat," ucap Kinan.
Di Rumah Sakit saat ini Milka sudah agak membaik cuma masih lemah.
"Milka Sayang,kamu istirahat ya jangan terlalu banyak pikiran," ucap Mamih Echa.
"Iya Aunty," jawab Milka lemah.
"Kalau gitu,Aunty sama Uncle pulang dulu ya besok insyaalloh kita kesini lagi," ucap Mamih Echa.
Milka pun menganggukkan kepalanya,Papih Adam mengusap kepala Milka sebelum mereka pulang.
Malam pun tiba,semenjak kepulangannya tadi siang Kinan masih tertidur dan belum bangun-bangun juga.
"Ken,tolong bangunkan Kakakmu,ini sudah waktunya makan malam Kakakmu belum bangun juga," seru Papih Adam.
"Ok..."
Kenzo pun pergi menuju kamar Kinan,dilihatnya Kinan masih terlelap.
"Astaga Kak Kinan,anak perawan tidur kok gini amat ya," Kenzo geleng-geleng kepala.
Kenzo menggoyangkan badan Kinan...
"Kak,ayo bangun ini sudah malam waktunya makan malam Papih sama Mamih sudah nungguin tuh," ucap Kenzo.
Tapi Kinan tak bangun-bangun..
"Kakaaaaaakk banguuuun..." Kenzo berteriak tepat di telinga Kinan.
Kinan yang kaget langsung bangun dan reflek menampar pipi Kenzo.
"Wadaw..sakit Kak!!" rengek Kenzo.
"Bodo amat,siapa suruh ngagetin," ucap Kinan bersungut-sungut.
"Habisnya di bangunin ga bangun-bangun,Papih sama Mamih sudah nungguin di bawah cepetan aku udah laper nih," sahut Kenzo.
"Iyeh..sana keluar!!" usir Kinan.
Keesokan Harinya,kebetulan ini hari minggu rencananya hari ini Kinan mau menjenguk Milka ke Rumah Sakit.
Kinan mengendarai mobilnya,sesampainya di depan ruangan Milka,Kinan melihat Kenzo,Daffin,Devano,Satria,dan tentunya Dr.Zidan sedang berkumpul dan tertawa-tawa.
"Selamat siang semuanya," sapa Kinan dengan senyuman manisnya.
"Nah ini dia,Puteri tidur kita baru datang," ucap Kenzo.
Kinan menatap ke arah Zidan yang saat ini sedang menatapnya.Dengan cepat Kinan membuang pandangannya,dan menghampiri Milka.
"Hai Milka,,bagaimana keadaan kamu sekarang?" tanya Kinan dengan dengan menyentuh tangan Milka tapi Milka malah menghempaskannya.
Semua orang yang ada disana mengerutkan keningnya melihat sikap Milka.
"Kenapa Kak Kinan kesini?aku tidak mau ketemu sama orang yang tukang nikung," ucap Milka dengan memalinhkan wajahnya ke arah lain.
"Maksud kamu apa Milka?" tanya Kinan yang matanya sudah memerah.
"Sudahlah Kak,Kakak jangan sok polos jadi orang," ucap Milka ketus.
"Milka apa-apaan kamu," bentak Daffin.
Akhirnya jatuh juga air mata Kinan,Kinan berlari ke luar dengan menghapus air matanya.
Daffin dan Kenzo ingin menyusulnya,tapi di cegah oleh Zidan.
"Biar aku saja yang susul Kinan," Zidan segera berlari keluar mengejar Kinan.
Milka yang melihat Zidan menyusul Kinan,tampak mengepalkan tangannya dan sangat marah.
π·
π·
π·
π·
π·
Hallo semuanya,jangan lupa like di setiap Babnya dan vote sebanyak-banyaknyaππππ
Jangan lupa
like
vote n
komen
TERIMA KASIH
__ADS_1
LOVE YOUπππ