
Belum juga sampai di rumah, HP yang ada di saku celana Rey tidak henti-hentinya bergetar. Ia sengaja menyalakan mode getar agar bisa mengetahui ada pesan atau panggilan yang masuk tanpa menggangu keadaan sekitar.
"Pasti grup KKN, nih," bisik Rey dalam hati. Ia tidak segera membuka hp tersebut karena sedang fokus mengendarai motornya, menembus jalanan yang mulai padat.
Rey masih punya waktu satu Minggu untuk mempersiapkan tugas-tugas yang akan di titipkan pada Fauzan dan Fadlan sebelum dan membuat RPL yang diminta oleh pembimbing lapangannya.
"Mudah-mudahan diberi kelancaran untuk semuanya," bisiknya dalam hati.
Dalam seminggu ini, Wibie juga fokus menyelesaikan pekerjaan. Ia ingin saat cuti nanti tidak meninggalkan PR buat teman-temannya di lapangan. Tidak heran jika ia harus lembur hingga larut malam bahkan memutuskan untuk tidak pulang ke rumah.
Rey sebenarnya merasa tidak enak hati melihat suaminya yang begitu memporsir tenaga dan waktunya untuk menyelesaikan pekerjaan, namun Wibie mampu meyakinkan istrinya bahwa ia dalam kondisi yang sehat dan iklas melakukan semuanya agar Rey bisa fokus menyelesaikan KKN nanti.
Wibie juga sudah menyampaikan prihal ini kepada Oma dan dengan senang hati ia menawarkan diri untuk nginep di rumah anak laki-laki itu selama Rey tidak di rumah. Ia ingin menemani Devara dan Nathan selama ditinggal oleh mamanya.
Sepanjang perjalanan Rey mengembangkan senyumnya. Semua keluarga begitu baik padanya, semua tidak keberatan jika ia harus meninggalkan keluarga selama 10 hari untuk kepentingan kuliahnya.
*****
Setelah sampai di rumah, sudah waktunya anak -anak makan siang. Rey melihat Devara sudah kembali dari sekolah, ia sedang ada di kamar bersama adiknya dan suster Nisha.
Sebelum mengerjakan apapun, Rey menemui kedua anaknya tersebut agar mereka tahu bahwa mamanya sudah kembali.
"Asik bener mainnya, sampe mama pulang ga ada yang denger," canda Rey ketika sudah berada di kamar Devara.
"Kita lagi main rumah-rumahan, Ma,"
Rey melihat satu buah tenda ukuran sedang sudah terpasang dengan sempurna di samping tempat tidur. Nathan yang ada di dalam tenda tergeletak beralaskan selimut tebal yang tertata rapi. Anak itu begitu asik bermain hingga tidak menggubris kehadiran Rey.
"Udah pada maem belum?" tanya Rey pada mereka.
"Belum laper, Ma. Nanti aja," sahut Devara.
"Ok, nanti kalau mau makan delivery order aja, ya. Pegawai kami siap melayani anda," canda Rey lagi karena ia faham anak-anaknya itu sedang main hotel-hotelan.
"Hore, hotel ini punya layanan makan siang gratis," pekik Devara begitu girang karena sang Mama segera faham dengan situasi permainan anaknya.
"Saya permisi dulu. Selamat menikmati waktu istirahatnya,"
"Terimakasih, uang tipsnya nanti kalau kita sudah check out,"
"Baiklah, Terimakasih,"
__ADS_1
Rey segera meninggalkan kamar itu dan menutup pintunya kembali karena AC ruangan dibiarkan menyala.
Lepas dari kamar anaknya, kini Rey menemui Fadlan di toko. Saat masuk rumah, ia sempat melihat karyawannya itu sedang sibuk packing barang.
"Ada tambahan pesanan?"
"Ada, Mbak. Biasa dari Koh Dicky yang di Glodok,"
"Oh, dikirim kapan?"
"Kalau bisa sore ini, tapi dia bilang besok pagi juga ga apa,"
"Barangnya sudah siap?"
