Bukan Aku Yang Jadi Istrimu

Bukan Aku Yang Jadi Istrimu
Episode 64 Kiara belajar ikhlas


__ADS_3

Author POV


Kepergian Raditya menyusul Ayyana telah terdengar di telinga kedua orang tua Raditya.


" Berarti Raditya membohongi kita Mas,kan, bilangnya mau ketemu Isaac serta lainnya, tapi lihat nich fotonya yang dikirim Kiara. Uups mereka malahan kayak lagi bulan madu, " ucap Maminya Raditya dengan rasa was was, bukan berarti ia tidak setuju apabila akhirnya mereka bersatu melangsungkan rumah tangganya, cuma tidak nyaman hatinya, karena menikahnya saja tujuannya hanya bertugas sebagai perawat bagi Raditya.


" Abis, kita nyari perawat lebih cantik dari Kiara, " ucap Maminya kembali.


Suaminya hanya diam memandang taman di halaman depan rumahnya, otaknya masih sulit mencari solusi untuk mengatasi masalah Raditya, yang telah ingkar janji.


" Aku tidak enak hati pada Ayahnya Kiara, " suaranya pelan, ada rasa bingung, ia takut gara gara Raditya hubungan keluarga putus.


" Mas, semoga De Hani bijak lah, " ucap istrinya, Hani adalah ibunya Kiara.


" Semoga doamu terkabul, " ucap Papinya Raditya.


" Insyaallah dia orangnya bijak Mas, tentu ia akan beranggapan kesalahan tidak hanya ditimpakan Raditya, tapi juga pada putrinya yang tidak perhatian sama Raditya selama Raditya hanya mampu berbaring di kasur, " ucap istrinya.


" Aku mikirnya begitu, abis Ayyana sangat ikhlas merawatnya, " tandas suaminya.


" Cuman aku kasihan pada Raihan, ia sudah terlanjur sayang pada Ayyana, " ujar Bu Nining istrinya.


" Ia sudah legowo kok, klo Raditya tidak mau melepas Ayyana, " ucap Hardian suaminya.


Hujan sore itu terus mengguyur deras ibu kota, suara petir menggelegar berulang kali, tetapi aktivitas jalanan tetap ramai oleh kendaraan.


Kiara telah berada di Jakarta, dia meresapi semua nasehat Maminya, walau hatinya terluka atas berpalingnya Raditya, tetapi dalam hati kecil ia mengakui sikapnya selama Raditya terbaring tidak pernah sekalipun memperhatikannya.


Tetapi hati tetap luka, ia telah mencintai Raditya, kalau sering ketemuan dengan Dio hanya agar bisa menyingkirkan luka hatinya atau paling tidak selama dengan Dio bisa tidak mengingat Raditya.


" Kalau tidak bersama Dio, bayangan Raditya lagi berbahagia bersama wanita culun ada di mata, terus hati ini sangatlah sakit, perih, " batin Kiara, ia ingin menghubungi Dio, hanya saja masih ragu sebab takut Papinya Dio mengawasi, seperti saat Dio terbang ke Pert untuk menemuinya, ternyata Papinya Dio mengikutinya, dan alhasil ketemuanpun gagal.


" Ki, coba kamu selalu dekati Papi, agar berbaik hatinya dengan Oom Laksana, Mami percaya keduanya ingin berbaikan," bisik Mami.


" Mi, betulkah permusuhan itu karena tante Rinata yang mengakhiri hidupnya gegara ditolak cintanya oleh Oom Laksana? " tanya Kiara pelan, ia juga takut kalau Maminya tidak berkenan.


" Kamu tahu dari mana? " tanya balik Maminya.


" Mami enggak perlulah tahu siapa yang membuat aku dengar cerita tante Rinata, yang penting benar kan, permasalahannya itu, kasihan lho tante Rinata disana," ucap Kiara berkaca kaca matanya.

__ADS_1


" Itulah Ki, Mami mikir kesitu juga, coba kali kamu bisa melembutkan hati Papi untuk berbaikan kembali dengan Oom Laksana, " tandas Bu Hani pelan.


Hati yang sejak kedatangannya di rumah terasa remuk oleh bayangan kemesraan Raditya bersama Ayyana, sedikit terhibur sehingga seolah ada dukungan dari Maminya untuk berbaikan dengan Oom Laksana, dan bisa dibayangkan tidak terhalang apabila nyambung dengan Dio.


