Canting

Canting
Episode 61


__ADS_3

Gambaran kehidupan keluarga Yudistira dan Datin yg berakhir bahagia bersama ke empat putra putrinya di masa pandemi covid 19.


Tahun 2021…………..


“ Ibu…..ibu……aku boleh berenang sekarang ya, tugas sekolah sudah selesai semua, sudah diupload dan dikirim ke guru…….”


Datin terbangun dari tidurnya, dia ketiduran diatas Jodang di gazebo di bawah pohon sawo. Jodang tsb dikasi bantalan kasur tipis yg biasa untuk santai Datin atau Yudis. Jodang adalah peti tempat menyimpan padi orang jaman dulu.


“ Lho kok sudah di upload, ibu kan belum periksa, mas Bayu kan ikut papa, memang yg meriksa tugasmu siapa?”


“ Sudah, mas Bimo…….”


“ Lho Bimo sudah pulang? Bukannya masih di Semarang?”


“ Beres bu, kemarin saya sudah stok opname cold storage, cukup untuk cadangan seminggu kedepan untuk 25 warung kita yg di Semarang , Ungaran dan Magelang. Papa juga sedang menuju ke Yogya, dari Surabaya jam 11.30 tadi katanya sudah sampai Klaten.” Bimo lapor ibunya.


“ Wah ibu enak banget boboknya, sampai motor keblaknya Bimo yg brisik saja ibu gak dengar. Aku gak tega mau bangunin ibu tak suruh pindah kamar.” Kata Yasmin nimpali.


Ibumu lagi selingkuh sama bapaknya Bimo, mas Prastowo, seperti tidur dipangkuannya puluhan tahun yg lalu, adem rasanya. Untung gak kamu bangunin nduk….batin Datin sambil tersenyum geli.


Sejak awal Agustus 2020, keluarga Yudistira memutuskan untuk pindah sementara ke Villa Manding. Tidak tahu harus di syukuri atau disayangkan efek dari pandemi C19 ini bagi keluarga Yudistira.


Namun keluarga Yudistira ini menjadi bisa kumpul kembali.


Yudis gusar saat Iedul Fitri tahun 2020 itu keluarga tersebar. Datin dengan Bayu dan Azalea serta bu Parinah di Jakarta, Yasmin di Bandung dan Yudis sendiri bersama Bimo dirumah Candi Semarang. karena ada PSBB maka tidak bisa melakukan perjalanan antar kota waktu itu.


Sebenarnya domisili tetap mereka ada di Jakarta, karena anak anak sekolahnya semua di Jakarta. Datin sudah pindah dari the Mansion dan tinggal di Kemang juga, dirumah biasa dengan luas bangunan 350m2 diatas tanah seluas 600m2. Rumah yg dibeli Yudis untuk Datin sebagai hadiah perkawinan mereka. Rumah yg sangat asri yg didesainkan oleh Buntas juga.


Yudis mondar mandir Jakarta – Semarang. Bimo yg menetap di Semarang.


Namun pada bulan Agustus 2020 Yudis memerintahkan seluruh anggota keluarganya pindah ke Manding, mengingat penyebaran C19 di Jakarta dan Jawa Tengah menggila, dan Yogya meskipun juga tinggi tapi relatif jauh lebih rendah dibanding kedua kota tsb. Yg masih mondar mandir hanya Yudis dan Bimo untuk ngurus kerjaan. Datin sudah dilarang sama sekali ke Jakarta.


Datin menghandel pekerjaannya dari Yogya, CHK untuk sementara diserahkan ke Susan.


ARYO BIMO PRASTOWO (6-6-2000)……..


Si Jenius ini bisa menyelesaikan pendidikan sampai klas 12 nya hanya memerlukan waktu 8 tahun, jadi dia lulus SLTA masih usia 14 tahun. Dia mengambil kuliah di universitas bergengsi di Asia yaitu NANYANG BUSINESS SCHOOL di Singapore. Dia mengambil double degree Business & Accountancy yg dia tempuh selama 3,5 tahun. Jadi dia lulus Sarjana di usia menjelang 18 tahun, pada tahun 2017 dan mengambil MBA disekolah yg sama 1 tahun. Mendapatkan Magisternya diusia 19 tahun pada 2018.

