Bukan Aku Yang Jadi Istrimu

Bukan Aku Yang Jadi Istrimu
Episode 72 Clara dan Silvi sakit


__ADS_3

Ayyana POV


Di usia kandungan ku yang menginjak dua bulan, sedikit muncul rasa mual terutama saat bangun tidur, juga tidak suka pada bau bawang, cuman semuanya berlaku pada pagi hari, selain diwaktu itu tidak merasakan keanehan seperti orang hamil pada bulan bulan awal, dari kondisi tubuh serta baby yang bisa bersahabat dengan kerumitan yang terjadi padaku, maka aku bisa menjalankan aktivitas maupun berusaha menuntaskan permasalahan yang membelit, tentunya di bantu oleh Raditya, demikian Calla akhirnya tak bisa menolak tawaran Isaac untuk melindungi, tetapi bukan berarti Calla semuda itu harus menikah dengan Isaac.


" Ayy, kamu tetap harus di kawal, karena aku masih khawatir tentang keselamatan mu, " tandas Raditya, ia masih perlu waspada dengan Oom Laksana, karena bukan rahasia lagi bahwa ia di kenal dalam berbisnis melakukan cara yang merugikan pembisnis lain, banyak usaha sejenis dengannya terpaksa gulung tikar, oleh caranya yang kotor untuk merebut konsumen milik pedagang lain.


Aku mendengar berita itu dari mertua merasa tersentil hatinya punya kerabat dengan hati culas.


Apalagi sejak Oom Laksana tahu aku dan Calla anak dari adik Oom Laksana, sampai sekarang janji tentang pembagian perusahaan belum terealisasikan, walau sebenarnya aku tidak berharap, karena materi dari suami sudah cukup buatku, bahkan Raditya juga tidak merespon janjinya itu.


" Benar ucapan Raditya, tetap waspada dengan manusia kayak Laksana, bisa saja ia seperti belut, sangat licin sehingga kata katanyapun sulit di pegang, " batinku.


Masih musim penghujan, maka di malam ini Jakarta langit tak berbintang, semua terlihat hitam kelam, hanya terlihat cahaya kelap kelip pesawat terbang melintas yang tidak terlalu tinggi.


Aku menunggu kepulangan Raditya, yang telah memberi kabar pulang malam, sedang menyelesaikan dokumen yang harus diteliti, juga email yang masuk.


Langit hitam masih saja menaungi pandanganku yang mengarahkan lewat jendela kamar tanpa tirai yang sengaja masih terbuka, kebiasaan bila mata mulai ngantuk barulah tirai disamping kiri kasur kututup, walau kadang terlupakan oleh menomor satukan mata yang tidak mampu kebendung kantuknya.


Drrrt


Tangan kiri ku angkat lalu mengambil ponsel di nakas, dan mengusap layar licinnya.


Terbiasa notifikasi tidak setiap kali bunyi langsung ku buka, maka malam ini filingku berasal dari suami, paling tidak pabila benar bisa mengisi hati dari kerinduan seharian tidak bertemu, memang untuk hari ini makan siang bersama dengan rekan bisnis di sebuah restoran mewah, sebenarnya aku disuruh menyusul, tetapi dengan alasan tidak bersemangat aku menolaknya.


" Ayy, kamu selama ini ada sesuatu yang ditutup tutupi kan, padaku, klo yang kamu rahasiakan membahayakanmu, tentulah rasa bersalah ku terus tidak bisa hilang, " aku kaget dengan pesan Raditya, karena selama ini tidak pernah merasa ada yang kurahasikan.


" Mas, ngapain kok, tiada angin juga hujan kamu bilang gitu, klo ada yang ditutupi padamu, tentu ada pertimbangan, seperti aku tidak ingin selalu merepotkanmu atau kondisimu yang sedang menghadapi pemulihan kesehatan, abis kamu kan, orang nomer satu penerus perusahaan, " balesku dengan menambah emot hati.


" Cuman aku enggak suka dengar dari orang lain, apalagi itu menyangkut nyawa kamu, " pesan from Raditya.


Aku yang belum bisa tidur, karena sengaja sambil menunggu suami pulang dari kerja, semakin mata ini melebar.


