Canting

Canting
Episode 53


__ADS_3

Tidak terasa sudah awal Desember 2007, Datin baru selesai mandi pagi ketika Hpnya berdering. Yasmin suara dari seberang sana:


“ Ibu, kapan ibu ke Semarang lagi, sudah lama Yasmin gak liburan bersama lagi. Bimo kapan liburnya bu?”


“ Hallo sayang, apa kabar ini? Bagaimana pelajaranmu, tidak masalah kan? Katanya Yasmin mau baca puisi peringatan hari ibu ya di sekolah?”


“ Iya ibu, kok ibu tahu? Itu Yasmin menang lomba membuat puisi, terus dipentaskan diacara sekolah menjelang libur akhir tahun. Ibu bisa hadir enggak nanti saat Yasmin pentas? Pentasnya hari Senin tgl 17 Desember sebelum terima raport. Yasmin Selasa tgl 18 terima raportnya dan Rabu tgl 19 mulai libur semesteran, dan baru masuk tgl 3 januari 2008 bu.”


“ Ibu tahu dong, Yasmin anak ibu kan pinter, selalu ada laporan ke ibu. Begini ya ibu akan usahakan hadir pentas, tapi langsung pulang Semarang lagi, karena Bimo Selasa juga terima rapor. Papa bagaimana kabarnya Ias?”


“ Papa kan sudah sebulan ini banyak pulang malam, harus ngebut nyelesaikan pekerjaan dulu, kita kan mau akhir tahun ke Australia, Ibu sama Bimo ikut kan?”


Datin kaget, ada planing acara ke luar negri kenapa Yudis tidak kasi kabar, biasanya jauh hari sudah heboh. Sedangkan Datin pasti tidak bisa ikut karena serah terima kunci rumah Manding.


Keterlaluan kalau surprise mendadak mendadak begini mana bisa dia ikut. Ini mah bikin kejutan yg mengagetkan benar, dan sangat tidak tepat. batin Datin.


“ Ya sayang, ibu belum tahu acara itu, ibu sepertinya tidak bisa ikut sayang, kan ada acara di Yogya. Ok besok kita bicara kalau ibu sudah di Semarang ya.”


Mengapa mas Yudis gak kasi tahu aku ya? Beberapa kali telpon akhir akhir ini hanya singkat singkat seperlunya saja. Kelihatan sibuk sekali memang, dan sudah tidak pernah mampir lagi kalau ke Jakarta. Sibuk apa ya………Batin Datin, dia baru menyadari karena kesibukannya sehingga akhir akhir ini seperti lost komunikasi sama Yudis.


Kemudian dia mencoba menelpon Yudis, satu kali…… dua kali…… tiga kali…… tidak diangkat, dan tidak ada telpon balik.


SMS, BBM……tidak ada jawaban, dan seperti belum sempat kebaca.


Senin pagi tgl 17 Desember 2007, tepat jam 07.30 pesawat garuda yg ditumpangi Datin sudah mendarat di bandara A. Yani Semarang. Dia langsung naik taxi menuju sekolah Yasmin. Dia lupa memberitahu Carla, Dan Carla tidak memberitahu Datin juga.


Sampai disekolah masih jam 8 pagi, namun para orang tua siswa sudah pada ngumpul di aula tempat acara diselenggarakan.


Yasmin begitu melihat Datin terus lari menghambur memeluknya. Datin melihat Carla sedang turun dari mobil, kemudian menghampirinya.


“ Tin aku tadi jemput kamu di bandara, tapi rupanya kamu sudah naik taxi kesini. Aku lupa kasi tahu kamu, dan Yasmin baru bilang pagi tadi kalau kamu mau datang. Telpon belum kamu aktifkan sejak turun dari pesawat tadi?” kata Carla


“ Ya ampuuuun, iya lupa. Maaf…maaf.”


“ Ini jam 9 nanti acara dimulai, yuk kita cari tempat duduk dulu. Itu Yasmin luar biasa lho, bikin puisi hari ibunya dalaaaam banget. Ditujukan untuk ibu katanya. Juara satu dia. Ich Tin, merinding aku, Yasmin tumbuh menjadi orang yg sangat perasa, yg dia tulis itu suara hatinya. Anak kecil, baru klas 3 SD, coba simak ya nanti puisinya………untukmu itu.”


Acara dimulai jam 9 tepat, diawali dengan beberapa sambutan, kemudian koor mars pelajar, baru pembacaan puisi. Dimulai dari juara 3, juara 2, kemudian baru juara I, Yasmin Yudistira.


Yasmin maju kedepan, dia melihat Datin melambaikan tangannya sambil melempar cium jauhnya, membuat langkahnya semakin mantap. Ternyata Yasmin memberi prolog:


“ Puisiku ini kupersembahkan untuk ibuku, Sri Rudatin, yg selalu ada untukku.” Kata yasmin sambil tersenyum tertuju ke Datin.


