
Sembilan hari sudah mereka mengabdi pada masyarakat, belajar menerapkan ilmu yang mereka dapat selama di bangku kuliah. Meskipun KKN yang mereka jalankan bisa dibilang cukup singkat di banding KKN pada umumnya, namun hasil kerja mereka patut diperhitungkan.
Terbukti, toko online yang mereka buka sebagai media pemasaran hasil bumi dan produk olahannya sudah membuahkan hasil. Dalam seminggu ini mereka sudah memperoleh omset 7 juta dari penjualan ikan asin gabus, kerupuk, dan terasi dari berbagai daerah. Belum lagi agen oleh-oleh di beberapa kota yang minta pasokan barang dari kampung mereka dengan sistem bagi hasil.
Melihat geliat pasar yang lebih respon terhadap tiga barang tersebut, Alex dan teman -temannya sudah memikirkan kemasan dan mendaftarkan di BPOM agar lebih menarik. Untuk itu, meskipun secara offline tugas mereka sudah selesai namun para pemuda yang menjadi motor toko online ini akan tetap mendapatkan pendamping secara online melalui grup WA selama 5 bulan ke depan.
"Kami sangat berterima kasih sekali, berkat adek-adek semua, pemuda desa sini jadi punya kegiatan. Mereka punya semangat baru untuk dagang, bahkan sampai ada yang ikut kelas empek-empek di kota. Mereka ingin menjual pempek dengan varian yang lain," ujar pak kades begitu senang atas perubahan yang terjadi pada warganya.
"Kami juga ikut senang, Pak. Mereka punya semangat yang tinggi untuk belajar," sahut Pandu.
"Mohon bimbingannya! Jangan bosan-bosan jika mereka banyak bertanya dan merepotkan,"
"Tidak....kami sudah punya kesempatan, akan memberikan pendampingan secara online sampai mereka benar-benar bisa dilepas," sahut Rey penuh semangat.
"Iya, Pak. Kami sudah membuat grub chat. Jadi bisa komunikasi dengan bebas di grub. Mereka bisa sharing apapun tentang toko online nya. Pakar -pakar kita siap bantu" Alex ikut menimpali.
"Apaan, sih. Kita saling bantu. Kebetulan saya sudah mulai lebih dulu, perkara sukses tergantung usaha dan kerja keras kita," sahut Rey.
Malam itu, Pak Kades sengaja mengundang mereka sebagai ucapan terima. Hadir juga para warga yang ingin sekedar memberi oleh-oleh pada mahasiswa itu.
"Sepertinya kita tidak perlu beli ikan gabus lagi. Dibagi 10 masing-masing orang masih bisa dapet 2 kilo, nih," Dion sudah mengamati pemberian warga yang diletakkan di depan mereka lesehan.
"Sttt, didenger Pak Kades ga enak loh," Risya coba mengingatkan Dion.
"Becanda, aku juga udah pesen juga kok. Itung - itung menambah omset mereka bulan ini," Dion menimpali.
"Iya, aku juga pesan di toko kita. Ga perlu capek-capek," Risya menimpali.
Malam ini hanya diisi obrolan ringan. Layaknya sebuah keluarga besar yang sedang berkumpul, mereka bertukar pikiran satu sana lain. Pempek dan takwan menjadi hidangan istimewa. Karena belum tentu di Jakarta bisa ketemu menu yang selezat ini, mereka memanjakan lidah mereka hingga perut tidak bisa menampungnya kembali.
"Beda sama pempek yang kita beli di Jakarta, di sini kuahnya enak banget," seru Pandu.
"Udah pesan buat orang di rumah, Sas?" tanya Rara.
"Udah, moga sampe Jakarta ga basi,"
"Insya Allah engga, karena dilapisi dengan tepung sagu. Jadi ketika mau dimasak dicuci dulu buat ngilangin sisa tepungnya. Bisa langsung di goreng atau kalau teksturnya pengen lebih lembut dikukus sebentar," jelas Rara.
"Ga taulah aku, pokoknya nanti kamu yang masakin,"
"Kok aku, sih?"
"Ga mau?"
"Mau,cuma kan malu kalo ketemu keluarga mu,"
"Hemmm... katanya?"