" Ok, kira kira apa tuh yang masih belum terbuka dariku, " pesan ku.


" Tentang Clara yang berhubungan dengan Hana sampai ia dijadikan sasaran kekesalan Isaac, " pesan Raditya.


" Mas, meeting mu dah rampung? abis di kesibukan mu malam ini bisa chat terus, " balesku, emot tertawa ku sertakan.


Aku menjadi curiga padanya, akupun bangkit dari kasur, lalu kaki ini dengan pelan melangkah ke pintu.


Ceklek


Lampu ruang tengah masih gelap, ku cari letak saklar.

__ADS_1


Ceklek


Ruanganpun menjadi terang, mata ini melebar untuk mencari Raditya ke berbagai sudut.


Ia suka ngeprank, padahal sudah ku ingatkan dengan kondisi baby di perutku agar jangan bikin aku tambah banyak pikiran.


" Mas, aku percaya kamu sudah di rumah," seruku, lalu kaki ini terus ku ayunkan menuju ke setiap ruang.


" Mmmm, bener bener bikin aku geregetan nih cowok tampan, awas klo ketemu, aku mau ngambek, " batinku kesel.


Setelah kucari tidak terlihat batang hidungnya, aku membanting bookoong pelan di sofa, dan punggung bersender di sandaran sofa, kepala menengadah ke langit langit di ruang tengah ini, lalu ponsel yang kupegang bergetar berupa pesan, dan itu masih dari Raditya.


" Ayy, kalau aku pulang kamu enggak memberi tahu tentang rekaman saat Clara cs menculik di mobilmu sendiri, maka mulai besok keluar kuliahnya, " pesan dari Raditya.


Saking gemesnya maka aku menghubungi lewat telfon, kami tidak memasang aplikasi lokasi di ponselnya, karena masing masing sudah di dampingi pengawal.


" Ok Mas, klo kamu telah sampai rumah mau ku perlihatkan video rekamannya, " aku yang lugu akhirnya menyerah dengan ancaman tidak boleh neruskan kuliah.


Derrrtttt


Aku menoleh ke pintu, hati ini berbunga, dengan kepulangan Raditya.


Kaki ini melangkah untuk menjemput Raditya, yang terlihat sangat kelelahan.


Dengan sigap aku membantu melepaskan dasi serta jas yang menempel di tubuhnya, demikian sepatu, membuat aku jongkok di lantai.


Raditya telah duduk di sofa tak lupa tangannya mengelus perutku, lalu menciumi nya.


" Mas, minum jus buah dulu lalu bersihkan badan, baru klo telah segar tubuhmu, maka aku kirim videonya, " kataku saat Raditya mendesak agar video segera dikirim.


Aku mengambil jus tomat tanpa gula di kulkas, dan menyodorkan padanya.


" Aku perlu menandaskan pada Raditya, tentang video aniaya Clara cs padaku, agar tidak perlu mengungkitnya, toh itu sudah hampir setengah tahun lebih, sehingga menurutku sudah basi, aku sendiri tidak lagi mengingat nya, walau kenyataan Clara masih tetap memusuhiku, " batinku.


Suami membersihkan diri di kamar mandi, maka aku menyiapkan makan malam khas masakan nusantara, abis untuk masakan Eropa aku belum pinter, walaupun setiap akhir pekan selalu praktek.


" Mas, itu kan peristiwa dah lama donk, ngapain dibuka bikin nyesek aja, " ucap ku setelah kirim video.


" Kamu selalu nutupin perlakuan Clara sampai sekarang? padahal ia cs masih tak jera untuk menyakitimu, " tekan Raditya.


Aku diam tetapi otak ini terus mengingat ingat sikap Clara akhir akhir ini, untuk menekan ku, gegara Hana tidak bisa memberi uang selama bersama Isaac, apalagi mereka telah tahu kalau Isaac berteman dengan Raditya.


" Kamu tuh selalu dalam bahaya, aku tahu semua perlakuan Clara akhir akhir ini padamu, ' ucap Raditya, matanya menatap awas padaku, aku sampai gelagapan.

__ADS_1


" Mas, yang penting kita jangan membalas perbuatan mereka, doa saja agar mereka menjadi kayak Oom Laksana, Kiara, Pak Raihan serta Dania, " kataku.


