Bukan Aku Yang Jadi Istrimu

Bukan Aku Yang Jadi Istrimu
Episode 70 Postingan Foto di grup keluarga Bahtiar


__ADS_3

Author POV


Berita tentang kehamilan Ayyana terdengar tidak hanya Kiara tetapi juga oleh kedua orang tuanya.


Kiara sendiri berusaha belajar untuk ikhlas, bahkan sudah bicara sama Raditya lewat chat untuk belajar legowo dengan kekalahannya ini.


Cuman untuk waktu yang belum bisa ditentukan ia belum mau berkumpul dengan keluarga Bahtiar, takut emosinya meluap, sehingga untuk sementara waktu rigen dulu dari kumpul kumpul keluarga.


Dan keluarga besar Bahtiar menyadari pada sikap Kiara.


Sementara itu Ayyana telah kembali ke Jakarta, Calla yang tidak keberatan untuk test dna mendatangi praktek dokter bersama Ayyana, walau hati kecewa berharap bisa bahagia ketemu kedua orang tua kandungnya, setelah ketemu Bu Yeyen, ia mendengar pengakuan kalau mereka bukan keluarga kandung, Calla hanya mampu bersandar di tembok, dengan deraian air mata yang sulit terbendung.


Hanya Mama yang bisa meluluhkan hatinya, maka lambat laun rasa kecewa berkurang, cuman belum hilang sama sekali sampai hasil test dna keluar.


Sebelum test dna keluar Calla masih tetap berharap kedua orang tuanya masih hidup, yaitu satu satunya harapan adalah Bu Yeyen beserta suami, tetapi tetap hasilnya positif kalau Ayyana kakak kandungnya.


Baik Ayyana maupun Calla tidak sakit hati pada Bu Yeyen yang memisahkannya, mereka tetap berterima kasih, abis kalau tidak mengambil langkah yang dilakukan Bu Yeyen, tentu Calla belum beruntung seperti sekarang, atau ikut di rawat sama Pak Kasmanto, akan membuat repot mereka sebab Pak Kasmanto beserta keluarga tidak memiliki ikatan tali keluarga. Walau mereka sanggup merawatnya.


" Ayy, cuman Bi Yeyen selama aku disana selalu menjauh, " ucap Calla sedih, padahal ia setiap hari menghubungi untuk menanyakan kesehatan keluarga.


Dan pada Ayyana juga perlakuannya sama, seperti pada Calla.


" Ayy, adakah sesuatu yang masih dirahasiakan oleh Bu Yeyen?" tanya Calla.


" Kali mereka malu abis waktu kamu mau dibawa Mama minta tambahan uang atau mereka merasa kehilangan lahan kiriman uang darimu yang bikin mereka menjauh, " ucap Bu Brian.


" Jangan jangan mereka punya cicilan hutang setiap bulan yang telah mengandalkan dari kirimanmu, " ucap Ayyana datar.


" Klo itu tetap akan aku kirimi Ayy, malah aku pengin nyari Dian yang berjasa menjadikan aku di adopsi sama Mama, " ucap Calla.


" Baguslah kamu, oh ya kok kemaren enggak diajak sekalian ke Bali, bi Yeyen sekeluarga, " ucap Ayyana.


" Alasannya ternak sama kebun yang tak bisa ditinggal, " ucap Calla yang sudah mulai dekat dengan Ayyana, bahkan besok habis Ayyana kuliah mau tabur bunga ke makam kedua orang tuanya, sambil nyari Dian.


*


Tiba waktunya Calla beserta keluarga pulang ke negaranya, mereka bisa puas berkeliling di Jakarta, Bali, Bogor serta kampung Bi Yeyen, sempat juga ke Bandung serta Jogja, dengan memborong souvenir khas Indonesia dengan harga murah, dan pulang satu pesawat dengan Isaac beserta kedua orang tuanya.


Calla masih tak suka didekati oleh Isaac, karena bermaksud ke jenjang pernikahan, sementara ia belum terpikir ke arah itu.