Tepuk tangan pun gemuruh, Yasmin mulai membacakan puisinya:


Duniaku tiba-tiba gelap…… Ketika mamaku yg aku cintai dipanggil menghadap.

__ADS_1


Matahari seolah enggan merekah…… Tiada tampak arah untuk melangkah.


Hari-hari kuhabiskan untuk meratap….. Dalam kegelapan kucoba merayap.


Ditengah keputus-asa anku….. Muncul titik kecil cahaya yg menembus dunia gelapku……


Cahaya itu semakin membesar, mendekat, dan merengkuhku….. Cahaya itu menerangi jalanku, membimbingku, menghangatkanku.


Kuingin tahu siapa gerangan cahaya itu


Cahaya itu adalah sosok ibuku….. Ibuku yg tidak pernah melahirkan aku…. Tinggalnya jauh dariku.


Namun…………………


Bimbingannya, kehangatannya, kasih sayangnya, dan cintanya……. bisa aku rasakan setiap waktu.


Ibu……….. Terimakasih untuk selalu ada untukku. Aku mencintaimu.


Tepuk tangan luar biasa gemuruh, karena satu-satunya puisi yg ditujukan bukan untuk ibu kandungnya namun untuk seseorang yg mengambil peran ibu dihati anak tsb.


Datin speechles, airmatanya sudah tidak bisa di tahan lagi, diapun terisak. Carla dengan melelehkan airmata mencoba menenangkan isakan Datin. Datin tidak kuasa bangkit menuju kedepan untuk menerima bunga dari Yasmin. Sehingga bu guru yg membimbing Yasmin menghampiri Datin. Dipeluknya dan diciuminya Yasmin si malaikat kecil. Pemandangan ini diikuti oleh puluhan pasang mata yg menghadiri acara tsb dengan penuh haru.


Selesai acara, sekitar setengah dua belas siang. Pesawat yg akan membawa Datin ke Jakarta akan berangkat jam 15.30. Datin bersama Carla, yasmin dan Keisya akhirnya makan siang di resto yg dekat bandara, sambil ngobrol sepuasnya.


“ Carla, gak kerasa lho aku kalau sudah lama gak pernah ngobrol sama papanya Yasmin. Aku baru sadar tahu-tahu sudah akhir tahun lagi. Telponku jarang direspon. Malah dengar dengar pada mau akhir tahun di Australia.” Kata Datin.


“ Oh….begitu, lha ini kemana papanya Ias kok gak hadir di acara Ias?” tanya Datin heran.” Saya jadi ingin tahu, mas Yudis itu kapan menghadiri acara-acara nya Yasmin? Kok gak adil buat bocah ini lho!”


“ Beberapa bulan ini mas Yudis sibuknya puol, dan sepertinya agak stress atau banyak beban.” Papar Carla hati hati.


“ Ada masalah apa ya?”


“ Gak jelas, mas Seno yg mungkin tahu. Oh iya…….Rumah Manding sudah jadi ya? Itu katanya pak Gatot salah satu kontraktor kita dapat info anak buahnya kalau bu Datin sudah menunjuk interior designer untuk mengisi villanya, keren banget katanya!” kata Carla membelokkan pembicaraan, karena dia memang tidak paham masalah Yudis.


“ Ah begitu, aku doakan semoga sukses! Lha terus yg mau megang siapa disana?”


“ Aku gak tahu. Dulu ada orang Jepang, partner di Kingu Ebi, tapi gak tahu lagi nanti.”


“ Aku minta foto-foto pikniknya saja nanti, aku pingin gabung, tapi aku gak bisa karena ada serah terima kunci rumah dan akad pembelian tanah untuk gudang utama sembako kita di Bantul.” Kata Datin.


Alhamdulillah Datin gak bisa gabung, tadinya kan kita gak boleh kasi tahu Datin sama mas Yudis, eee….malah Yasmin yg bocorin. Sebenarnya males juga ke Darwin, kalau ada Datin kan lumayan bisa ada teman kalau mau shopping. Batin Carla.


Saat menjelang boarding, sebelum masuk ke Terminal Datin pamitan ke Yasmin :


“ Sayang, kalau kamu jadi ke Australia, kamu jangan lupa sholat lima waktu dan mendo’akan mama ya. Ibu kali ini belum bisa gabung dengan kalian karena ada pekerjaan di Yogya. Yasmin dekat-dekat selalu dengan papa ya! Jaga papa yg lagi capek karena pekerjaannya, supaya lelahnya ilang kalau dekat Yasmin yg di sayang papa.”

__ADS_1


“ Kenapa ibu gak ikut? Gak asyiek kalau gak ada ibu dan Bimo. Yasmin ngapain disana?!” Yasmin sudah mulai kehilangan mood dan seperti mau menangis. Bayangannya liburan yg menyenangkan menjadi ambyar.


Carla sudah mulai khawatir kalau terjadi pemogokan pasti Yudis murka.