" Mmmm, apa katamu Oom Laksana, bukankah ia sampai sekarang masih membohongimu, tetapi bagiku itu tak jadi masalah, karena aku bisa mencukupimu, " ucap Raditya datar.


*


Author POV


Pengawalan untuk Ayyana tak bisa membuat Clara cs mampu membully nya, padahal ia sangat geram melihat kebahagiaan Ayyana yang menurut Clara, dia anak kampung dari keluarga miskin, hanya faktor keberuntungan karena cerdas serta cantik alami maka bisa menjadi istri seorang CEO.


" Vi, kamu cantik gitu tapi tak bisa bikin Pak Raihan mengejarmu, " ucap Clara, karena akhirnya demi Aliandra, Pak Raihan kembali ke Dania yang telah berubah sikapnya menjadi seorang ibu yang baik.


" Pak Raihan enggak butuh wanita yang hanya cantik fisik, tapi juga cantik hati, " jawab Silvi.


Sudah tahun ke lima para mahasiswi yang bikin masalah dengan Ayyana belum juga rampung, padahal Ayyana yang sudah menjadi seorang ibu dari anak cowok berusia 1 tahun lebih, sebentar lagi mengikuti acara wisuda.


Beda Clara serta Silvi, hari harinya hatinya kesal melihat Ayyana.


" Vi, Hana kok ya sekarang tidak lagi mau gabung dengan kita, padahal si Isaac telah di rebut oleh adik Ayyana, dasar turunan pelakor, " tandas Clara dengan geram.


" Emang, kamu dengar cerita tentang Ayyana yang akhirnya menjadi istri adik Pak Raihan, itu juga dari hasil menikung, kan, Raditya kekasih Kiara, eee tahu tahu Ayyana merebutnya, " cerita Silvi dengan geram juga.


" Waah bener omongan mu, dua duanya tuh pelakor, " ucap Clara menggebu.


Tentang Hana setelah di pulangkan, tentu tidak dilepas begitu saja, ia diperiksakan kesehatannya, setelah benar benar sehat baru di kembalikan, dengan di beri uang untuk hidup, ia tidak berani menuntut atas perlakuan Isaac, selain tidak memiliki bukti, juga ia merasa telah dapat harta banyak, cuman ia sadar betul kalau masih tetap gabung dengan Clara bisa habis uang pemberian Isaac, dan ia tetap hidup sederhana, serta menjadi pendiam.


" Hana, kamu enggak lagi toleran, denger nich Silvi sakit," ucap Clara menonyor kepala Hana, yang belum selesai juga kuliahnya, karena sempat resign.


" Kan, cuman sariawan," jawab Hana lirih.


" Sariawan yang enggak sembuh sembuh sampai tidak bisa ngomong, setelah di periksa ternyata kanker, " tandas Clara, Hana terjengit tubuhnya.


" Makanya tengok dia, sama bantu pengobatannya, kamu banyak uang diumpet sendiri, kerampok tahu rasa kamu, " serang Clara kesal, Hana hanya diam.


" Clara, kamu kok ya belum juga ngurangi omongan yang tak baik, nyadar donk kamu sekarang sudah kurus begitu, " batin Hana.


Clara juga sakit sakitan, yaitu kadar gulanya tinggi, cuman sulit menghindar makanan makanan yang bikin gula darahnya naik.


" Hanaaa tolong aku, " tubuh Clara sangat lemas dan matanya menjadi blur untuk melihat, maka Clara yang sedang berada di kamar kost Hana, diantar pulang ke rumah orang tua.


Waktu terus berlalu, Hana di beritahu oleh ibunya Clara bahwa Clara masuk rumah sakit, dan kedua matanya sudah tidak bisa ketolong lagi, ia menjadi buta.


" Papanya Clara wafat juga bertahun tahun kena diabetes, " batin Hana ikut prihatin dengan penyakit yang di derita baik oleh Silvi maupun Clara.

__ADS_1


******** Tamat********


Semoga cerita ku dapat menghibur para pembaca, jangan lupa like serta komen yaπŸ™πŸΌπŸ™πŸΌπŸ™πŸΌπŸ™πŸΌ


__ADS_2