Bukan Aku Yang Jadi Istrimu

Bukan Aku Yang Jadi Istrimu
Episode 60 Raditya tidak tinggal diam tentang Calla


__ADS_3

Author POV


Raditya tidak hanya mengikuti kepergian Ayyana, tetapi ada kepentingan bisnis, yaitu ketemu dengan mitra bisnisnya di kota ini, dan Ayyana diajak sekalian apabila ada jadwal bertemu dengan mitra bisnisnya, biasanya Ayyana bergabung dengan istri mitra bisnis Raditya, dan tak malu malu amat, karena Ayyana lancar berbahasa Inggris.


" Mas, tadi aku bincang bincang sama Mrs Stella, nich aku di kasih tas, aku jadi enggak enak hati, tidak membawakan cindera mata khas Indonesia, " cerita Ayyana.


" Aku menjadwalkan untuk datang ke Indonesia, kamu bisa cari oleh oleh untuknya Ayy, " ucap Raditya, lalu mengecup bibirnya lembut, bibir Ayyana serasa bagai candu bagi Raditya, bila dekat tak mengecup bibirnya kayak terasa ada yang kurang.


" Cuman ini tas mah yang branded, harganya selangit Mas, sementara disana harga tas dari kulit paling mahal seharga juta, " ucap Ayyana menggelayutkan tubuhnya ke dadanya.


' Udah jangan kamu pikir tentang harga, memang produk dari tempat kita murah, tetapi tak kalahlah jauh kualitasnya, " tangan Raditya mengelus pipi Ayyana lalu menciumi penuh kelembutan.


" Besok kita ke Belanda, sekalian kita bisa temui lagi Calla, " ucap Raditya, matanya menatap lekat wajah cantik di depannya yang jaraknya hanya beberapa cm saja.


Mata Ayyana sempat meredup, ingat sikap Calla yang tidak suka pada Ayyana.


" Kamu tidak boleh menyerah, klo dalam hati kecilmu Calla adikmu, maka harus tetap berjuang untuk menyadarkannya, " nasehat Raditya dengan memeluk erat tubuhnya. Ayyana dapat semangat kembali dengan dukungan dari Raditya.


" Jadi, selama ada waktu disini, gunakan waktu itu untuk bisa mempengaruhi Calla, agar mau melakukan test dna, " tandas Raditya dan berjanji akan membantu sampai tuntas, untuk bisa membuktikan kebenaran tentang siapa itu Calla.


" Dan apabila hasil dna tak ada kesamaan, aku akan tetap membantumu mencarikan adikmu, sesuai nama akte kelahirannya, dan satu satunya kita tanyain pada Bi Yeyen, " ucap Raditya, ia tangannya mengelus elus rambut dipucuk kepala Ayyana, serta sesekali mengecupnya.


" Mas, klo bi Yeyen enggak ngaku membawa Calla, gimana? " tanya Ayyana sedih, dengan sudah kurang rasa malunya ia semakin erat menelungkupkan kepalanya di dadanya lalu mengecup lembut, dan kebersamaan yang penuh dengan kasih sayang diantara keduanya, selalu diakhiri di tempat mereka membaringkan tubuh.


" Ayy, olahanmu semakin tambah rasa yang membuatku tidak ingin jauh jauh darimu," belaian tangan kekarnya menjadikan Ayyana seorang wanita paling bahagia di dunia.


" Kamu yang mengajariku untuk menambah rasa Mas, " sudah tak tahu malu merengkuh tubuh kekarnya.


Raditya tertawa terkekeh, tidak lupa bibir bagai candunya dikecup penuh kelembutan, kemudian Ayyana yang sudah bisa mengimbangi akan membalas dan akan saling melepas setelah keduanya terpuaskan.


" Mas, aku kangen pengin ketemu Rosa, abis selama disini nyaris belum pernah ketemu, " kata kata bernada lembut selalu Ayyana lontarkan, sampai hati Raditya yang selalu tegas bila dengan orang lain, maka bila mendengar ucapan Ayyana kekakuan hatinya meleleh tanpa perasaan terpaksa.


" Boleh, besok aku kan, mau ketemuan sama mitra bisnis kembali, sekalian diundang bareng untuk menemani kamu bergabung dengan istri Jonathan, " ucap Raditya.