Makan malampun tiba, putri semata wayangnya yang lagi berduka hatinya, selera makan menjadi kurang.


" Ki, lagi diet, " tandas Papi Zayn, ia yang telah mendengar tentang kabar Raditya di Eropa, ikut terluka serta ingin meluapkan kemarahan pada Hardian.


" Dia sangat lemah pada anaknya, sampai lebih mengorbankan hubungan keluarga, " ucap Zayn kesal.


" Mas, aku tak berarti membela keluargaku, hanya kita harus instropeksi tentang kejadian ini, " ucap lembut Hani istrinya.


" Berarti kita yang bikin Raditya meninggalkan Kiara, " tandas Zayn mencelos.


" Tanya saja Kiara, yang sejak awal tak pernah mau menerima omonganku, dan lebih menuruti kata hatinya," ucap istrinya pelan, Kiara tak mau memberi komentar, ia mulai merasa bersalah dengan perlakuan pada Raditya selama ini.


" Pih aku mengakui kekeliruan ku pada Raditya, " ucap Kiara sambil membolak balik sendok diatas piring.


" Lalu kamu telah mengikhlaskan dia dengan wanita yang kamu suruh menggantikan mu sebagai istrinya, sebenarnya itu kecerobohanmu dalam mengambil langkah, dan semua lelaki akan berpaling disaat membutuhkan perhatian, " Zayn sengaja tak meneruskan ucapanya tentang sikap Kiara yang tidak mau memberi perhatian selama Raditya sakit.


" Ok lah Pi, aku memang salah, jadi mungkin satu satunya jalan aku harus belajar mengikhlaskannya, " ucap Kiara, hatinya sebenarnya terluka tetapi ia berusaha menutupi di depan kedua orang tuanya.


" Pi, aku dah pernah cerita klo enggak salah tentang teman Papi yaitu Pak Faisal, " ucap Kiara. Wajah Papi berubah, tergurat kesedihan dari sorot matanya, Zayn memandang kosong tembok pembatas ruang makan, Kiara melihat Papinya tidak tega, seperti ada luka didalam sana.


" Kenapa Papi bersedih aku mengingatkan temannya yang bernama Faisal? " tiba tiba Kiara bertanya dengan hati hati, ia tidak ingin membuat Papi emosi.


" Dimana? " hanya itu yang keluar dari mulut Zayn dengan pertanyaan Kiara, hati Zayn mencelos ingat bersahabatan antara Faisal dengan Laksana. Hanya gara gara Rinata yang cinta tak sampai pada Laksana persahabatan menjadi hancur.


" Apakah kini mau menambah kehancuran hubungan kembali dengan Hardian yang nota bene masih ada hubungan keluarga dengan istriku? " tanyanya dihati.


" Mas, pengalaman masa lalu tidak berharap terulang kembali pada anak kita, apalagi ini menyangkut keluarga besarku Mas, " bisik Hani lirih, dan selirih apapun Kiara yang berusaha masang kuping terdengar, lalu iapun tahu arah ucapan Maminya pada Papi. Walau hati terluka tetapi tidak ingin keluarga menjauh atau dijauhi oleh kerabat dari turunan kakek Bahtiar.


" Kali klo aku ngalah tak meneruskan hubungan dengan Raditya akan lebih terhormat dari pada berusaha mempertahankan dengan tindakan tak baik, kalau toh menang belum tentu hidupku bahagia, mmmm lebih baik aku berjuang agar Papi berbaikan dengan Oom Laksana, abis Dio cinta mati banget sama aku, " batin Kiara, karena satu satunya hambatan hubungannya dengan Dio adalah persahabatan Papi dengan Oom Laksana yang hancur.


" Pih, bisakah Papi berbaikan lagi dengan Oom Laksana, sudah tua lho, enggak baik permusuhan sampai di bawa mati, " ucap pelan Kiara juga dengan nada lembut.


Wajah Zayn memerah, hatinya tersentil oleh kata kata putri yang disayangi.


" Kamu tuh udah dipengaruhi oleh Faisal, " ucap sedih Papinya. Dalam hati kecil ia ingin membuang semua permusuhan dengan siapapun, tetapi kalau ingat Rinata maka rasa sakit hati pada Laksana terasa menusuk jiwa.