__ADS_1


Bimo, kegiatan utamanya membantu bisnis Yudistira, dan sebagai konsultan untuk CH grup, dan PT Lumbungku. Berkantor di Semarang. relatif masih muda umur 21 tahun pada tahun 2021 ini, dalam bimbingan papa nya. Hasil perhitungan dan analisa Bimo digabung dengan pengalaman lapangan papanya menjadi suatu keputusan bisnis yg excelent.


YASMIN YUDISTIRA (30-8-1999)


Dulu sejak SLTP Yasmin pindah Jakarta dia masuk Labschool di sekolah Bimo. Tapi dia ketemu Bimo disatu sekolah hanya sebentar, 4 tahun, karena Bimo langsung kuliah ke Singapore.


Yasmin kemudian meneruskan ke Senirupa ITB jurusan Interior Design. Saat mau menyusun tugas akhir, sehabis Iedul Adha 2020 dia pulang ke Manding, berkumpul keluarganya yg mengkonsentrasikan kegiatannya secara on line dari villa Manding


Awal April ini baru saja selesai presentasi tugas akhirnya. Karena Pandemi ini, maka presentasi tugas akhirnya ini dipaparkan via zoom.


Yasmin sudah lulus tinggal menunggu ijazah. Dia bahagia sekali menikmati kumpul kembali bersama ibu sambungnya yg dia cintai dan enak untuk curhat.


ARYA BAYU YUDISTRA (10-02-2009)


Dia sudah naik kekelas 7, dia sekolah di Labschool Jakarta juga. Dia baru saja lulus dari kelas 6 pada bulan Mart 2021 kemarin dan nanti baru mulai pelajaran baru di kelas 7 pada bulan juli 2021.


AZALEA YUDISTIRA (20-04-2012)


Si bungsu ini duduk di kelas 3 mau naik kekelas 4. Sekolah di labschool Jakarta. Sejak pandemi semua berkumpul ke Yogya. Sibungsu ini yg paling mirip Datin. Kecerdasannya, cantiknya dan juga hobby berenangnya yg seperti kecebong.


PT. Lumbungku yg semakin berkibar, karena usaha bahan pangan adalah satu satunya yg tidak begitu terdampak krisis selama pandemi ini, karena setiap orang memerlukan makan. Bisnis ini lah yg mensubsidi overhead cost rumah tangga dan usaha Datin lainnya .


Lumbungku dan Lumbungku Jumbo selama 12 tahun sudah menggurita lebih dari 100 outlet besar dan kecil yg tersebar di DIY, serta Jawa Tengah dan sekitarnya. Dan juga ada beberapa di Jawa Barat.


Usaha ekspor seafood dan resto Sagara Seafood lesu, omset turun jauh. Yudis dan Bimo sedang mengalihkannya sebagian untuk membangun Seafood Tenda dengan segmen pasar menengah kebawah. Mencoba mempertahankan omset dari 4 resto besar disebar ke puluhan Warung Tendanya itu.


Sekarang ada lebih 60 titik Sagara Seafood Tenda yg tersebar di Semarang, Ungaran, Magelang, serta Surabaya, Makassar, Jakarta dan sekitarnya. Dengan harga sangat terjangkau.


Hal tsb juga untuk menghidupi karyawan yg ada.


Kira kira jam tiga lebih, kedengaran mobil Yudis yg disopiri mang Diman sudah masuk Car port. Bayu terlihat nglepas baju dan sepatu yg kemudian dilempar saja ke sunbed, serta tinggal memakai celana pendek langsung nyebur kolam renang ngejar Azalea.


“ Lho….lho… Bayuuu…..tangan kaki belum disemprot desinfectant itu….!!!”


“ Ibu ndagel………ini aku sedang ngrendam seluruh badanku di air kaporit. Bagaimana sih…….!” Bayu si bocah kecil itu ngeyel.


Oh ya, disekolah juga sudah diajari tentang apa saja yg bisa untuk mematikan virus ini. Desinfectant untuk bakteri, virus pakai apa ya…….? Batin Datin

__ADS_1


Berdua itu memang jago berenang. Serumah yg kurang begitu suka renang hanya Yasmin, meskipun dia bisa juga berenang. Katanya takut hitam.


