Bukan Yang Pertama

Bukan Yang Pertama
EP. 44 Hotel XX


__ADS_3

"Saya ada di hotel XX, tolong datang ke sini ya! Alex, Rey, Teta dan Rafa. Ada yang mau saya sampaikan,"


Pesan WA yang dikirim Pak Gun melalui japri pada Alex. Ia juga meneruskan pesan itu ke Rafa sebagai ketua di kelompok dua.


"Maaf. Saya lagi kurang sehat, Pak. Bisa diwakilkan Doni atau Pandu?"


"Kamu sakit apa, Lex" Pak Gun bertanya disertai dengan emoticon sad.


"Hanya capek, tadi sudah minum vitamin. Cuma kepala saya masih berat kalau buat jalan. Terimakasih atas perhatiannya, Pak,"


"Jaga kesehatan, bentar lagi juga sehat kok,"


"Iya, Pak. Terimakasih,"


"Jadi bisa kan, Doni atau Pandu yang ke sana?" tanya Alex untuk meyakinkan.


"Ketua baksosnya aja sama Rey,"


"Ok, Pak. Terimakasih,"


"Sama-sama, Lex. Lekas sembuh ya?"


Pak Gun tidak biasanya perhatian dengan mahasiswanya, kecuali jika ia perempuan dan mau didekatinya. Tapi ini pengecualian. Alex adalah anak dari pemilik kampus dimana ia mengajar saat ini. Apalagi sikap Alex yang ramah dan sopan pada yang lebih tua, membuat orang tidak punya alasan untuk tidak peduli padanya.


"Ada rencana apa dia minta Rey ke sana?" tanya Alex dalam hati.


Memang ada alasan yang tepat jika meminta Rey ikut rapat karena selain sebagai pelaku bisnis online, Rey juga termasuk anak yang cerdas. Ide-ide bisnisnya sangat berguna untuk pengembangan program mereka. Namun yang membuat Alex ragu karena antara Rey dan Pak Gun punya rekam jejak yang kurang menyenangkan. Alex khawatir jika akan terjadi sesuatu terhadap Rey.


"Mau ga dia menemui Pak Gun?"


Alex mempertanyakan sikap Rey. Bandot tua itu pasti punya rencana lain m minta Rey datang ke sana.Tapi tiba-tiba ia tersenyum dan manggut-manggut.


"Dia pemberani. Sepertinya dia akan memenuhi panggilan itu,"


"Aku sampaikan saya ke orangnya, keputusan ada ditangannya," gumam Alex lagi.


Alex yang baru saja sampai tiba setelah menemui teman-temannya yang mempersiapkan baksos di balai desa. Ia segera menghampiri Rey dan menunjukkan WA yang dikirim Pak Gun dari ponsel Alex.


"Sama Risya, ya? Aku pengen buruan pulang. Sakit kepala" pinta Alex dengan penuh harap.


"Iya, ga masalah. Aku jemput Risya dulu kalau begitu,"


"Kamu ga apa-apa, kan?"

__ADS_1


"Enggak. Kan ada Risya , Teta dan Rafa," sahut Rey optimis.


"Ma kasih, Rey,"


"Iya, aku siap-siap dulu,"


*****


[ Hotel XX ]


"Masuk, masuk!," Pak Gun mempersilahkan Rafa, Teta, Risya dan Rey masuk ke kamarnya dengan ramah.


"Bukan Pandu atau Doni yang ke sini. Ga kejauhan naik naik motor berdua? Cewek semua lagi," tanya pak Gun dengan ramah dan mempersilahkan tamu-tamunya itu duduk di sofa yang ada di sisi tempat tidurnya.


Teta dan Rafa memilih duduk di sisi tempat tidur karena sudah tidak kebagian tempat duduk.


"Kaum cowoknya lagi ada di balai desa, Pak. Tadi mendadak ada WA dari warga, masalah web dagang gitu," sahut Risya.


"Oh. Ya udah ga masalah. Sebenernya saya mau ke posko kalian cuma abis magrib harus ketemu orang di hotel ini. Jadi maaf ya harus merepotan kalian semua,"


"Its ok, Pak. Ga masalah," sahut mereka nyaris kompak.


