Bos Cantik Pujaan Hati

Bos Cantik Pujaan Hati
DILEMA


__ADS_3

🌷


🌷


🌷


🌷


🌷


Sesampainya di Perusahaan Agatha,Kimi berlari sekuat tenaga menuju ruangan EL.


Tok..tok..tok..


"Masuk."


"Sorry EL,aku telat."


"Telat 10-15 menit masih wajarlah,ini kamu telat satu jam Kimi kamu dari mana saja?" seru EL.


"Sorry..sorry,aku tadi bangun kesiangan ditambah dijalan aku kena razia,motor aku di tahan."


"Kok bisa?" tanya EL.


"Surat-surat aku belum diperpanjang EL,aku lupa."


"Astaga Kimi,dalam hal pelajaran otak kamu bolehlah cerdas tapi dalam hal kaya gini otak kamu dodol banget,emang selama kita di Jerman kamu ga nyuruh Pak Deni buat ngurusin surat-surat motor kamu?" tanya EL.


"Mau diurusin gimana,kan surat-suratnya selalu ada didompet aku dan dompetnya aku bawa juga ke Jerman," keluh Kimi.


"Astaga,ya sudah kamu mulai kerja sana masalah motor nanti kita urusin," sahut EL.


"Baik,kalau gitu aku keluar dulu."


EL mulai menduduki kursi kebesarannya,EL terlihat melamun dan senyum-senyum sendiri.


"Gila tuh cowok,keren banget kalau pakai jas kerja kaya gitu,tampan dan juga gagah.Tunggu..kok aku jadi muji-muji cowok nyebelin itu sih?ya ampun,EL-EL kamu kenapa?" gumam EL dengan memukul-mukul kepalanya.


Sementara itu diluar,Kimi juga tampak sedang melamun.


"Sumpah,Pak Polisinya ganteng banget aku jadi deg-degan kaya gini,mana tadi dia menatap aku,gila tatapannya membuat hatiku meleleh," gumam Kimi dengan senyum-senyum sendiri.


Di Perusahaan "G CORPORATION",Kinan sedang sibuk mengerjakan pekerjaan yang menumpuk sembari matanya terus saja melihat ke arah Ponselnya.


Sama sekali tidak ada pesan maupun panggilan.


"Kak Zidan kemana sih?panggilan aku ga diangkat-angkat,dan pesan aku pun juga ga dibalas-balas?" gumam Kinan.


***


Hari demi hari,bulan demi bulan,telah Kinan lalui dan tidak terasa sudah 1 tahun berlalu semenjak peristiwa panggilan dan pesan Kinan tidak di resfon oleh Zidan,semenjak itu pula sampai sekarang tidak ada kabar sama sekali dari Zidan.


Bahkan saat ini nomor Ponselnya Zidan sudah tidak aktif lagi,entah apa yang sudah terjadi kepada Zidan.


Kinan pun sempat menayakan perihal keadaan Zidan kepada kedua orang tua Zidan,tapi mereka hanya menjawab kalau Zidan baik-baik saja.


Pernah suatu ketika Kinan meminta nomor Ponsel Zidan,tapi kedua orang tuanya tidak memberikannya karena katanya,mereka juga tidak tahu nomor Ponsel baru anaknya.


Ada yang aneh dengan orang tua Zidan,mereka seperti sedang menyembunyikan sesuatu darinya,ditambah semakin hari perasaan Kinan semakin gelisah.


Pernah 3 malam berturut-turut Kinan bermimpi kalau Kinan dan Zidan berada disebuah padang rumput yang sangat luas,tapi pada saat itu tidak ada senyum yang menghiasi wajah tampan Zidan.


Zidan hanya menatap Kinan dengan tatapan sendu,dan Zidan mencoba melepaskan genggaman tangannya bersama Kinan,Zidan mulai berjalan menjauh dan meninggalkan Kinan,satu kata yang Zidan ucapkan didalam mimpi itu "Maaf".


Hingga Kinan merasa tersentak dan bangun dengan deraian air mata.Kinan tidak tahu apa arti dari mimpi itu,yang jelas Kinan merasa sakit baru mimpi saja sakitnya sudah luar biasa seperti itu apalagi kalau nyata,Kinan sudah tidak tahu apa yang akan terjadi.


waktu sudah menunjukan jam 8 malam,dan Kinan baru saja keluar dar ruangannya.


"Dev,kok kamu masih disini?kenapa kamu ga pulang duluan?" tanya Kinan.


"Aku ga akan pulang sebelum kamu pulang Kinan."


"Ya sudah,sekarang kita pulang."