__ADS_1


" Ma, kalau bersahabat aku masih bisa menerima, kan, aku masih belum waktunya mikir masalah rumah tangga, usianya masih muda, juga pengin kuliah, " ucap Calla saat Mama menegornya agar bersikap santun pada Isaac serta keluarganya.


" Ma, aku lagi ingin memecahkan dulu tentang keluarga Ayahku," ucap Calla kembali, setelah dapat kiriman foto Ayahnya yaitu Dylan dari Ayyana, yang dapat kiriman dari grup keluarga Bahtiar.


Ayyana telah diterima oleh keluarga Bahtiar sehingga ia dimasukkan pada grup aplikasi hijau.


Ayyana setiap ada kesempatan mengamati foto lama dari kakak adik yang namanya sama dengan Ayahnya, juga wajahnya mirip dengan foto foto Ayahnya, cuman ia belum berani mengutarakan pada Raditya, ia masih takut salah mengerti, Ayyana hanya berdiskusi lewat chat dengan Calla.


Sementara Raditya tidak tahu maksud postingan Maminya Kiara.


" Alasan Maminya Kiara memosting Oom Laksana dengan adiknya apa itu Mi, kan, tidak ada hubungannya dengan keluarga Bahtiar," pesan pribadi Raditya ke Maminya.


" Aku dah nanyain, katanya namanya sama dengan ayahnya Ayyana yaitu Dylan Wicaksono, " balas Mami.


" Lho kok tahu beliau nama ayahnya Ayyana," pesan dari Raditya.


" Dia nanya nama orang tua Ayyana padaku, " bales Maminya Raditya.


Raditya tidak mau berpikir jauh tentang maksud di balik postingan Maminya Kiara, sudah diberi tahu sama Maminya maka dianggap cukup jelas.


Sedang Ayyana berbeda, ia malah berpikir kalau foto baik yang berdua dengan Oom Laksana maupun bersama Ayah Ibunya berempat, benar benar ayahnya.


" Aaahhh, semoga teka teki tentang asal usul keluarga Ayah dalam waktu dekat terpecahkan, aku ingin tahu kerabatnya, kayak Raditya yang punya keluarga besar Bahtiar, sementara aku selama ini hidup tak tahu kerabatnya, yang kutahu hanya keluarga Paman Kasmanto serta bi Yeyen yang baru terjalin, " batin Ayyana, hanya menggondok di dada, karena nahan tangis yang seolah air mata telah mengering, kesedihan setelah kedua orang tuanya wafat sampai sekarang membuat Ayyana sekuat baja hatinya.


" Ayy, jangan banyak melamun, ayoo semangat biar baby kita tambah kuat, kayak kamu, " ucap Raditya, tangannya ia lingkaran pada tubuh Ayyana yang lagi rebahan di kasur, ia masih suka memandang langit yang disiang ini tetap mendung, bahkan angin kencang tiba tiba datang menghantam kaca jendela, serta pepohonan dibawah loteng ini bergoyang goyang dengan mengeluarkan bunyi bunyian, siuuur siuuuur.


" Kita keluar saja makan malamnya ya, kamu terlalu capek apalagi bau bawang membuatmu muntah, " ucap Raditya kembali, tangannya mengelus elus perut Ayyana yang masih rata.


" Mas, aaku ingin bicara, maukah kamu mendengarku, " ucapnya pelan serta hati hati, ia takut membuat tak berkenan.


" Ok, kapan aku tidak perhatian padamu? " tanyanya, ia mengecup kening Ayyana lembut.


Dengan terbata bata Ayyana menceritakan foto yang di share oleh Maminya Kiara.


" Aku sudah cerita berkali kali tentang kedua orang tuaku, dan kamu kali bisa mengamati foto Ayahku bersama kami berempat, " Ayyana kirim foto yang di afdruk oleh Pak Brian ke ponsel Raditya.


Raditya menatap silih berganti foto foto itu tak berkedip.


" Ini bener Ayahmu Ayy, aku berpikir sama denganmu, jangan jangan Ayahmu kakak adik sama Oom Laksana, " tandas Raditya sampai bangkit dari kasur.

