
"Jadi siapa nih yang bersedia jadi ketua? Ada yang mau jadi sukarelawan? tanya Pak Hendra lagi.
"Alex aja, Pak, selain ketua senat dia juga punya pengalaman memimpin warganya. Sepakat kan teman-teman?" Usul Teta.
"Saya ikut saja. Saya rasa Alex lebih pas jadi ketua kita," Risya menanggapi.
"Bagaimana yang lainnya?" tanya Pak Hendra memastikan.
"Di sini ada bang Pandu, Mas Rafa, dan cowok-cowok ganteng lainnya. Tidak harus saya, kok," elak Alex.
"Udah, kita ikutan aja. Yang muda lebih cekatan. Kita ikut ajalah pokoknya," sahut Pandu dan Rafa kompak.
"Ok, jadi begini saja agar lebih cepat. Siapa yang punya kandidat lain selain Alex," pak Hendra mengambil alih pembicaraan.
Karena tidak satupun yang bersuara dan dua puluh orang yang hadir di situ dinyatakan setuju jika Alex yang dipilih jadi ketua, maka saat itu juga di sahkan bahwa ketua regu KKN di Belitung akan di komamdo oleh Alex. Keputusan ini disambut baik oleh peserta rapat dan tepuk tangan yang meriah dari mereka semua.
"Untuk mempermudah komunikasi silahkan pak ketua mendata nama dan no telpon teman-teman di sini agar kita bisa bergabung di grup WA," Pak Hendra mengingatkan tugas pertama Alex sebagai ketua.
"Oh, iya Pak. Terimakasih sudah diingatkan," buru-buru Alex mengambil selembar kertas dari dalam tasnya dan menulis di atas kertas yang masih kosong itu.
Tanpa menunggu waktu lagi, Alex segera mengedarkan kertas ke seluruh peserta rapat agar mereka mengikuti apa yang telah lebih dulu ditulis oleh sang ketua, nama dan no hp.
"Silahkan diisi, ya! Sambil berjalan kita lanjut ke acara berikutnya. Alex mendekati pembinanya yang tengah duduk di kursi tengah. Setengah berbisik ia minta pendapat dosennya itu.
"Apakah kita akan bergabung dengan peserta KKN dari universitas yang lain? Jika tidak salah dengar, pada saat pembukaan kemarin Pak Rektor menyebutkan ada sekitar 20 universitas yang sudah menandatangani MOU dengan kopertis,"
"Tidak. Meskipun ada 20 universitas namun pelaksanaannya tetap satu wilayah satu universitas. KKN di Belitung dijadwalkan dua kali dalam satu tahun, tepatnya bulan Agustus dan Maret. Nah dalam satu semester itu ada 5 regu. Jadi 20 universitas itu menunggu jadwal di tahun ini atah tahun depan. Kebetulan kita mendapat jadwal pertama, berangkat Agustus ini," Ujar pak Hendra menjelaskan.
"Saya kira semuanya berangkat sekarang,"
"Enggak, pasti akan repot. Terutama soal akomodasi ke sana,"
"Iya, juga ya. Satu pesawat TNI paling tidak digunakan untuk satu regu plus pembimbingnya. Tidak bisa lebih," ujar Alex.
__ADS_1
"Nah itu faham," Pak Hendra menepuk-nepuk bahu Alex. Dia sangat senang jika sudah bicara dengan mahasiswa yang satu itu. Selain cerdas dan punya pengetahuan yang luas, ia juga sangat rendah hati dan bisa bergaul dengan siapa saja.
"Satu wilayah disini maksudnya satu kecamatan atau satu desa, Pak,"
"Satu kecamatan. Kalian akan menuju ke satu titik kumpul dan akan serah terima dengan camat setempat kemudian baru di bagi menjadi dua kelompok karena ada dua desa yang menjadi target program KKN kita,"
"Berarti kita bagi-bagi kelompok lagi, nih?"
"Itu tugasmu. Bapak percayakan sepenuhnya padamu. Sekarang waktunya pengarahan agar teman-teman punya gambaran yang jelas ketika mereka berangkat. Mau apa mereka ke Belitung?"
"Baik, pak. Terimakasih atas penjelasannya,"
"Sama-sama. Terimakasih juga kau sudah membatu tugasku, pak ketua,"
"He...he.....bapak bisa aja,"
"Alex kembali ke tempat duduknya. Di atas mejanya kini sudah ada lembaran kertas yang berisi nama dan no hp semua anggota kelompok.