Pak Gun segera mengungkapkan tujuannya memanggil perwakilan kelompok ke kamarnya. Selain ingin tau secara detail mengenai program yang sudah dijalankan, ia juga ingin tau kesiapan baksos yang akan dilaksanakan kelompok satu besok pagi.


"Siap, Pak,"


"Jadi, ketika kelompok dua melakukan baksos di kampungnya kalian bisa menjadikan hasil kerja kelompok satu sebagai tolak ukurnya. Pokonya kita saling membantu. Meskipun kalian beda kelompok dan wilayah namun kalian membawa nama baik kampus kita,"


"Baik pak,"


"Ok, saya sangat berterima kasih kalian mau hadir ke sini. Sudah sore, waktunya kalian istirahat. Kalian bisa kembali ke posko masing-masing,"


"Maaf jika sudah merepotkan, minta kalian jauh-jauh ke mari,"


"Ga apa, Pak. Kita tadi dari lapangan. Begitu dapet kabar langsung kemari. Lokasinya juga tidak jauh dari hotel ini,"


"Iya, Pak. Kami juga baru selesai persiapan untuk besok. Jadi langsung, cuz," Risya menimpali.


Mereka semua segera mohon unsur diri, namun pak Gun menahan Rey dan Risya karena ada yang harus mereka kerjakan sebenar.


Usai kepergian Rafa dan Teta dari kamar itu, Pak Gun membuka laptopnya. Ia memperlihatkan dokumentasi progam baksos yang sudah dilaksanakan peserta KKN binaannya agar menjadi contoh.


"Sebagai gambaran saja, yang ini baksos paling sukses di Banten. Meskipun tenaga medisnya terbatas namun kerja sama mereka bisa memberikan pelayanan yang maksimal pada warga setempat.

__ADS_1


"Bisa di ambil kalau mau, copy ke flashdisk untuk dipelajari teman-teman yang lainnya. Saya belum sempat share karena sangat sibuk,"


"Ga bawa flashdisk, Pak. Kapasitas HP saya juga tidak cukup untuk menyimpan file sebesar ini. Belum sempat memindahkan foto-foto kunjungan lapangan," ujar Risya.


"Di bawah, samping kanan pintu keluar hotel ada gerai hp dan perlengkapan komputer. Coba beli di sana," Pak Gun mengeluarkan dompet dan berencana memberi sejumlah uang pada Risya untuk membeli flashdisk.


"Ga usah Pak, pakai uang saya aja. Lagian saya juga butuh flashdisk untuk mengarsipkan dokumen lainnya," buru-buru Risya menolak maksud dosennya itu ketika ia melihat Pak Gun mengeluarkan dompet dari saku celananya.


"Saya turun sebentar," Risya minta diri.


"Kamu tunggu di sini aja, Rey. Bapak ga gigit kok," canda Pak Gun yang melihat Rey juga beranjak dari tempat duduknya.


"Iya, tunggu di sini aja. Aku turun sendirian bisa kok. Deket ini," Risya menimpali.


"Bapak juga nitip kopi seduh yang ada di depan toko ya, kopi hotel kurang nampol," ujar Pak Gun buru-buru karena Risya sudah membuka pintu dan segera pergi meninggalkan tempat itu.


"Kopi seduh?" Risya menegaskan


"Iya, di kedai kopi samping gerai hp itu,"


"Baik, Pak. Saya permisi dulu,"


Pak Gun berdiri di sisi pintu, memastikan Risya sudah benar pergi dari kamar itu. Begitu mahasiswa kedokteran semester tujuh itu sudah menghilang dari koridor hotel, buru-buru Pak Gun kembali ke kamarnya. Menutup pintu dan menuju ke arah Rey yang masih duduk di sofa.


*******


Alhamdulillah bisa update lagi Happy reading all! Jangan lupa tinggalkan


✓ LIKE


✓ KOMENTAR yang banyak, spam juga boleh.......


✓ VOTE -nya ya🙏🙏🙏


Apresiasi dari kalian semua membuat saya semakin bersemangat untuk update. terimakasih.


Kunjungi juga novelku yang lainnya ya, yang berjudul :


I am Feeling Blue


Temani Aku, Ken!


Barangkali kalian berkenan. Terimakasih!!!

__ADS_1


__ADS_2