
Seiring waktu berjalan, Tirtodipuran sudah direnovasi. Lantai atas khusus untuk bahan bahan batik, clothing dan heute couture. 80% disewa batik Pramono, 20% oleh gabungan pengusaha kecil yg exclusive. Sedangkan lantai bawah untuk interior mulai dari meubel, home appliences, lampu, vas buga, bunga sintetiknya sendiri bahkan sampai bathub Tembaga juga di pajang disana. Meubel pak Baskoro om nya Yudis. Juga kain kain jok etnik songket Sumbawa-Lombok atau kain jok batik. Adapun mini resto yg jual western food dan coffee shop & bakery ada di pavilion yg dihubungkan selasar cantik ke bangunan induknya. Untuk resto ini nanti akan di jalankan dengan chefnya bergiliran dari mereka yg sedang off, dibawak koordinasi Panji, saudara Pras.
Renovasi interior dibebankan pada masing masing outlet. Desain dan kontraktor harus memakai biro arsitek interior tertentu yg ditetapkan dan memang spesialis boutique. Renovasi interior dimulai sesudah para tenant atau konsesionair bayar DP sewa ruangnya.
Selama 3 bulan Datin tidak pernah istirahat memantau jalannya renovasi dan penataan yg dia diskusikan dengan sang arsitek, dengan menunjukkan foto foto interior boutiquenya Kaburagi. Dia menjadi kelelahan sehingga bayinya mbrojol belum genap 9 bulan, tepatnya 9 bulan kurang seminggu. Datin melahirkan pas hari Selasa tgl 6 Juni 2000 seorang bayi laki laki yg sangat gantheng yg diberi nama Aryo Bimo.
Bertepatan dengan kelahiran Bimo, dilakukan soft opening Boutiquenya yg diberi nama Canting House, atas masukan Yudis dan juga keinginan Pras, yg tulisan nama nya masih dibungkus kain karena nunggu Grand Opening. Datin hanya manut apa kata Pras saja. Pada saat hamil selain fokus Tirtodipuran, Pras dan Datin juga mulai menata furniture dan isi rumahnya yg di condong catur. Foto foto pesiar mereka yg di Jepang menghiasi ruang keluarga mereka dan ruang makan, juga foto pernikahan mereka. Rencana 17 Agustus pas hari Kamis pagi hari akan dilakukan Grand Opening Canting House, dan sore harinya ada syukuran masuk rumah baru di Condong Catur.
Pada hari Kamis tanggal 17 Agustus 2000, jam 10.00 wib dilakukan grand opening Canting House sebuah boutique kerajinan ditengah keleseuan ekonomi Indonesia dan Asia. Meskipun demikian anggota yg punya outlet didalamnya merupakan komoditi yg selama ini lancar transaksi exportnya dibawah marekting Datin.
Seluruh BOD (board of director) Batik Nusantara hadir sebagai undangan. Salah satu dari mereka yg diwakili oleh Wibisono, bersama Prastowo duduk sebagai komisaris. Pras tidak boleh aktif sebagai direktur karena dia PNS (dosen/pegawai negri sipil). Sri Rudatin sebagai Direktur Utama merangkap Finance. Dan Datin mengangkat Metayani (bu Meta, salah satu BOD BN, juga) sebagai Direktur Operasi. Semua akte yg berkaitan dengan Canting House (CH) dipercayakan ke Notaris Prayudi, kakaknya Pras. Notaris Prayudi sebagai Notaris resmi dari CH.
Selain dihadiri seluruh tenant, tidak ketinggalan Yudis dan Mila, juga beberapa kolega Pras ikut hadir dalam Grand Opening tsb yg diresmikan oleh Walikota pada waktu itu.
Datin tampil anggun, luwes dan smart dengan berbusana nasional modern, sarung songket dengan kebaya sifon warna creeme bordir yg dijual di CH juga, dengan rambut disanggul modern. Penampilannya dan juga pembawaannya saat membacakan pidato sambutannya yg mantap membuat decak kagum banyak orang dan juga para kolega Pras yg diantara mereka saat mahasiswa ada yg pernah naksir Datin.
Saat dilakukan boutique tour, semua berdecak kagum lagi. Karena baru CH inilah outlet di Yogya yg mempunyai penataan bergengsi seperti boutique klas dunia, selain boutique-boutique di jakarta tentunya. Karena kecermatan Datin dalam membuat term of referance desainnya untuk arsiteknya dengan referensi Batik Parlour Jepang.
Para tenant yg semula alot dan ngeyel saat ditawarkan gabung disitu, yg akhirnya mau dg berat hati, sekarang pada nangis bangga punya outlet disitu.
