Bos Cantik Pujaan Hati

Bos Cantik Pujaan Hati
SAAT INDAH BERSAMAMU


__ADS_3

🌷


🌷


🌷


🌷


🌷


Kinan kembali melajukan mobilnya ke Kantornya,Kinan terlihat senyum-senyum sendiri.


"Mudah-mudahan Mbak Mawar berjodoh dengan Bang Daffin,amin."


Baru saja Kinan duduk di kursinya,Ponsel Kinan sudah berbunyi dilihatnya seseorang yang akhir-akhit ini sudah mengisi hatinya.


"Hallo Kak,ada apa?" tanya Kinan.


"Kok nannyanya gitu?emang aku ga boleh nelpon pacarku sendiri?" seru Zidan.


"Idih sensi amat jadi orang,aku nanya kaya gitu soalnya ini sudah lewat jam istirahat emang Kakak ga ada Pasien?" tanya Kinan.


"Ga ada,paling sebentar lagi Milka kesini tapi dia bilang kalau aku lagi sibuk,gapapa sama Dr.Billy saja katanya."


"Hah,masa sih Milka ngomong kaya gitu?"


"Aku juga sebenarnya ga percaya biasanya Milka selalu harus sama aku ga mau sama Dokter lain tapi hari ini kayanya dia beda."


"Ya mungkin Milka sudah mulai sadar,semoga saja."


"Amin,,oh iya nanti malam aku mau ngajak kamu makan malam kan waktu itu ga jadi."


"Ok..jam berapa?"


"Aku jemput kamu jam 7 malam."


"Siap Pak Dokter,ya sudah aku lanjutin kerja dulu ya!!"


"Ok..I LOVE YOU."


"I LOVE YOU TOO."


Kinan dan Zidan pun melanjutkan pekerjaan masing-masing.


Ternyata dari tadi Milka mendengar pembicaraan antara Kinan dan Zidan.


"Benar kan dugaanku,Dr.Zidan pasti berhubungan lagi dengan Kak Kinan," batin Milka.


Hari ini Kinan tidak lembur karena ingin bersiap-siap untuk persiapan makan malam bersama Zidan.


"Dev,aku pulang duluan ya!!"


"Ok..."


Kinan pun segera melajukan mobilnya untuk pulang.Sesampainya di rumah,Kinan langsung menuju kamarnya dan mengobrak-ngabrik lemari pakaiannya.


"Baju yang mana ya!!" gumam Kinan dengan terus mengacak-ngacak semua pakaiannya.


Tidak lama kemudian Kenzo pulang dan saat melewati kamar Kinan,Kenzo melihat Kinan sedang sibuk memilih baju buat nanti malam.


"Astaga Kakak,ini ada apa?kok di berantakin kaya gini,mau dilelang ya?" tanya Kenzo yang duduk di ranjang Kinan.


"Enak aja dilelang,,Kakak itu lagi pusing milih baju yang mana buat nanti malam."


"Emangnya Kakak mau kemana?"


"Mau Dinner."


"Sama Bang Zidan?"


"Iya."


"Yaelah,kirain ada apa?pakai baju yang mana saja,soalnya Kakak ku ini pakai baju apapun akan terlihat cantik."


"Tumben kamu muji Kakak Ken."


"Dipuji salah ga dipuji makin salah,ya udah terserah Kakak aja aku mau mandi dulu ga enak lengket kaya gini."


Ken pun meninggalkan Kinan yang masih setia mencoba semua baju-baju yang dia punya.


"Mamih..help me!!" teriak Kinan.


Malam pun tiba,Kinan berdandan seadanya karena saking sibuknya dari tadi memilih baju tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 7 dengan cepat Kinan mengambil baju dan berdandan setelah mandi terlebih dahulu.


Kinan berpenampilan sangat sederhana tapi tetap cantik.



Zidan sudah menunggu di depan rumah Kinan dan menyandarkan tubuhnya didinding depan pintu.



Kinan pun keluar,dan melihat Zidan sedang menatapnya dengan senyuman yang penuh arti.


"Kenapa ngelihatin aku kaya gitu?aku jelek ya?ya sudah,aku ganti baju lagi."


Kinan hendak masuk kembali ke rumah tapi di cegah oleh Zidan.


"Ngapain ganti lagi,udah kamu cantik malam ini."


"Beneran,ga bohong?"


"Enggak,ngapain bohong ayo kita berangkat," zidan menggenggam tangan Kinan dan membawanya ke dalam mobil.


Zidan membawa Kinan ke sebuah Restoran mewah dan memboking ruangan khusus buat mereka berdua supaya tidak ada yang mengganggu.


"Ya ampun Kak,apa tidak berlebihan?" tanya Kinan.