__ADS_1


Zayn sempat diliputi rasa ketakutan kehilangan putrinya akibat Raditya telah berpaling ke Ayyana yang lebih perhatian, walau secara materi jauh dengan Kiara, bahkan Zayn telah mendengar kalau kedua orang tua Ayyana telah tiada, sedang ia di dunia ini tidak ada kerabatnya.


" Masak sih Ayyana tidak punya kerabat, kali aku bisa nurut pada nasehat Faisal untuk berbaikan kembali pada Laksana, bisa minta bantuannya untuk mengorek kedua orang tua Ayyana, aku agak mikir klo Ayah Ayyana itu adik Laksana yang dulu bisnisnya di kuasainya, lalu adiknya yang kuingat namanya Dylan pergi dari rumah besar itu, " batin Zayn.


Ia hanya curiga pada Laksana yang dengan tega menguasai bisnis adiknya, padahal setahuku Dylan berjuang dari nol, bahkan ia rela tidak neruskan sekolah hanya lebih memilih berbisnis.


" Mmmm, memang Laksana orang yang tidak punya hati, pada adiknya saja tega mengusir apalagi pada Rinata yang tidak ada tali persaudaraan, walau saat itu adikku teman dekatnya, " batinnya kembali.


Lama Zayn diam, istri serta Kiara pun ikut tenggelam dalam pemikiran.


" Ki, lalu kamu akan nyambung dengan Dio, aku khawatir Ki klo sampai Papinya Dio merestuimu punya tujuan menguasai bisnis kita, " Rahasia yang selama ini dipendam oleh Zayn, kepaksa dibuka dan iapun menceritakan tentang Dylan.


" Pi, jangan jangan Ayyana itu anak adiknya Papinya Dio, abis Dio pernah cerita punya Oom yang pergi dan aku pernah mendatangi kampung Ayyana, Ayahnya bernama Dylan, " cerita Kiara dengan dada berdegub tak beraturan.


" Semoga itu Dylan adik dari Laksana, terus meninggalnya karena apa? " tanya Zayn penasaran, karena ia khawatir kalau Dylan beserta istri di bunuh, Zayn sampai pori pori tubuhnya berdiri membayangkan kalau benar praduganya.


" Katanya kecelakaan, " jawab Kiara.


" Dari cerita tetangga orang tua angkat Ayyana, motornya saja rusak parah, " cerita Kiara kembali.


" Lalu adik Ayyana tidak di ketahui. keberadaannya, kata tetangga itu dibawa oleh kerabat ibunya Ayyana, " ucap Kiara, sebenarnya di hatinya muncul rasa iba pada nasib Ayyana yang sejak kecil tidak bahagia.


" Berarti Ayyana anak yang hidupnya sebatang kara, " ucap Maminya.


" Iya menurut tetangga begitu, dan dia sejak ikut orang tua angkatnya yang miskin, harus bekerja keras kayak dua saudara angkatnya, " cerita Kiara.


" Ki, menurut Mami jangan kamu perlakukan tidak baik pada anak yang tidak punya orang tua sejak kecil, biarkan kamu mundur saja dari Raditya, lebih mulia kok Ki, Mami percaya akan ada jodoh yang lebih baik untukmu, " nasehat Mami panjang.


" Insyaallah Mi, aku akan belajar untuk mengikhlaskannya, bagaimanapun itu kesalahanku sehingga selayaknya Raditya memilih wanita terbaik buatnya, " ucap Kiara berusaha sebijak mungkin, walau hati belum bisa hilang lukanya.


" Itu namanya putri Mami, yang penting jangan terlalu terobsesi, sebab nantinya akan merugikan, " ucap Hani, karena Maminya berkaca pada Rinata.


Bincang bincang di akhiri, mereka menuju kamar untuk istirahat malam.


Kiara di kamar membuka ponsel, yang dibuka chat dari Dio.


Sementara Raditya tidak pernah menghubungi selama di Eropa.


" Raditya sudah melupakannya, memang sebaiknya kuakhiri pernikahan siri dengannya, biarkan ia lebih memilih Ayyana dari pada aku, " batin Kiara mencoba untuk belajar tidak sakit hati.

__ADS_1


__ADS_2