Ucapan selamat kepada Datin dengan pujian tulus mengalir deras, juga via SMS pada masa itu. BOD BN, sangat terharu dan salut sama Datin. Tidak luput Mila, sampai nangis tidak percaya bahwa kiprah anak yg dia tolong dulu dalam waktu relatif singkat bisa tiba-tiba berobah muncul sebagai penyelamat BN. Demikian juga Yudis merasa performance Datin bisa berobah drastis menjadi matang, dari seorang gadis yg dia tolong ke IGD karena pingsan kelaparan.
__ADS_1
Pras merasa bangga sama istrinya, atas prestasinya yg bisa mendapat kepercayaan orang sampai sebesar ini dan perkembangan bisnisnya dengan buyer asing. Karena banyak yg memujinya dan mengakuinya, Pras menjadi seperti baru sadar kalau istrinya itu ibarat Mutiara yg baru dibersihkan dan bersinar, dan dia menjadi klepek klepek jatuh cinta lagi. Dan saat dalam pidatonya Datin mengucapkan terimakasih kepada suami tercintanya yg telah memberikan ide awal serta port folio boutique tsb serta mengemasnya bersama Datin sehingga bisa sampai terealisir seperti saat ini, maka Pras pun tidak kuasa menitikkan airmata.
Yg ada adalah Wouw… Wouw….dan Wouw , dan sekali lagi bahwa hasil tidak akan menghianati usaha dan kerja kerasnya.
Acara pun ditutup dengan hidangan makan siang dari café CH juga.
Datin sudah pindah dirumahnya sendiri, hadiah dari ayahnya Pras yg di Condong Catur. Untuk sementara ibunya tinggal disana menemani Datin untuk membantu mengajari Datin merawat Aryo Bimo. Kehidupan keluarga Prastowo sangat bahagia. Prastowo selain mengajar di UGM juga mengajar di STIE-YKPN, sebagai tambahan karena kebutuhan keluarga semakin meningkat dengan kehadiran Aryo Bimo. Untuk kebutuhan rumah tangganya Pras menghendaki 100% dari uang dia. Sedangkan uang bisnisnya dengan Datin disuruhnya nabung untuk membesarkan usahanya, atau keperluan lain yg lebih besar. Pras memang ulet orangnya.
Waktu terus berjalan, dan kondisi ekonomi mulai kelihatan geliat membaik. Bisnis Kerajinan Datin semakin kenceng. Aaron Smith sudah mengajukan order untuk suatu paket barang yg dia perlukan, dia sebulan sebelumnya mengirim email daftar dan foto contoh barang yg harus dia cari di Indonesia ini. Selain Aaron, ada juga interior designer dari Canada, sementara Jepang untuk permintaan fashion heute couture adalah urutan nomor satu. Ada buyer baru dari Sidney Ausie, juga arahnya ke fashion atau bahan baju.
Dari perkembangan selama 2 tahun ini, CH sudah punya statistik tentang asal buyer dan jenis pesanan.
Hal tsb bisa diklasifikasikan bahwa untuk buyer Eropa dan Canada kecenderungannya adalah barang barang interior seperti, kain batik atau kain etnik Indonesia lain untuk upholstery, bed cover, curtain bahkan wall paper. Selain itu juga pernik interior hiasan, lampu sampai buthub dan washtafl Tembaga.
Itu adalah penggolongan secara garis besarnya.
Di tahun 2002 ini, Tirtodipuran sudah tidak menampung lagi untuk membuat display perkembangan komoditi kerajinan ini. Pihak BN menawarkan untuk memakai yg Kota Baru sebagai perluasan.
Datin sudah tidak mampu menangani sendiri untuk quality controlnya. Finance harus dia cermati sendiri. Dia harus lakukan kaderisasi untuk hal hal yg diluar finance. Pola pembinaan seperti saat di Batik Nusantara masih dilanjutkan. Kadang dia lakukan agak sedikit nakal dengan membajak senior di toko batik lain yg punya keahlian teruji tentang kualitas batik dan selera internasional.
Datin iseng iseng menghubungi Kamila, dia rencana mau ngajak gabung untuk menangani bisnis ini, karena dulu ini adalah dunianya. Tapi Datin tidak berharap banyak karena Mila tidak bisa terlalu capek dan tidak bisa jauh jauh dari suaminya dan Semarang, karena penyakitnya. Ternyata Mila malah disibukkan dg deversifikasi usaha suaminya yg sedang bikin pengalengan ikan di Purwodadi.
