
Author POV
Semaraknya kota di bulan ini oleh lampu lampu hias dalam menyambut perayaan hari raya agama, menjadi daya tarik bagi para pengunjung, demikian Ayyana yang mengajak Rosa tidak melewatkan hingar bingarnya kota yang menjadi daya tarik bagi turis, apalagi turis dari negara tropis yang ingin menikmati suasana musim dingin di kota terbesar di negeri kincir angin.
Sementara Rosa yang datang ke Amsterdam tidak bersamaan dengan Ayyana, karena bersama dengan keluarga serta menginap di apartemen yang tidak sama dengan apartemen Raditya, belum tahu tentang hubungan Ayyana yang telah menjadi istri syah Raditya, ia tahunya merawat Raditya oleh cidera patah tulang kedua kakinya.
" Ayy, Pak Raihan enggak ngikut? tuanmu sudah normal kembali, " ucap Rosa sedikit melirik pada Raditya saat ia mengunjungi apartemen Raditya. Ayyana mengangguk.
" Oh ya Sa, nanti aku mau masak untuk jamuan makan malam," cerita Ayyana.
" Ok, boleh aku membantunya? " tanya Rosa, karena ia tahu Hanifah dan Marwah sudah datang di apartemen.
" Dengan senang hati tidak menolaknya, " jawab Ayyana.
" Ayy, apartemen tuanmu cukup luas, sehingga nanti malam bisa menampung 15 orang yang hadir, " ucap Rosa.
" Iya betul, aku tak perlu banyak menggeser furniture yang telah tertata, " ucap Ayyana yang lagi terlintas di otaknya tentang Mr. Isaac pembisnis handal tetapi matanya buta.
" Kok terlintas di otakku klo Mr. Isaac suami Hana, " ia ingat saat di sekap di mobilnya sendiri oleh kelompok Clara bahwa mau dijual pada orang kaya cuman cacat.
Ia menjadi tidak nyaman dengan tamu undangan mitra bisnis Raditya yang satu ini.
" Atau aku terpaksa bicara sama Raditya apabila benar Mr. Isaac itu suami Hana, " batin Ayyana yang tak bisa dipungkiri oleh rasa gelisah.
Sementara ia tak mau bicara sama Rosa, karena tidak ingin berita penculikan yang dilakukan Clara cs dulu terungkit, apalagi sampai sekarang Ayyana tutup mulut, terkecuali pada kedua kakaknya. Ayyana berbisik lirih pada Hanifah serta Marwah tentang salah satu tamu yang diundang yaitu Mr. Isaac.
" Cuman ini baru prakiraan Mba, semoga istrinya bukan Hana, " bisik Ayyana lirih.
" Kita berjaga jaga saja, klo benar itu Hana nanti sore yang datang kita wajib bicara sama Raditya, " tandas Hanifah.
" Atau sekarang aku perlu ngorek tentang Mr. Isaac itu, kan, Mas Raditya telah kenal lama, " ucap Ayyana, cuman ada keraguan di hati, juga merasa tidak enak hati telah menanam kecurigaan pada rekan bisnis suaminya yang katanya sudah puluhan tahun berteman.
" Kok, ngrumpi saja, udah siap siap donk, Mr. Jonathan bentar lagi datang, " tiba tiba Raditya datang nimbrung diantara para cewek.
Rosa selalu memperhatikan Raditya.
" Kok Raditya sedemikian dekat dengan Ayyana, kayak tidak ada jarak diantaranya, jangan jangan telah ada jalinan cinta mereka itu, " batin Rosa tersenyum kecil.
" Sa, ngapain kamu senyum senyum, " tegur Ayyana.
" Yaaahhh, lagi penuh tanda tanya nich di otak ku, tentang kamu sama tuanmu, " ucap Rosa tertawa, sampai Raditya menoleh ke Rosa.
__ADS_1
Hati Ayyana terasa kurang nyaman, dan ia masih tidak ingin rahasia dirinya diketahui orang lain.