"Maksudnya?"


"Kakak sampai memboking ruangan seperti ini,padahal kan kita bisa berbaur dengan yang lainnya."


"Aku ga mau diganggu,aku lagi pengen berduaan sama kamu." Zidan menggenggam tangan Kinan dan menciumnya.


"Kita makan dulu,aku sudah lapar." Kinan cengengesan.


Zidan pun tersenyum dan menuruti keinginan Kinan.Mereka makan dengan tenang tanpa ada suara hanya suara denting sendok dan garpu.


Setelah selesai makan,tiba-tiba Zidan berdiri dan mengulurkan tangannya ke hadapan Kinan.Kinan terlihat mengerutkan keningnya merasa bingung.


"Ada apa?"


"Kita Dansa yuk!!" ajak Zidan.


"Aku ga bisa Dansa."


"Aku ajarin,ayo mumpung musiknya lagi romantis."


Dengan ragu-ragu,Kinan pun menyambut uluran tangan Zidan dan mereka mulai menggerakkan badannya kesana-kesini mengikuti musik.


Geraklan Kinan tampak kaku,karena ini pertama kalinya dia berdansa seperti itu.


"Kakak belajar dansa dari mana?" tanya Kinan disela-sela gerakannya.


"Aku ga belajar dari mana-mana,ini juga pertama kalinya aku dansa dengan seoramg wanita."

__ADS_1


"Masa?tapi kok Kakak tampak seperti sudah mahir."


Mereka pun melanjutkan dansanya sampai Kinan merasa kelelahan.


"Sudah ah,aku cape." Kinan pun kembali duduk di kursinya.


Setelah makan malam dan ngobrol panjang lebar ternyata tidak terasa kalau waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam.


"Ya ampun Kak sudah jam 11 malam,pulang yuk!!" ajak Kinan.


"Baiklah."


Zidan kembali menggandeng tangan Kinan saat keluar dari Restoran itu.


Selama dalam perjalanan tak ada yang dibicarakan,Kinan mulai menguap dan akhirnya tertidur di dalam mobil Zidan.


Karena tidak ada pergerakan,Zidan menoleh ke arah Kinan.


"Astaga,Kinan-Kinan cepet banget tidurnya." Zidan mengelus kepala Kinan.


Sesampainya di rumah Kinan,Kenzo terlihat mondar-mandir di teras rumahnya menunggu kedatangan Kakaknya.Melihat mobil Zidan memasuki halaman rumah,Kenzo langsung menghampirinya.


"Astaga Bang,ini jam berapa?malam banget baru pulang,aku tuh khawatir banget tahu," keluh Kenzo.


"Maaf Ken,kita sudah lupa waktu."


"Dasar pada Bucin kalian,oh iya Kak Kinan mana?" tanya Kenzo.


"Tuh ketiduran di mobil."


"Ya ampun Kak Kinan kebiasaan deh,kalau tidur itu tidak mengenal tempat biar aku bangunin," seru Kenzo tapi di cegah oleh Zidan.


"Jangan Ken,kasihan mungkin Kinan kecapean sudah biar Abang yang gendong dia ke dalam," ucap Zidan.


"Jangan Bang,Keenakan nanti dianya lagipula badan Kak Kinan itu gendut berat kalau Bang Zidan menggendongnya sampai ke kamarnya,tenang saja biar aku yang bangunin Kak Kinan," ucap Kenzo dengan senyum usilnya.


Kemudian Kenzo membuka pintu mobil Zidan,Kenzo mulai berdehem mengecek suaranya dan membuat Zidan bingung apa yang dilakukan Kenzo.


Kenzo mulai menarik nafas dan menghembuskannya pelan.


"Kak Kinan,itu ada kecoa banyak di kaki Kak Kinan," teriak Kenzo dengan suara delapan oktafnya dan membuat Zidan menutup telinganya.


"Apa kecoa,mana kecoanya Ken?" Kinan langsung bangun karena panik dengan teriakan Kenzo.


Disaat Kinan berdiri kepalanya terbentur karena dia tidak sadar kalau dia sedang berada di dalam mobil.


"Aw..."


Kinan limbung tidak bisa menyeimbangkan tubuhnya,tapi dengan sigap Zidan segera menangkap tubuh Kinan.


"Kamu gapapa?" tanya Zidan.


"Kenzo,awas kamu ya!!" teriak Kinan.


Tapi sayang Kenzo keburu ngacir kabur ke dalam rumahnya.Zidan hanya tertawa melihat kelakuan Kakak beradik itu.


"Kenapa Kakak ketawa?emangnya ada yang lucu?" tanya Kinan ketus.


"Lucu ngelihat kamu sama Kenzo."