Yasmin tumbuh cantik, feiminin, dan halus pekertinya. Paling suka curhat sama ibunya, tentang apapun, terutama tentang cowok yg banyak mendekatinya.


Karena tidak bisa kemana-mana maka selama di Manding Datin menggembleng Yasmin untuk bisa masak. Dan Yasmin suka.


“ Mas, langsung mandi dulu ya, sudah kusiapkan gantinya di kamar mandi. Nanti sesudah itu ngopi sama ngicipi macaroni schotel bikinan gadisku Yasmin, enak lho.” kata Datin.


“ Oh ya, gadis papa sudah pinter masak ya sekarang? Siapa dulu dong ibunya?” kata Yudis sambil mau meluk dan mencium istrinya, tapi……………


“ Eit…eit…eit….semprot dulu!, ayolah mas langsung mandi dulu!” kata Datin sambil mendorong Yudis.


Yudis diusianya yg menginjak 50 tahun ini semakin mempesona, dengan tempaan kerja keras selama setahun ini yg sering dilapangan, kulitnya menjadi agak merah karena dasarnya memang kuning bersih. Sehingga semakin maco.


Sesudah makan malam, keluarga ngumpul di ruang keluarga villa besar.


Bimo mulai nggoda Yasmin, dengan ngadu ke ibunya :


“ Bu mbak Ias itu sadis lho, temanku diputusin sama dia, terus ngadu kesaya, telpon terus sampai risi aku, kenapa sih mbak?”


“ Apaan,……….. pacar. Dia aja GR ngaku ngaku pacar. Temanmu kan childish, cemen, ember, suka ngadu-ngadu!”


“ Idih mbak Ias, Haris kan memang temen gue, tapi 5 tahun diatas ku lho. Dia kerja sama bapaknya, diperkebunan teh Pematang Siantar sana. Sudah gantheng, kaya, MBA ex Nanyang lagi, kurang apa coba?”


“ Aku gak nyari orang kaya! Papa sama ibu udah kaya. Aku kan gak bilang mau pacaran, mauku teman. Dia ngajak kawin.” Kata Yasmin kesel.


“ Hahahaha……beda sama papamu, ibu sudah GR, gak dilamar lamar, begitu ibu dilamar orang, papa bingung ……….iiich… aduh… aduh….ampun pa, papa mau ngapain sih?!” Belum Datin selesai bicara, Yudis langsung gendong Datin dibawa ke luar kearah kolam renang……


“ Ibumu mau tak buang ke kolam, brisik banget sih.” Kata Yudis.


“ Hahaha…..waktu papa bentak Ias dulu itu ya bu?! Oooooo…….baru tahu aku kalau dulu aku papa bentak gara-gara papa patah hati, sok jual mahal sih, gaya gak butuh, terus hampir ketriwal!...... ich jahat emang papa, dilampiaskannya ke anak!!” Kata Yasmin masih ingat saja peristiwa yg menyakitkan hatinya itu.


“ Mbak Ias gak usah mengalihkan pembicaraan! Bagaimana tu nasib Haris?.........hmm aku tahu, mbak Ias kan naksir mas Dewo. Cinta mati banget sama mas Dewo, tapi tak terucapkan, tak tersampaikan, caciaaan dwueh lo?” goda Bimo.


Dulu saat liburan semesteran Dewa yg kuliah di Teknik Mesin UGM sering pulang ke Semarang, kadang ketemu Yasmin yg saat itu baru klas 5 SD sampai klas 6 SD. Kemudian saat Yasmin pindah Jakarta kalau liburan suka pulang ke Semarang, saat main ke rumah bu Tari juga ketemu Dewa sampai klas 3 SMP.


Dewa orang nya baik, Yasmin sama Keisya suka dibonceng keliling komplek, suka dibeliin bakso, gorengan, es cream walls. Kadang saat SMP, Dewo suka ngantar pulang Yasmin ke rumah Candi pakai motor. Dewa sudah menganggap mereka sebagai adik perempuan sendiri. Yasmin yg paling sering ketemu karena rumahnya dekat.

__ADS_1


__ADS_2