__ADS_1
“ Tiiiiiiin, aku itu ngimpi apa ya? Dulu kesibukanku fashion show, bahkan sebagai coach make up, lha kok sekarang aku bergumul dengan satwa laut yg amis yg dulu aku jijik. Amis bauku sekarang Tiiiin…….. I would like to help and joint you, but I have to wrestle with fishy fish here.” keluh bahagia Mila, ya bahagia karena bisnisnya sangat mendulang dollar.
“ Disamping itu, aku kan harus rutin control Jantungku ini, sementara hanya mengandalkan obat saja. Dulu saran dokter sehabis melahirkan segera ditindak lanjuti. Tapi mengingat Yasmin masih kecil gak tega aku kalau sampai ada apa apanya di aku. Kontrolku ke Jakarta 3 bulan sekali, selebihnya di Semarang saja.”
“ Aduuuh,…….. ya sudahlah, kesehatan itu utamakan dulu deh, anak kita masih kecil kecil. Ya itu lagi urusan ikan lepas aja mbak! ……..Yah, tapi itu memang panen dollar banget sih mbak. Harumnya dollar kadang bikin sehat juga ya, hahaha…..?” kata Datin. Jadi upaya untuk kerja sama dengan Mila sementara buntu.
Sementara itu karena sekarang ada 2 tempat yg dikelola, maka Pras menyarankan bahwa untuk memudahkan customer dan juga pembagian spesialisasi pramuniaganya maka dipisahkan saja yg untuk fashion dan yg interior.
“ Bu Dirut, usulku yg di jalan Suroto Kota Baru itu di fokuskan untuk interior saja, Canting House - Interior. Tirtodipuran yg untuk Fashion, Canting House – Fashion. Jadi gak unteg-untegan kacau balau begitu. Nanti kalau sudah bisa bangun gedung khusus besar dipinggiran kota, nah baru bisa semua departemen masuk dengan mengatur zoningnya. One stop shoping.” Saran Pras.
“ Sendiko dawuh pak Komisaris, ide panjenengan memang selalu oye.” Jawab Datin bersemangat.
Dalam waktu dekat ini harus memenuhi pesanan songket motif Nusa Tenggara Barat untuk ngisi curtain, bed cover dan upholstery sofa sebuah hotel di Guam. Datin harus memastikan sendiri ke pengrajinnya di Lombok. Ini merupakan orderan setahun yl, semua pesanan sudah siap dan saat sekarang sudah harus dikirim karena 6 bulan lagi hotelnya mau soft opening.
Dengan maksud mendampingi istrinya tersebut, Pras berencana membawa Bimo untuk sekalian liburan ke Lombok dan Bali.
“ Tin siapa yg disuruh ngawal ke Lombok untuk sortir produk dan pengemasan sampai loading untuk pengiriman nantinya? Ini pesanan untuk hotel 200 kamar, tidak bisa dilepas begitu saja. Kalau meleset banyak cacat dan diretour bisa blaiiik pulang ngarit kita. Perlu stay sebulan di Lombok. Tunjuk Argo atau Pono suruh nyari kamar kost sebulan di Mataram sana.” Pras mengingatkan tentang Standart Operating Procedure menangani export jumlah besar yg harus diikuti.
“ Inggih, sudah kok mas, kemarin Argo sdh tak tugasi untuk itu, lusa dia berangkat, dan dia usul sekalian sewa motor utk mobilitas dia. Ya sdh diatur begitu.” Jawab Datin.
“ Wah cerdas juga Argo, he eh betul motor itu penting untuk mondar mandir.” Jawab Pras, kemudian lanjutnya: “lha rencanaku, aku ambil cuti !0 hari atau 7 hari kerja untuk bersama Bimo nemani kamu, nanti kita 5 hari di Lombok sampai selesai loading dan kirim, baru kita ke Bali 5 hari sisanya, begitu bagaimana Bim? Setuju gak pangeran?” kata Pras sambil menciumi Bimo si handsome yg sudah 2 tahun dan sedang lucu-lucu nya, dan Bimo ketawa ngikik karena kegelian.
__ADS_1
“ Hmmm ……sang Pangeran menggeser posisiku sekarang!” kata Datin. Pras dengar, langsung meraih Datin dengan tangan kanannya kedalam pelukannya, sementara Bimo dalam gendongan tangan kiri Pras, mereka berpelukan sambil ketawa.
Bu Parinah menyaksikannya dengan terharu dan tidak terasa meleleh air mata bahagia. Harapan bapaknya sudah terwujud bahwa Datin sudah jadi orang sukses dan mempunyai suami yg nyaris sempurna, tampan, pinter, sayang, mapan.