" Ok ok aku terlalu jauh rasa ingin tahunya Ayy, tapi wajar donk kan, sahabat, aku juga tak pernah nutupin rahasia ku ke kamu, " seloroh Rosa datar saja. Ayyana nabok punggung Rosa lirih, ia sudah berdandan cantik untuk mendampingi Raditya di sebuah restoran terbaik di Amsterdam, dan semua ikut hanya saja saat Raditya dengan Mr. Jonathan membahas tentang bisnis tentu tidak ikut nguping, berdua akan masuk ke ruang yang lebih privasi, sedang yang tidak berkepentingan bisa ngobrol sambil makan ataupun jalan di sekitar areal Restoran, yang katanya ada mall nya.
Calla juga bersama kedua orang tua angkatnya telah sampai di apartemen mewah yang di sewa oleh Raditya, ia setiap hari melihat apartemen ini, hanya baru kali ini bisa masuk.
" Hmmm, benar kata Bu Yeyen klo Ayyana berkantong tebal, baju musin dinginnya saja aku tak mampu beli, apalagi tasnya, " Calla berkali kali melirik Ayyana dari ujung kepala ke ujung kaki, semua serba branded.
" Ok lah aku mau test dna cuman aku harus kasih syarat, yaitu aku harus memiliki fasilitas sama dengannya, " batinnya lalu bibirnya mencebik seolah ada kemenangan dihatinya.
" Jangan coba coba memaksaku haiii, harus ada imbalan," batinnya lagi, dan Ayyana melihat cara Calla menatapnya.
" Hmmm anak itu seperti sedang menyusun siasat, ok akan aku ladenin, " batin Ayyana membalas tatapan menusuk Calla, Ayyana pun ikut mencebikan bibirnya, tanda tak lembek hatinya.
" Jangan jangan dia bukan adikku, kali benarlah anak bi Yeyen, " tubuhnya merinding membayangkan adiknya Calla ditukar dengan anaknya, karena ia percaya Calla adiknya tak mungkin punya hati yang tidak baik.
" Memang Alena yang ngaku nama Indonesia nya Calla mirip dengan ku, abis Bi Yeyen juga mirip dengan Bundaku," batin Ayyana.
Ayyana dikagetkan oleh dekapan Raditya dari belakang, ia malu karena di depan banyak orang, bahkan Rosa nyengir dengan berkedip kedip matanya.
" Awas lho Ayy, klo kamu enggak jujur padaku tentang hubungan dengan tuannya, dan kamu tuh enggak kasihani pada Pak Raihan yang ada hati padamu, " batin Rosa.
" Mas, lepas donk malu ahh dilihatin orang, " ucap lirik Ayyana.
Jalanan semarak penuh dengan lampu lampu hias, juga salju telah menutup apapun yang ada di permukaan cuman belum begitu tebal, tetapi membuat pemandangan semakin indah.
Raditya menyewa dua mobil untuk menuju restoran.
" Mas, Mr. Isaac sudah lama menikah? " tanya Ayyana hati hati.
" Ngapain kamu nanya gitu? " dia balik tanya, sempat gelagapan Ayyana, tetapi iapun terus cerita.
" Oh gitu, aku belum paham istrinya, dia sejak kecelakaan yang membuat kedua matanya buta, tidak lagi banyak bicara, ia cenderung pendiam, sehingga aku enggak begitu tahu tentang istrinya itu, " jawabnya, dan dada Ayyana berdesir kencang ingat peristiwa saat Hana ikut menganiayanya.
Sampai di restoran Mr. Jonathan beserta istri telah datang lebih awal, dan acara demi acara telah dilalui, tidak lupa Ayyana dapat kenang kenangan, lagi lagi ia kebingungan karena tidak membalas pemberiannya.
" Jangan khawatir besok kita bales klo mereka datang ke Indonesia, " bisik Raditya, apalagi Raditya sering ngasih souvenir pada Mr. Jonathan maupun Mr. Michael mitranya di UK.
Karena Raditya sama Mr. Jonathan sedang meeting di ruang khusus, maka Ayyana serta lainnya keliling di mall yang ada di satu lokasi restoran.
