
Restu dari Wibie membuat Rey begitu senang. Pagi itu juga ia ke kampus untuk konfirmasi ke panitia. Menarik diri dari kelompok yang terdahulu dan mendaftar sebagai peserta KKN ke Belitung.
Ia ke kampus dengan motornya, berharap bisa cepat kembali dan menyelesaikan orderan dari beberapa konsumen yang sudah menjadi langganan setianya.
Sudah ada tiga orang dari kelas karyawan yang mendaftar lebih dulu, Rey ada di urutan ke empat. Sedangkan dari kelas reguler kuotanya sudah terpenuhi. Padahal, Mahasiswa dari kelas karyawan sangat berharap tidak ada penambahan dari kelas karyawan sehingga masih ada peluang bagi mereka yang ada di dalam daftar tunggu.
"Kenapa berubah pikiran?" tanya panita itu pada Rey, karena hari ini pendaftaran akan ditutup.
"Awalnya saya memang tidak begitu berminat karena berat sekali meninggalkan anak-anak saya. Namun suami saya justru sebaliknya, ia memberi kesempatan pada saya ke pulau itu agar saya bisa melihat dunia lain. Maklum bu, selama ini yang saya lihat hanya langit Jakarta. Itupun hanya dari kampus ke rumah atau sebaliknya," Rey menjelaskan dengan menambahkan bumbu humor agar muka panitia yang begitu sangat itu bisa sedikit rileks..
Perempuan bertubuh tinggi besar itu melihat Rey dari ujung kaki hingga ujung rambut dengan pandangan menyelidiki.
"Kamu sudah punya anak?" tanya wanita itu setengah tidak percaya.
"Alhamdulillah Bu, sepasang,"
Perempuan itu mendelik. Bola matanya yang bulat serasa ingin keluar dari korneanya.
"Sepasang?" tanyanya lagi untuk meyakinkan pendengarannya.
"Iya, Bu. Alhamdulillah yang pertama usia 6 tahun lebih, yang kecil 2 tahun,"
"Emang berapa usiamu?"
" 18 tahun," canda Rey. Ia tidak ingin wanita itu terlalu banyak bertanya masalah pribadinya. Untuk itu ia sengaja menjawab dengan candaan.
Perempuan itu sadar, Rey tidak ingin melanjutkan obrolannya tentang pribadinya. Untuk itu ia tidak melanjutkan pertanyaan dengan tujuan menyelidiki lagi. Ia kembali memandang layar laptopnya dan mengupdate daftar peserta KKN yang tersimpan dalam filenya.
"Reyna Anggra, SI Akuntansi kelas karyawan, ya?"
"Iya, Bu. Terimakasih. Apa ada berkas yang harus saya lengkapi?" tanya Rey sebelum ia meninggalkan tempat itu.
"Cukup, data tertulis dari yang kemarin, kami akan merubah lokasinya saja,"
"Paraf di sini, ya. Sebagai bukti bahwa yang minta perubahan adalah orangnya langsung," Perempuan itu menyodorkan satu kertas yang berisi biodata Rey
__ADS_1
"Apa ada temannya lagi yang mau daftar, kuotanya masih ada 1 khusus untuk kelas karyawan. Jika tidak ada maka akan diisi oleh kelas reguler yang masuk dalam daftar tunggu,"
"Saya kurang tau, di grup tidak ada yang membahas soal ini,"
"Baiklah, pendaftaran ditutup hari ini jam 15.00 WIB, tolong di share di grub, ya. Lebih dari waktu itu tidak akan dilayani,"
"Baik, Bu. Akan saya teruskan ke grub. Saya pamit dulu. Terimakasih," Rey meninggalkan tempat itu setelah menundukkan kepalanya sebentar meskipun tidak digubris oleh perempuan itu.
Rey meninggalkan gedung A dan segera menuju ke parkiran. Selain untuk mendaftar KKN, ia memang sudah tidak ada urusan lagi di kampus itu.