"Mau aku bantuin?" Teta menawarkan diri.
"Boleh juga itu, berati pak ketua punya asisten untuk menghandle grup," sahut Pak Hendra.
"Iya, boleh. Jika tidak merepotkan," sahut Alex. Ia berusaha menghargai tawaran Teta meskipun ia tidak cukup nyaman bekerja sama dengan orang yang satu ini.
"Tidak merepotkan, aku menawarkan diri karena ingin meringankan tugasmu,"
Otomatis ucapan Teta itu mengundang senyum-senyum simpul peserta yang lainnya. Meskipun Teta tau sikapnya itu cukup mengundang perhatian namun ia berusaha untuk tidak menggubrisnya.
Pembekalan KKN kedua ini dikhususkan bagi mahasiswa yang akan berangkat ke pulau Belitung dengan tujuan agar mereka lebih fokus mempersiapkan pengetahuan, mental, informasi dll sebelum diterjunkan langsung ke lapangan. Materi yang diberikan pada pembekalan ini juga disesuaikan dengan kebutuhan daerah yang akan dikunjungi.
Pada kesempatan itu, Pak Hendra memanfaatkan waktunya untuk menjelaskan visi dan misi yang akan mereka usung pada KKN tahun ini dengan tetap mengutamakan tujuan pokok yang fokus pada bidang kesehatan, usaha kecil dan menengah, pendidikan, dan pariwisata.
Gambaran dan kondisi lingkungan yang menjadi lokasi tujuan KKN juga ditayangkan dalam slideshow yang sudah disiapkan oleh Pak Hendra. Ia ingin semua peserta punya gambaran yang jelas dan persiapan yang maksimal sebelum mereka terjun ke lapangan.
__ADS_1
"Jika kesiapan fisik, saya tidak meragukan lagi, begitupun dengan persiapan diri secara individu. Namun kita ke sana bukan untuk piknik atau rekreasi. Tujuan utama kita adalah membantu mengembangkan potensi yang dimiliki oleh daerah tersebut agar mereka siap menghadapi ekonomi global. Saya yakin ilmu yang kalian miliki sangat dibutuhkan oleh penduduk di sana," ujar Pak Hendra dengan nada serius.
"Ingat, teman-teman di sini membawa nama baik kampus ini. Harus kita buktikan bahwa kampus kita ini mampu mencetak generasi yang unggul. Untuk itu siapkan diri dan kemampuan teman-teman untuk membuat program yang sederhana, bisa dilaksanakan dalam waktu 10 hari kerja namun bisa menghasilkan sesuatu yang luar biasa," lanjutnya lagi.
"Apakah teman-teman bisa menerima tantangan ini?"
"Bisa," jawab mereka dengan kompak.
"Saya yakin teman-teman pasti bisa. Untuk itu butuh keseriusan dan komitmen untuk mewujudkan,"
"Saya rasa, untuk pertemuan kali ini cukup sampai di sini. Pembagian kelompok akan saya shere di grup. Saya tunggu rencana program lapangan dari masing-masing peserta. Singkat saja, yang penting ada tujuan, sasaran, dan rencana pelaksanaan. Dari RPL yang kalian buat akan kita evaluasi kekurangan dan kelebihannya. Saya harap satu Minggu ini bisa kita maksimalkan untuk koordinasi,"
"Siap, Pak!"
"Baiklah, saya tidak bisa lama-lama di sini karena ada jadwal tatap muka. Jika ada yang perlu ditanyakan bisa japri atau langsung di group,"
"Ok, Pak. Terimakasih atas waktu yang sudah diberikan kepada kami semua," Alex menimpali pembicaraan pak Hendra ketika pria itu hendak meninggalkan ruangan.
"Saat ini kita adalah team. Sukses kalian, sukses untuk kita semua. Jadi tetap semangat agar program kita bisa terlaksana secara maksimal,"
"Siap, Pak. Semangat," sahut mereka semua dengan kompak.
*******
Happy reading all! Author tidak bosan-bosan minta dukungannya. Mohon untuk tinggalkan
✓ LIKE
✓ KOMENTAR
✓ VOTE -nya ya🙏🙏🙏
Apresiasi dari kalian semua membuat saya semakin bersemangat untuk update. terimakasih 😊😊😊
__ADS_1