"Ken orangnya emang jail banget,ya ampun benjol deh kening aku," seru Kinan dengan mengusap-ngusap keningnya.


"Mana sini yang sakitnya," Zidan melihat kening Kinan dan menciumnya.


"Sudah sembuh,dijamin ga bakalan benjol dan sakit lagi," seru Zidan.


"Dasar..."


"Ya sudah,aku pulang dulu ya sudah malam langsung tidur jangan bergadang terus," seru Zidan.


"Siap Pak Dokter," Kinan memberikan hormat kepada Zidan.


"Kenapa takut,kan kalau aku sakit ada Kakak sebagai Dokter cintaku," ucap Kinan dengan mengedipkan sebelah matanya.


"Idih..sejak kapan kamu bisa gombal kaya gitu,mana genit lagi jadi pengen cium deh."


Kinan hanya nyengir memperlihatkan giginya yang berderet rapih dan putih.Zidan mencubit kedua pipi Kinan karena merasa gemas dengan wanitanya itu.


"Udah sana Kakak pulang," Kinan mendorong tubuh Zidan agar masuk kedalam mobilnya.


"Ga mau cium dulu gitu,sebelum aku pulang."


"Maunya!!sudah sana pulang."


Kinan memaksa Zidan untuk masuk ke dalam mobilnya.


"Bye...hati-hati dijalan." Kinan melambaikan tangannya.


Zidan pun mengalah dan pergi meninggalkan rumah Kinan.


Keesokkan harinya,dikediaman Bagaskara...


Daffin dan Daddy Angga sedang sarapan bersama.


"Den,ini rantangnya sudah Bibi cuci."


"Oh iya,makasih ya Bi."


"Rantang siapa Fin?" tanya Daddy Angga.


"Ga tahu."


"Lho,kok ga tahu."


"Kemarin Kinan datang ke Kantor dan membawakan makan siang buat Daffin,makanan rumahan gitu Dad dan sekarang Kinan suruh Daffin mengembalikan rantang itu," jelas Daffin.


"Dasar anak itu."


Setelah selesai sarapan,Daffin berpamitan kepada Daddy Angga.Hari ini Daffin berangkat agak sedikit pagi karena mau mampir dulu mengembalikan rantang bekas makan siang kemarin.


"Dasar si Kinan,nyusahin aja tuh anak.Alamat yang diberikan Kinan kan disekitar sini,seharusnya ada tempat makan disini."


Daffin tampak celingukan kekanan dan kekiri mencari alamat tempat makan yang Kinan berikan.Hingga mata Daffin melihat sebuah Rumah Makan sederhana dengan pembelinya yang sangat ngantri.


"Nah itu dia Rumah Makannya," gumam Daffin.


Daffin mrmarkirkan mobilnya didepan Rumah Makan itu,sekilas Daffin tampak memperhatikan Rumah Makan tersebut.


"Rumah Makannya sangat sederhana,tapi kok antriannya panjang banget memang sih aku akui masakannya enak banget mirip sama masakan Mommy Clara," gumam Daffin.


Kemudian Daffin menghampiri salah satu pembeli yang sedang mengantri menunggu gilirannya.


"Maaf Mas mau tanya,apa benar ini Rumah Makan Bu.Andini?" tanya Daffin.


"Benar Mas."


"Emang setiap hari antriannya selalu panjang banget seperti ini ya?" seru Daffin.


"Iya Mas,maklum selain masakannya enak ternyata anak Bu.Andini cantik banget,tapi sayang kalau pagi ini kayanya anaknya Bu.Andini tidak disini sepertinya kerja pagi."


"Oh gitu ya,tapi Mas boleh saya duluan ga soalnya saya mau berangkat kerja lagipula saya cuma mau memberikan rantang ini," sahut Daffin.


"Oh silahkan Mas."


"Terima kasih ya."

__ADS_1


Daffin pun memasuki Rumah Makan tersebut,seketika para wanita dan Ibu-ibu yang sedang mengantri mulutnya terlihat menganga melihat seorang Pria berjas yang sangat tampan.


"Permisi Bu,apa benar Ibu yang bernama Ibu.Andini?" tanya Daffin.


"Iya benar,ada apa ya Mas?"


"Ini saya mau mengembalikan rantang ini,kemarin adik saya membeli makanan dari sini dan menyuruh saya untuk mengembalikannya," jelas Daffin.


"Ya Alloh,jadi Mas ini Kakaknya Kinan?"


"Iya Bu."


"Pantas saja Kinan cantik sekali ternyata Kakaknya juga tampan."


"Ah Ibu bisa saja."


Tiba-tiba seorang wanita dengan pakaian Susternya menghampiri Ibunya untuk berpamitan berangkat kerja.


"Bu,Mawar berangkat dulu ya!!"


