Bukan Aku Yang Jadi Istrimu

Bukan Aku Yang Jadi Istrimu
Episode 53 Calla kirim surat ke Bi Yeyen


__ADS_3

Author POV


Musim gugur masih berlangsung, Calla berjalan dengan menikmati pemandangan dedaunan di sepanjang jalan, juga angin yang meniup dedaunan, membuat daun daun melayang layang jatuh ke tanah, serta sambil bibirnya sesekali ia sunggingkan senyum tipis dan hatinya telah bermekaran dengan dikirimkannya alamat bu Yeyen oleh Ayyana. Rencana liburan musim dingin akan cari Bu Yeyen dialamat itu, bersama kedua orang tua angkatnya, dan ia mengabaikan niatan Ayyana akan menemuinya di negerinya.


" Uuups, aku lebih penting menemui orang tua, dan aku maklum sampai orang tuaku menyerahkanku untuk di adopsi, tentu biar hidup lebih layak, jadi aku harus berterima kasih pada orang tua kandung yang telah melahirkan ku ke dunia, sedang Ayyana yang mengaku kakak kandung, tentu harus perlu waspada apalagi dijaman sekarang banyak orang tipu tipu," batin Calla terus berjalan menyusuri jalan di dekat rumahnya, ia habis mengantar surat untuk dikirim ke Bu Yeyen, bahkan menawarkan uang untuk dikirim juga supaya beli ponsel dengan uang darinya yang akan dikirim bersamaan uang untuk biaya hidup.


Ia sengaja tidak naik sepeda, karena tidak terlalu jauh tempat pengantar surat.


" Semoga Ibuku langsung mau bales suratku, karena tak sabar ingin berkomunikasi, " batinnya terus saja kaki diayunkan dengan bermain main bersama dedaunan baik yang tergeletak di tanah maupun lagi melayang dan tak terasa sampailah Calla ke rumah, lalu ia naik menuju kamar setelah ngobrol dengan kedua orang tua angkatnya.


*


Ayyana kepikiran tentang Calla kalau sampai nyambung dengan Bi Yeyen yang sangat tega memisahkan adiknya dengan hanya cari keuntungan sendiri.


Dan iapun belum menyadari sehari ini ada yang mengintai, tetapi Hendra sama istrinya tidak lagi mau kecolongan kayak peristiwa dengan Clara yang masih dirahasiakan atas permintaan Ayyana, disamping itu Ayyana juga tidak mau ditemui oleh Raditya, alasannya untuk menghindari kekesalan Kiara, karena sejak dia diberitahu oleh Dania langsung menghubungi Ayyana.


" Mas, demi kebaikan Mas juga keluarga besar, jauhi aku dan sudah cukup tak perlu kirim uang lagi padaku," pesan dari Ayyana, tetapi Raditya bukan lelaki yang mudah menyerah apalagi sudah tahu tentang ketulusan Ayyana, maka ia tetap tidak bisa dicegah kemauannya.


" Mas, kamu tuh keras kepala, pertimbangankan donk dampaknya tidak hanya bagi perusahaan tetapi juga keluarga besarmu. Hanya ingin mempertahankan wanita kampung, miskin juga tak jelas keluarganya, malahan tidak baik kedepannya," pesan from Ayyana.


" Kamu tuh klo ngomong asal saja, kita kan, harus berjuang mengatasi segala rintangan, jangan terus pasrah pada situasi. Apa kamu tega lihat aku dengan kondisi yang sudah tidak normal harus kerja paruh waktu? " balasan dari Raditya.


Tentulah Ayyana tidak tega melihatnya, apalagi dalam kondisi yang tak normal harus melakukan sendiri, sebab Kiara saat berada disamping Raditya tidak menghiraukan keadaannya yang masih kesulitan mengurus diri sendiri, karena Raditya inginnya yang melayani dirinya ialah istrinya bukan orang lain, atau malah Maminya.