Ia agak sungkan untuk meminta pada Calla tentang test dna.
__ADS_1
" Aku harus pasang strategi, Calla selalu keberatan klo diajak test dna, mending aku sekarang tidak perlu mendesaknya, dari sorot matanya saja bisa terbaca klo ia tertarik dengan segala yang kumiliki, dan bisa saja ia meminta imbalan klo aku memaksakan agar mau test dna, " batin Ayyana yang sudah merasakan kesal pada Calla.
" Benar kata Raditya, satu satunya menanyakan pada Bi Yeyen, jelas banyak saksi kalau Calla di bawa oleh Bi Yeyen, dari pada ribet kalau mendesak ke Calla," batin Ayyana. Matanya sesekali melirik pada Calla yang sekarang bersikap tidak lagi menyebalkan pada Ayyana, ia jalan jalan di mall saja selalu mepet pada Ayyana, tetapi walau hati tidak tega Ayyana tidak mau nawarin agar Calla memilih barang yang diinginkan.
Cuman ia tadi sudah dipesen sama Raditya agar membelikan barang buat Calla juga Hanifah sama Marwah.
Sementara Rosa beserta Mamanya sibuk lihat lihat lalu beli souvenir untuk oleh oleh keluarga serta teman di Jakarta.
" Mba, ini bagus klo untuk pajangan di rumah, " ucap Ayyana.
" Klo beli barang jangan banyak, sayang bila tak bisa dibawa, kecuali pakai jet pribadi, " ucap Marwah.
Calla selesai belanja, ia selain beli kebutuhan sehari hari juga beli sepatu, tas ransel serta baju dan Ayyana tidak tega maka setiap ke kasir ia yang bayar.
Tetapi sejauh ini Ayyana sudah tidak lagi mau mendesak agar Calla bersedia test dna.
Suasana mall juga sangat semarak oleh berbagai hiasan menyambut perayaan agama belum lagi ditambah ramainya pengunjung, menjadikan suasana hati penuh kegembiraan.
Ayyana yang sudah terbiasa bekerja keras tidak membuat kaki menjadi penat, karena berkeliling mall yang cukup besar.
Drrrtt drrrtt
Ayyana mengambil ponsel di tas, lalu mengusap layar.
" Halo Mas, ini dah mau keluar kok, " ucap Ayyana, seolah tahu yang akan dikatakan oleh Raditya.
" Aku dah selesai, keburu kesorean, kamu kan, mau masak, " tandas Raditya di depan layar, matanya tak kedip melihat Ayyana tambah cantik di layar kaca.
Ayyana beserta yang lain turun lalu gabung kembali dengan Raditya, untuk siap siap pulang.
Calla yang baru kali ini ketemu dengan Raditya sempat mengagumi selain tampan juga muda dengan banyak uang.
" Hebat tuh kekasih Ayyana, kok bisa sih punya kekasih sehebat itu, padahal ia hanya ngikut orang di kampung, kenalnya dimana? " batinnya.
" Calla aku teman Ayyana di kampus, kekasih Ayyana adik dosen kami, yang tertarik juga pada Ayyana," cerita Rosa saat ditanya hubungannya dengan Ayyana.
" Ayyana tuh banyak cowok yang berlomba untuk mendekati, abis ia selain cantik juga suka menolong dengan ikhlas, cuman sayang ada saja yang suka ngiri padanya, " cerita nya lagi.
" Dan luka yang membuat ia sering sedih ialah pencarian adiknya yang bernama Calla kayak nama Indonesia nya kamu, " sambung Rosa kembali.
" Oh berarti Raditya kenal sama Ayyana lewat dosennya? " tanya Calla.
__ADS_1
" Soal itu aku kurang paham, cuman Ayyana merawat Raditya karena ia habis kecelakaan yang membuat kedua kakinya patah tulangnya, " cerita Rosa lagi.
" Mmmm berarti karena kedekatannya Raditya jatuh hati pada Ayyana, " batin Calla merasa iri pada keberuntungan Ayyana.