Daffin yang sedang membelakangi Mawar kemudian menoleh ke arah suara yang sepertinya dia kenal.


"KAMU...." ucap Daffin dan Mawar bersamaan.


"Lho,kalian sudah saling kenal?" tanya Ibu Mawar.


"Enggak..." lagi-lagi Daffin dan Mawar menjawab secara bersamaan.


"Mawar,ini adalah Kakaknya Kinan dia kesini mau nganterin rantang ini."


"Oh..ya sudah Bu,Mawar berangkat dulu," Mawar mencium tangan Ibunya.


"Kamu ga sarapan dulu Nak?"


"Tidak Bu,soalnya Mawar sudah kesiangan tapi Mawar bawa bekal kok jadi Ibu tidak usah khawatir,Mawar berangkat dulu Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."


Mawar pun pergi meninggalkan Rumah Makan itu tanpa menoleh lagi ke arah Daffin.


"Bu,kalau begitu saya juga pergi dulu soalnya saya harus kerja."


"Ya sudah,hati-hati di jalan ya Nak."


"Iya Bu terima kasih."


Zidan pun masuk dalam mobilnya dan mulai melajukan mobilnya,tapi tiba-tiba Daffin menghentikan mobilnya disaat Daffin melihat Mawar yang dengan gelisah sedang menunggu angkot yang lewat.


Daffin pun menghentikan mobilnya di depan Mawar.


"Mau aku anter?" tanya Daffin.


"Tidak usah terima kasih," jawab Mawar tampak tidak bersahabat.


"Katanya sudah siang,nanti terlambat lho tapi ya kalau ga mau ya sudah aku ga bakalan memaksa," Daffin hendak menutup kaca mobilnya tapi di tahan oleh Mawar.


"Ok..ok..tunggu dulu,kayanya aku terpaksa menumpang mobil kamu soalnya aku sudah telat 5 menit."


"Masuklah," ucap Daffin dingin.


Mawar membuka pintu mobil bagian belakang.


"Hei,mau ngapain kamu?" tanya Daffin ketus.


"Katanya aku boleh numpang."


"Ya maksud aku,duduknya didepan jangan dibelakang emangnya aku ini Supir kamu apa?" ucap Daffin dengan nada kesalnya.


Mawar pun menurut dan duduk di samping Daffin,Mawar terlihat sangat canggung.


"Ya Alloh,kok jadi deg-degan kaya gini sih!!" Mawar mulai mengusap dadanya dan kegiatan Mawar itu tertangkap oleh Daffin.


"Kamu kenapa?" tanya Daffin dingin.


"Gapapa Pak."


"Bapak-Bapak,,emangnya aku Bapakmu apa."


"Maaf." Mawar menundukkan kepalanya karena merasa takut dengan Daffin.


Tidak lama kemudian mobil Daffin sampai di Rumah Sakit tempat Mawar kerja.


"Terima kasih Pak eh maksud aku Mas."


"Tunggu...emangnya kamu pikir ini gratis?" seru Daffin.


"Maksud Mas Daffin apa ya?jadi aku harus bayar?" ucap Mawar mengerutkan keningnya.


"iyalah,tidak ada yang gratis di Dunia ini."


"Ya udah,nih...!!" Mawar menyodorkan uang lima puluh ribu ke arah Daffin dengan wajah yang cemberut.


"Apa ini?"


"Katanya mau di bayar."


"Aku bukan minta bayaran uang,lagipula aku ga butuh uang kamu."


"Terus dibayar pakai apa dong?"


"Kirim masakan kamu setiap hari ke Kantor aku di jam makan siang."


"Apa..tapi aku kan harus kerja."


"Ya disaat kamu shif malam aja,ingat kirim makanannya harus sama kamu jangan sama orang lain."


Kemudian Daffin melajukan mobilnya meninggalkan Mawar yang sedang berdiri menahan kesal karena Daffin bersikap seenaknya.


"Ih..nyebelin dasar cowok es."


Mawar pun memasuki Rumah Sakit dengan perasaan dongkol dan menggerutu di dalam hatinya.


🌷


🌷


🌷


🌷


🌷


Selamat pagi...siapa nih yang kangen Kinan dan Babang Zidane??πŸ˜‡πŸ˜‡


Bagi yang ingin kelanjutannya,ayo dong dukungannya like dan vote sebanyak-banyaknyaπŸ™πŸ™πŸ˜˜πŸ˜˜


Masa dukungannya kendor sih,Biar Authornya semangat lagi untuk menulis kelanjutannya😍😍


Jangan lupa


like


vote n


komen

__ADS_1


TERIMA KASIH


LOVE YOUπŸ’˜πŸ’˜πŸ’˜


__ADS_2