"Sudah, baru saja di kirim dari konveksi,"
"Usahakan hari ini, biar besok tidak terburu-buru,"
"Iya, sepertinya bisa kok dikirim sore ini,"
"Tadi ada email masuk, Kak. Pesanan dari Pekanbaru,"
"Oh, kok dia ga telpon,"
"Tar aku cek, dulu,"
Rey kemudian membuka email yang dimaksud dari layar laptopnya. Apa yang dikatakan Fauzan tadi memang benar, palanggan mereka yang sudah lama tidak belanja kini mengirimkan surat orderan dalam jumlah yang besar. Setelah membaca pesan via email itu, Rey menghubungi nomer yang sudah tersimpan di dalam kontaknya.
"Iya, mbak. Saya sudah kirim pesanan. Mohon diproses secepat-cepatnya. Saya akan segera transfer pembayaran setelah dikirim nominal yang harus dibayar agar bisa dibuat surat pesanannya," suara diseberang sana menjelaskan maksudnya setelah mengetahui Rey menghubunginya.
"Baik, Pak. Akan saya proses segera. Terimakasih sudah kembali berbelanja pada kami,"
"Iya, kemaren itu toko onlinenya tutup, saya kira produksinya juga libur ternyata memang sedang dalam perbaikan, ya,"
"Iya, pak. Sementara saya tutup dulu karena ada sesuatu,"
"Yang seperti itu sudah biasa, kok. Tapi sudah beres kan, saya lihat komentar yang tidak sehat itu sudah tidak muncul lagi,"
"Iya, sudah dibereskan oleh IT kami,"
"Nanti saya minta staf saya untuk memberikan komentar dan testimoni yang bagus agar bisa membangun kepercayaan konsumen lagi,"
__ADS_1
"Waduh, Terimakasih Pak,"
"Usaha yang dibangun atas kejujuran tidak akan terkalahkan oleh orang-orang yang menjatuhkanmu dengan kebohongan. Percaya itu!"
"Iya, Pak. Terimakasih,"
Rey berulang kali mengucapkan terimakasih atas pengertian pelanggannya ini. Dan ia juga senang karena karena upaya orang yang ingin menjatuhkan bisnis online itu tidak dengan mudah dipercayai oleh orang yang sudah pernah memberi hasil produksi.
"Toko online udah pulih, kenapa Pras belum bilang ke aku?"
"Sudah dari kemaren lusa, Kak. Aku kira kakak udah tahu," sahut Fauzan.
"Komentar spamnya sudah hilang, namun status tokonya masih tutup," lanjut Fauzan lagi.
"Oh, ya. Aku ga ngecek lagi sejak hari itu,"
"Jadi masih mau ditutup?" tanya Fauzan lagi.
"Gimana, ya? Masih bingung. Soalnya Minggu depan udah mau berangkat. Takut ga ke handle sama kalian,"
"Jangan takut, Kak. Percayakan pada kami. Insyaallah kami tangani dengan baik. Jika harus lembur kita juga ga masalah kok,"
"Ya, sudahlah. Nanti kita bahas bersama gimana baiknya. Kita selesaikan pesanan hari ini dulu,"
"Iya, Kak. Ini sudah siap. Tinggal di kirim. Nanti biar saya bawa sekaligus mengantarkan kekurangan yang di pasar Senen kemarin,"
"Sip. Terimakasih. Aku mau bikin surat pesanan dulu. Kalau sudah packing kamu makan dulu, sana! Ga harus nunggu Fadlan. Biar bisa gantian,"
"Iya, sebentar. Sekalian sholat kalau begitu,"
Rey tersenyum puas, dua karyawannya ini sudah bisa menangani toko dengan baik. Tanpa harus dikomando, mereka sudah bisa membagi tugas masing-masing tanpa melihat ini side job Fauzan atau sebaliknya. Sistem kerja mereka mana yang sempat dan bahu membahu satu sama lain.
******
Happy reading all! Author tidak bosan-bosan minta dukungannya. Mohon untuk tinggalkan
✓ LIKE
✓ KOMENTAR
✓ VOTE -nya ya🙏🙏🙏
__ADS_1
Apresiasi dari kalian semua membuat saya semakin bersemangat untuk update. terimakasih 😊😊😊