Kinan dan Devano pun pergi meninggalkan Kantor dan mengendarai kendaraannya masing-masing menuju rumah mereka masing-masing pula.


Sesampainya di rumah,Kinan langsung duduk di samping Mamihnya dan merebahkan kepalanya di pangkuan Mamih Echa.


Mamih Echa mengusap kepala Kinan,dan Kinan pun memejamkan matanya.


"Kok pulangnya malam banget Sayang?jangan terlalu capek kerjanya Mamih ga mau kamu sampai sakit," ucap Mamih Echa.


"Kerjaan Kinan banyak banget Mamih."


"Apa masih belum ada kabar dari Zidan?" tanya Papih Adam.


Kinan hanya menggelengkan kepalanya,dia sungguh malas untuk menjawab.


"Ken kemana?" tanya Kinan.


"Dia belum pulang,katanya sih malam ini dia mau ada razia di club malam," jawab Mamih Echa.


"Oh,ya sudah Kinan ke kamar dulu ya."


Kinan mencium pipi Mamih Echa dan Papih Adam sebelum pergi menuju kamarnya.Setelah bersih-bersih Kinan pun mulai memejamkan matanya.


Waktu menunjukan pukul 11 malam,malam ini Kenzo sedang melakukan razia di club-club malam yang terkenal di Jakarta.


Sementara itu EL dan Kimi sedang berada di sebuah club malam,mereka berdua memang suka main ke club malam cuma mereka tidak pernah mabuk-mabukan,mereka hanya bersenang-senang untuk melepas rasa penat.


Tapi berbeda dengan malam ini,EL mengajak Kimi untuk mencoba minuman yang memabukan itu tapi Kimi menolaknya,EL sedang ada masalah.


"EL,udah dong jangan minum lagi kamu sudah mabuk kaya gitu nanti aku harus jelasin apa sama orang tua kamu," keluh Kimi.


"Diam kamu Kimi,aku ini sedang galau si Dev emang cowok brengsek sudah tahu aku ini suka sama dia,dia malah selalu bersikap dingin sama aku," sahut EL dengan nada bicara khas orang mabuk.


"Hadeuh Dev lagi-Dev lagi," ucap Kimi.


Ya,selama satu tahun belakangan ini EL dan Devano memang sering bertemu tapi hanya sebagai urusan kerjaan.


Dikarenakan sering bertemu,tumbuh rasa cinta EL kepada Devano.Ini pertama kalinya EL jatuh cinta pada seorang laki-laki,tapi Devano selalu acuh dan dingin kepada EL yang membuat EL frustasi.

__ADS_1


Disaat EL ingin meminum minumannya lagi,Kimi segera menahannya.


"Sudah EL,kamu sudah mabuk berat ayo kita pulang," ajak Kimi.


"Apaan sih Kim,aku masih mau disini kalau kamu mau pulang,pulang aja."


Tiba-tiba ada dua orang pria yang mendekati EL dan Kimi,mereka para pria hidung belang.


"Hallo cantik,boleh kita gabung disini?" tanya pria 1.


"Enggak,kita mau pulang," jawab Kimi ketus.


"Yaelah,galak amat Neng jangan sok jual mahal deh," ucap pria 2 dengan mencolek dagu Kimi.


"Jangan berani-berani sentuh aku," bentak Kimi.


"Alah jangan sok suci kamu,seorang j****g saja sombong kamu."


Plaaaaakkk...


Kimi menampar pria itu.


"Jangan sembarangan kalau ngomong,aku bukan seorang j*****g," teriak Kimi.


Tiba-tiba salah satu pria itu mencengkram wajah Kimi.


"Dasar cewek sialan,berani lo nampar gue."


"Lepasin atau aku bakalan teriak," ancam Kimi.


"Lo mau teriak?teriak aja,emang bakalan ada yang nolongin lo?lo tahu ini tempat apa?kalau lo bukan seorang j*****g,ngapain lo pergi ke tempat kaya gini hah," bentak pria itu.


Sementara itu diluar,Kenzo dan rekan-rekannya baru sampai dan mereka langsung memasuki club malam itu.


Suara musik yang memekakan telinga menyambut kedatangan Kenzo dan rekan-rekannya,semua wanita yang berada disana terlihat berteriak-teriak melihat Kenzo yang begitu tampan dan gagah.


"Ayo semuanya,periksa tempat ini kalau ada yang mencurigakan cepat-cepat kasih tahu," seru Kenzo.


"Siap Komandan."