*******
Alex sempat melihat kehadiran Rey di kampus itu saat ia melintasi parkiran motor. Ia melihat motor Rey terparkir tepat di sisi pos satpam. Alex hafal betul karena ia mengingat dengan baik nomer plat kendaraan roda dua Rey yang sering di gunakan ke kampus.
Akal cerdik Alex segera bekerja, ia yang tidak bisa menemui wanita itu karena sedang di tunggu oleh dosen pembimbing lapangan untuk rapat langsung minta izin pada pimpinan rapat untuk keluar sebentar.
"Maaf,Pak. Saya izin ke belakang sebentar,"
Selaku pimpinan rapat, Pak Gu. hanya bisa menunduki kepala tanya setuju karena jarak keduanya cukup jauh.
"Mau ke mana, loe?" tanya Roy yang duduk di samping Alex.
Begitu keluar dari ruang rapat, Alex segeraenuju ke ruang Bu Farida yang masih ada di gedung itu juga. ia harus buru-buru mengetahui hal itu agar bisa memutuskan langkah berikutnya.
"Pagi, ibu. Apa kuota kelas karyawan sudah terpenuhi. Saya akan melaporkan perkembangan pada panitia. Kebetulan rapat panitia sedang berlangsung," Alex terpaksa berbohong karena ia tidak ingin perempuan itu curiga kenapa tiba-tiba ketua senat itu ingin tahu data peserta KKN.
Bu Farida tahu, Alex tidak punya kewenangan bertanya hal ini padanya. Ia juga tidak boleh memberikan data itu pada mahasiswa meskipun jabatan Alex sebagai wali kelas.
Namun Bu Farida ingat betul, laki-laki yang sedang menghadap dia sekarang ini bukan orang sembarangan.
"Ada penambahan satu orang, Reyna Anggra. Jadi masih ada kuota satu lagi. Itu juga khusus untuk kelas karyawan. Jika tidak ada penambahan dari mereka berarti jatah itu kita berikan pada mahasiswa yang lebih dulu antri,"
"Berarti saya telat ya, Bu?" tanya Alex dengan wajah memelas.
"Lah, kamu juga ingin mendaftar. Kenapa ga dari kemaren?"
__ADS_1
"Kemaren-kemaren mama belum kasih ijin," jawabnya lesu.
"Masa sih?" tanya Bu Farida kurang yakin.
"Ibu meragukan saya,"
"Bukan itu. Selama ini saya kenal Alex yang mandiri dan dikenal sebagai pengambil keputusan yang handal,"
"Ibu bisa aja. Sayang pujian ibu itu tidak bisa membuat saya tersenyum,"
"Begini saja, satu kuota yang tersisa saya isi dengan namamu,"
"Bagaimana jika ada yang protes,"
"Bisa di atur,"
"Terimakasih, Bu. Saya senang ibu memberikan kesempatan itu pada saya,"
"Iya, semoga tidak ada anak kelas karyawan yang menghubungi saya lagi,"
"Aamiin," sahut Alex begitu keras.
Bu Farida tersenyum, ia sedang bisa membuat anak pemilik kampus ini mendadak jadi ceria.
Alex juga sangat bahagia karena ia masih di kasih kesempatan untuk bisa terbang ke Belitung.
"Rey, akhirnya kau ikut ke sana. Aku yakin kau memang akan memilih lokasi itu, untuk itu aku menunggumu," bisik Alex dengan penuh rasa syukur. Sejak kemarin ia berdoa agar Rey ikut ke Belitung, dengan begitu ia bisa bersama dengan wanita itu selama dua Minggu. Bisa melihat dan dekat dengan wanita yang berhasil membuat dadanya begitu bergemuruh ketika mereka bertemu.
"Yes," teriaknya lagi begitu meninggalkan ruang Bu Farida dan kembali ke ruang rapat, bergabung dengan teman-temannnya yang masih berada di ruang itu.
Happy reading all! Author tidak bosan-bosan minta dukungan. Mohon untuk tinggalkan
✓ LIKE
✓ KOMENTAR
__ADS_1
✓ VOTE -nya ya🙏🙏🙏
Apresiasi dari kalian semua membuat saya semakin bersemangat untuk update. terimakasih 😊😊😊