__ADS_1


" Cuman yang jadi pertanyaan ku Mas, kok bisa Ayah hidup penuh kesederhanaan, padahal menurut cerita Mami kamu, perusahaan Papinya Dio sudah besar sejak Oom Laksana belum berumah tangga, " ucap Ayyana.


" Aaahhh, kali Ayah ku orang yang mirip dengan adik Oom Laksana juga kebetulan punya nama sama, " ucap Ayyana kembali meralat ucapan .


" Ayy, jangan kayak pungguk merindukan bulan," batinnya.


" Sadar donk Ayy, kamu tuh siapa, orang tua saja tak jelas asal usulnya, kamu sekarang saja sudah sangat beruntung punya suami CEO, sudahlah jangan mengharap yang sulit di jangkau, " batin Ayyana kembali, ia sedih ingat Ayahnya yang tak punya siapapun di dunia.


Drrrt


" Ada pesan dari Calla," tangan lentik Ayyana menyentuh nama Calla, lalu di depannya muncul pesannya.


" Ayy, aku kok percaya kalau di foto bersama Oom Laksana Ayah kita, tolong Ayy, cari sampai ketemu keluarga Ayah, karena kamu yang berada di Jakarta," pesan Calla yang sangat senang telah menemukan kerabat ibunya yaitu bi Yeyen.


" Ayy, sayang sekarang bi Yeyen berbeda, aku berpikir klo dia tahu orang tua kita wafat karena sengaja di tabrak orang suruhan, " pesan Calla, asal saja dua nulis, hanya gara gara suka baca cerita ditektif.


" Kamu tuh, enggak boleh lho berprasangka tidak baik, " tulis Ayyana.


Sementara Raditya yang telah bangkit dan menuju ke ruang tengah mencoba menghubungi tante Hani yaitu Maminya Kiara.


Tante Hani memang orang bijak, ia tidak marah pada Raditya yang lebih memilih Ayyana, terbukti Raditya tanya tentang foto Oom Laksana bersama Oom Dylan, malahan Hani cerita panjang lebar. Akhirnya Raditya memberanikan diri memposting foto Ayyana saat masih kecil bersama Calla serta kedua orang tuanya, juga wedding Ayah Ayyana yang sangat sederhana.


" Tante, kok ya sama nama adik Oom Laksana yaitu Dylan Wicaksono dengan istrinya yaitu ibunya Ayyana juga bernama Alimah gadis miskin dari Bogor, " pesan Raditya.


" Waoooo, jangan jangan Ayahnya Ayyana adik dari Papinya Dio, " pasan dari tante Hani.


" Ditya, biar klo Faisal datang ke rumah aku minta supaya mencari informasi tentang Ayahnya Ayyana, " pesan dari Tante Hani.


" Aku juga bisa Te, menghubungi Oom Handoko, bukankah ayah Ayyana bekerja di pabriknya bahkan jadi orang kepercayaan, " pesan Raditya.


Raditya menyudahi chat dengan Maminya Kiara, lalu masuk ke kamar mendekati Ayyana yang sedang berdiri di dekat jendela, lagi melihat ke bawah untuk melihat air hujan yang deras jatuh ke bumi dengan pikiran tertuju pada foto keluarga Dio.


Ayyana menggeliat manja saat dari belakang tangan Raditya melingkar di pinggangnya, lalu punggung kepala di kecup lembut.


" Ayy, kamu tak perlu banyak berpikir tentang foto keluarga Dio, aku akan cari informasi tentang Ayah mu pada Oom Handoko, bukankah semasa hidupnya ikut bekerja di pabriknya? " tanya Raditya.


Ayyana sadar betul, semua masalah dirinya karena bantuan dari Raditya, seperti tentang Calla, cepat terselesaikan tentang Calla juga karena bantuan Raditya.


" Mas, aku selalu merepotkanmu, " ucap Ayyana, yang tak bisa berkata banyak.

__ADS_1


" Karena aku tidak sampai hati melihat kamu berduka, " jawab Raditya, lalu keduanya diam, dengan meneruskan bercengkrama di kasur.


__ADS_2