" Jujur Mas, aku tidak sampai hati melihat kondisimu yang masih harus dirawat, hati ini selalu berontak pabila lihat Mas harus berjuang untuk mengurus sendiri, tetapi tidak semudah itu aku bertindak untuk bisa merawatmu kembali, di kanan kiri, depan belakang aku harus menghadapi rintangan yang sangat berat, sementara perjuanganku untuk mencari adikku belum berhasil, " balasan Ayyana.


" Bukankah kamu dah bilang adikmu itu ada di negara kincir angin, " balas Raditya.

__ADS_1


Ayyana yang polos tentang keluarga hanya demi bisa menemukan kembali adiknya tidak ragu tentang kondisi adiknya yang masih belum memiliki kepercayaan padanya, karena Calla justru lebih percaya pada Bi Yeyen, yang ia anggap ibu kandungnya.


" Ok, Ayy, kirim aku alamat Bi Yeyen, " pinta Raditya lewat pesan pribadi, ia masih menuruti Ayyana untuk tidak menemuinya karena kondisi sekitar mata Ayyana belum tumbuh alis maupun bulu mata.


Raditya berniat untuk menyuruh seseorang mendatangi alamat Bi Yeyen yang ada di kampung di pulau lain.


Sedang Ayyana tanpa ragu langsung kirim alamat Bi Yeyen ke ponsel Raditya. Cuman sampai sekarang Ayyana tidak mau cerita pada Raditya kalau Bi Yeyen memisahkan adiknya itu hanya ingin mendapatkan materi, karena hal yang dipikirkan Ayyana juga hanya praduga saja, sedang kenyataannya tentulah belum ada bukti yang akurat.


" Kali benar ucapan Calla, Bi Yeyen tidak tega melihat kemiskinan aku dan Calla, sehingga dengan alasan Calla bisa sejahtera hidupnya diserahkan pada orang asing untuk diadopsi, " batin Ayyana hanya ingin membuang luka dihati yang puluhan tahun ia rasakan, baik oleh kehilangan kedua orang tuanya ditambah hilangnya Calla adiknya.


" Bunda, Ayah, maafkan aku belum bisa menemukan adikku, insyaallah klo sudah ketemu akan aku ajak mengunjungi makam Bunda sama Ayah. Dan jangan kecewa disaat saat datang ke makam aku masih sendirian, " batin Ayyana dan tanpa disadari ia menangis tersedu, ingat semua kebersamaan orang tua saat kecil.


" Kakak, Bunda sama Ayah mau berangkat kerja, selalu bersama adikmu ya, jangan main terus diluaran, kasihan Bibi mencarimu, diingat adikmu jangan ditinggal, harus sayang sama adikmu Calla, " ucapan terakhir Bunda saat mau berangkat kerja sama Ayah naik motor.


Kedua orang tua Ayyana hanya bekerja sebagai buruh pabrik di Jakarta, kata Bibi setiap hari naik krrl, dan dari rumah ke stasiun bawa motor, menuju ke kota.


Sampai detik ini kalau ingat pesan Bunda ia merasa berdosa, karena tidak bisa melindungi adiknya si Calla.


Selanjutnya Ayyana kecil hidup hanya dari belas kasihan keluarga Kasmanto yang pekerja keras, dan baju sepanjang hidupnya hanya bisa pakai baju bekas dari belas kasihan para tetangga demikian kakak kakak angkatnya yang bernasib sama dengannya, bahkan sampai sekarang hidupnya juga karena belas kasihan dari keluarga Raditya.


*


Waktu terus bergulir, Ayyana dijaga ketat oleh Hendra beserta istrinya, sehingga nyaris orang yang akan mencelakainya selalu gagal.


Baik itu Clara cs yang masih belum bisa di lembutkan hatinya, apalagi Dania serta Kiara, mereka merasa Ayyanalah yang bikin Raihan maupun Raditya menjauh darinya.