" Terus berangkat ke Belanda gimana Mas?" tanya Ayyana, penuh keheranan.


" Akan ketemuan di negeri itu, aku pengin menjamu makanan khas negeri kita, " tubuh Ayyana yang berada disatu selimut di peluknya erat.


" Ucapan mu membuat aku punya ide klo ingin menjamu masakan ku Mas, kali kamu setuju," ucap pelan Ayyana.


" Serius kamu siap? malamnya aku mengundang makan Mr. Isaac dengan istrinya disana, "tandas Raditya.


Ayyana menyanggupi, apalagi apartemen yang disewa Raditya sama dengan apartemen disini, paling tidak bisa ngundang makan berenam.

__ADS_1


" Cuman aku enggak suka klo kamu dapat sanjungan dari orang lain, " bibirnya mencebik.


Diluar terdengar bunyi gemuruh.


" Mas suara hujan ini, " ucap Ayyana kaget dengan fenomena alam yang baru di dengarnya.


" Coba lihat lewat jendela, tuh salju berjatuhan, " kata Raditya, ia matanya melihat keluar lewat jendela kaca, Ayyana pun mendekat ke kaca melihat peristiwa alam yang menakjubkan. Dan berusaha menvideo.


" Klo cuaca kayak gini, semua orang lebih suka berada di rumah kali Mas, " ucap Ayyana.


" Iya donk bikin yang hangat hangat, " celetuk Raditya nyengir.


Ayyana memanyunkan bibir dengan mata dilebarkan.


" Ok aku bikin minuman rempah rempah, " kebetulan Ayyana dari Jakarta bawa kayu manis, cengkih sama gula aren. Ia berjalan ke dapur sengaja tubuhnya menyenggol tubuh Raditya yang menghalangi jalannya.


" Uuufff, " tangan Raditya memegang perut sendiri.


" Ihhh, pelan kok nyenggolnya, " seloroh Ayyana lalu menghindar dari tangan Raditya yang akan menangkapnya.


" Mulai ngeledek lagi kan, kapan aku masak, katanya pengin bikin yang hangat hangat juga, nich sudah nyiapin rempah rempah untuk direbus," ujar Ayyana karena Raditya mengikuti ke dapur dengan mengganggunya.


" Abis gimana kan, kita cuman berdua, ya satu satunya mikirnya kesitu donk, " ujar Raditya mendekap tubuh Ayyana erat, dengan menciumi punggung kepala lembut.


Hari berganti


Di Indonesia orang suruhan Raditya telah berhasil menemukan rumah Bi Yeyen, tanpa adanya kendala, walau medan untuk menuju kampungnya kurang memadai, tetapi orang suruhan Raditya telah bertemu dengan Bi Yeyen sekeluarga.


Dan berhasil membuat Bi Yeyen menceritakan yang sebenarnya dengan permintaan jangan sampai dibawa ke jalur hukum.


Rekaman pembicaraan telah dikirim ke nomer ponsel Raditya, tetapi dia tetap merahasiakan pada Ayyana.


Juga bi Yeyen diminta agar mau bilang pada Calla agar mau melakukan test dna sesuai permintaan Ayyana.


Bi Yeyen berjanji akan meminta pada Calla untuk segera test dna.


" Ayy, keberuntungan buatmu, cuaca juga sangat bersahabat, sehingga kita dengan lancar sampai ke negeri ini, " ucap Raditya menggandeng erat tangan Ayyana.


" Iya Mas, semoga lancar bisnis kamu, demikian aku berhasil mengajak Calla untuk test dna, " ucap Ayyana pelan.


" Oh ya sekalian blanja ke swalayan, biar besok enggak repot mumpung cuacanya bagus, " ucap Raditya. Hati Ayyana tetap berdesir saat mengijakan kaki turun dari pesawat, ia ingat pada sikap Calla yang tidak bisa berbaik baik dengannya.


" Dah jangan diingat tentang sikap Calla, siapa tahu nanti berubah baik padamu," nasehat Raditya.

__ADS_1


Sedang rencana untuk mengajak Calla bertemu kembali, yaitu besok sekalian diajak makan bersama.


Sementara Calla telah dihubungi oleh Bi Yeyen.