“ Lho Yasmin?.....gak dengar tadi ibu bilang apa? Papa butuh Yasmin, jagain papa yg sedang banyak kerjaan, capek, butuh orang yg dia sayang ada didekatnya. Sepulang dari sana kapan saja kalau ada libur, ibu sama Bimo bisa main kan? Kali ini jagain papa ya sayang. Nanti pas tahun baru kita bicara melalui skype, biar ibu juga bisa lihat Yasmin lagi ngapain…. Ok?? Kata Datin sambil mencium pipi Yasmin, dan kemudian masuk kedalam.


Carla melepas kepergian Datin dengan rasa yg hampa, sedih, seperti harus melepas tangan yg sebelah. Selama ini mereka berdua kompak bahu membahu urusan Yasmin. Meskipun Carla tidak tahu pasti penyebabnya, tapi dia tahu bahwa Yudis mengambil keputusan untk menjauhi Datin. Seno tidak mau cerita alasannya ke Carla, karena Carla sangat dekat dengan Datin. Kalau alasannya adalah sudah terkena jerat si bohai Minati…..ini adalah keterlaluan. Gak worthied sama sekali.


Yasmin sepulangnya langsung telpon Bimo, ngobrol panjang lebar. Saat ibunya sampai dirumah, Bimo langsung menghujani pertanyaan:


“ Bu katanya mbak Ias mau ke Australia ya, kok kita gak ikut bu? kan seneng pergi bareng bareng main. Kita kenapa di Yogya mulu bu? aku bosan!” kata Bimo.


Wah musuh gerilyawan gerilyawati cilik ini repot juga, dikasi pengertian gak masuk di akal mereka, tapi coba aku bicara sama sijenius ini, konon nalar sijenius lebih dewasa dari sebayanya. Pikir Datin.


“ Bimo, ibu kan baru pulang, ini masih capek, ibu mau mandi dulu, trus kita makan junk food dibawah yuk!” bujuk Datin sambil menyodorkan kertas seperti piagam, bertuliskan puisinya Yasmin yg juara satu, yg nanti mau di bingkai, dan menaruk bunga dari Yasmin di vas.


“ Bagus buk bunganya, dan ini apa?” tanya Bimo


“ Mbak Ias juara satu bikin puisi dalam rangka hari ibu di sekolahnya, ini ditujukan untuk ibu. Bagus ya………?” kata Datin.


“ Ich, mbak Ias pinter ya bu?”


Sesudah mandi, sekitar jam setengah delapan malam Datin dan Bimo turun ke Kem-chick untuk makan burger. Sudah malam sebenarnya, namun itu kesukaan Bimo, jadi Bimo gak makan dirumah nunggu burger yg dijanjikan Datin.


“ Nih Bim…..makan yg puas ya. Ibu gak bawa oleh-oleh tadi.”


“ Ini Bimo suka banget bu.”


Datin tersenyum dan mulai cerita: “ Bimo, papa Ias itu sedang ada pekerjaan di Australia, sebenarnya tidak melulu liburan, tapi papa Ias disana kerja, karena mbak Ias libur maka sekalian dibawa.”


“ Mbak Ias sama siapa nanti disana kalau papa Ias kerja.” Tanya Bimo.


“ Mbak Ias itu tugasnya menemani papa Ias, kalau ada disamping orang yg disayangi, capeknya papa Ias cepat hilang. Seperti ibu, kalau capek di kantor, terus ketemu Bimo anak ibu yg gantheng dan pinter ini, capek ibu langsung hilang. Kalau pas ditinggal papa Ias, ada tante Carla dan Keisya yg menemani.” Kata Datin. Namun rupanya penjelasan ini mengandung celah, yg kemudian dimanfaatkan Bimo:


“ Kalau gitu kita juga bisa main menemani mbak Ias dan mbak Keisya kalau pas papa Ias kerja kan bu?”


Wah rupanya salah pintu masuk aku ngomongnya, kesandung dan ambyar dengkul mami! Batin Datin


“ Lha terus…..yg menemani ibu kerja di Yogya siapa?, kalau kesayangan ibu pergi. Ibu ada kerjaan besar di Yogya Bim, masa depan orang banyak yg kita kerjakan. Bagaimana Bim? Bimo akan ninggalin ibu di Yogya sendiri?”


Bimo terdiam, dia sedih gak bisa nelan burgernya, tapi dia tetap akan menemani ibunya dimanapun ibunya putuskan. Bimo sudah bisa mengatur emosinya.


“ Aku ikut ibu. Tapi nanti di Yogya juga main kan bu?”


“ Ya pastilah! Bimo juga akan senang nanti disana ada kejutan, kita tidak nginep di Concat, tapi di rumah baru Manding, kamu nanti bisa berenang disana! Ok gak Bim?” kata Datin……

__ADS_1


“ Waaaaaa…….bener bu? nginep dirumah baru? Ada kolam renangnya? Aseeeeeeeek ……..!!”


Beres, gak rugi bayar burger, misi berhasil!! Hati Datin senang.


__ADS_2