Semuanya mulai berpencar untuk memeriksa club malam itu,sementara Kenzo terlihat memperhatikan setiap sudut club dan ekor matanya menangkap seorang wanita cantik sedang dipaksa oleh dua orang pria sementara wanita yang satunya lagi sudah terbaring di sofa tak berdaya.


Kimi mulai ketakutan dan sudah meneteskan air matanya,sementara itu salah satu pria itu menarik tangan Kimi dan memaksanya untuk ikut tapi Kimi berontak.


Dengan cepat Kenzo menghampiri mereka dan melepaskan genggaman tangan pria hidung belang itu.


"Apa-apaan ini?" tanya Kenzo dengan santainya.


"Hei Bung,jangan ikut campur gue hanya ingin membawa j****g itu bersenang-senang," ucap pria itu.


"Aku bukan j****g," teriak Kimi dan Kenzo menoleh ke arah Kimi yang langsung menundukan kepalanya.


"Sudah sana kalian pergi jangan ganggu wanita ini," seru Kenzo yang masih bersikap santai dengan melipat kedua tangannya diperut.


"Bung,kalau lo mau j****g cari yang lain jangan cewek itu,karena kita duluan yang mendapatkannya," sahut pria itu.


Kenzo terlihat mengangkat ujung bibirnya..


"Kurang ajar."


Pria itu mencoba untuk memukul Kenzo,tapi dengan mudahnya Kenzo menahan kepalan tangan pria itu dengan satu tangannya dan memutar tangan pria itu sehingga dia meringis kesakitan.


Pria yang satu lagi mencoba melayangkan pukulan kepada Kenzo untuk menolong temannya yang sudah meringis kesakitan,tapi lagi-lagi dengan mudahnya Kenzo menahan pukulan itu dengan tangannya yang satu lagi.


Kenzo pun memutar kedua tangan pria itu sehingga mereka berdua berteriak kesakitan,rekan-rekan Kenzo kemudian datang.


"Bawa mereka berdua ke Kantor," seru Kenzo.


"Siap Komandan."


Rekan-rekan Kenzo pun membawa dua pria hidung belang itu.


"Terima kasih Pak," ucap Kimi.


"Cepat pulang,ga baik wanita masih berkeliaran jam segini apalagi ke tempat seperti ini,semua pria pun pasti bakalan berpikiran yang sama kalau melihat wanita berada di club malam," jelas Kenzo.


Kenzo pun mulai melangkahkan kakinya,tapi langkahnya terhenti saat Kimi memanggilnya.


"Pak,bisa aku minta tolong?" tanya Kimi.


"Ada apa?"


"Bisa Bapak anterin kita pulang?karena aku tidak bisa nyetir mobil dan teman aku sekarang mabuk," sahut Kimi.


"Ok..."


Kenzo pun memanggil pelayan,untuk mengangkat tubuh EL dan dibawa ke mobilnya.


Selama dalam perjalanan tak ada obrolan antara Kenzo dan Kimi,tapi dengan tiba-tiba EL mengigau kembali.


"Dev,Devano aku cinta kamu kenapa kamu selalu cuek dan dingin sama aku," EL mengigau dan kembali tertidur setelah mengatakan itu.


"Teman kamu kenapa,sedang patah hati?" tanya Kenzo tanpa melihat ke arah Kimi.


"Dia sedang mencintai seseorang tapi orang itu mengacuhkannya," jawab Kimi.


"Apa kalian sering pergi ke club malam seperti itu?" tanya Kenzo.


"Iya Pak,waktu di Jerman juga kita sering ke club malam tapi itu cuma buat senang-senang aja kita ga pernah mabuk,teman aku aja baru pertama kali ini dia mabuk."


"Emangnya untuk bersenang-senang harus selalu pergi ke club malam?" tanya Kenzo.


"Enggak juga sih Pak."


"Ya makannya,club malam itu tempat bahaya bagi wanita meskipun wanita itu tidak melakukan apa-apa,tapi kan penilaian orang pasti buruk tetang kalian."


"Iya Pak,maaf."


"Ngapain minta maaf sama aku," Kenzo tampak bingung.


Tidak lama kemudian Kenzo pun sampai di rumah EL,Kenzo tampak memperhatikan rumah Mewah nan megah itu.

__ADS_1


"Bukannya ini rumah keluarga Agatha Pengusaha itu?" tanya Kenzo.


"Iya Pak,EL itu puterinya Pak Agatha."


"Kamu suruh satpam saja mengangkat tubuh teman kamu,aku ga mau nanti disangkanya aku lagi yang membuat dia mabuk," jelas Kenzo.