" Calla, sebaiknya kamu berbaiklah dengan Ayyana, bagaimanapun dia masih satu keluarga dengan kita, dan jangan khawatir Ayyana tidak mungkin meminta imbalan padamu, dia kan, uangnya saja banyak," pesan from Yeyen.


Tetapi Calla tetap kurang senang pada Ayyana, sehingga permintaan bi Yeyen agar Calla mau test dna masih merasa keberatan.


" Ibu, kalau memang Ayyana banyak uang, kenapa kamu sebagai saudara ibunya enggak diajak kesini, malah ia bersenang senang sendiri tanpa ingat pada saudaranya yang miskin, " pesan from Calla kesal pada Ayyana.


" Kan, Ayyana belum bisa nyambung denganku, klo sudah nyambung ibu percaya akan mengajakku menemuimu, " balas bi Yeyen.


Dan bi Yeyen masih ragu untuk menceritakan kebenaran tentang Calla, ia masih bingung atau malah belum percaya apabila cerita apa adanya terus dilaporkan ke yang berwajib dengan tuduhan menjual anak balita.


Sementara Calla masih belum bisa menerima saran Bi Yeyen, tetapi ia mau nuruti permintaannya kalau besok ikut makan bareng di apartemen.


Calla berpikir kalau Ayyana datang kesini tidak bersama Hanifah serta Marwah.


Ia sudah tahu kalau Ayyana hari ini telah berada di kotanya. Sedang kedua kakaknya belum libur akhir pekan.


" Atau Ayyana dengan cowoknya, uuff ternyata ia sudah hidup bebas, " batin Calla yang baru menerka nerka.


*


Hujan deras sebesar biji jagung mengguyur kota Jakarta seharian ini, tetapi tak menyulutkan orang orang untuk tetap beraktifitas di luar rumah untuk mengais rejeki, agar dapur tetap bisa mengebul.


Kepergian Raditya hampir satu pekan, tidak membuat para pegawai di perusahaannya bekerja semau sendiri, apalagi sudah ditempatkan orang orang kepercayaan yang memiliki tanggung jawab, apalagi semua kegiatan bisa terpantau secara online, maka Raditya pun bisa memantau semua kegiatan pabrik walau berada di luar negeri.


Hanya saja kedua orang tua Raditya belum tahu kepergian Raditya akhirnya bisa bertemu dengan Ayyana, apalagi telah hidup bersama dalam satu apartemen.


Dan orang tua Raditya tahunya sedang mengadakan pertemuan dengan para mitra bisnisnya, memang kenyataan benar adanya.


Sementara Dania tahu kalau Ayyana bersama Rosa sekeluarga menuju ke London.


" Kiara, sudah tahu kamu kabar tentang Raditya yang berada di UK, kan, Ayyana juga sedang disana, " pesan from Dania.


Kiara kaget membaca pesan dari Dania, lalu ia yang masih di Pert, sering dapat kiriman berita dari Dania tentang kebersamaan Raditya dengan Kiara, bertekat bulat pulang ke Jakarta, apalagi selama ini Kiara berusaha menahannya untuk tidak pulang menemui Raditya.


" Ma, tolong benarkah berita ini, klo benar Mami menemui orang tua Raditya meminta kejelasan tentang hubunganku, mau diapain hubungan ku ini, " pesan from Kiara pada Mamanya dengan meneruskan berita dari Dania.


" Mending kamu pulang saja, sebaiknya di rembug baik baik, Mama kan, enggak enak hati, apalagi tak ingin hubungan kekeluargaan menjadi retak gara gara kegagalan pernikahan," balas panjang Mamanya Kiara yang masih ada hubungan kekerabatan dengan keluarga Raditya.


" Mama kok ya lembek sih, harusnya tegas kayak Papa donk, kan, janji mereka nantinya perusahaan akan di merjer apabila aku dan Raditya membentuk rumah tangga, " balas from Kiara.

__ADS_1


" Maunya begitu Ki, tetapi kesalahan itu tidak hanya pada Raditya lho, tetapi kamu juga yang kurang perhatian pada Raditya, apalagi menyuruh agar Raditya menikah dengan wanita lain sebagai penggantimu hanya karena kamu tak mau merawatnya, " pesan panjang Mamanya.


Kiara males membaca tulisan dari Mamanya yang biasa menulis seputar masalah yang sama.


__ADS_2