__ADS_1
"Iya, deh. Tar aku main ke rumah. Tapi dijemput, ya?"
"Tentu, masa aku tega biarin kamu sendiri,"
"Di rumah ada siapa aja?"
"Sendiri,"
"Ah... ngeselin. Katanya tinggal sama keluarga,"
"Rumah yang di Bogor sayang, bakal rumah kita nanti. Kalau yang di Jakarta ada ibu dan bapak doang,"
"Malah lebih takut aku kalo di Bogor,"
"Takut kenapa?"
"Dateng sendiri pulang berdua,"
"Dih, udah mau ya?"
Rara diam dan menyembunyikan muka malunya. Maksudnya hanya bercanda namun Pandu bisa menangkap isi hatinya.
"Kalo mau secepatnya, aku sih udah siap kok. Rumah, mobil, deposito, ada. Tuan putri tinggal menikmati,"
"Hemmm.....pamer atau apa nih?"
"Buat bahan pertimbangan, cewek kan maunya nikah sama yang mapan," Pandu memberi alasan.
"Masih ada, Mas. Tiga mata kuliah,"
"Berarti abis sementer, dong,"
"Udah jadiannya di E
empang masa ngelamar aja di balai desa,"
"Oh, ini cuma pembicaraan awal aja. Kalau yes, aku siapin kau mau di lamar dimana?"
"Paris,"
"Ah, kalo itu harus nabung dulu. Tak mungkin lamaran hanya kita berdua. Orang tua kita bisa protes,"
"Kalau bulan madunya?"
"Boleh itu. Kan hanya kita berdua,"
"Ya, udah,"
__ADS_1
"Udah. Maksudnya?" selidik Pandu.
"Selesai KKN juga ga apa?" Sahut Rara malu-malu.
"Hah," Pandu nyaris berdiri dari tempat duduknya karena tidak menduga Rara akan menjawab seperti itu.
"Kalian berdua ngapain. Dari tadi bisik-bisik mulu. Aku tersinggung nih," protes Dion.
"Elonya aja ribut perkara ikan asin kenapa gua harus ikut rampung," sahut Rara.
"Curiga nih, gua,"
"Curiga apaan," tantang Rara.
"Kalian mau bikin perpisahan sendiri. Ha..ha..."
"Diem Lo, asal aja," sergah Pandu.
"Canda, bang. Eh maaf. Mas...," Sahut Dion. sembari mengedipkan mata ke arah Rara.,
"Apaan, sih?"
"Gua denger Lo panggil dia dengan sebutan Mas. Hayo....ga bisa ngelak kan Lo,"
""Udah jangan diterusin. Emang salah dia panggil aku mas, wong kamu aja panggil aku Abang,"
"Ga salah, cuma yang salah itu kenapa ada pameran terbuka yang menggelar rumah, mobil, dan deposito sebelum berangkat ke Paris,"
"Dion..." teriak Rara makin kesal.
"Udah Dion. Kita cuma ngobrol-ngobrol kosong kok. Ngilangin ngantuk. Jangan ledekin Rara terus"
"Sorry," sahut Dion masih dengan menahan senyumnya.
"Ga usah senyum-senyum gitu. Muka Lo jadi makin ngeselin," sewot Rara.
"Sttt" Pandu mencubit lengan Rara dengan pelan. Ia memberi kode agar gadisnya itu tidak usah terlalu menanggapi ocehan Dion yang isengnya suka kebablasan.
Pandu memberi kode pada Alex agar segera pamit. Besok pagi mereka harus ada di kecamatan pukul delapan pagi karena ada pelepasan oleh Pak Camat. Jadi mereka harus packing malam ini agar tidak terlambat. Mereka akan kembali hari itu juga,sudah dijadwalkan bahwa pesawat TNI AL yang akan menjemput mereka datang pukul 13.00 WIB.
*****
Happy reading all, terimakasih atas kunjungan setianya!
Jangan lupa vote, like, dan komen yang banyak, ya ( spam komen juga ga apa) biar saya makin semangat untuk update.
Aku juga nulis novel yang lain loh,
__ADS_1
"Temani Aku, Ken!"
Jangan lupa kepoin juga, siapa tau kalian juga suka sama ceritanya.