Sementara Raditya baik oleh Raihan maupun para pengawal tidak diberi tahu tentang tindakan Clara yang berupaya untuk menculiknya.

__ADS_1


Dan dua bulan telah berlalu, Raditya telah bisa berjalan cuman masih harus hati hati.


" Ayy, nanti malam ke Bandara aku ikut nganter kamu lho," ucap Raditya siang itu saat Ayyana mengantar box makan siang dengan pengawalan ketat.


Ayyana hanya bisa melebarkan matanya dengan permintaan Raditya.


" Mas, tetapi aku kan, sudah dijaga ketat apalagi bersama Rosa serta kedua orang tuanya, aku pikir lebih baik digunakan untuk istirahat, kan, seharian kamu sudah capek, apalagi nanti malam ada meeting, sudahlah minta do'anya saja baik diperjalanan maupun disana bisa bertemu dengan Calla dan dia itu benar adikku, " ucap panjang lebar Ayyana yang tidak bisa dijeda.


" Ayy, kamu tuh lagi ngomong apa pidato sih, abis kayak lagi mimpin rapat aja, " ucap Raditya kesal, selalu saja keinginan nya ditolak. Ayyana hanya tersenyum simpul menanggapi ucapan Raditya yang sekarang sudah lebih ceria, karena sudah mulai normal berjalan, apalagi sedang seneng senengnya bisa berjalan tanpa bantuan kruk, berdasarkan hasil rontgen tulang kakinya juga sudah tumbuh normal artinya sudah nyambung lurus.


" Iya benar, apalagi nanti malam meeting penting, sulit untuk ditinggalkan lho Pak, " ucap Andan yang sedang kerja bareng membahas materi untuk meeting nanti malam habis Isya.


Sebenarnya Raditya khawatir dengan keadaan Ayyana, walau dia tak pernah dapat pemberitahuan tentang percobaan penculikan Ayyana, tetapi ia punya firasat kalau Ayyana masih selalu dapat perlakuan tidak menyenangkan dari bekas teman kostnya.


Belum lagi ancaman dari Kiara baik yang selalu diucapkan pada Raditya maupun chat pada Ayyana. Itulah maka Raditya menambah pengawalan lagi untuk Ayyana.


*


Calla sudah dapat balasan surat dari Bi Yeyen setengah bulan dari surat yang dikirim, dengan memberi nomer rekening, sehingga Calla langsung kirim uang, diantaranya untuk membeli ponsel. Calla sudah berusaha sekuat tenaga belajar bahasa Indonesia, dan sudah mulai lancar sehingga bisa berkomunikasi lewat surat dengan bahasa Indonesia.


Hati Calla sangat gembira bisa menemukan Bu Yeyen yang dikira ibu kandungnya walau masih lewat surat, bahkan Calla mau menemuinya liburan musim dingin.


Hampir satu pekan Calla yang sudah kirim uang untuk beli ponsel belum juga ada sambungan dari bi Yeyen, padahal di suratnya telah ia bubuhi nomer ponselnya.


" Kali di kampung Ibu sinyalnya sulit, karena di surat bilang ada di pelosok, untuk menuju kampungnya melewati hutan, juga perkebunan sawit, apalagi jalan yang dilalui rusak, makanya bu Yeyen tak pernah keluar kampung, " guman Calla dengan wajah berduka karena saking pengin bertemu sama bi Yeyen.


Lama lama hatinya tergerak untuk menghubungi Ayyana, setelah hampir satu bulan lebih Calla memblokir nomer ponsel Ayyana, terutama setelah dapat balasan surat dari bi Yeyen.

__ADS_1


" Ayyana tidak sakit hati setelah nomernya ku blokir, malah dia memberi kabar malam ini sudah terbang menuju UK, sepertinya Ayyana anak orang kaya, " batin Calla, dengan sesekali memijat mijat pelipisnya yang sebenarnya tidak sakit.


__ADS_2