Kimi pun turun dari mobil dan menyuruh satpam penjaga rumah EL mengangkat tubuh EL ke kamarnya,beruntung penghuni rumah sudah tidur jadi Kimi tidak perlu membuat alasan untuk menjelaskan kepada otang tua EL.


Kimi pun kembali keluar dan menghampiri mobil Kenzo.


"Pak,terima kasih sudah mengantarkan aku dan teman aku."


Kemudian Kimi pun berjalan melewati mobil Kenzo,Kenzo merasa heran.


"Hei,kamu mau kemana?" teriak Kenzo.


"Aku mau pulang."


"Terus ngapain kamu jalan?"


"Mau cari taxi didepan sana Pak," jawab Kimi.


"Terus dari tadi aku disini ngapain kalau kamu mau nyari taxi?ayo cepetan masuk,aku anterin kamu pulang bahaya juga kalau wanita malam-malam naik taxi."


"Maaf Pak,sudah ngerepotin."


"Hmmm."


Kenzo pun mengantarkan Kimi ke kontrakannya.


"Oh iya,apa sebelumnya kita pernah bertemu?" tanya Kenzo.


"Kita pernah bertemu satu tahun yang lalu,pertama waktu Bapak tilang motor aku karena surat-suratnya yang belum diperpanjang,dan yang kedua waktu aku ke POLRES mengambil motor aku," jelas Kimi.


"Oh.."Kenzo terlihat manggut-manggut.


Kimi menunjukan jalan menuju kontrakannya.


"Nah itu didepan berhenti yang ada tulisan kontrakan puteri."


"Kamu tinggal disitu?" tanya Kenzo.


"Iya Pak."


"Orang tua kamu dimana?"


"Orang tua aku sudah meninggal Pak."


"Oh..maaf."


"Tidak apa-apa Pak."


"Maaf,tapi kok kamu bisa Kuliah di Jerman?"


"Alhamdulillah aku mendapatkan beasiswa Pak,dan aku juga dibantu oleh keluarga EL."


"Oh begitu,oh iya jangan panggil Bapak kalau tidak bertugas aku serasa tua,kenalkan aku Kenzo," Kenzo mengulurkan tangannya.


"Kimi," Kimi pun menjabat tangan Kenzo.


Sesaat Kimi dan Kenzo saling pandang,hingga mereka berdua tersadar dan Kimi melepaskan tangannya.


"Sekali lagi terima kasih ya Pak,eh Kak Kenzo kalau begitu aku masuk dulu."


Kimi pun turun dari mobil Kenzo dan melambaikan tangannya,begitu pun Kenzo pergi meninggalkan kontrakan Kimi menuju rumahnya.


Karena waktu sudah menunjukan tengah malam,jalanan pun tampak lengang sehingga tidak membutuhkan waktu lama untuk Kenzo sampai di rumahnya.


Disaat Kenzo melewati kamar Kinan,Kenzo mendengar Kinan berteriak dengan cepat Kenzo membuka pintu kamar Kinan yang kebetulan tidak terkunci.


Dilihatnya Kinan menangis dan wajah yang penuh dengan keringat.


"Kak,Kak Kinan kenapa?" tanya Kenzo.


Karena Kenzo melihat Kinan panik dan tidak bisa menjawab juga,Kenzo memeluk Kakaknya itu.


"Kak Zidan Ken Ka Zidan," ucap Kinan.


"Kenapa dengan Bang Zidan Kak?apa Kakak mimpi yang sama lagi?" tanya Kenzo.


Kinan pun hanya bisa menganggukan kepalanya dengan terus menangis.


"Kak jangan banyak pikiran itu cuma mimpi,aku yakin kalau Bang Zidan baik-baik saja."


"Tapi ini sudah satu tahun Ken,Kak Zidan ga ada kabar sama sekali Ponselnya pun sudah mati."


"Kakak positif thinking saja,siapa tahu Bang Zidan sibuk banget jadi ga sempat hubungi Kakak,ya sudah sekarang Kakak tidur lagi ya ini masih tengah malam."


Kinan pun membaringkan tubuhnya kembali dan Kenzo menyelimutinya,setelah itu Kenzo mematikan lampu kamar Kinan dan keluar dari kamar Kinan.


🌷


🌷


🌷


🌷


🌷


Hallo semuanya maaf baru up,jangan lupa tinggalkan jejak like dan vote sebanyak-banyaknyaπŸ™πŸ™πŸ˜˜πŸ˜˜


Jangan lupa


like


vote n


komen


TERIMA KASIH

__ADS_1


LOVE YOUπŸ’˜πŸ’˜πŸ’˜


__ADS_2